
Mari kita tinggalkan bos Albert dan asisten pribadinya El , kita bergeser pada Audy .
"Huftt menyebalkan sekali pagi ini ." gumman Audy dengan tampak yang masih kesal dan kekesalan Audy benar - benar tidak bisa di sembunyikan .
"Audy udahlah , masih pagi lu udah marah - marah nanti hari lu gak diberkati mau ?" ucap Farrel pada sahabatnya yang tampak tak mau berhenti bergerrutu .
"Hmmm , iya juga yah tapi gak tahu kenapa gw rasanya mau meledak gitu , padahal kejadian ini bukan masalah besar , tapi aneh aja tiba - tiba gw pengen marah ." terang Audy dengan suara lirih merasa heran sendiri dengan tindakan yang baru saja dia alami .
"Udah gak usah di pikirkan , mendingan sekarang lu lanjutin dulu pekerjaan lu , biar nantinya gak numpuk ." terang Farrel supaya sahabatnya tak terlalu memikirkan masalah.
"Baiklah , selamat bekerja Farrel semangat ." ucap Audy kembali semangat dengan senyum yang terlihat di paksakan .
Audy dan Farrel mengerjakan perkerjaan mereka masing - masing , tampak Audy dan Farrel sedang kalut dengan dokumen di atas meja , sehingga waktu terasa begitu cepat berlalu , lagi sepuluh menit jam makan siang .
Tiba - tiba
"Maaf nona Audy , nanti lima menit sebelum jam makan siang , harap untuk menghadap bos di lantai 18 ." ucap seoarang pria yang tak lain adalah asisten El .
"Maaf , apa ada suatu kepentingan atau saya membuat kesalahan sehingga saya sampai di panggil ke ruangan presdir ?" tanya Audy dengan wajah yang tampak tenang .
"Maaf nona saya hanya di perintahkan ." jawab asisten Es tapi tetap dengan sopan .
"Baiklah , terima kasih saya akan menghadap sebentar lagi ." jawab Audy datar dengan tetap memfokuskan diri pada dokumen yang bertebaran di meja kerja nya .
"Maaf , sekarang sudah pukul dua belas lewat lima puluh tiga menit ,waktu anda sisa dua menit ." ucap Asisten El memperingati .
"Baiklah , ayo kita ke ruangan bos kamu ." jawab Audy sambil berdiri dan membawa tas serta handphonenya .
"Farrel , nanti gw nyusul yah , lu deluan aja oke ." ucap Audy sebelum meninggalkan sahabatnya .
"Baik." jawab Farrel , setelah itu Audy dan asisten El benar - benar menghilang dari hadapan Farrel .
Ruangan bos .
"Maaf pak , sebenarnya ada apa sehingga bos besar memanggil saya ?" tanya Audy sebelum memasuki ruangan .
"Maaf nona , mungkin ada hal penting yang ingin di sampaikan ." ucap asisten El ramah .
Tok .. tokk
"Masuk ." ucap presdir dari balik pintu .
__ADS_1
"Dia ." bantin Audy setelah melihat siapa presdir nya .
"Silakan duduk ." ucap Albert pada Audy yang diam mematung .
"Langsung saja pada intinya , kenapa ada memanggil saya untuk ke ruangan anda ." jawab Audy dingin dan tak beranjak dari tempat dia berdiri sebelumnya .
"Saya ingin meminta maaf untuk kejadian pagi tadi ." jawab Albert dengan nada yang melembut .
"Baik , saya sudah memaafkan anda jadi sekarang urusan kita sudah selesai ." jawab Audy sambil membalikan badan .
"Tunggu , kamu bisa ikut saya untuk makan siang ." ucap Albert dengan lancar .
"Hmm , tidak perlu gaji yang saya dapat disini masi bisa untuk membayar makanan ." tolak Audy dengan suara yang terlihat emosi .
Entahlah sejak inside kecil pagi itu , Audy tampak benar - benar tak suka dengan presdir Albert .
"Saya harap anda bisa menghargai tawaran saya ." jawan Albert tetap dengan tenang .
"Maaf tuan , tapi sudah ada orang yang menunggu saya ." jawab Audy .
"Tidak apa - apa jika mengajak teman anda nona ." jawab Albert cepat .
"Baiklah , kalau begitu ikut saya ." jawan Audy mengalah .
"Terima kasih nona , tapi saya bisa makan di kantin ." jawab El dengan sopan karena Audy bersikap demikian .
"Ikutlah , dan aku tak menerima penolakan lagi pula bos mu juga ingin ikut ." ucap Audy sambil melirik ke arah Albert yang tampak berdiri di samping Audy .
"Baik nona ." jawab El setelah melihat kode yang di berikan Albert .
Akhirnya mereka berangkat untuk menyusul Farrel yang sudah menunggu kedatangan sahabatnya , Farrel tidak tahu kalau presdirnya akan ikut makan siang setelah kurang dari 10 menit akhirnya mereka sampai juga di tempat makan.
"Hei ." ucap Audy dingin pada sahabatnya .
"Lama sekali ." gerrutu Farrel merasa kesal .
"Hmm , kita makan siang berempat , tidak apa - apa bukan ?" tanya Audy .
"Huft terserah kau saja ." jawab Farrel acuh .
"Baiklah sebentar lagi mereka akan menghampiri meja kita , presdir kantor dan asistebnya ." terang Audy .
__ADS_1
"Hmmm. " dheman Farrel malas menanggapi karena Farrel tahu sendiri Audy sedang merah kesal saat ini .
Tidak lama datang dua orang menghampir Audy dan Farrel tak lain dan tak bukan mereka adalah presdir Albert dan asisten El .
"Maaf membuaf kalian menunggu ." ucap El mewakili bosnya .
"Tidak apa - apa , mari silakan duduk ." jawab Farrel setelah melihat sahabatnya enggan untuk berbicara .
"Bersikap sopanlah Audy ." ucap Farrel memperingati sahabatnya .
"Saya minta maaf ." jawab Audy setelah mendapat peringatan dari sahabatnya .
"Tidak apa - apa , maaf membuat kalian jadi bertengkar seperti ini ." jawab Albert dengan senyum mengembang .
"Farrel , gimana cewe yang itu apa dia udah sampe ke Indonesia ?" tanya Audy disela - sela makan mereka .
"Huft tiga hari lagi dia akan terbang kesini ." helaan nafas Farrel sebelum menjawab .
"Aku akan membantumu lepas dari wanita itu jika dia wanita yang menjijikan , tapi kalau dia wanita yang baik , jangan coba - coba menyakitinya ." terang Audy dingin tapi tetap tegas .
"Yah terserah kau , tapi kalau sampe wanita itu adalah wanita yang sama dalam cerita lu , gw bakalan langsung ngebunuh wanita itu ." jawab Farrel tak kalah dingin .
"Sudahlah , tapi semoga saja mereka bukan orang yang sama , tapi kalau sampe sama cih aku tak akan membiarkan kau bersatu dengan ulat ." jawab Audy ketus .
"Baiklah kau memang yang terbaik ." jawab Farrel sambil mengacak - acak rambut sahabatnya .
"Mereka berdua dekat , seperti kakak dan adik yang saling melindungi , tapi tunggu mereka sangat kejam ." batin Albert .
"Wow lelaki itu sama dinginnya dengan bos tapi gadis manis ini dia bahkan memiliki aura yang lebi dingin dan seperti ada cerita masa lalu , matanya seperti memberi peringatan untuk wanita yang mereka ceritakan ." batin asisten El .
"Ohiya , pak El apa anda sudah memiliki kekasih ?" tanya Audy membuat yang ada di meja makan diam membeku .
"Belum nona ." jawab El cepat .
"Baiklah kalau begitu apa pak El bisa menemani saya untuk jalan sabtu nanti ." jawab Audy santai , sementara yang di tanya menegang dengan sendirinya .
"Maaf nona Audy , sepertinya saya tidak bisa saya memiliki acara dengan keluarga sabtu nanti ." jawab El dengan raut wajah yang tampak bersalah .
"Maafkan saya nona , saya bisa mati muda jika saya menerima ajakan anda , saya bisa di telan hidup - hidup oleh manusia yang ada di samping saya ." batin El sambil melirik ke arah bosnya yang menatapnya dengan tatapan penuh peringatan , seolah berkata "jangan macam - macam "
***Baiklah sampai disini dulu episode kali ini , hmmm bagaimana guys apa kalian menyukai cerita ini dan mau cerita ini tetap up ? please VOTE , LIKE dan KOMENTAR untuk karya ini .
__ADS_1
Di upp tiap hari tapi kalau tidak ada yang vote dan kalian juga tidak mau memberikan Like mungkin akan up seminggu sekali . BECANDA SAYANG , gak mungkin aku sejahat kalian yang gak mau ngasih vote dan like padahal aku udah cape - cape buat bisa hibur kalian*** :(