MENIKAH

MENIKAH
Eps 28


__ADS_3

Audy telah selesai bersiap - siap, Audy malam ini tampak terlihat semakin cantik, sangat jelas Audy tidak ingin mempermalukan kakeknya di depan public.


"Kakek." teriak Audy ketika menuruni tangga.


"Sayang, kamu udah siapa ?" tanya kakek yang belum melihat penampilan cucunya.


"Udah dong kek." jawab Audy sedikit kesal karena kakeknya tak melihat penampilannya.


"Wahhh, cucu kakek cantik sekali." Ucap kakek pada cucu kesayangannya.


"Iya dong hehehe." Jawab Audy tersipu malu.


"Ternyata cucu kakek sudah besar sekarang." Ucap kakek dengan tawa kecilnya.


"Ish, kakek emang aku kecil terus ." Ucap Audy dengan tampang cemberut.


"Hahaha , ayo kita berangkat , lagi pula kakek tadi hanya bercanda." Ucap kakek sambil berusaha untuk berhenti tertawa.


Kakek dan Audy berangkat dengan mobil mewah dan elegan serta sangat berkelas, di ikuti mobil tiga jeep berwarna hitam yang berisi bodyguard kakek Alfa.


Setelah perjalanan kurang lebih tiga puluh menit, akhirnya kakek Alfa dan Audy sampai juga di mension mewah.


Wartawan yang melihat pengusaha sukses Alfa kusumajaya berbondong - bondong untuk mengambil gambar dan memberikan berbagai macam pertanyaan, wartawan juga di kejutkan dengan seorang gadis cantik yang mendampingi kakek Alfa. Audy tampak sangat mepesona menggunakan dress berwarna orange tanpa lengan dengan panjang sampai pada lutut kaki.



"Kek, ternyata ramai juga." Ucap Audy pada kakeknya.


"Iya disini memang ramai, ayo kita masuk." Jawab kakek.


"okay, kita gak usah lama - lama yah , aku ngantuk di tempat ramai kek gini kek ." Ucap Audy dengan muka memelas.


"Baiklah, ayo kita samperin rekan bisnis kakek dan juga umur dia gak terlalu jauh loh sama kamu, siapa tahu aja cocok." Ucap kakek dengan senyum jahilnya.


"Kek, udalah aku gak mau di jodohin kek gini, kayak gak laku ajaa." Protes Audy tak terima dengan keputusan kakeknya.


"Lah, bukannya kamu emang gak laku yah." Canda kakek yang memang sengaja untuk menggoda cucunya.


"Ih, cantik kek gini kok di bilang gak laku , banyak yang ngejar tapi sayang mereka gak ada yang menarik." Ucap Audy masih berusaha.


"Yah sudah , siapa tau sama yang ini kamu tertarik." Jawab kakek dengan senyum.


"Yaudah deh, terserah kakek aja tapi sebentar yah Audy mau ke toilet." Ucap Audy mengalah.

__ADS_1


Tiba - tiba saja.


"Selamat malam, tuan besar Trisumajaya." sapa seorang peria dengan sopan.


"Wahh anak muda, bagaimana kabarmu ?" sapa balik kakek Alfa sambil tersenyum dan menanyakan kabar.


"Baik kek, kakek juga apa kabar?" Tanya balik lelaki tersebut pada kakek Trisumajaya.


"Baik, kamu sendiri bagaimana ?" tanya kakek Alfa.


Keduanya tampak sangat akrab dalam berbincang - bincang, sampai Audy kembali menjumpai kakeknya.


"Kek." ucap Audy.


"Sayang, udah selesai ?" tanya kakek yang melihat cucunya.


"Udah, kapan kita akan pulang ?" tanya Audy yang tampak mulai bosan.


"Sebentar lagi, ohiya Audy kenalkan ini nak Albert, dan Albert kenalkan ini cucuku Audy." Ucap kakek kepada kedua insan tersebut.


"Anda, kamu." keduanya tampak terkejut ketika bertatap muka, karena sebelum Audy datang Albert tampak menerima telpon dan ketika selesai Albert tidak memperhatikan Audy, sehingga keduanya sama - sama terkejut.


"Loh, kalian udah saling kenal ?" Tanya kakek menatap bingung keduanya.


"Baguslah kalau kalian udan saling kenal, kakek mau kamu belajar bisnis dengan Albert." ucap kakek Alfa memperjelas.


"Maaf, tapi Audy keberatan untuk itu kek." Jawab Audy cepat.


"Loh, kenapa kok kamu keberatan ?" tanya kakek, sementara Albert tampak diam dan mendengar dengan baik.


"Tidak baik jika Audy merepotkan pak bos." Jawab Audy.


"Tidak apa, saya tidak merasa direpotkan." Sela Albert dengan tersenyum tipis.


"Kamu sudah dengar sendiri bukan, Albert tidak merasa direpotkan jadi tidak ada bantahan lagi sayang." Ucap kakek sambil tersenyum.


"Ternyata, nona Audy adalah cucu kakek, maafkan saya tidak mengenali cucu anda tuan." Ucap Albert merasa tak enak hati dengan kakek Alfa.


"Gadis manis, kau bahkan semakin menarik sekarang, jadi apa lagi yang belum aku ketahui tentangmu." Batin Albert.


"Tidak usah merasa tidak enak, Audy sendiri yang menginginkan identitasnya tidak terbongkar." Jelas kakek pada Albert.


"Ternyata gadis manisku tidak gila hormat atau pujian, semakin menarik." Lagi-lagi Albert membatin.

__ADS_1


"Wah, kalau boleh tahu apa alasan anda Audy dengan menutup identitas ?" Tanya Albert kepada Audy.


"Yah karena saya ingin bekerja tanpa ada yang memanda saya dari segi sosial." Jawab Audy dengan wajah khas yaitu datar.


"Baiklah saya mengerti." Ucap Albert yang tidak ingin banyak bertanya.


"Saya harap anda tidak membocorkan identitas saya di kantor." Ucap Audy dengan datarnya.


"Tentu." Jawab Albert sambil tersenyum.


"Kek , kapan kita akan pulang ?" tanya Audy pada kakeknya.


"Ada apa sebenarnya, kenapa harus terburu - buru untuk pulang ?" Tanya kakek pada Audy.


"Disini sangat membosankan ternyata." Jawab Audy dengan muka yang di buat cemberut berharap kakeknya akan segera pulang.


"Baiklah, ayo kita pulang." Jawab kakek yang merasa kasian dengan cucunya yang tampak bosan.


"Kenapa terburu - buru untuk pulang nona, saya bisa menemani anda disini ." ucap Albert tiba - tiba yang tak mau gadis kecilnya pulang cepat.


"Saya tidak terbiasa berada di tempat seperti ini tuan, dan lagi saya tidak mempunyai teman disini jadi alangkah baiknya saya pulang." jawab Audy dengan tegasnya.


"Anda bisa menggap saya sebagai teman nona, saya tidak keberatan sama sekali." jawab Albert dengan cepat.


"Maaf saya tidak terlalu suka dengan orang baru, jadi sangat sulit untuk saya menerima anda sebagai teman." jawab Audy dengan menekan setiap kata yang keluar dari mulutnya.


"Baiklah saya mengerti, saya harap kita bisa berteman kedepannya atau mungkin kita bisa menjadi lebi dari teman." ucap Albert sambil tersenyum.


Kakek Alfa yang mendengar dan memperhatikan keduanya, diam - diam tersenyum, Kakek Alfa paham jika memang Albert menyukai cucunya.


"Sayang kamu bisa menunggu kakek di mobil terlebih dahulu, kakek ingin menyapa rekan bisnis kakek terlebih dahulu baru kakek akan menyusul." Ujar kakek pada Audy.


"Oke , Audy tunggu di mobil yah , tuan saya pamit undur diri." Ucap Audy sebelum berlalu pergi dan hanya di balas dengan anggukan oleh Albert.


"Ehmm ." Dheman kakek Alfa , mengembalikan kesadaran Albert yang sejak tadi memandang kepergian Audy.


"Eh kakek." Ucap Alfa berusaha menyembunyikan rasa ketertarikannya kepada Audy.


"Albert kamu sepertinya menyukai cucuku ?" ucap kakek tiba - tiba berubah menjadi dingin.


"Yah benar, saya menyukai Audy sebelum saya mengetahui kalau dia adalah cucu kakek dan pantas saja informasi mengenai Audy sangat sulit dicari ternyata dia adalah orang berpengaruh." Jelas Albert dengan santainya.


"Baiklah, kalau begitu saya harap anda tidak mengecewakannya dan kalau kamu berhasil mendapatkan hatinya jangan coba - coba untuk berkianat." Ucap Kakek dengan menekan kata berkianat . dan langsung berlalu pergi meninggalkan Albert yang sedang mencerna ucapan kakek Alfa.

__ADS_1


Hai, jangan lupa buat tinggalkan jejak kalian, thanks :)


__ADS_2