MENIKAH

MENIKAH
Me Time


__ADS_3

Happy reading 😊


***


Minggu-minggu yang menyibukkan Salma telah terlewati. Ulang tahun Rayyan juga sukses digelar semalam dengan dihadiri keluarga dan kerabat dekat. Kado ulang tahun Rayyan masih tersusun rapi di kamar, belum tersentuh satu pun untuk mulai dibuka.


Salma menggeliat, telinganya seakan mendengar celotehan Rayyan dari boks yang tak jauh dari tempatnya tertidur. Salma mencoba menyingkirkan dengan perlahan tangan Adit yang begitu posesif memeluknya saat tertidur. Namun usahanya justru membangun sang empunya.


"Tidur lagi, Sal. Ini masih terlalu pagi" ucap Adit dengan suara serak dan menarik tubuh Salma untuk kembali berbaring.


"Aku liat Rayyan dulu, mas. Kayaknya dia bangun"


"Enggak. Kalo dia bangun pasti udah nongol diboks, dia kan lagi seneng sok-sokan manjat"


Iya juga ya. Anak lelaki yang belum lama bisa berjalan itu sedang gencar-gencarnya ingin memanjat. Padahal tubuhnya saja masih belum seimbang saat berjalan.


"Tidur lagi, kamu pasti capek banget semingguan ini ngurusin ulang tahunnya Rayyan" sambung Adit.


Salma memutar tubuhnya menghadap Adit dan memeluknya.


"Padahal cuma ngerayain bareng keluarga, tapi entah kenapa aku bisa se-hectic itu. Gimana kalo nanti ulang tahun ngundang temen-temennya?" ucap Salma sambil menertawakan dirinya sendiri.


"Wajar, sayang. Namanya juga kita serba pertama kan" Adit mendongakkan wajahnya menatap Salma. "Hari ini kalo kamu kamu istirahat, mau pijit atau ke salon, pergi aja. Biar aku yang ngurus Rayyan"


Salma mengernyitkan dahinya. "Kok gitu?"


"Sejak ada Rayyan, kamu jarang punya me time. Aku udah jarang liat kamu perawatan di luar, nonton drama atau hangout di luar sama Widya lagi. Semua waktumu terplot ke Rayyan semua" jawab Adit sambil mengusap lembut pipi Salma.


"Pergilah, nikmati waktu memanjakan diri tanpa khawatir sama Rayyan. Aku yang akan ambil alih ngurus dia hari ini" imbuh Adit.


"Emang mas Adit bisa?"


"Bisalah. Pokoknya kamu ga usah khawatir, Rayyan ga akan rewel nyariin kamu"


"Mas Adit ngerencanain apa?" selidik Salma.


"Hahahahaha... enggak ada, sayang. Aku cuma nyuruh kamu buat me time aja. Terus gantian aku yang ngurus Rayyan karena kemarin-kemarin selalu sibuk sama kerjaan. Ada bu Sari sama Asep juga kan yang bisa bantuin aku"

__ADS_1


"Yakin nih? Ini bukan becandaan kan mas? Ntar pas aku lagi dimassage, mas Adit telpon nyuruh cepetan balik karena Rayyan nyariin aku"


"Hahahaha... Enggak, sayaaaaaang. Percaya deh sama aku, me time-mu enggak akan terganggu sedikit pun. Ajak si calon pengantin tuh, biar dia ga rileks"


"Beneran ya? Aku ngabarin Widya nih"


Adit mengangguk. "Mau pergi seharian gapapa, aku kasih waktu maksimal sampai jam 5. Yang penting makanan buat Rayyan udah dimasakin"


"Pastilah kalo itu. Terimakasih, papa" ucap Salma kegirangan sambil mengecup bibir Adit.


🎎


Hari itu, layaknya gadis yang belum memiliki tanggungan mengurus suami dan anak, Salma pergi menikmati me time-nya. Ia mengajak Widya untuk memanjakan tubuh untuk spa bersama.


Setelahnya, Salma mengajak pergi ke mall untuk makan siang dan membeli baju serta mainan untuk Rayyan.


"Suami lo emanh top, Sal. Jarang-jarang kan ada suami yang mau ditinggalin anak seharian terus istrinya pergi ngemall gitu. Kecuali pake babysitter dan dia tinggal ngawasin doang" ucap Widya disela-sela makan siang.


"Gue juga tadi pagi sempet ga percaya pas mas Adit nyuruh gue buat pergi, takut aja Rayyan bakal rewel karena belum pernah gue tinggal seharian kayak gini"


Salma merogoh ponsel ditasnya lalu menunjukkan beberapa foto yang tadi dikirimkan oleh Adit.


Salma mengangguk. "Emang ya, ayah tuh selalu punya cara sendiri kalo ngasuh anak. Apa yang dilarang ibunya, kadang suka dikasih sama ayahnya. Itu juga barusan Rayyan dicobain es krim, ga mau udahan katanya"


"Hahahahaha... semoga aja ga pilek tuh anak. Habis main air, ehhh sekarang makan es krim"


Salma menghela nafasnya. "Makanya gue ga mau jalan sampai sore, gue takut ntar Rayyan dikasih minum susu dingin hahahahaha"


🎎


Salma bergegas turun dari mobil setelah memarkir mobilnya di halaman rumah.


"Rayyan sama mas Adit dimana, bu?" tanya Salma pada bu Sari yang membukakan pintu.


"Main-main di kamar, mbak. Tadi... Rayyan agak susah tidur siang"


Salma melirik jam dinding yang telah menunjukkan pukul 2 siang. "Maunya main terus ya?"

__ADS_1


"Iya mbak, kalo sama mas Adit kan diturutin mau apa-apa aja hehehehehe"


Salma tersenyum. "Yaudah saya ke atas dulu, makasih banyak ya bu"


Salma segera melangkahkan kakinya ke lantai atas menuju kamarnya. Sesampainya diujung tangga atas, suasana nampak hening. Tidak terdengar celotehan Rayyan maupun suaminya. Dibukanya pintu kamar secara perlahan, kepala Salma melongok untuk mengecek keadaan.


Senyumnya terkembang lebar, melihat dua lelaki kesayangannya tengah tertidur pulas. Rayyan terlihat tidur didada Adit, sepertinya terjadi pergulatan hebat sebelum akhirnya Rayyan mau tidur siang. Hal itu terlihat dari betapa berantakannya kamar mereka sekarang. Mainan dan kertas kado yang berserakan dimana-mana, juga sisa snack yang ada diatas meja.


Salma meletakkan tas dan paper bag belanjaannya di sofa kecil, lalu berjalan ke kamar mandi untuk mencuci tangan dan kakinya. Setelahnya, ia berjalan duduk di pinggir ranjang dan mengusap lembut wajah suaminya.


Adit terbangun, lalu melemparkan senyum ke arah Salma. "Udah pulang?"


Salma mengangguk, tangannya terulur untuk mengusap punggung Rayyan yang masih tertidur pulas.


"Rayyan baru banget mau tidur, susah banget buat nidurin dia. Maunya main mulu, trus tadi aku ajakin buka kado-kado dia aja"


"Pantesan kertas kadonya tercabik kecil-kecil" jawab Salma sambil menahan tawa. "Mas Adit udah makan?"


"Udah, tadi makan dulu dibawah sebelum aku ajak Rayyan naik ke kamar. Ngapain aja tadi?"


"Harusnya aku yang nanya itu ke mas Adit, ngapain aja tadi sama Rayyan sampai dia bisa ga nyariin mamanya"


Adit tersenyum sambil mengusap punggung Rayyan. "Aku kasih semua yang dia mau. Main air, aku cobain es krim, makan p*cky kamu juga tuh hahahaha...."


Salma mengangguk. "Bisa nih lain waktu aku tinggal me time lagi kayak gini hehehehehe"


"Ga masalah, asal pas aku ga lagi banyak kerjaan aja"


Salma mengangguk. "Thank you!" bisik Salma lalu mencium pipi Adit sekilas.


***


*Cepet amat ini udah part 100 aja, sayanya terlalu asik nulis asal-asalan ga jelas gini. Niatnya mau dibikin konflik juga ga jadi 😅 Gapapalah ya, bentar lagi saya kelarin kok hehehehe....


Jangan lupa mampir baca Cupcake's Love dan Lean On Me ya sambil nunggu update-an disini. Terimakasih bagi yang udah like, comment bahkan ngasih poinnya 😊🙏


Sehat-sehat selalu ya kalian semua 😘*

__ADS_1



__ADS_2