MENIKAH

MENIKAH
Episode 50


__ADS_3

Audy dan asistennya Angel segera meninggalkan A Double'Hotel, Audy tampak tidak ingin berlama-lama karena moodnya sudah hancur.


"Huft, menyebalkan sekali orang-orang itu." Gerrutu Audy memasang wajah cemberut.


"Sabar Audy." Ucap Angel berusaha menenangkan bosnya yang tampak sangat kesal.


"Tapikan, gw belum puas makannya." Jawab Audy dengan kesalnya, asistennya yang mendengar alasan bosnya kesal, tampak kaget, bagaimana mungkin hanya karena belum puas makan terus bosnya akan terlihat sangat kesal.


"Kita bisa membeli atau memesan ditempat lain bukan." Ucap Angel memberanikan diri untuk memberi saran.


"Tidak mau." Jawan Audy ketus.


Tampaknya kali ini Audy sangat sensitif, mungkin saja Audy sedang kedatangan tamu bulanan, sehingga moodnya naik turun.


Sesampainya di Hotel tempat ia dan asistennya menginap, atau bisa dikatakan hotel ini adalah hotel milik keluarga Trisumajaya.


"Huft, menyebalkan sekali, apa mereka benar-benar hobby mengurusi urusan orang lain." Batin Audy merasa sangat kesal pada saat ini.

__ADS_1


"Bos, apa mungkin sekarang kamu sedang kedatangan tamu bulanan, sungguh sekarang sikapmu cukup membuat aku bergidik ngeri, bagaimana bisa hanya karena makanan kamu sampai sekesal itu." Asisten Angel membatin, tampak sangat heran dengan kelakuan bosnya yang terlalu sensitif saat ini.


"Kamu bisa kembali ke kamar kamu sekarang." Ucap Audy, kemudian langsung masuk kamar dan meninggalkan Angel yang diam di depan kamarnya.


"Baik." Jawab Angel setelah pintu benar-benar tertutup, dan langsung membalikan badan untuk masuk ke kamar miliknya.


Dalam kamar Audy.


Audy merasa sangat malu mengingat kejadian di acara pembukaan hotel A'Double, kini mukanya memerah seperti tomat.


"Huft, bagaimana bisa mantan bosku seperti itu, dia hanya menbuatku malu saja tadi." Terus menggerutu.


Banyak kata pujian yang ia lontarkan depan asistennya Angel, bahkan seperti menyanjung seseorang, bukan hanya di depan Angel saja, tapi dalam hati ia juga memuji kesungguhan dan perjuangan Albert.


Semua kata pujian yang Audy ucapkan kembali ia tarik, setelah mantan bosnya berhasil membuat ia seperti kepiting rebus di depan umum, di depan banyak orang penting, bahkan beberapa dari mereka adalah rekan bisnisnya.


"Sunggu mantan bos, kamu sangat menyebalkan, arghhh." Ucap Audy terus menerus, dan seketika muka Audy kembali memerah mengingat kejadian sebelumnya.

__ADS_1


"Astaga, kenapa dia sangat romantis, apa dia benar-benar berjuang untukku." Gumman Audy, sambil menatap ke atas langit-langit kamar.


"Dia juga lumayan tampan, dan juga dari segi finansial dia sangat mapan, bibit, bebet, bobotnya juga jelas." Ucap Audy sambil senyum-senyum sendiri.


Entah apa yang sekarang Audy pikirkan, pada intinya saat ini Audy sedang senyum - senyum sendiri, tanpa sadar bahkan ia kembali mengingat Albert dan begumman.


Sekita Audy kembali ke alam sadarnya, ia kembali merutuki dirinya yang terpesona dengan ketampanan dari mantan bosnya.


"Astaga Audy, sekarang apa yang kamu pikirkan, sadar sadar sadar, lelaki sepertinya pasti memiliki banyak wanita diluar sana, sadar Audy tadi dia hanya menggodamu saja." Batin Audy sambil geleng-geleng kepala.


"Harus sadar Audy, kebanyakan lelaki bermulut manis, jangan sampai sakit hati lagi karena perkataan yang seperti permen itu, ingat jangan sampai sakit hati lagi." Audy kembali membatin sambil geleng-geleng kepala.


Huft, sepertinya Audy sedikit terpesona dengan ketampanan Albert mantan bosnya, bukan hanya sedikit terpesona, tapi saat ini Audy sedikit menyukai mantan bosnya, hanya sedikit ingat itu.


Wanita mana yang tidak senang jika diperlakukan seperti tadi di acara pembukaan A'Double Hotel, apa lagi diperjuangkan seperti itu, membuat hati Audy kembali berbunga-bunga merasa sangat senang, bahkan hati Audy berdebar sangat kecang ketika diperlakukan demikian.


Audy adalah wanita yang cukup keras kepala dalam masalah percintaan, ia tidak mau masalah yang lalu kembali terulang lagi, ia memiliki pengalaman buruk dalam memilih kekasih.

__ADS_1


Penghianatan mantan kekasih, membuat Audy waspada dan memilih tambatan hati yang tepat berikut, ia tak ingin merasa kecewa lagi, cukup satu kali dan tidak ingin terulang kembali.


Audy seperti ingin menepis perasaan yang ia rasakan, tanda-tanda jatuh cinta, sebisa mungkin Audy menepisnya, mungkin untuk saat ini Audy belum siap jika harus kembali menjalani hubungan sepesang kekasih, Audy masih membutuhkan waktu untuk memulai semua.


__ADS_2