MENIKAH

MENIKAH
S2 - Gosip Lama


__ADS_3

Happy reading 😊


...****************...


Alita duduk di kafe dekat rumahnya. Sebelum mengenal Rafa, ia senang menghabiskan waktu senggangnya untuk berada di kafe itu sambil menulis. Namun sejak mengenal Rafa, lelaki itu sering menemaninya disana, bahkan mengantarnya pergi kemana pun ia akan pergi.


Siang ini ia sedang menunggu kedatangan seseorang. Bukan Rafa yang ia tunggu, tetapi orang lain. Sesuai tekadnya kemarin yang ingin mencari tahu tentang kebenaran gosip akan kekasihnya, Alita mencari cara untuk bertemu seseorang yang ada dilingkup pertemanan Rafa dan mantan kekasihnya dulu.


Alita jelas tidak ingin menemui William. Meskipun dia teman dekat Rafa dan mengetahui segala sesuatunya, William pasti tidak akan dengan mudahnya membuka mulutnya untuk bercerita tentang apa yang sedang mengganggu pikirannya sekarang.


Dengan susah payah Alita menelusurinya diakun instagram Rafa dan William, hingga akhirnya menemukan akun sang mantan yang ternyata telah diunfollow oleh Rafa.Dalam postingan mantan kekasih Rafa, memang tidak terdapat satu foto pun dengan lelaki yang dianggapnya kekasih. Namun melihat bagaimana gaya berpakaian perempuan yang bernama Jihan itu, membuat Alita memijat kepalanya. Perempuan itu benar-benar seksi, pantas saja gosip yang beredar luas seperti itu.


"Lo yang namanya Alita?" ucap seorang gadis berambut panjang yang baru saja datang itu.


Alita mendongakkan kepalanya, lalu tersenyum dan menyambut informannya itu dengan jabatan tangan.


"Pesan minum dulu, setelah itu baru aku akan bertanya segala sesuatunya." kata Alita.


Semalam, Alita berhasil mengajak Vera, gadis yang berteman dekat dengan Jihan dan juga Rafa, untuk bertatap muka. Tentu akan lebih nyaman jika segala sesuatunya dikatakan secara langsung.


Vera mengangguk, lalu mulai memesan minuman saat pelayan kafe itu datang kepadanya.

__ADS_1


"Jadi... lo pacar Rafa yang baru ya?" tanya Vera yang diangguki oleh Alita. "Akhirnya kita ketemu juga. Selama ini gue cukup penasaran akan sosok pacar Rafa yang baru, karena lo bener-bener bisa ngubah tuh anak drastis banget."


Alita tersenyum, sebenarnya ia masih tidak percaya jika banyak yang mengatakan Rafa telah berubah drastis. William juga sering mengatakan hal itu padanya, mungkin karena ia baru saja mengenal Rafa dan langsung jatuh hati padanya. Makanya tidak begitu menyadari perubahan pada diri Rafa.


"Sebenarnya... gue cuma penasaran aja. Dan gue... pengen tau apa yang sebenarnya terjadi." Alita mulai membuka obrolan, menyampaikan maksud dan tujuannya bertemu dengan Vera.


"Soal Rafa dan Jihan. Kemarin... gue dengar gosip yang mengatakan kalo mereka telah... tidur bareng. A-apa... itu benar?" sambung Alita yang langsung membuat Vera membelalak.


Mendapati perubahan raut wajah dari Vera, tiba-tiba saja hati Alita merasa sakit. Pasti gosip yang beredar itu benar. Rafa dan Jihan pasti melakukan hal itu saat status mereka masih berpacaran dulu.


"G-gue... enggak tau pastinya. Lit. Tapi... kalo liat dari gaya pacaran Jihan selama ini, dan.tentu lo tau gimana cara dia berpakaian, mungkin memang mereka ngelakuin itu. Dan juga... Rafa selalu nganterin dia balik ke apartemen. Dan yang gue denger akhir-akhir ini, katanya... Jihan sekarang jadi... sugar baby gitu."


Alita mencoba sekuat tenaga untuk tidak menangis begitu mendengar penjelasan dari Vera. Memang tidak ada bukti, tapi entah mengapa jawaban itu semakin membuat Alita yakin jika gosip itu benar adanya. Ditambah lagi Rafa yang selalu terlihat tidak nyaman saat berada di kampusnya, pasti karena semuanya telah tahu akan gosip ini.


"Lit, g-gue... enggak tau sebenernya gimana. Cuma itu yang gue tau. Dan juga... Jihan emang enggak pernah share foto diranjang bareng Rafa kayak dia dengan salah satu mantannya yang dulu. Tapi dulu... dia pernah beberapa posting foto lagi berenang sama Rafa. Dan... lo tau sendiri kan dia suka pakai baju yang... minim. Gosip itu, gosip lama, Lit. Bahkan sejak diminggu pertama mereka baru aja jadian."


Alita mengangguk, ia juga memaksakan dirinya untuk tersenyum menanggapi perkataan Vera barusan.


"Mungkin emang benar mereka ngelakuin itu." Alita berucap lirih dengan menunduk.


Sebenarnya ia tidak ingin mempercayai semua yang ia dengar kemarin dan barusan, namun melihat banyaknya orang yang mengetahui gosip itu, bahkan mungkin ia menjadi orang yang terakhir mengetahuinya.

__ADS_1


"Rafa... ngelakuin hal itu juga ke... elo?" tanya Vera dengan ragu.


Alita langsung tersenyum kembali sambil menggelengkan kepalanya.


"Bukannya tadi elo sendiri yang bilang Rafa udah berubah drastis?" jawab Alita sambil terkekeh.


Entah kenapa Vera langsung menghela nafas lega. Gadis berambut panjang itu langsung membenarkan posisi duduknya dengan santai, menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.


"Syukur deh, Lit. Jangan sampai Rafa kembali ke kebiasaannya yang dulu."


"Gue akan berusaha."


"Dan yang lebih penting lagi, lo harus siap nerima Rafa dengan segala masa lalunya itu. Lo tau sendiri kan dulu Rafa sering gonta-ganti pacar."


Alita kembali memaksakan diri untuk tersenyum. Masih ada banyak hal yang ingin ia tanyakan, tapi sepertinya ia sudah tidak sanggup lagi untuk mendengar lebih banyak lagi. Segini saja cukup menyakitinya, dan ia tidak ingin melukai dirinya lebih banyak lagi.


"Rafa akan nyusul kesini?" tanya Vera sembari menikmati makanan yang telah ia pesan.


"Iya, masih agak lama." jawab Alita setelah melihat ke arah jam tangannya.


"Kalo gitu gue selesaiin makan gue dulu, baru gue pergi sebelum dia datang. Bisa rame ntar kalo dia liat gue ada disini."

__ADS_1


"Santai, kelarin dulu aja makannya."Alita ikut menyuap makanannya ke dalam mulut, meskipun sebenarnya nafsu makannya telah menghilang sejak tadi.


__ADS_2