MENIKAH

MENIKAH
Eps 42.


__ADS_3

Farrel akhirnya keluar dari ruangan daddy dengan raut wajah yang tak bisa di baca.


"Huft, Farrel baiklah sekarang kamu harus menyelesaikan pekerjaanmu, bersabarlah cepat selesai cepat bahagia." Ucap Farrel sambil menatap sebal ke arah kertas-ketas yang berserakan di atas meja miliknya.


Farrel akhirnya memfokuskan diri pada pekerjaannya, ia mencoba untuk tidak menjadikan beban semua pekerjaan yang ada di depan matanya, agar ia tidak cepat mengeluh dan kelelahan.


Seminggu berlalu dengan cepat.


"Hallo, Audy kita berangkat bareng atau langsung ketemu disana ?" Tanya Farrel melalui sambungan Telepon.


"Kita langsung saja ketemu disana, gw berangkat sama kakek gw." Jawab Audy dari seberang telepon.


"Baik, kalau gitu lu hati-hati dijalan." Jawab Farrel sebelum mematikan sambungan telepon.


"Kak, ayo berangkat mommy sama daddy sudah berangkat lebih dulu." Ucap Gaby yang tiba-tiba saja menghampiri Farrel.


"Kok lu gak bareng sama mereka ?" Tanya Farrel pada Gaby.


"Gak apa-apa, gw mau berangkat bareng lu aja." Jawab Gaby sambil tersenyum lebar.


Ia sudah tahu jika kakaknya Farrel akan bersama dengan Audy, maka dari itu ia memilih pergi bersama Farrel.


Farrel mengiyakan permintaan Gaby tanpa menaruh rasa curiga sama sekali, dan langsung membukakan pintu untuk adiknya setelah itu ia langsung memutar dan masuk kedalam mobil.


"Kak, gimana sama cewe itu ?" Tanya Gaby memecah keheningan.


"Cewe yang mana ?" Tanya balik Farrel yang tak tahu siapa maksud dari adiknya Gaby.


"Itu sih Pricil." Jawab Gaby sambil menatap tajam dan penasaran kepada Farrel.


"Oh dia." Jawab Farrel menjeda.


"Gak tahu, mungkin aja udah ditelan bumi." Jawab Farrel sekenanya, karena ia bahkan tidak pernah mengingat Pricil jika tidak ditanya oleh Gaby dan Audy.


"Hu, baguslah gw males banget kalau harus punya kakak ipar kayak dia." Jawab Gaby yang memang tidak setuju jika kakaknya berpasangan dengan wanita yang bernama Pricil.


"Hahaha lu aja gak mau, gimana lagi gw." Ucap Farrel sambil tersenyum geli.


"Ia lah, udah centil sok cantik lagi, pasti gak bisa ngapa-ngapain." Ucap Gaby yang kembali mengingat sifat dan tingkah dari Pricil.


"Hush gak boleh ngomong kayak gitu." Ucap Farrel yang mencegah adiknya untuk berbicara lebih.


"Hahaha." Tawa riang Gaby terdengar dalam mobil, Farrel hanya tersenyum kecil melihat adiknya yang tampak kesal terhadap Pricil.

__ADS_1


Mari kita pindah ke tempat Audy.


Audy dan kakek Alfa sudah tiba di hotel tempat perayaan keluarga Wirawan, keduanya menjadi pusat perhatian setelah memasuki gedung hotel.


"Selamat atas kesuksesan dan kejayaan perusahaan kalian." Ucap kakek Alfa pada tuan Ronald.


"Terima kasih sudah menyempatkan untuk hadir." Jawab Ronald yang merasa sangat senang, bagaimanapun tuan Alfa adalah penguasa bisnis, akan merasa tersanjung jika beliau menyempatkan hadir.


"Selamat tuan Ronald, semoga perusahaan kita akan tetap menjalani kerja sama dengan baik." Ucap Audy yang ikut memberikan selamat.


"Sama-sama nona Audy, senang rasanya anda bisa hadir di pesta ini, semoga hubungan perusahaan kita semakin baik kedepannya." Jawab Ronald dengan senyum kecil.


"Dimana Reza, rasanya sedikit tidak nyaman jika harus berada didekat kalian berdua." Canda Audy, karena rasanya cukup aneh jika ia berdiri ditengah-tengah dua orang yang jauh lebih dewasa dari dirinya.


"Hahaha, sebentar lagi mungkin ia akan segera kemari, ia mungkin sekarang sedang menyapa teman dan tekan bisnisnya." Jawab Ronald dengan sedikit kekehan.


"Hahaha, baiklah kalau begitu, sejak tadi juga banyak yang menatap aneh ke arah saya." Ucap Audy sambil menatap sekelilingnya.


"Yah sebagaian dari mereka mungkin merasa aneh, karena kamu datang dengan raja bisnis." Jawab tuan Ronald sambil melirik ke arah kakek Alfa.


"Sayang, sepertinya orang yang tak mengenalmu menganggap kamu menggoda kakek dan tuan Ronald." Ucap kakek yang langsung diberikan hadiah pelototan dari Audy.


"Untuk apa aku menggoda kakek tua." Jawab Audy sekenanya, membuat tuan Ronald tampak terkekeh melihat kelakuan dari cucu dan kakek tersebut.


"Becanda kek." Jawab Audy sambil senyum pesodent.


"Syukur kamu cucuku, coba kalau tidak." Ucap kakek Alfa masih dengan wajah kesalnya.


"Hehehe, udah jangan marah-marah nanti cepat tua loh." Goda Audy lagi.


"Hai." Tiba-tiba saja ada yang datang dan menyapa.


"Hai Reza." Sapa Audy balik.


"Selamat malam tuan Alfa, sungguh kami merasa terhormat karena tuan Alfa bisa menyempatkan diri untuk hadir." Sapa Reza kepada kakek Alfa, sambil sedikit membungkukkan badan sebagai tanda hormat.


"Kamu ini sungguh sangat berlebihan, dan jika diluar kantor kamu bisa panggil saya om Alfa." Jawab kakek Alfa dan sedikit mengembangkan senyum.


"No, kakek Alfa panggil kakek Alfa." Potong Audy dengan menekan kata kakek Alfa.


"Hahaha baiklah." Jawab Reza sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.


Tiba-tiba saja Audy merasa handphonenya bergetar, mungkin saja ada panggilan atau pesan masuk, ketika Audy mengeceknya terlihat Farrel bau bawang calling.

__ADS_1


"Sebentar yah." Ucap Audy sebelum mengangkat telepon.


"Hallo." Jawab Audy sambil menjauh dari kakek, Reza dan Ronald.


"lu dimana sekarang ?" Tanya Farrel dari seberang telepon.


"Gw lagi dekat panggung." Jawab Audy.


"Yaudah, lu tunggu disitu sebentar, jangan kemana-mana ingat." Ucap Farrel.


Setelah hampir lima menit menunggu, Audy bisa melihat sahabatnya Farrel berjalan kearahnya, dan bukan hanya Farrel tapi ada adik Farrel juga Gaby, Audy jelas sangat senang karena sudah lama tidak bertemu dengan Gaby.


"Hai kak Audy." Sapa Gaby yang tampak sangat senang.


"Hai Gaby, apa kabar ?" Sapa balik Audy.


"Baik dong kak, kakak sendiri apa kabar ?" Tanya Gabil balik.


"Baik dong hehehe." Jawab Audy dengan sedikit kekehan.


Farrel yang melihat itu hanya memutar mata malas, karena setiap sahabatnya sudah bertemu dengan adiknya, ia seakan tak dianggap atau bisa dikatakan terlupakan.


"Ehem" Dheman Farrel yang menggangu kedua wanita cantik yang ada di depannya.


"Hehehe." Tawa keduanya yang melihat wajah Farrel tampak kesal karena diabaikan.


"Kalian ini selalu saja seperti ini, menyebalkan." Gerrutu Farrel dengan wajah yang cemberut.


"Kau ini seperti anak kecil saja kak." Sindir Gaby yang melihat wajah cemberut Farrel.


"Diam, mending sana kamu jauh-jauh." Usir Farrel pada adiknya.


"Gak mau." Jawab Gaby sambil menjulurkan lidah.


"Sudah-sudah, kenapa kalian berdua selalu seperti kucing dan tikus, selalu saja berantem." Lerai Audy sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah kakak beradik di hadapannya.


"Yah." Jawab keduanya ketika mendapat ceramah singkat dari Audy.


Gaby dan Farrel memang sulit untuk akur jika ada Audy, Farrel merasa jika Gaby selalu saja merebut perhatian Audy, sehingga Audy lebih banyak bermain dan bercerita dengan Gaby, sedangkan Gaby ia sangat usil, mengetahui jika kakaknya tak menyukai ia berdekatan dengan Audy, bukannya berhenti ia mala semakin menjadi-jadi.


Audy yang selalu menjadi rebutan keduanya tampak geleng-geleng kepala, bahkan ia sesekali memijit pelipisnya jika keduanya beradu argumen.


Sampai jumpah di episode berikutnya :)

__ADS_1


__ADS_2