MENIKAH

MENIKAH
S2 - Berebut


__ADS_3

Happy reading 😊


***


Siang ini, Rayyan dan Zahra akhirnya memutuskan untuk berkunjung ke rumah orangtua Zahra, sebelum akhirnya malam nanti berpindah tempat ke rumah orangtua Rayyan. Padahal awalnya Rayyan berniat akan mengurung dirinya dan Zahra seharian di rumah, sebelum besok mereka akan melakukan penerbang ke tempat honeymoon mereka.


Rayyan membelokkan mobilnya ke halaman rumah Zahra yang sederhana itu. Sepanjang perjalanan tadi, Rayyan terus bertanya pada Zahra mengenai bagaimana rupa kamar tidur sang istri. Siang ini akan menjadi kali pertama Rayyan masuk dan membaringkan tubuhnya di kamar Zahra. Hal itu tentu membuat Rayyan begitu antusias.


"Mau datang kesini kenapa enggak ngabarin dulu? Jadi bunda kan bisa belanja ke pasar dulu untuk masakin Rayyan." gerutu bunda Hetty saat Zahra menyalaminya di teras rumah.


"Jadi sekarang abang nih yang disayang sama bunda?" jawab Zahra sambil mengerucutkan bibirnya dan membuat Rayyan yang berganti menyalaminya bundanya tak kuasa menahan tawa.


"Kalo kamu kan udah sering makan masakan bunda. Ayo masuk, semuanya lagi ngumpul nonton TV sambil main sama Fariz."


Rayyan dan Zahra mengekori bunda Hetty yang masuk lebih dulu, lalu bergabung dengan anggota keluarga lain yang sedang berkumpul di ruang keluarga. Siang itu yang seharusnya mereka nikmati hanya berdua di rumah baru mereka, kini dilewati bersama keluarga Zahra.


Rayyan bahkan masih berusaha untuk mencuri perhatian Fariz yang sejak beberapa bulan yang lalu masih enggan untuk digendong dan berdekatan dengannya. Bayi delapan bulan itu nampaknya memiliki ketakutan tersendiri pada Rayyan. Jadi ternyata wajah ganteng saja tidak cukup untuk menarik perhatian seorang bayi.


Setelah menyelesaikan makan siang bersama keluarga Zahra, keduanya kini berada di kamar Zahra. Kamar yang sejak pagi tadi terus ditanyakan oleh Rayyan. Duduk di kursi belajarnya, Zahra mengamati sang suami yang masih asik melihat isi kamarnya dengan senyuman yang tak kunjung luntur.


"Sayang... kayaknya foto-foto ini harus segera diganti. Di kamar ini terlalu banyak foto-foto sama Eowyn. Kamu harus mulai masang foto kita sejak awal pacaran sampai sekarang dan seterusnya." protes Rayyan sambil memandangi foto-foto yang ditempelkan oleh Zahra di dekat meja belajarnya.


Tak mau lagi mendebat Rayyan karena pasti akan menjadi urusan yang panjang, Zahra menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Kamu kenapa sih? Semalem udah tidur bareng juga, sekarang yang cuma sekamar berdua dari tadi malah diem aja kayak anak masih perawan aja." goda Rayyan yang langsung mendapat pukulan dilengannya.


"Enggak gitu. Kemarin aku enggak sempet rapiin kamar, jadi ya masih berantakan. Barang dari kantor aja masih belum aku keluarin dari dus." jawab Zahra sambil melirik kardus yang berada disamping meja.


"Ya emang kenapa? Kamar kita kemarin rapi banget, tapi malah kita bikin berantakan enggak karuan."

__ADS_1


Jawaban asal Rayyan barusan justru membuat pipi Zahra merona. Mungkin karena ini masih diawal pernikahan, sehingga Zahra selalu dengan mudahnya merona setiap kali mengingat bagaimana permainan panas mereka semalam dan tadi pagi.


Menyadari istrinya sedang menunduk untuk menahan malu, Rayyan yang duduk ditepi ranjang berhadapan dengan Zahra pun langsung meraih tangan Zahra dan menggenggamnya.


"Tiduran disini yuk, Zah. Sambil cerita-cerita gitu." ucap Rayyan sambil menepuk ranjang yang ia duduki sekarang.


***


Meninggalkan rumah orangtua Zahra saat matahari akan terbenam, Rayyan dan Zahra berpindah untuk berkunjung ke rumah orangtua Rayyan. Keduanya bahkan menghabiskan waktu di rumah orangtua Zahra dengan tidur siang. Hanya tidur, sama-sama saling terlelap setelah asik bercerita banyak hal.


Keduanya tiba di rumab saat mama Salma sedang sibuk di dapur bersama bi Yanti untuk menyiapkan menu makan malam, Zahra memilih untuk segera membantu ibu mertuanya. Sementara Rayyan bergabung dengan Eowyn dan papa Adit yang berada di ruang kerja sang Papa untuk membahas pekerjaan.


"Widiihhh... ada angin apa ini pengantin baru bisa nyasar sampai kesini? Padahal kemarin mempelai prianya bilang mau di rumah aja dan enggak mau diganggu gugat." cibir Rafa sambil berjalan menuju kulkas untuk mengambil air minum.


Belum sempat tangannya meraih botol minuman dingin itu, Rafa telah mendapat cubitan dipipinya dari sang mama.


"Lepas dulu jaketnya, terus cuci tangan, baru deh ambil makan atau minum. Kebiasaan banget!" omel sang mama.


"Kak Zahra mah sombong habis nikah sama abang. Gue tanyain enggak dijawab." gerutu Rafa sembari mencuci tangannya.


"Lo tanya abang lo sana kalo mau tau alasan kenapa kita sampai terdampar disini." Zahra menjawab sekenanya sembari memotong sayuran.


"Emangnya kenapa, Kak? Abang kecapekan ya? Atau mau berguru dulu sama papa mama?"


"Rafa!" mama Salma yang sedang mengiris daging langsung menodongkan pisau dagingnya ke arah Rafa.


"Astaga, mamaaaa...!" Rafa berjingkat, baru kali ini sang mama menodongkan pisau ke arahnya.


"Ngomong sembarangan lagi mama sunatin lagi kamu, Fa." ancam mama Salma sembari menurunkan pisau yang dipegangnya.

__ADS_1


"Ngomong sembarangan apaan sih, ma? Rafa kan cuma penasaran."


"Enggak usah penasaran, nanti kalo udah waktunya juga kamu bakal ngerasain sendiri." mama Salma masih mengomel sambil melotot ke arah Rafa.


"Ya kalo itu Rafa juga tau, ma. Tapi masalahnya kapan waktunya?"


"Emang lo mau nikah muda?" Zahra bertanya serius. Selama mengenal Rafa, tentu.Zahra tahu betul bagaimana kisah percintaan Rafa selama ini. Namun untuk yang satu ini, Zahra nampaknya harus mengeluarkan rasa penasrannya.


"Mana mungkin, kak. Gue enggak mungkin ngelangkahin kak Eowyn kan? Itu sama aja gue dengan senang hati menyerahkan diri ke papa untuk ditabokin."


"Yaudah, enggak usah penasaran begitu. Lagian kulaih lo dan Alita juga belum selesai kan? Masa cuma gara-gara abang lo nikah terus lo jadi kayak anak ngebet kawin gini." cibir Zahra dengan tawa yang tak bisa ditahan lagi.


"Nikah itu enggak cuma karena mau enaknya aja, Fa. Kamu nanti bakal punya tanggung jawab menghidupi istri kamu, terus nanti kebutuhan anak kalian. Emangnya kamu udah siap kayak abang?"


Rafa hanya terdiam sambil memainkan botol minumannya. Dirinya memang begitu sejak dulu. Meskipun terbilang bandel, namun ia tak pernah membantah atau menyela saat kedua orangtuanya sedang mengomel padanya.


"Mama tau kamu itu gampang bikin anak orang klepek-klepek dalam waktu sekejap, mungkin aja kamu udah pernah ngelakuin hubungan kayak gitu tanpa sepengetahuan mama dan papa, tapi mama enggak mau gaya pacaranmu kayak gitu ya, Fa. Awas aja kalo kamu beneran ngelakuin hal kayak gitu!" mama Salma kembali mengancam dengan mengacungkan pisau dagingnya ke arah Rafa.


"Mamaaaa...." Rafa mendekat ke arah mamanya dan langsung memeluk mamanya untuk menenangkannya.


"Rafa enggak kayak gitu kok, ma, demi Allah. Jangan dibahas lagi ya, ma. Suara papa udah kedengeran tuh, nanti kalo papa denger bisa habis Rafa, ma." Rafa merayu mamanya, berulang kali ia mencium pipi mamanya yang masih nampak ngambek karena kelakuannya itu, membuat Zahra dan bi Yanti yang juga berada di dapur tertawa melihatnya.


"Lepasin, Fa!" suara bariton itu mengalihkan perhatian semua orang di dapur. "Udah enggak pantes lagi diusia kamu yang sekarang ini untuk manja-manjaan begitu sama mama!'


"Yang punya nongol deh." ucap Rafa dengan lirih sebelum akhirnya melepaskan pelukannya pada sang mama. Sejak remaja, bisa dibilang Rafa dan papanya tidak pernah akur dalam hal seperti ini, berebut perhatian mamanya. Apalagi dengan sikap manja Rafa yang selalu ingin dekat pada sang mama, membuat papa Adit sering merasa cemburu pada anak bungsunya itu.


***


*Halo gaeessssss... Alhamdulillah bisa up lagi 🤣 Pelan-pelan ya nulisnya, ini masih mencoba untuk back to normal setelah kurleb seminggu kemarin mengatasi sedikit trauma. Insya Allah nanti mulai rajin up lagi ya buat ngelarin cerita di season 2 ini hehehehehe....

__ADS_1


Yang belum baca Cupcake's Love, Lean On Me dan Back To You bisa mampir dulu. Cupcake's Love versi audiobook juga udah tersedia dan udah komplit sampai part terakhir ya. Thank you 😘*


__ADS_2