MENIKAH

MENIKAH
S2 - The Day (I)


__ADS_3

Happy reading 😊


***


Jarum jam telah menunjukkan hampir pukul dua dini hari, namun Rayyan belum juga dapat terlelap. Meskipun ia telah naik ke ranjang sejak pukul sepuluh malam tadi, tapi rasa kantuk itu tak kunjung juga datang. Ditambah dengan rasa bahagia yang begitu membuncah dalam dirinya, karena hari ini ia dan Zahra akan resmi menyandang status sebagai suami istri yang sah.


Kembali membalikkan badannya yang entah tak terhitung lagi, Rayyan masih mencoba untuk membuat dirinya tertidur. Hingga akhirnya pandangannya tertuju pada meja kerjanya, tempat Rafa meletakkan obat tidur yang sengaja dibelikan adik bungsunya itu di apotek.


"Rafa tau entar malem abang pasti enggak akan bisa tidur, makanya Rafa beliin obat tidur ini. Abang harus cukup istirahat karena harus fit dipertempuran malam."


Begitu kata Rafa yang diucapkan dengan cengengesan. Awalnya Rayyan memang menolaknya dengan keras, karena belum pernah ia mengalami susah tidur bahkan dimalam ia akan menghadapi ujian skripsi dan sebagainya. Namun malam ini, nampaknya Rayyan memang membutuhkannya. Ia hanya ingin segera terlelap, mengistirahatkan tubuhnya agar dihari bahagianya nanti ia dapat terlihat bugar dan tentu saja untuk malam pertamanya hehehehe....


***


Matahari telah beranjak naik saat mama Salma berulang kali menatap lantai atas, mencari keberadaan anak sulungnya yang belum menampakkan diri. Padahal suami dan kedua anaknya yang lain telah bersiap di meja makan untuk sarapan pagi ini.


"Rayyan belum bangun?" tanya papa Adit yang sedari tadi memandangi istrinya itu.


"Abang pasti enggak bisa tidur semalam, Pa. Makanya ini udah jam tujuh lebih belum bangun." lagi-lagi Rafa tak kuasa menahan senyumannya untuk menyindir sang abang yang pagi sepertinya memang belum bangun.


"Mama akan ke atas, kalian sarapan aja dulu." ucap Salma yang kemudian beranjak meninggalkan ruang makan untuk menuju kamar Rayyan.


Benar saja, kamar itu masih temaram dengan lampu tidur yang masih menyala. Gorden kamar juga masih tertutup rapat, sementara sang pemilik kamar masih bergelung dibawah selimut tebalnya.


Mama Salma tersenyum, mungkin benar dugaan Rafa yang mengatakan jika abangnya memang tidak bisa tidur semalam. Dulu, ia pun juga tidak bisa tidur menjelang hari pernikahannya. Begitu pula dengan papa Adit yang terang-terangan mengatakan jika semalam dia tidak bisa tidur, sehingga langsung tertidur pulang setelah ciuman pertama mereka kala itu selepas akad.

__ADS_1


Mama Salma menyibakkan gorden kamar yang langsung membuat Rayyan menarik selimutnya dan berganti posisi memunggungi jendela.


"Ini udah jam tujuh lebih, Rayyan. Kamu enggak mau sarapan?" tanya Salma sambil duduk dipinggir ranjang dan mengusap rambut Rayyan.


"Rayyan masih ngantuk, ma. Rayyan enggak ikut sarapan dulu boleh kan?" jawab Rayyan dengan suara khas bangun tidurnya.


"Hari ini kamu nikah loh, kalo kamu masih mau tidur terus ntar akadnya gimana? Mau diganti aja sama Rafa atau dibatalin?" candaan mamanya itu sontak membuat Rayyan membalikkan badannya untuk menatap sang mama.


"Mama kok tega gitu sih?"


"Habisnya kamu males-malesan gini."


"Bukannya males-malesan, ma. Rayyan beneran masih ngantuk, semalem baru bisa tidur menjelang jam tiga pagi. Itu pun setelah Rayyan minum yang ngasih Rafa."


"Obat dari Rafa?" tanya mama Salma penasaran dan dijawab dengan anggukkan oleh Rayyan.


"Enggaklah! Anak mama harus keliatan ganteng dihari bahagianya."


"Makanya Rayyan tidur lagi ya, ma. Nanti makannya Rayyan rapel sekalian makan siang deh, habis itu kita langsung ke hotel buat persiapan."


Mama Salma akhirnya mengangguk, menyetujui keinginan Rayyan untuk tidur kembali dan melewatkan sarapannya. "Pasang alarm jam sebelas, mama enggak mau tau jam segitu kamu harus udah bangun terus mandi dan sebagainya. Enggak ada tawar menawar lagi."


"Makasih, ma." jawab Rayyan dengan tersenyum yang kemudian kembali menutup matanya setelah mendapat kecupan di keningnya dari sang mama.


"Besok udah enggak bisa cium-cium gini lagi loh, ma. Nanti Zahra bisa cemburu." goda Rayyan pada sang mama yang akan berjalan keluar kamarnya.

__ADS_1


"Biarin aja Zahra cemburu, mama enggak yakin Zahra bisa cemburu sama mama."


Rayyan pun kembali melanjutkan tidurnya setelah pintu kamarnya tertutup. Sementara mama Salma, kembali bergabung dengan anggota keluarganya yang telah memulai sarapan sejak tadi.


"Rayyan bilang masih ngantuk, semalam baru bisa tidur menjelang jam tiga. Itu pun setelah minum obat tidur yang beliin Rafa." ucap mama Salma sambil menatap penuh arti ke arah anak bungsunya.


Rafa pun menjadi gelagapan saat pandangan sang papa mengarah tajam kepadanya. "Kamu beliin abang obat tidur?" tanya papa Adit penasaran.


"I-iya, Pa. Soalnya... Sabian bilang biasanya... calon pengantin pada susah tidur, sama kayak kakak Sabian beberapa bulan yang lalu. Jadi, Rafa berinisiatif untuk beliin abang obat tidur hehehehe...."


Meskipun tersenyum, namun sebenarnya Rafa sungguh ketakutan jika sang papa akan memarahinya. Terlebih kelakuannya dulu yang sering bergonta-ganti pacar membuat sang papa sering mencurigainya.


"Baguslah, kalo bukan karena obat tidurmu mungkin abang kamu itu belum bisa tidur sampai pagi."


Jawaban papa Adit barusan langsung membuat Rafa menghela nafas lega. "Papa juga dulu gitu ya? Hehehehe...."


"Nanti kamu juga akan merasakannya sendiri saat kamu menikah." jawab papa Adit dengan santai.


"Buruan selesaiin makannya, kamu punya tugas untuk jemput oma Mei kesini. Nanti oma bisa kelamaan nungguin kamu." kata Salma memperingatkan Rafa yang telah bersiap untuk menimpali perkataan papanya. "Eowyn juga ikut Rafa, biar oma ada temen ngobrol selama dimobil."


"Siap, ma." jawab Eowyn dan Rafa yang secara tidak sengaja diucapkan secara bersamaan.


Sarapan pagi itu terpaksa harus dilewatkan tanpa ada Rayyan disana. Padahal, ini adalah sarapan terakhir Rayyan di rumah dengan status sebagai lajang. Karena setelah resepsi pernikahan nanti, Rayyan dan Zahra akan langsung pulang ke rumah mereka untuk menikmati masa pengantin baru mereka tanpa ada gangguan dari siapa pun.


***

__ADS_1


Belum ada adegan mantap-mantapnya gaeessssss, abang masih ngumpulin tenaga. Sementara authornya udah panas dingin aja ngedit adegannya abang, duuhhhh 😂😂


Jangan lupa votesnya buat kondangan ke abang, yang banyaknya hahahahaha.... ngelunjak! 🤣🤣


__ADS_2