
Masih di tempat yang sama.
"Nona muda, apa tidak sebaiknya jika anda memperkenalkan diri anda kepada karyawan yang ada ?" Tanya Matthew.
"Saya akan memperkenalkan diri saya, tapi bukan hari ini, mungkin saja besok atau lusa." Jawab Audy.
"Kenapa tidak hari ini saja nona muda, bukankah lebih cepat lebih baik." Ucap Matthew yang merasa bingung.
"Hari ini kita akan mendepak semua karyawan yang tidak memiliki sopan santun dikantor, jadi tolong siapkan lowongan kerja." Ucap Audy sambil tersenyum penuh misterius.
"Baik nona muda." Jawab Matthew yang masih belum tahu apa rencana dari Audy.
"Saya ingin melihat-lihat." Ucap Audy sambil menatap asisten Angel dam Matthew.
"Baik nona muda, mari saya dampingi." Tawar Matthew.
"Tidak, saya akan melihat-lihat sendiri, jika kalian mau, kalian bisa melihat saya melalui cctv." Ucap Audy yang tak ingin dikawal.
"Baik nona muda." Jawab keduanya pasrah karena tidak bisa melawan sama sekali.
Audy akhirnya keluar untuk memantau pekerjaan karyawannya, sedangkan Matthew dan Angel memantau kegiatan Audy melalui cctv.
"Ehem." Dheman Audy guna membuat karyawan yang sedang bergosip ria membubarkan diri, tapi dheman Audy sama sekali tak diindahkan oleh kelima wanita tersebut.
"Kalian digaji untuk bekerja, bukan untuk bergosip." Ucap Audy sedikit melembut, ia ingin melihat apa orang-orang itu akan sadar atas kesalahan atau tetap tidak menyadari kesalahan.
"Bukan urusan anda." Jawab wanita yang diketahui bernama Merry sedikit ketus.
__ADS_1
"Sebaiknya kalian kembali bekerja, atau kalian akan dipecat." Ucap Audy yang masih tetap bersikap lembut.
"Sebaiknya kamu pergi dari sini, karena kami tidak punya urusan, dan satu lagi, urus dirimu sendiri jangan hanya mengurusi orang lain." Ucap Merry yang mulai tersulut emosi karena Audy seolah sedang mengancamnya dan parah sahabatnya.
"Baiklah, besok kalian tidak perlu bekerja lagi di perusahaan saya." Jawab Audy sambil berlalu pergi, Merry Cs tidak menghiraukan teguran dari Audy, dan juga tidak mengindahkan ucapan Audy yang meminta mereka tidak perlu bekerja.
"Baru berjalan sedikit sudah harus mendepak lima wanita, benar-benar buat kepalaku jadi pusing saja." Audy membatin sambil memejamkan mata.
"Ehem." Belum terlalu jauh dari tempat ia menegur karyawan yang sebelumya, ia melihat ada sekitar tiga karyawan yang berjenis kelamin laki-laki sedang bermain game, dan langsung saja Audy menegur mereka dengan sengaja berdehem.
"Apa kalian tidak punya pekerjaan sehingga masih bisa santai bermain game online." Ucap Audy sambil menatap tajam ketiga lelaki yang tepat berada didepan matanya.
"Apa urusanmu nona cant." Ucap salah satu dari mereka sambil tersenyum menggoda.
"Jaga sopan santun anda." Jawab Audy yang mulai tak bisa mengendalikan kekesalannya.
"Baiklah, kalau begitu jangan mencampuri yang bukan urusanmu." Jawab salah satu dari ketiganya.
"Cih, apa pedulimu." Ucap mereka.
"Mulai besok kalian tidak perlu bekerja lagi disini, kalian resmi dipecat." Ucap Audy sambil meninggalkan ketiga lelaki yang tak menghiraukannya, dan mala melanjutkan kegiatan bermain game online.
Berkeliling selama hampir satu jam membuat Audy tampak sedikit kelelahan, ia mendepak hampir lima puluh orang yang dianggap melakukan hal kecil, ia tidak mau memperkerjakan orang yang tak bisa fokus bekerja, masih banyak diluar sana yang membutuhkan pekerjaan, sedangkan orang-orang yang sempat ia tegur tidak menghargai pekerjaan yang sudah ada.
"Matthew, ternyata disini sangat banyak yang makan gaji buta." Ucap Audy dengan sedikit sinis, mengingat sifat dari karyawan kantor yang benar-benar tidak memilki sopan santun.
"Maafkan saya nona, saya yang bersalah disini karena kurang memperhatikan cara bekerja mereka, pasalnya saya hanya memantau hasil akhir saja." Jawab Matthew yang menyalakan diri sendiri karena tidak mengetahui bagaimana kinerja karyawan selama ini.
__ADS_1
"Tidak apa, jadikan ini sebagai pembelajaran, kamu tidak perlu menyalahkan diri sendiri, karena saya cukup puas melihat hasil kerjamu." Ucap Audy.
"Saya hanya tidak mau jika mereka mendapat upah yang sama, tapi tidak dengan perkerjaan yang tidak sama rata, ada yang bekerja mati-matian dan ada juga yang hanya duduk santai, ini sungguh tidak adil bukan." Sambung Audy yang menimpali ucapan sebelumnya.
"Baik nona." Jawab Matthew yang kebahisan kata-kata.
"Angel, sepertinya kamu juga harus mengawasi setiap orang yang bekerja dikantor pusat, saya tidak mau memiliki karyawan yang tidak berguna." Ucap Audy sambil menatap asistennya.
"Baik nona." Jawab Angel yang mengerti apa maksud ucapan Audy.
"Jika kedapatan melakukan hal tak terpuji, serta tidak memiliki sopan santun yang tinggi, langsung saja pecat, tapi jika hasil pekerjaannya bagus maka berikan surat peringat." Ucap Audy.
"Baik nona." Jawab Angel.
"Satu lagi, tolong berikan surat edaran kepada pekerja wanita, selama berkerja dikantor tolong perhatikan cara berpakaian, karena perusahaan tempat bekerja bukan club atau bar, jadi tak perlu berpakaian sexy dan berdadan seperti cabe." Ucap Audy sambil memijat pelipisnya, bagaiman tidak ia bertemu dengan beberapa karyawannya yang menggunakan pakaian yang terlihat sexy dan juga berdandan menor, itu membuat mata Audy sakit dan juga muak melihat.
"Astaga, sepertinya kantor akan dirombak habis kali ini, hari ini hampir lima puluh orang yang dikeluarkan, padahal ia hanya berkeliling selama hampir satu jam saja." Ucap Matthew dalam hati, ia tidak mungkin berbicara demikian kepada Audy.
"Sepertinya akan ada perubahan besar." Batin Angela.
"Baiklah, sepertinya sekarang aku harus bertindak lebi tegas dari sebelumnya, kalau begini terus bisa-bisa semua karyawan habis karena dipecat." Batin Matthew yang pusing karena harus mencari pekerja baru untuk mengisi yang baru saja dikosongkan.
"Sungguh tidak habis pikir, bagaimana bisa kantor memperkerjakan orang yang tidak kompeten dalam bekerja, bukan hanya satu atau dua orang saja tapi hampir lima puluh orang, yah ampun aku harus merombak habis perusahaan, kalau tidak perusahaan tidak akan pernah maju dan hanya akan diam ditempat saja jika orang-orang tidak bisah bekerja dengan baik." Batin Audy yang memikirkan bagaimana perusahaan bisa semakin maju sementara banyak karyawan yang tak bisa bekerja dengan baik, hanya akan membuat perusahaan diam ditempat saja.
Hari pertama atau kunjungan pertama Audy kebali adalah hari yang cukup melelahkan, serta membuat Audy sedikit pusing dengan beberapa karyawan yang tak patut untuk dipertahankan, karena hanya memakan gaji buta saja dan membuat kantor rugi.
Audy mulai merombak perusahaan karena ia tidak mau jika perusahaan hanya diam ditempat, tanpa adanya kemajuan.
__ADS_1
Angel dan Matthew tidak bisa berkata-kata lagi, dan hanya mendengar perintah Audy.
Maaf yah semua, seharusnya aku up tadi malam tapi karena aku kurang istrjbat jadi susah buat dapet ide gitu :)