
Skip
Keesokan harinya, Audy tampak sudah bangun dengan wajah yang tampak sangat ceria, ia melupakan masalah semalam.
Saat ini yang Audy inginkan adalah tertawa dan bersenang-senang, tanpa memikirkan berbagai macam masalah, yang penting hari ini ia harus merasa sangat bahagia.
"Ah, hari ini gw harus bahagia, dan gw gak boleh ngerusak mood gw dengan hal yang enggak-enggak." Membatin.
Celana jeans pendek dengan baju model sabrina berwarna putih, itu adalah ootd audy hari ini, pakaian terbuka seperti layaknya orang yang berada di bali.
"Okey, sekarang gw dah cakep, tinggal berangkat deh." Ucap Audy sambil melihat pantulan dirinya melalui kaca.
Sebagai pelengkap, Audy menambahkan kacamata hitam, ia sekarang terlihat perfect dimata banyak orang.
Audy segera keluar dari kamarnya, hari ini Audy pergi sendiri, karena semalam asistennya sudah kembali lagi ke jakarta, hari ini asistennya mewakili dirinya untuk rapat dengan beberapa klien.
Audy tentu saja tidak mempermasalahkan, ia juga ingin menikmati Me Time, lama tidak mendapatkan waktu privasi, Audy jadi sangat ingin menikmati liburannya.
Sayang sekali liburan yanh Audy inginkan sepertinya tidak akan berjalan dengan lancar, Audy harus banyak bersabar hari ini, karena ia akan terus menerus di buntutin oleh Albert, yah Albert mantan bos Audy yang bisa dikatakan sudah jatuh cinta dengannya.
Sesampainya Audy di lobby, ketenangan Audy kembali hilang.
"Hai baby." Sapa seseorang ketika melihat kedatangan Audy, Audy tampak tak perduli menurutmya panggilan tersebut tidak tertuju padanya.
Tapi Audy kembali berhenti, seolah ia mengenali suara tersebut, tapi ia tepis, mana mungkin itu mantan bosnya.
"Hei sayang, kenapa kamu tidak menengok sama sekali." Ucap orang tersebut sambil menarik tangan Audy.
"Anda." Ucap Audy sambil menunjuk pada mantan bosnya.
__ADS_1
"Hei, jauhkan tanganmu baby." Ucapnya lagi.
Ucapan baby dan sayang membuat Audy kembali sakit kepala,bagaimana bisa ia berurusan dengan mantan bosnya lagi, rasanya kepalanya terlalu sakit.
"Baby, kamu mau kemana ?" Tanya orang tersebut.
"Bukan urusan anda, dan berhenti memanggil saya baby, karena saya bukan anak anda." Jawab Audy ketus, ia kehilangan kesabaran jika berhadapan dengan mantan bosnya.
"Hei, kenapa kamu berbicara seperti itu hmm, kamu jangan ketus-ketus dong." Ucap Albert sambil menatap Audy, dan beberapa detik kemudian Albert mengedipkan stengah matanya.
Audy yang melihat itu melotot tak percaya, bagaimama bisa mantan bosnya bersikap aneh, rasanya ia ingin kabur.
"Hei, hei, kenapa mantan bos selalu membuat saya kesal, ada apa, apa saya punya salah sehingga mantan bos terus membuat saya kesal dan naik darah ?" Tanya Audy penuh penekanan, ia ingin tahu apa motif dari mantan bosnya ini.
"Tidak ada, kamu mau kemana ?" Tanya Albert mengahlikan.
"Saya ingin pergi jalan-jalan, dan saya sedang tidak ingin di ganggu, jadi jika tidak ada sesuatu yang penting, sebaiknya anda segera menyingkir dari hadapan saya sekarang juga." Jawab Audy tetap dengan nada ketusnya.
"Ayolah, hari ini aku akan menemani kamu baby, jadi kamu hari ini tidak akan sendiri, ada aku yang akan menemani kamu sepanjang hari ini." Jawab Albert dengan senyum merekah.
"Aku tidak menerima penolakan, intinya aku akan tetap bersamamu sepanjang hari ini." Ucap Albert tetap dengan senyumnya.
Audy hanya pasarah saja, ia tidak mau moodnya yang sudah sangat bagus berubah menjadi jelek, bukan akan berubah tapi sudah benar--benar berubah.
Kecantikan dan ketampanan serta aura pemimpin yang sangat kental menghiasi Audy dan juga Albert, Kehadiran Audy dan Albet kian membuat banyak pasang mata memfokuskan pada mereka.
Ada yang melihat Audy dengan tatapan memuja, karena kecantikannya, bahkan badan yang terlihat sangat bagus untuk kalangan para wanita.
Begitu pula dengan Albert, banyak pasang mata yang memfokuskan padanya, karena aura pemimpin yang sangat kental dalam dirinya.
Tak sedikit juga yang memandang Audy dengan pandangan meremehkan, banyak yang iri dengan penampilan Audy, pasalnya barang-barang yang melekat pada tubuh Audy, adalah barang-barang dari brand ternama, jika ingin memilikinya maka hanya merogo kocek sampai seratus juta rupiah.
__ADS_1
Sementara kaum perempuan memandang Albert penuh minat, Albert tak memperdulikan selama pujaan hatinya berada tepat disampingnya.
Banyak yang mengira juga Albert diporotin sama Audy, tapi sayang mereka salah besar.
"Iuu, tebar pesona banget sih mbak." Sindir salah satu wanita yang melihat tak suka pada Audy.
"Tau, palingan juga simpenan om om." Sambung wanita lainnya, terlihat mereka berdua seperti berteman.
"Ih, cakep-cakep kok mau sih jadi simpenan om om." Jawab wanita yang satu lagi, yah mereka ada sekitar tiga orang.
Ketiganya menatap Audy dengan tatapan seolah meremehkan, bahkan mereka tak segan memberi tatapan jijik pada Audy.
Beranggapan jika Audy mendapatkan barang mewah dari om om, sungguh salah besar, kehidupan Audy yang sejak kecil memanglah mewah, kemewahan tak luput dari dirinya.
Audy hanya tersenyum kecut mendengar ucapan dari ketiga wanita yang terang-terangan menyindirnya, seperti terang-terangan melempar bendera perang.
Sekitar mereka hanya diam dan tak membela siapa pun, yang awalnya memandang memuja kini memandang jijik pada Audy, tapi hanya beberapa saja, karana banyak yang berpendirian jika Audy adalah wanita cantik dan ketiga wanita tersebut hanya iri melihat wanita yang mereka segani.
Albert yang mendengar segala cacian untuk wanita yang ia cintai, mukanya memerah menahan amarah, bahkan tangannya mengepal.
Audy yang melihat itu kaget, tampaknya Albert sangat marah dan benar-benar mengklaim dirinya sebagai miliknya.
"Jaga bicara kalian nona nona." Ucap Albery dengan tampang andalan datar dan dingin seperti biasa ketika ada orang yang mencoba mencari masalah.
"Hai, kamu sangat tampan, tapi kenapa mau sama wanita penggoda seperti dia." Ucap salah satu wanita yang sejak awal menghina Audy.
"Oh, anda pikir wanita saya adalah wanita penggoda begitu, jaga bicara anda sebelum saya melakukan sesuatu yang tidak pernah kamu bayangkan." Ucap Albert kini penuh penekanan, ia sudah kehabisan kesabaran karena wanita yang ia cintai sekarang di sebut sebagai wanita penggoda.
"Wah, bukankah kamu tuan Albert, kau sangat tampan tuan, jadi kenapa kamu mau dengan seorang wanita penggoda." Ucap wanita yang satunya lagi.
"Hei kau, berani sekali kamu menggoda tuan Albert, memang dasar wanita tidak tahu diri." Ucapnya lagi, Albert benar-benar memerah dan bersiap melayangkan tamparan.
__ADS_1
Audy dengan segera menahan tangan Albert, tidak bisa dibayangkan jika tangan Albert benar-benar mendarat di pipi wanita itu.
Ketemu di next episode yh :)