MENIKAH

MENIKAH
S2 - Serius


__ADS_3

Happy reading 😊


***


Eowyn telah menunggu di depan pintu kedatangan untuk menunggu Zach yang baru saja selesai bertugas dari Bali. Sepulang kerja tadi, ia buru-buru menuju bandara tanpa memberitahu Zach. Begitu melihat sosok Zach dan Rio yang berjalan beriringan, Eowyn melambaikan tangannya sambil tersenyum lebar.


Bukan Zach, tapi malah Rio yang bersemangat mendatanginya. "Ahh, kau ditugaskan untuk menjemput kami ya Eowyn?"


Eowyn tersenyum canggung. Lalu mengangguk untuk mengiyakan pertanyaan Rio.


"Berikan kunci mobilmu, Eowyn. Aku akan mengemudi, dan kita akan mengantarkan Rio terlebih dulu." ucap Zach sambil tersenyum penuh makna ke arah kekasihnya itu.


Setelah memberikan kunci mobilnya, mereka bertiga berjalan menuju parkiran mobil. Tujuan pertama mereka adalah rumah Rio yang jaraknya tidak jauh dari bandara.


"Kalian enggak mau mampir ke rumahku dulu? Mungkin kita bisa makan malam bersama di rumah bersama keluargaku." Rio yang duduk di bangku belakang berucap sambil memainkan ponselnya.


"Sebaiknya tidak Rio. Eowyn kan harus segera pulang ke rumah sebelum terlalu malam. Apa kamu mau besok pagi kamu akan mendapat panggilan spesial dari Pak Adit?" jawab Zach sambil sesekali melirik ke arah spion dalam mobil.


"Ahh, kau benar Bos! Maaf Eowyn, aku hanya mencoba membalas kebaikanmu karena telah menjemput kami di bandara."


"It's OK Kak Rio, mungkin lain kali bisa kita bahas untuk makan malam bersama tim."


"Ide bagus, Wyn! Nanti setelah proyek di Bali beres, kita harus merayakannya. Oke Bos?" kata Rio bersemangat sambil menepuk bahu Zach dari belakang.


Zach hanya membalasnya dengan anggukkan. Tak berapa lama, mobil yang mereka bertiga tumpangi berhenti di halaman rumah Rio. Rio segera meraih backpack-nya dan buru-buru turun dari mobil.


"Terima kasih telah mengantarkanku pulang. Kalian hati-hati di jalan ya, terutama kau, Eowyn." kata Rio sambil melipat kedua tangannya di jendela mobil sebelah Eowyn yang terbuka.


"Masuklah, semakin lama kamu ngajakin kita ngobrol maka kamu telah membuat Eowyn akan pulang larut." Zach mencoba mengusir Rio untuk segera masuk ke dalam rumahnya. Ia hanya ingin melepas kerinduannya pada Eowyn.


"Iya-iya, tidak perlu terus mengancamku Bos!" dengus Rio dengan kesal.


Ia kemudian melangkah mundur, memberikan ruang mobil Eowyn untuk bergerak meninggalkan pekarangan rumahnya.


***


Zach masih terus menggenggam tangan Eowyn dan sesekali mencium punggung tangannya. Ia benar-benar rindu pada gadisnya yang ditinggalkannya beberapa hari untuk bertugas di Bali.


"Fokuslah menyetir, sayang. Aku tidak akan kemana-mana." ucap Eowyn sambil mengusap lengan Zach.

__ADS_1


"Aku fokus kok. Kamu tenang saja." jawab Zach lalu mengecup punggung tangan Eowyn kembali. "Aku akan mengantarmu pulang saja, aku bisa naik taksi dari rumahmu. Oke?"


"Kenapa? Kamu enggak pengen aku anterin pulang?" Eowyn mengerutkan dahinya.


"Bukan begitu, sayang. Aku cuma enggak mau nanti kamu pulangnya kemaleman."


"Ini baru jam tujuh, aku enggak akan pulang kemaleman." jawab Eowyn sambil menunjukkan jam tangan yang ia kenakan pada Zach.


"Baiklah kalau kau memaksa. Oiya, Kamu mau mampir sebentar di rumahku?"


"Mampir?"


Zach mengangguk. "Kamu belum makan malam kan? Tadinya aku ingin mengajakmu makan malam di luar, tapi karena kau memaksa untuk mengantarku pulang, jadi lebih baik kita makan di rumah saja kan?"


Eowyn terdiam. Entah mengapa ia merasa takut akan bertemu dengan keluarga Zach. Ia tidak membayangkan akan secepat ini bertemu dengan keluarga Zach, terlebih ini baru hitungan hari ia dan Zach resmi berpacaran.


"Kamu... takut bertemu keluargaku?" tanya Zach dan Eowyn menjawabnya dengan anggukan.


"Tidak perlu takut, sayang. Mereka pasti akan sangat menyayangimu. Aku tau ini terlalu cepat, tapi bukankah cepat atau lambat kita juga harus bertemu dengan keluarga kita kan? Aku serius dengan hubungan kita, sayang. Jadi... aku enggak mau menutupinya lagi?"


"Termasuk... dengan karyawan kantor?"


"Baiklah. Aku enggak keberatan dengan usulanmu."


"Kalo perlu, mulai besok kamu enggak perlu bawa mobil lagi. Aku akan menjemputmu, terus baliknya juga bareng aku. Gimana?"


"Apa itu enggak berlebihan? Terlebih jarak rumah kita lumayan jauh, kamu bisa kecapekan kalo anter jemput aku. Belum lagi kamu berangkatnya juga harus lebih pagi kan?"


"Makanya buatin bekal untukku. Jadi aku akan sarapan dengan bekal buatanmu di kantor, gimana?"


"Kamu serius?"


"Tentulah! Kamu masih enggak percaya kalo aku seserius ini sama kamu?"


Eowyn tersenyum sambil menutupi wajahnya yang telah merona. "Baiklah. Aku akan buatin bekal sarapan untukmu setiap hari. Spesial!"


"Naahh... gitu dong! Aku kan jadi makin cinta sama kamu." jawab Zach sambil menarik kepala Eowyn untuk mengecup keningnya.


Eowyn refleks mendorong dada Zach sambil tertawa. "Lampunya udah ijo tuh, bakal diklakson ntar sama mobil belakang."

__ADS_1


***


Makan malam di rumah Zach berlangsung dengan suasana yang begitu ramai. Keluarga Zach termasuk keluarga besar. Selain kedua orangtua, adik laki-laki dan kakek nenek Zach, disana juga ada  paman dan bibi Zach yang ikut tinggal disana karena tidak memiliki momongan. Alasan merekan tinggal disana adalah membantu ibu Zach agar tidak kerepotan mengurusi kakek dan nenek Zach sendirian.


"Sering-seringlah datang kesini. Bunda seneng banget kamu bisa langsung akrab banget dengan kami." ucap Maya, ibunda Zach.


"Iya, Tante. Nanti akan saya usahakan untuk sering main kesini."


"Iiiihhh... udah dibilangin panggilnya 'Bunda" aja, biar kamu enggak canggung. Kalo manggil 'Tante" kan kesannya kayak orang lain, kamu kan pacarnya Zach. Nanti kalo kalian nikah juga kamu bakal jadi anggota keluarga kita kan?"


Eowyn yang sedang minum teh manis yang disediakan disana langsung tersedak. Zach demham sigap menepuk punggung Eowyn dan menyodorkan beberapa lembar tisu.


"Bunda udah gas pol aja ngomongin soal nikah. Eowyn jadi kelesek kan ngebayangin nikah sama aku." ucap Zach yang justru membuat Eowyn semakin malu dihadapan keluarga Zach.


"Kamu bisa lapor ke kita kalo Zach macem-macem sama kamu, Wyn. Kita akan langsung menangani dia segera, saat itu juga!" kata Reno, Ayah Zach.


"Macem-macem apa sih, Yah? Aku enggak akanlah bikin Eowyn jadi sedih. Gara-gara ninggalin dia tiga hari ke Bali, aku jadi kapok bikin dia sedih dan ga berhenti bilang kangen sama aku."


Ucapan Zach barusan lamgsung mendapatkan sebuah pukulan dari Eowyn yang mengenai lengan kirinya. Zach tertawa sambil mengusap rambut Eowyn yang terlihat sangat malu itu. Membuatnya begitu gemas dan ingin menciuminya untuk melepaskan rindu yang belum tuntas tersalurkan itu.


"Anak muda kalo lagi kasmaran bener-bener ya." sindir Anita, Bibi Zach dengan nada bercanda.


Keseruan berkumpul dengan keluarga Zach itu tidak berlangsung lama. Eowyn harus segera meminta ijin untuk pulang karena tidak ingin sampai rumah terlalu malam. Tentu saja Eowyn dan Zach masih enggan untuk terpisah, bahkan ketika telah sampai di depan mobil Eowyn pun tangan mereka masih saling bertautan dengan eratnya.


"Jadi enggak mau dilepas nih?" tanya Eowyn sambil mengangkat tangan mereka yang masih saling menggenggam.


Zach tersenyum, lalu menarik genggaman tangan mereka dan mengecup punggung tangan Eowyn. "Entah udah berapa kali aku nyium tangan kamu ini." gumam Zach sambil mengamati tangan Eowyn.


"Terima kasih ya udah mau jemput aku, anterin aku pulang, bahkan mau meramaikan makan malam di rumah ini. Enggak kapok kan?"


Eowyn menggelengkan kepalanya. "Enggak. Aku justru seneng banget bisa bercanda bareng keluarga kamu. Ini pengalaman pertama untukku hehehehehe...."


"Itu bagus! Nanti akan aku banyak beri pengalaman pertama untukmu lebih banyak lagi." bisik Zach dengan nada sensual yang tentu saja kembali membuat Eowyn tersipu malu.


 


***


Segitu dulu untuk hari ini ya. Kalo dalam beberapa hari ke depan enggak bisa rutin up, harap dimaklumin ya. Ini di rumah lagi ada tukang, pusing kepala saya denger suara ketok-ketok gitu. Jadinya susah buat konsen hehehehe.... Tapi masih diusahain kok, kalo bisa konsen dan nulis, nanti bakalan tetep up meskipun tengah malem hahahaha....

__ADS_1


Jangan lupa vote, likes sama comments-nya ya, terima kasih banyak 😘


__ADS_2