MENIKAH

MENIKAH
S2 - Zach


__ADS_3

Happy reading 😊


***


Siang tadi, Eowyn mendapatkan pesan dari Andrew jika dia akan mengajak Eowyn mencicipi makanan untuk restorannya malam ini. Kebetulan, Andrew ada rapat dengan bagian marketing di perusahaan papanya. Akhirnya Eowyn pun mengiyakan ajakan Andrew dan tentunya dengan izin dari Zach.


Eowyn tidak merasa takut. Terlebih tmpat pertemuannya dengan Andrew adalah tempat restoran Andrew akan dibuka. Zach mengetahui lokasi itu, dengan alasan itulah ia memberi izin pada Eowyn.


Eowyn memesan sebuah taksi online untuk datang ke lokasi yang diminta Andrew. Eowyn menolak saat Andrew menawarkan diri akan menjemputnya. Tentu saja Eowyn menolak karena tidak ingin terlibat urusan terllau jauh dengan Andrew.


Melangkah dengan ragu ke sebuah bangunan yang ramai pekerja, Eowyn akhirnya memutuskan untuk menelpon Andrew. Setelah menunggu beberapa saat, Andrew keluar dan langsung tersenyum kepadanya.


"Aku pikir kamu bakal telat, ternyata kau datang lebih cepat."


Eowyn mengangguk. "Aku langsung kesini begitu jam pulang kantor selesai."


"Ayo masuk, Wyn. Dan perhatikan langkahmu. Banyak pekerja yang sedang memasang dekorasi, hati-hati jangan sampai menginjak paku atau yang lainnya." Andrew memperingatkan, lalu memimpin Eowyn berjalan menuju ke sebuah ruangan yang telah disiapkan.


"Kokiku belum menyelesaikan hidangannya, waktunya tinggal beberapa menit lagi. Duduklah dan tunggu makanan kita datang, mungkin kita bisa saling mengobrol, Wyn."


Eowyn duduk di kursi yang telah ditarik oleh Andrew, lalu mengamati suasana dan dekorasi di dalam restoran itu.


"Apa terlihat aneh?" tanya Andrew saat melihat Eowyn mengamati ruangan.


"Hmmm... enggak. Aku... cuma enggak berpikiran kalo desainnya akan bergaya industrial."


"Aku menyukainya. Ini impianku saat berada di London, membuka restoran dengan gaya industrial."


"Kenapa membuka restoran? Tante Michelle kan seorang model, Om Ryan fotografer, kenapa kamu malah terjun ke bisnis kuliner?"


"Passion-ku ada disini, Wyn. Naahh, ini dia makanannya datang." seru Andrew saat melihat para pegawainya mulai keluar dengan membawa berbagai macam menu yang telah dimasak oleh koki pilihannya.


Mata Eowyn berbinar menatap berbagai macam menu di depannya yang nampak lezat. Terlebih ini sudah waktunya makan malam, wajar jika ia merasa begitu tidak sabaran untuk mencicipinya.


"Cobalah, Wyn. Kau pasti menyukainya." Andrew menyodorkan alat makan pada Eowyn.

__ADS_1


Mereka mulai mencicipi makanan satu per satu. Andrew dan Eowyn terlalu menikmati makanan mereka, hanya suara dentingan sendok yang bertabrakan dengan piring.


"Aku suka fettuchini carbonara dan fish and chip-nya. Rasanya benar-benar luar biasa, dan porsinya juga pas." komentar Eowyn sambil menyeka mulutnya


Andrew mengangguk, mengiyakan apa yang baru saja diucapkan oleh Eowyn.


"Kau benar, Wyn. Dua makanan itu memang luar biasa. Kau mau coba hidangan pencuci mulutnya sekarang?"


"Sepertinya berat badanku akan bertambah sepulang dari sini, An."


"Hahahaha... tidak perlu khawatir. Kau akan selalu terlihat cantik, Wyn. Jika Zach mencampakkanmu karena kau berubah jadi gendut, aku akan dengan senang hari menerimamu." jawab Andrew sambil mengerlingkan matanya ke arah Eowyn.


Eowyn tahu Andrew memang pandai menggoda dan bersilat lidah seperti Rafa. Namun entah mengapa mendengar jawaban Andrew barusan membuatnya merona.


Beberapa pramusaji kembali muncul untuk membersihkan meja Andrew dan Eowyn, lalu meletakkan hidangan penutup yang semakin membuat Eowyn tersenyum lebar.


"Kau masih menyukai cokelat kan?" tanya Andrew yang diangguki oleh Eowyn.


Andrew tersenyum melihat betapa bahagianya Eowyn hanya dengan melihat berbagai hidangan penutup di meja. Andrew meraih salah satu menu dan mendorong piring itu ke arah Eowyn.


"Ini namanya chocolate sphere. Karena kamu menyukai cokelat, aku yakin kau akan langsung jatuh hati dengan dessert yang satu ini. Cokelatnya begitu lezat, belum lagi ditambah dengan remah-remah dari honey crumbs, peanut butter mouse dan caramelized nuts-nya."


Eowyn memejamkan matanya sambil tersenyum lebar. "Ini sungguh enak, An!"


"Sudah kubilang pecinta cokelat pasti akan langsung menyukainya. Segera habiskan Wyn, hidangan yang lain masih menunggu."


Eowyn mengangguk dengan senang. Keduanya lalu mencicipi hidangan dessert yang lain sambil saling memberikan pendapatnya mengenai hidangan yang mereka makan.


"Zach akan menjemputmu kemari?" tanya Andrew setelah menenggak minumannya.


"Iya, tadi dia bilang begitu." Eowyn melirik ke arah jam tangannya, dan Zach telah telat sepuluh menit.


"Aku bisa mengantarmu pulang jika Zach berhalangan datang."


Eowyn langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Tidak, An. Terima kasih. Bisa bahaya nanti jika abang tahu."

__ADS_1


"Kau masih mengkhawatirkan Rayyan?" tanya Abdrew dengan terkekeh. "Sungguh aku tidak bermaksud melakukan apapun padamu, Wyn. Aku hanya menggertak Rayyan agar melepaskan Nadine saat itu."


Andrew menjeda perkataannya, dan lengang terjadi diantara mereka beberapa saat.


"Jika saja kutahu jika akan berakibat fatal seperti ini, tentu aku tidak mengatakannya pada Rayyan kala itu. Aku menyesal. Kini hanya untuk sekedar ngobrol denganmu saja kau telah ketakutan terlebih dulu padaku. Tapi aku senang, malam ini kau terlihat gembira makan malam denganku."


"Tentu saja. Ada banyak makanan enak disini, dan bagusnya aku tidak perlu membayarnya. Bukankah begitu, An?"


Andrew menggelengkan kepalanya. "Kau harus membayarnya, Wyn."


"Benarkah?" Eowyn mengerjapkan matanya dengan cepat. Ekspresi kagetnya tentu membuat Andrew tersenyum dan merasa gemas pada Eowyn.


"Sebagai bayarannya, kau harus memelukku, Wyn. Sudah lama aku ingin memelukmu, tapi aku tidak pernah bisa."


Eowyn ssmakin kaget dengan jawaban yang diberikan oleh Andrew. Ia segera meraih tas dikursi sebelahnya, lalu berdiri.


"Aku akan membayarnya dengan uang cash, An."


"Tidak, Wyn!" Andrew mencekal tangan Eowyn yang berjalan beberapa langkah menjahui meja meraka.


"Lepaskan, An!" Eowyn mencoba menarik tangannya yang dipegang oleh Andrew, namun usahanya sia-sia. Andrew justru mengikis jarak diantara mereka dan menarik Eowyn dalam pelukannya.


"An!" pekik Eowyn sambil mendorong bahu Andrew dan lagi-lagi gagal.


"Sebentar saja, Wyn. Biarkan aku memelukmu sebentar saja." ucapan Andrew terdengar sangat lirih, namun tangannya bergerak.mengeratkan pelukannya agar Eowyn semakin menempel padanya.


Dan tanpa mereka berdua sadari, Zach menyaksikannya dari kejauhan. Alih-alih masuk ke dalam dan menarik Eowyn, Zach justru kembali ke dalam mobilnya dan menelpon Eowyn.


"Aku udah di depan, sayang." ucap Zach saat Eowyn menjawab panggilannya setelag beberapa kali berdering.


"Hm, aku akan menunggumu di depan." ucap Zaxh lagi sebelum akhirnya menutup panggilan telponnya


Zach memang cemburu. Tapi ia tidak ingin begitu gegabah. Ia akan mendengarkan penjelasan Eowyn terlebih dahulu. Karena iya yakin, Eowyn tidak akan membohonginya.


***

__ADS_1


Haiiiii... akhirnya bisa up lagi setelah kemarin sibuk sama oven dan mixer hehehehe 😅


Utangku lunas ya, hari ini aku up 2 eps. Jadi vote poinnya jangan lupa, terima kasih 😘😘😘


__ADS_2