MENIKAH

MENIKAH
Silau


__ADS_3

Ini adalah hari terakhir Adit menyibukkan dirinya mengurusi pekerjaan bersama Asep. Selama dua hari itu pula, Salma menikmati hari-harinya bersama Rayyan dan bu Sari. Seperti janjinya, setiap pagi dan menjelang petang, mereka pergi ke pantai untuk bermain sebentar.


"Tumben Rayyan jam segini udah tidur" ucap Adit sambil melirik jam tangan yang baru menunjukkan pukul 18.40.


"Tadi tidur siangnya kurang, mmas Terus dia juga mulai seneng main di pantai. Kayaknya dia kecapekan" jelas Salma sambil meletakkan tas kerja Adit dimeja.


"Besok begitu balik ke rumah, ajak dia ke baby spa Sal. Dia pasti capek" kata Adit sambil menciumi anak lelakinya yang telah terlelap itu.


"Iiiihhhh... mandi dulu, mas" pinta Salma sambil menarik lengan kemeja pendek yang dipakai Adit.


Adit segera beranjak dan berdiri dihadapan Salma. "Kamu juga harus luangin waktu untuk me time lagi, biar ga suka ngomel-ngomel" ucap Adit lalu mengecup bibir Salma dan berjalan ke kamar mandi untu membersihkan diri.


"Kalo itu mah dengan senang hati, mas" jawab Salma dengan penuh semangat.


🎎


Setelah selesai sarapan, Adit membawa Rayyan dan Salma ke kolam renang hotel. Kali ini, ia akan mengajak Rayyan untuk bermain dengannya di kolam renang. Sementara Salma, duduk di kursi pinggiran kolam sambil mengawasi duo lelaki kesayangannya itu dan sesekali memotret mereka.


"Hei, Sal" sapa seseorang yang berjalan mendekat ke arah Salma.


"Kak Tya?" Salma membalas senyuman Tya padanya.


Seperti biasa, wanita mantan kekasih suaminya ini memang selalu tampil dengan seksinya. Mungkin kali ini ia akan berenang atau melakukan aktifitas lainnya. Tebakan Salma itu terjadi begitu melihat Tya yang hanya memakai bikini dengan warna terang itu meskipun tertutup oleh bikini cover up dress rajutan itu.


"Akhirnya kita bertemu lagi, aku ingin segera menemuimu kemarin tapi kerjaan kita selalu selesai lepas petang. Jadi Adit ga ngijinin buat ketemu" jelas Tya.


Belum juga Salma sempat menjawab, Tya telah melambaikan tangannya sambil tersenyum pada Adit yang tengah bermain air dengan Rayyan.


"Aku juga ingin minta maaf untuk kejadian yang lampau. Ini emang udah telat banget, tapi aku beneran pengen minta maaf secara langsung sama kamu, Sal. Maaf aku baru mengatakannya sekarang, karena aku baru aja balik dari Makassar"


"Minta maaf untuk hal apa?" Salma meminta penjelasan.


"Soal apartemen kalian yang Adit pinjamkan padaku dulu. Adit bilang kalian sempat salah paham karena itu kan?"


Salma tersenyum kaku. Dirinya merasa malu, terlebih mengingat kebodohannya yang terlalu cepat mencemburui Adit saat itu.

__ADS_1


"Aku benar-benar minta maaf, Sal. Sungguh, aku sama sekali tidak bermaksud untuk membuat kalian bertengkar. Adit memang salah telah meminjamkan apartemen itu padaku tanpa meminta ijin darimu, tapi Adit benar-benar membantuku untuk berpikir jernih kala itu" jelas Tya.


"Udahlah, kak. Enggak usah dibahas lagi, justru aku yang harusnya meminta maaf karena telah menuduh yang bukan-bukan"


"Itu wajar, Sal. Kau sangat mencintai Adit, wajar jika kamu begitu cemburu padanya" Tya tersenyum sambil mengusap punggung tangan Salma.


"Oiya, aku bawa hadiah untuk anak kalian" Tya menyerahkan sebuah paper bag besar kepada Salma.


"Ini juga telat lagi hehehehe... Maaf aku tidak datang menengok saat kamu melahirkan, dan aku dengar anak kalian baru saja berulang tahun beberapa waktu yang lalu. Anggap saja ini kado untuknya"


"Kenapa repot-repot sekali? Sampai harus ngasih hadiah segede ini"


"Tidak masalah, aku jadi punya pengalaman untuk membeli mainan anak-anak sekarang hahahahaha"


"Kau mau berenang, kak?" tanya Salma penasaran.


Sejujurnya ia benar-benar khawatir jika Tya akan bergabung berenang dengan pakaian yang telah dikenakan oleh Tya. Tentu saja sifat cemburunya muncul. Dengan ia yang hanya mengenakan jumpsuit pendek, tentu penampilan Tya jauh lebih menggoda bagi kaum laki-laki.


"Enggak, aku akan ke Gili Nanggu dengan seseorang"


"Hmmm... calon suami" bisik Tya sambil menunjukkan cincin pertunangan dijarinya.


Salma menutup mulutnya yang terbuka lebar karena perasaan terkejutnya. Tya, wanita yang sempat dicemburuinya ternyata telah bertunangan.


"Suamimu yang meyakinkanku bahwa perjodohan tidak selamanya menyedihkan. Aku akan mengikuti jejak kalian dan berbahagia dengan pernikahanku nanti" sambung Tya.


"Hwaaaa... aku turut berbahagia, kak. Jangan lupa kau harus tetap mengundang kami meskipun kalian memilih untuk menggelar private party"


"Tentu, akan aku pastikan kalian menjadi saksi pernikahanku nanti"


Tya menatap ponselnya yang baru saja berdering.


"Aku harus pergi sekarang. Senang bisa kembali berjumpa denganmu, Sal. Aku harap hubungan baik kita ini akan selamanya terjalin. Aku juga tidak keberatan jika nantinya kita menjodohkan anak-anak kita"


"Hahahahaha... kau harus antri, kak. Banyak waiting list yang telah meminta perjodohan dengan Rayyan"

__ADS_1


"Tentu saja, siapa pula yang akan mau melewatkan anak setampan Rayyan hahahahaha... Aku pergi dulu ya, lain waktu kita harus sering ketemu lagi"


Salma mengangguk dan membalas pelukan Tya. Hingga kemudian Tya berbalik dan kembali melambaikan tangannya pada Adit yang masih asik bermain air dengan Rayyan.


Tak berapa lama sepeninggal Tya, Adit keluar dari kolam renang bersama Rayyan. Salma segera mengambil dua handuk, dan menyampirkan salah satu handuknya dibahu Adit sebelum akhirnya mengambil Rayyan dalam gendongannya.


"Kenapa Tya buru-buru pergi?" tanya Adit.


"Dia mau berangkat ke Gili Nanggu" jawab Salma sambil mengelap tubuh Rayyan dengan handuk.


"Kamu mau kesana juga?"


Salma menggelengkan kepalanya. "Bu Sari takut ombak, mas. Kasian kalo kita ajakin naik perahu motor kesana"


"Kenapa mas Adit ga cerita kalo kak Tya udah tunangan?" sambung Salma sembari menatap Adit.


"Aku pikir kamu ga akan mau tau soal hal itu, makanya aku ga pernah cerita"


"Tinggal cerita aja apa susahnya sih, mas. Kenapa harus aku duluan yang tanya kayak aku nanyain kabar kak Michelle. Seenggaknya aku ga kembali berpikiran negatif padanya lagi"


"Kau cemburu padanya lagi?" tanya Adit sambil duduk dan meraih botol minumnya.


Salma mengangguk, tak ada lagi kalimat yang terucap. Ia berfokus untuk segera mengganti pakaian Rayyan.


"Barusan kau cemburu padanya?" selidik Adit sambil berpindah duduk di sebelah Salma.


"Hahahahaha... ketebak ya?" jawab Salma santai sambil memasang apron menyusuinya dan mulai menyusui Rayyan.


"Gimana ga cemburu? Dia datang udah dengan pakai bikini gitu, aku pikir dia bakal ikutan renang dan main air sama Rayyan dan mas Adit. Bakal kalah telak aku yang cuma pake baju model begini, mas" jelas Salma.


Adit tertawa, tangannya terulur untuk menarik kepala Salma agar mendekat padanya dan mencium pelipisnya.


"Aku ga akan silau sama hal begituan, Sal. Aku udah cukup punya kamu"


Kalimat yang biasa saja itu, justru sukses membuat pipi Salma menjadi bersemu.

__ADS_1


__ADS_2