MENIKAH

MENIKAH
S2 - Sumpah Serapah


__ADS_3

Happy reading 😊


***


"Gimana keadaan Zahra?" tanya Rayyan sambil mengekori Eowyn yang masuk ke dalam kamarnya.


"Abang tuh bener-bener ya, bohong kan tadi pagi sama Mama. Bilangnya aja karena capek, padahal karena kak Nadine kan?"


"Gue males ngebahas soal dia, Wyn. Tapi Zahra enggak kenapa-napa kan?"


"Iya, dia baik-baik aja. Lagian, kenapa sih abang bisa enggak tau kalo yang ngundang keluarganya kak Nadine?"


"Gue beneran enggak tau, Wyn. Dulu kan gue nganter sampai depan rumah doang, enggak pernah ketemu keluarganya."


"Ceh! Ternyata dulu abang enggak beda jauh sama Rafa." cibir Eowyn.


"Beda ya, gue enggak gonta-ganti pacar kayak dia."


"Trus sekarang kalah sama aku dan Rafa. Kita udah punya pacar, ehh abang masih jomblo aja hahahaha..."


"Sombong! Mentang-mentang baru punya pacar." jawab Rayyan sambil melempar guling ke arah Eowyn yang duduk di kursi belajarnya, lalu beranjak menuju pintu kamar Eowyn.


"Hahahaha... makanya buruan cari pacar tuh bang biar enggak marah-marah mulu."


***


"Bang, tadi dicariin Papa tuh." ucap Rafa yang baru saja bergabung dengan Rayyan duduk di kursi balkon belakang rumah. "Kayaknya abang pas lagi mandi." imbuhnya.


"Terus sekarang Papa kemana?"


"Pergi sama Mama, mau mengunjungi para kakek dan nenek tercinta."


Rayyan menjawabnya dengan ber-oh ria. "Jadi lo dibeliin mobil sama Papa?"


"Jadilah, tapi enggak dikasih kalo mobil gede kayak abang."


"Jelaslah enggak dikasih. Itu gue nambahin pake duit tabungan gue sama duit gaji yang kerja sama Papa. Ya kalo lo enggak punya duit tambahan, nurut aja sama Papa mau dibeliin apaan. Lo masih mending punya motor juga b*go!"


"Gue malah kepikiran mau jual motornya, Bang. Gue kepikiran ntar gimana gue ngurusin motor sama mobil kalo uang dari Papa enggak ditambahin." kata Rafa sambil memijat pelipisnya.

__ADS_1


"Lo kayak orang udah punya banyak tanggungan aja." Rayyan tergelak mendengar perkataan Rafa barusan. "Terus duit hasil jual motor mau lo pake buat apaan?"


"Ditabunglah, Bang. Gue kan juga pengen punya tabungan banyak kayak abang."


"Lo tobat sekarang?"


"Emang kesalahan gue sebelumnya apa sih Bang? Gue kan cuma ganti-ganti pacar aja, enggak judi atau ngutang ke rentenir."


"Tapi lo tuh boros, enggak bisa ngatur duit, Belum kerja aja sok-sokan manjain pacar beli ini itu."


"Itu kan kemarin, Bang. Sekarang udah enggak. Pacar gue yang sekarang enggak mau gue beliin ini itu."


"Laahhh, kasian pacar lo yang sekarang dong enggak dapet apa-apa dari lo."


"Eiitss, tapi kan dapat limpahan cinta yang tak terhitung jumlahnya dari gue Bang."


"Mulut lo emang didesain buat gombalin cewek, Fa."


"Hahahahaha... tau nih, Bang. Masa ya Bang, dulu gue cuma senyum doang, ehh dia langsung tergila-gila sama gue Bang. Gimana kalo gue ajak ngomong sambil gue pegang itu tangannya." seloroh Rafa sambil terkekeh.


Rayyan hanya menggelengkan kepalanya. Adik bungsunya ini memang tingkat kepercayaan tingginya melebihi batas normal. Yang mengherankan baginya, bagaimana Rafa bisa menjadi playboy seperti itu padahal dulu Papanya termasuk itungan cowok kalem sepertinya.


"Emang bener deh kata Kak Eowyn, abang itu emang butuh pacar biar bawaannya enggak marah-marah mulu. Mau gue kenalin cewek enggak, Bang? Gue banyak kenalan cewek-cewek cakep. Mereka sama gue aja klepek-klepek, kalo sama abang bisa langsung lemes mereka Bang." rafa menaik turunkan alisnya sambil tersenyum lebar.


"Enggak akan gue minta bantuan lo!" Rayyan beranjak dari duduknya, lalu menoyor kepala Rafa dan meninggalkannya sendirian.


***


Rafa masih saja mengekori Rayyan hingga ke kamarnya. Kali ini ia membawa serta ponselnya dan menunjukkan banyak foto wanita cantik dan seksi yang dia sebut sebagai temannya. Namun Rayyan tak bergeming, dia masih terfokus pada urusan pekerjaan yang terpampang dilaptopnya.


"Masa dari sekian banyak foto tadi enggak ada yang tertarik sih, Bang. Abang masih normal enggak sih?"


Pertanyaan itu jelas saja mengundang emosi Rayyan tersulut dengan cepat. Ia bergerak cepat menoleh ke arah Rafa dan menyentil bibir Rafa dengan begitu kerasnya.


"Aww! Sakit tau, Bang!" pekik Rafa sambil mengusap bibirnya yang terasa panas akibat sentilan Rayyan.


"Makanya kalo ngomong jangan sembarangan."


"Lagian abang mencurigakan. Cuma disuruh milih cewek aja enggak mau."

__ADS_1


Rafa kembali sibuk menscroll layar ponselnya, lalu menunjukkan sebuah foto pada Rayyan. Foto seorang wanita cantik berambut panjang yang dikucir ekor kuda yang tengah berpose di pantai dengan mengenakan bikini berwarna hitam.


"Ini senior gue, Bang. Beuh... mantaplah pokoknya. Denger-denger dia habis putus sama pacarnya."


"Kenapa enggak lo aja yang pacarin?"


"Dia mana mau sama berondong, Bang. Dia mah selalu pacaran sama yang usianya diatasnya. Kalo sama abang kan pas tuh. Abang pasti juga bakal demen kalo pacarnya bening kayak gini."


Rayyan mengambil paksa ponsel Rafa, lalu menscroll layar ponselnya untuk.memperhatikan foto-foto gadis itu sekilas.


"Ogah gue, Fa. Kayaknya udah bekas." jawab Rayyan sambil menyodorkan ponsel pada si empunya.


"Diiihhh! Sok tau banget sih, Bang! Dosa tau asal ngatain kayak gitu."


"Sekarang lo itung ada berapa banyak foto dia pake bikini, udah enggak kehitung tau Fa. Dia kayak jablay, habis mandi aja sengaja banget dia posting. Tujuannya buat apa coba padahal dia bukan brand ambassador merk bikini atau handuk."


"Yaahhh namanya juga cewek cantik Bang, seksi pula. Wajar kan kalo pamer begitu."


"Buat lo wajar, buat gue enggak."


"Lagian kenapa sih, Bang? Belum juga abang kenalan sama dia."


"Denger ya, Fa. Gue itu termasuk golongan cowok kalem yang enggak suka kalo ada cewek ngumbar tubuhnya kayak gitu. Emang lo ikhlas kalo pacar lo foto pake bikini atau handuk, terus dilikes dan komen sama para cowok. Yang lebih parah Fa, foto cewek lo dijadiin bacol sama mereka. Lo bisa ikhlas?"


"Kenapa jadi Alita sih Bang yang dijadiin contoh?" Rafa menaikkan nada bicaranya.


"Biar lo bisa mikir kenapa gue nolak tawaran yang lo sebut menggiurkan itu."


"Terus abang nyarinya yang kayak gimana?"


"Mau yang kayak gimana itu bukan urusan lo, udah gue bilang gue enggak.akan minta bantuan lo. Udah pergi sono, gue banyak kerjaan."


"Yeeee... dasar enggak tau terima kasih. Ntar kalo kelangkahan gue sama Eowyn nikah duluan, baru deh nyesel jadi perjaka tua."


"Ngimpi aja lo kerjaannya. Udah sana keluar! Gue pastiin semua sumpah serapah yang lo bilang ke gue tadi enggak akan terjadi." Rayyan mendorong tubuh Rafa agar keluar kamarnya.


***


Vote, likes dan comments-nya jangan lupa ya. Terima kasih 😘

__ADS_1


__ADS_2