MENIKAH

MENIKAH
Eps 38


__ADS_3

Audy dan Farrel tampak masih berbincang-bincang di mall, keduanya tampak membahas pekerjaan, atau bisa dibilang sekedar bertukar cerita.


"Ohiya, balik yuk." Ucap Audy, ia tampak sudah mulai bosan berada lama-lama di dalam mall.


"Yaudah yuk, gw anterin sekalian." Ucap Farrel.


Farrel akhirnya mengantar Audy untuk pulang terlebih dahulu sebelum kembali ke rumahnya, seperti menjadi kewajiban Farrel untuk mengantar Audy jika mereka bersama, ditambah lagi dengan kesibukan keduanya membuat waktu mereka untuk bersama semakin sedikit.


Rasanya semua berjalan begitu cepat, sudah satu bulan setelah pertemuan dengan Farrel waktu itu, setalah itu Audy bertambah sibuk bahkan jarang ada waktu, Farrelpun demikian dia juga bertambah sibuk.


"Audy, apa jadwal kita besok sabtu ?" Tanya kakek Alfa.


"Kita akan ada jamuan makan malam dengan keluarga wirawan." Jawab Audy sambil mengotak-atik tabletnya.


"Baik, segera siapkan semuanya." Ucap kake Alfa, Kakek Alfa hanya menatap Audy sekilas dan kembali fokus pada pekerjaannya.


"Baik, kalau begitu saya undur diri dulu." Ucap Audy, kakek Alfa hanya mengganguk kecil sebagai jawaban.


Kakek Alfa memang sedikit berbeda jika berada di kantor, ia akan lebih banyak irit bicara dari pada banyak bicara.


Audypun tidak mempermasalahkan itu, ia bersikap profesional layaknya atasan dan bawahan, selama dikantor tidak ada yang memang ia sebagai cucu dari pemilik perusahaan, karena tidak ada satupun yang memperlakukan Audy dengan istimewa, atau lebih tepatnya tidak ada yang berani untuk memperlakukan Audy secara spesial.


Tentu saja perlakuan lingkungan kerja membuat ia merasa nyaman, karena tidak ada yang memandang ia sebagai cucu dari Alfa Trisumajaya.


"Hallo Rel." Ucap Audy melalui sambungan telepon.


"Yah, hallo." Jawab Farrel dari seberang telepon.


"Lu lagi sibuk gak sekarang ?" Tanya Audy, sambil merapikan dokumen di atas meja.


"Yah lumayan sih, emang ada apa ?" Tanya Farrel.


"Gw mau ajak lu buat makan siang mau gak ?" Tawar Audy, ia Audy merindukan sahabatnya, karena kesibukan keduanya membuat mereka tidak memiliki waktu untuk bersama.


"Bisa kok siang ini, tapi gw gak bisa buat lama-lama nanti." Jawab Farrel yang langsung menyetujui, Farrel juga merindukan Audy, jadi tanpa pikir panjang Farrel langsung menyetujui ajakan makan siang dengan Audy.

__ADS_1


"Oke, kalau gitu kita ketemu di restaurant biasa yah." Ucap Audy.


"Oke." Jawab Farrel, setelah mendengar persetujuan dari Farrel, Audy langsung mematikan sambungan telepon dan langsung mengambil tas serta kunci mobil.


Sebelum pergi makan siang, sekaligus untuk bertemu dengan Farrel, Audy berpamitan terlebih dahulu pada kakeknya.


Tok tok tok ...


"Masuk." Suara kakek Alfa mengijinkan.


"Permisi kek, aku ingin pergi makan siang bersama Farrel." Ucap Audy, Audy memanggil dengan sebutan kakek dikarenakan sedang jam makan siang.


"Yah sudah, hati-hati di jalan." Jawab kakek Alfa dengan sedikit senyuman, ia sadar benar kalau cucunya terlalu sibuk di kantor sampai melupakan dunia luar.


"Baik kek, tapi kakek tidak apa-apa kan tidak sarapan dengan cucumu yang paling cantik ini ?" Goda Audy dengan menaik turunkan alisnya.


"Hahaha, tidak sama sekali." Jawab kakek Alfa dengan sedikit kekehan, karena milihat tingkah dari cucunya.


"Yahsudah, kalau begitu sampai jumpah kek." Ucap Audy sambil berjalan meninggalkan ruangan kakeknya, kakek Alfa hanya tersenyum menanggapi Audy.


Audy akhirnya meninggalkan kantor, kali ini ia memilih untuk menyetir sendiri, sejak ia masuk ke kantor ia tak pernah untuk menyetir mobil sendiri, karena sudah ada supir yang bertugas.


Sesampainya di tempat biasa Farrel dan Audy makan siang, Audy langsung turun dan masuk, ia mencari dimana sahabatnya duduk, setelah kedua bola matanya menemukan Farrel, Audy langsung menghampirinya.


"Udah lama nunggu ?" Tanya Audy.


"Gak, baru lima menitan." Jawab Farrel.


"Apa lu udah pesen makanan ?" Tanya Audy.


"Belum, tadi gw nungguin lu." Jawab Farrel, setelah itu Farrel memanggil pelayan, Farrel dan Audy tampak sudah selesai memilih menu makanan.


"Sekarang waktu buat kita jadi semakin dikit." Ucap Audy dengan wajah yang terlihat cemberut, jarang sekali Audy menunjukan perubahaan ekspresi seperti itu di depan Farrel.


"Huft mau gimana lagi, sekarang tanggung jawab udah semakin besar Au." Jawab Farrel yang tampak pasrah pada keadaan.

__ADS_1


"Gimana kabar Gaby, gw jadi kangen juga sama dia." Ucap Audy yang teringat akan adik Farrel.


"Baik-baik aja, dia sama nyokap, bokapjuga sempet beberapa kali buat nanyain kabar lu, mereka nitip salam juga, dan lagi kalau lu ada waktu katanya lu bisa main kerumah." Ucap Farrel dengan ekspresi datarnya.


"Huft baguslah, gw juga nitip salam balik buat keluarga lu, gw belum bisa main ke rumah lu sekarang, pekerjaan dikantor lumayan banyak." Jawab Audy dengan wajah yang sedikit ditekuk.


"Yah gw ngerti kok, tapi lu juga harus jaga kesehataan, jangan karena kerjaan lu jadi gak keurus." Ucap Farrel menasehati.


"Yah, tapi gw cukup senang dengan kerjaan gw." Ucap Audy dengan sedikit tersenyum.


"Baguslah, kalau emang lu senang berarti lu gak bakalan despresi." Canda Farrel.


"Eh, lu jangan doain gw yang enggak-enggak yah." Ucap Audy sambil mengangkat jari telunjuk.


"Hahaha." Tawa Farrel, Farrel selalu merasa lucu jika ia di ancam oleh Audy, biasanya ia akan bisa untuk menahan tawanya dengan ekpresi datarnya, tapi sepertinya hari ini ia tak bisa untuk menahan tawannya.


Cerita dan candaan mereka terhenti karena pelayan sudah membawah makanan yang mereka pesan, mereka makan dengan tenang sebagai rasa menhormati makanan yang sudah tersedia di hadapan mereka.


"Ohiya, terus gimana sama perjodohan lu ?" Tanya Audy, Audy masih pernasaran saja dengan calon tunangan dari sahabatnya.


"Hmm, seperti gw benar-benar harus tunangan sama dia, lagian gw gak punya alasan buat nolak projodohan ini." Jawab Farrel dengan nada kesal.


"Yah, berhati-hatilah jangan sampe lu tunangan sama rubah licik." Ucap Audy, Farrel tahu rubah licik apa yang dimaksud oleh Audy.


"Yah, tapi kali ini gw benar-benar gak suka sama cewe yang mau jadi tunangan gw." Ucap Farrel yang terlihat frustasi.


"Huft, sabar saja kita akan cari jalan keluar, kalau emang lu benar-benar gak suka sama perjodohan ini, gw bakalan siap buat bantu." Ucap Audy menenangkan Farrel yang tampak gusar.


"Yah, lu benar-benar harus bantuin gw, cewe ini bener-bener manja dan gak bisa berbuat apa-apa, sifatnya juga angkuh, dia benar-benar bukan tipe gw, yang ada gw bisa despresi karena tunangan sama cewe kayak dia." Ucap Farrel yang memelas meminta bantuan dari Audy, karena saat ini menurut Farrel hanya Audy dan keluarganya yang bisa membatalkan perjodohannya.


Baca juga


> Anak orang kaya


> Menikah

__ADS_1


Terima kasih atas waktunya.


__ADS_2