
Happy reading 😊
***
Melangkahkan kakinya untuk menuruni tangga dan menuju dapur, Zahra langsung melebarkan senyumnya ketika mendapati Rayyan telah berkutat dengan berbagai bahan makanan serta peralatan memasak. Ini adalah kali pertamanya melihat Rayyan memasak. Padahal bisa saja tadi Rayyan memintanya untuk memasak atau memasak bersama, namun lelaki itu justru lebih memilih untuk memanjakannya. Zahra segera berjalan dengan berjinjit agar tidak menimbulkan suara derap langkah dan mengagetkan suaminya, tapi ternyata Rayyan telah mengetahuinya lebih dulu.
"Aku akan memanaskan teflon, sayang. Bahaya jika kamu memang berniat mengagetkanku." ucap Rayyan sambil memutar badannya ke arah Zahra yang berjarak beberapa langkah darinya.
"Huh, aku pikir kamu enggak tahu kalo aku udah turun ke bawah." dengus Zahra dengan kesal.
"Kalo kamu emang berniat ngagetin aku, harusnya sejak turun tangga tadi kamu udah mulai pelan-pelan jalannya dan jangan sambil nyanyi." Rayyan menjawil hidung Zahra yang kini berada di dekatnya.
"Kamu mau godain aku?" imbuh Rayyan sambil memandangi pakaian yang dikenakan oleh Zahra. "Kalo memang kamu berniat godain aku, kamu harus bersabar mungkin saja jam sarapan kita akan mundur beberapa saat. Dan mungkin kamu juga harus siap-siap sakit pinggang karena mungkin saja kita akan melakukannya di meja makan atau bahkan di kitchen set ini."
Mendapati suaminya yang mulai melemparkan sinyal nakal kepadanya, lagi-lagi Zahra memasang mode siaga. "E-enggak. Aku enggak ada niat buat godain kamu. Ini karena... aku males buka koper, jadi aku pakai kemeja kamu aja biar cepet-cepet bisa turun dan liat kamu masak. Biar kayak didrakor dan film-film lainnya, kalo habis berhubungan gitu pasti pakai kemeja pasangannya hehehehe...."
Namun nampaknya alasan Zahra tidak diterima begitu saja oleh Rayyan. "Kita selesaikan nanti setelah kita sarapan ya?" Rayyan mendaratkan sebuah kecupan singkat dibibir Zahra sebelum akhirnya kembali ke acara masak-memasaknya.
"Masak apa?" tanya Zahra sambil memeluk Rayyan dari belakang. Dengan tubuh mereka yang kini saling menempel dan suara Zahra yang terdengar begitu manja, membuat Rayyan mnegerang tertahan saat tangannya baru saja selesai menyalakan kompor.
"Aku enggak akan bisa konsen masak kalo kamu kayak gini, Zah."
"Aku kenapa? Aku kan tanya kamu mau masak apaan dan pengen liatin kamu masak."
Menghembuskan nafasnya dengan kasar, Rayyan akhirnya mengalah untuk kemudian menahan keinginannya menindih Zahra sekarang juga. Ia juga memaki dirinya sendiri kenapa tubuhnya begitu sensitif sekarang, mungkin karena efek malam pertama hehehehe....
__ADS_1
"Aku akan mulai masak telurnya sekarang ya, kita sarapan avocado toast with egg."
"Sarapan roti mana kenyang?" Zahra menggerutu sambil melepaskan pelukannya pada tubuh Rayyan, sebelum akhirnya berpindah duduk di stool bar tak jauh darinya.
"Nanti kita bisa masak lagi yang lain."
Zahra memilih untuk menyibukkan dirinya dengan membalas pesan masuk yang menumpuk serta mencuri-curi kesempatan pada Rayyan yang masih sibuk memasak. Rayyan memang nampak terbiasa melakukan kegiatan memasak, meskipun bukan memasak menu masakan yang serumit masakan bundanya atau mama mertuanya. Ditambah lagi dengan bathrobe yang dikenakan oleh Rayyan sekarang ini justru menambah kesan maskulin yang meningkat beberapa level. Zahra bahkan seperti belum percaya jika kini ia telah dinikahi seseorang, terlebih seseorang itu adalah kakak sahabatnya sendiri.
"Letakkan ponselmu, sayang. Ayo kita mulai sarapan." pinta Rayyan sambil berjalan menuju meja makan dengan dua piring yang ia pegang.
Zahra segera beranjak dari stool bar yang ia duduki dan mengikuti Rayyan yang telah terlebih dulu duduk di meja makan. "Ke-kenapa?" tany Zahra saat mengetahui jika dirinya ditatap dengan sangat intens oleh sang suami.
"Jangan pakai pakaian yang minim seperti ini lagi saat berada di rumah mama atau saat ada pria lain selainku, oke?"
"Celana pendek, rok atau dress yang terlalu pendek dan terlalu banyak detail yang memperlihatkan paha atau punggungmu, jangan sekali-kali kamu pakai. Kecuali saat kamu hanya berdua sama aku."
"Kenapa pagi-pagi udah banyak ceramah gini ssih sayang? Emangnya selama ini kamu pernah liat aku pake pakaian seseksi dan seminim itu?"
"Yaaa... enggak pernah sih, cuma aku... enggak mau aja ada orang lain yang matanya jelalatan ngeliatin kamu."
Zahra menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, ia tentu paham betul jika Rayyan bukanlah seseorang yang senang dibantah. Terlebih ini masih pagi dan ini merupakan hari pertama mereka tinggal serumah, tentu Zahra tidak akan mengawalinya dengan sebuah perdebatan soal pakaian. Lagipula maksud Rayyan kan baik.
"Baiklah, suamikuuuu...." Zahra berucap sambil mencubit gemas pipi Rayyan. "Aku akan menuruti semua perkataanmu. Aku enggak akan pakai baju yang kamu sebutkan tadi, bahkan saat bersama Eowyn sekali pun. Aku janji!"
"Jadi kamu pernah memakainya saat bersama Eowyn?" tanya Rayyan dengan nada serius dan diangguki oleh Zahra.
__ADS_1
"Tapi itu dulu, sayang. Kalo kita sedang ke pantai atau liburan bareng. Hanya celana pendek kok, bukan pakaian seksi dan lainnya."
"Terus ada laki-laki lain disana?"
"Rafa. Eowyn atau Rafa enggak pernah cerita kalo kita bertiga sering jalan dan liburan bareng? Bukannya Eowyn sering mempostingnya diinstagram? Aku pikir kamu udah liat."
Rayyan berdehem pelan, lalu menggelengkan kepalanya. Entah mengapa dia merasa kecolongan. Selama ini ia memang tidak begitu mempedulikan setiap postingan dari adiknya, dan ternyata banyak foto istrinya yang dulu ia lewatkan.
"Jangan lagi memakainya, apalagi kalo ada Rafa."
Jawaban Rayyan barusan justru mengundang gelak tawa dari Zahra. Bagaimana bisa Rayyan mencemburui adiknya sendiri?
"Baiklah.... baiklah.... ayo kita lanjutin sarapannya. Nampaknya hari pertama kita sarapan bersama setelah menjadi suami istri ada banyak drama."
"Hm, aku juga ingin segera menyelesaikan sarapan dan segera meminta balik kemejaku yang kamu pakai itu. Sekarang juga, dan disini!" ucap Rayyan dengan seringaian nakal yang langsung membuat Zahra mengerjapkan matanya dengan cepat.
Nampaknya suaminya ini masih penasaran untuk mencoba bercinta disemua spot yang ada di rumah mereka.
***
Halo gaeessssss, maaf ya kalo up-nya lama. Kemarin diWAG Archies gue udh bilang kalo seminggu ke depan mgkn bakal susah nyuri-nyuri waktu utk bisa nulis. Jadi kemarin pagi, gue dpt kejadian yg udh dr 2th yg lalu gue takutin. Tetangga sebelah yg tinggal sendirian, tau-tau kita temuin udh meninggal di rumahnya. Jadi Alm ini emg tertutup bgt, selalu menghindari kontak apapun dg tetangga. Shock bahkan sedih gue rasain krn sebagai tetangga kita kok bisa sampai ga ngeh gini. Padahal gue selalu melek sampai dini hari karena bikin roti, tp ga denger apapun suara gaduh, org jatuh atau bahkan org ngerintih minta tolong. Sedih aja kita nemuin Alm pas mgkn udah beberapa hari stlh si bapak menghembuskan nafas terakhirnya.
Jadi gaeessssss... harap maklum kalo seminggu ini gue jarang nongol ya. Karena rumah gue ketempatan utk acara tahlilan Almarhum. Sampai kemarin sore belum ada pihak keluarga yg bisa dihubungin, Alhamdulillah pagi tadi udh ada pihak keluarga yg datang ke rumah.
Sehat-sehat selalu ya kalian, covid juga makin parah ini. Yang jauh dari keluarga, jangan lupa selalu berkabar ya 😘😘😘
__ADS_1