Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
222 Season 2: Rakitan


__ADS_3

"Anak-anak jangan bermain di pinggir sungai!!!" suara teriakan Petra, sekretaris pribadi Simon terdengar menggelegar di sebuah gubuk tua tak berpenghuni, tempat di mana dia, Sandra dan Si kembar bersembunyi dari kejaran Andina dan anak buahnya.


" Ahahahahaha... kami tidak bermain paman Petra, kami sedang mencari sinyal untuk menghubungi paman Bintang!!' seru kedua bocah yang sedang memainkan alat rakitan pencari sinyal yang mereka rakit sendiri dengan menggunakan benda benda elektronik yang rusak dan ditinggalkan di dalam gubuk itu.


Tampaknya gubuk itu pernah disinggahi oleh orang lain tetapi ditinggalkan begitu saja dengan barang-barang nya.


Masih ada beberapa yang bagus dan juga sejumlah baterai yang bisa keduanya gunakan.


Tak sia sia si kembar selalu nangkring di laboratorium milik kakeknya dan menganggu paman bintang mereka saat bekerja merakit benda benda aneh yang bisa dipakai untuk menemukan sinyal.


" Wahh mereka sedang apa!??" Sandra keluar dengan memakai dua tongkat kayu buatan Petra yang menopang tubuhnya.


Gadis itu mengalami patah tulang karena terjatuh ke jurang saat berlari dari kejaran anak buah Andina sambil membawa anak anak, bahkan kaki kanannya seperti sudah mati rasa dan tak bisa digerakkan sama sekali.


Selagi menunggu pertolongan, kakinya dibalut dengan kain dan penyangga kayu yang dipasang oleh Petra.


Saat dalam kejaran dua hari yang lalu, mereka menyelamatkan si kembar setelah diam diam mengikuti anak buah yang menculik kedua anak itu. Petra tahu mereka akan membawa keduanya ke hutan setelah mendengar ucapan Andina saat dia di kurung di apartemen gadis itu.


Dia dan Sandra melarikan diri dari apartemen Andina bahkan melumpuhkan beberapa penjaga lalu melarikan diri sekaligus mengejar anak buah yang menculik si kembar.


Mereka menyelamatkan si kembar, tetapi karena Sandra terluka parah, mereka tidak bisa pulang hari itu juga mengingat hari sudah malam dan para penjaga itu masih mengejar.


Petra menggendong Sandra sedangkan si kembar berjalan di sampingnya, hingga mereka tiba di gubuk tak berpenghuni.


Dua hari mereka di sana, sampai keadaan Sandra sedikit lebih baik. Petra memancing ikan untuk mereka makan dan mengambil beberapa tumbuhan untuk di makan juga ramuan obat bagi Sandra.


Si Kembar yang cerdas merakit pencipta sinyal untuk bisa terhubung dengan paman bintang mereka. Kecerdasan mereka berhasil membuat Andara mengetahui keberadaan mereka saat ini meskipun setelah beberapa menit sinyal itu hilang tetapi Dira sudah sempat mengirim pesan pada Andara melalui ponsel Sandra yang kehilangan sinyal sebelumnya.


"Paman bintang pasti akan segera datang," ucap Laksamana dengan tenang. Mereka berdua sangat hebat, sama sekali tidak menangis bahkan tidak menyusahkan Sandra dan Petra.


Bekerja sama merakit pencipta sinyal untuk terhubung walau sebentar pada Andara.


" Bagaimana bisa?" tanya Sandra heran.

__ADS_1


" Mereka ana tuan Simon dan nyonya Laura, tentu saja otaknya sangat encer sampai bisa merakit benda benda aneh itu, " jelas Petra.


"Ngomong-ngomong bagaimana kau mengenal tuan dan nyonya?" tanya Petra serta menatap Sandra yang duduk di atas potongan kayu di dekat aliran sungai.


" Tuan Simon adalah penyelamat ku saat kuliah, Hanya dia yang mau berteman denganku saat masa kuliah dulu, dan sampai saat ini aku masih mengingat dengan jelas jasanya," jelas Sandra.


" Dan untuk Laura, dia juga menyelamatkan nyawaku, ahhh aku berutang nyawa pada mereka berdua. Sejak awal aku sudah tahu rencana Andina tetapi tidak sampai sejauh ini!!" jelas Sandra.


Gadis itu tahu Andina ingin mendekati Simon, tapi sayang nya tidak tahu rencana besar nan mengerikan yang disiapkan Andina untuk mendapatkan keinginannya.


Dia pikir Andina tidak akan mengambil langkah sebejat ini, tapi kenyataannya, Andina menggila.


"Bagaimana bisa kalian memiliki sifat yang sangat berbeda! bagai Langitan dan bumi!" tukas Petra heran. Sandra hanya mendelik,


"Paman Petra, Tante Sandra, itu Papa dan mama datang!!!" seru Laksamana sambil menunjuk rombongan tim Aryn bersama tuan dan nyonya mereka telah tiba di tempat itu setelah menerima pesan dari Andara.


Berkat Andara yang stay 24 jam di depan komputer, melacak keberadaan anak anak itu sampai tidak tidur selama dua hari, akhirnya mereka menemukan posisi si kembar.


"Papa Mama!!!" seru si kembar sambil berlari dengan mata berkaca-kaca.


"Ahhh anak anakku!!! kalian baik baik saja sayang!? anak anak Mama!!!" teriak Laura, berlari tertatih tatih menghamburkan pelukannya pada kedua anaknya.


" huwaaa Mama.... Dira takuttt!!!!" teriak gadis kecil itu. Akhirnya Dira menangis, dia menahan dirinya untuk tetap kuat padahal dia juga ketakutan.Sama halnya dengan Laksamana. Pergi jauh dari ayah dan ibunya, tersesat dan dalam kekacauan seperti ini juga membuat anak kecilnitu sedih dan takut.


Mereka memeluk ibu mereka, tempat paling nyaman dan aman dari semua tempat terbaik di muka bumi ini.


Laura menangis sesenggukan, insting suaminya benar, anak anak mereka sudah pergi ke tempat yang lebih jauh lagi.


Simon memeluk mereka, bersyukur kedua anaknya ditemukan dalam keadaan baik baik saja.


" Tuan maaf saya tidak dapat menghubungi anda!" Petra langsung menghadap dengan wajah menyesal padahal dia juga korban.


pria itu menepuk bahu Petra," kerja bagus Petra, apakah terluka?" tanya Simon yang langsung dibalas gelengan kepala oleh Petra.

__ADS_1


Ketidakhadiran Petra di perusahaan juga membuat Simon risau, dia bahkan meminta tim rahasia kelompok Aryn untuk melacak keberadaan Petra.


"Tante Sandra dan Paman Petra yang selamatkan kami Ma, Pa, Tante terluka karena menolong kami!!" jelas Laksamana seraya menunjuk Sandra yang berdiri dengan wajah lega di depan gubuk.


" Ahhhh Sandra.. terimakasih banyak. dan maafkan aku!!" ucap Laura.


" Tidak apa apa Laura, " balas Sandra sambil tersenyum.


Segera mereka dievakuasi dari twmpatnitu. Si kembar sangat bahagia bertemu ayah dan ibunya, menangis hanya sebentar dan mereka berdua langsung bercerita tentang berbagai hal yang mereka temukan di dalam hutan dan di sekitar sungai itu.


Sangat bersemangat dan ceria, keduanya bahkan tidak tampak sepe anaknyang baru saja mengalami penculikan.


Laura benar benar bersyukur anak anaknya selamat, demikian juga dengan Simon yang akhirnya bisa bernafas lega setelah anak anak mereka ditemukan.


"Lalu bagaimana dengan Andina? apa yang terjadi padanya? apa kalian sudah menangkap dia!? dia sangat berbahaya!! kalian harus segera menemukan dia, jika aku tak salah dengar, dia berhubungan dengan sebuah organisasi !!" ujar Sandra.


" Kami sudah menangkap perempuan itu, organisasi apa yang kau maksud?" tanya Kevin.


" Jika tak salah, dia sering ke klub bernama Black Panther, organisasi itu juga bernama yang sama, aku mendengar saat di sekap di rumahnya!" balas gadis itu.


"Black Phanter!??" Simon terkejut bukan main.


" Benar tuan, Black Phanter, anak buah yang berjaga di apartemen wanita itu juga memakai tato dengan tulisan Black Phanter!!!" imbuh Petra.


Simon dan tim Aryn terdiam, nama itu tidak asing di telinga mereka.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2