
Ketika Audy sedang makan malam dengan
keluarganya , Lisa sedang frustasi memikirkan nasibnya kedepan , Albert dan asisten El yang sibuk mencari tahu siapa Audy sebenarnya dan siapa dalang di balik kehancuran keluarga wirawan .
Mari kita berahli pada keadaan Farrel saat ini , sesampainya di rumah Farrel di sambut oleh kedua orang tua nya dan adiknya Gaby .
"Hai kakak ." sapa Audy ketika Farrel melewati ruang tengah atau ruang kumpul keluarga .
"Hai ." sapa balik Farrel sambil sedikit tersenyum .
Oke cerita sedikit , awalnya Farrel dingin kepada keluarga nya tapi karena di ceramahin Audy akhirnya Farrel berusaha melembut dan kalau Farrel bersikap ketus , siap - siap saja ketika bertemu dengan sahabatnya Audy bakalan di ceramahin , kenapa Audy bisa tahu ? yah karena Gabylah yang melaporkan .
"Farrel kemarilah ." ucap mommynya kepada Farrel .
"Yah ." jawab Farrel sambil berjalan ke arah mommynya .
"Ada yang ingin mommy bicarakan nak ." ucap wanita paruh baya yang masih terlihat cantik tak lain dan tak bukan adalah mommynya Farrel .
"Apa yang ingin momny bicarakan , langsung saja pada intinya aku ingin istirahay ." jawab Farrel yang tak mau berbasa basi .
"Calon tunangan kamu akan segera pulang ke Indonesia nak , kamu bisa mengajak dia jalan nanti biar kalian bisa jadi lebi dekat ." ucap mommynya memberikan penjelasan pada Farrel dengan berhati - hati .
"Hmmm , gabisa Farrel sama Audy sudah buat janji selama sebulan ini ." jawab Farrel memanfaatkan nama Audy , karena kalau bersangkutan dengan nama Audy keluarganya pasti tak akan bisa membanta .
"Hmmm , kan kamu bisa bicarakan kepada nak Audy kalau kamu ingin mengajak calon tunangan mu untuk pergi bersama , pasti nak Audy akan mengerti ." jawab mommy nya berusaha mencari solusi .
"Maaf mom , bukannya wanita itu adalah orang Indonesia berarti dia punya teman dong disini , jadi tolong jangan merepotkan aku hanya untuk wanita manja seperti dirinya ." jawab Farrrel yang mulai tak suka dengan perjodohan tersebut .
"Baiklah nak , tapi kalau kamu sedang free kamu bisa kan bertemu dengan nak pricil ." ucap mommynya berusaha tenang , stelah melihat raut wajah putranya yang mulai tak suka .
"Baiklah aku akan mengajak dia untuk jalan , aku juga ingin melihat bagaimana wanita itu apa dia memiliki sopan santu atau tidak , aku akan sedikit menguji nya , kalau tidak bisa maka perjodohan ini tidak akan di teruskan , karena aku tak mau mempunyai istri yang manja serta merepotkan dan satu lagi jangan meminta bantuan Audy agar bisa membuat perjodohan ini berjalan , karena Audy tak akan mau ikut campur masalah keluarga kita ." ucap Farrel panjang lebar membuat mommy nya menelan saliva karena takut wanita yang mau di jodohkan tidak memenuhi syarat anaknya dan bantuan satu - satunya tak bisa ia gunakan untuk saat ini .
"Baiklah mommy mengerti , tapi kamu harus memberikan kesempatan untuknya yah nak ." ucap mommynya lembut .
"Hmm , baiklah ." jawab Farrel sambil mengahlikan tatapan ke arah adiknya .
"Hoyy ." ucap Farrel pada adiknya .
__ADS_1
"Hmmm , ada apa ?" tanya adiknya memicingkan mata .
"Gw mau jalan sama Audy weekend nanti , lu pasti ada acara kan , tadi Audy minta buat ajak lu tapi karena lu ada acara jadi gak jadi ngajak lu ." ucap Farrel sambil memainkan hp .
"Hei , gw gak punya acara , ikuttt hu hu hu ." teriak Gaby tak terima dengan kesimpulan yang di buat oleh kakaknya .
"Telat gw udah bilang sama Audy kalau lu gak punya waktu weekend nanti ." jawab Farrel dengan tampang meledek ke arah adiknya .
"Hei , gw pengen ikut pokoknya gw mau ikut titik ." teriak Gaby dengan emosinya , karena Farrel sudah menaiki tangga untuk berjalan ke kamar.
"Udah Gaby , kan kamu bisa telpon nak Audy ." ucap mommynya menengahi .
"Hehehe iya yah ." ucap Gaby menepuk jidatnya .
Akhirnya Gaby menelpon Audy untuk mengadu dan minta ikut , seperti anak kecil yang permennya di bawah kabur , Gaby merengek ingin ikut dan melaporkan sifat kakaknya .
"Hmm , sepertinya nak Audy bisa membantu buat perjodohan Farrel ." batin mommy Farrel .
Sementara Farrel di kamar
Farrel di kamar sedang uring - uringan sehabis mandi , dia merasa kesal karena sejak selesai dia mandi hingga stengah jam berlalu Audy masih tak mengangkat telponya dan tentu saja membuat Farrel tambah jengkel .
"Sial , awas aja tuh anak kalau ampe nelpon gak gw angkat ." gerrutu Farrel .
Sementara Audy
Audy tampak sedang berbaring dikamarnya , sambil telponan dengan seseorang , siapa lagi kalau bukan telponan dengan Gaby .
"Ohiya ." jawab Audy antusias .
"Iya , bagaimana ini kak ?" tanya Gaby pada Audy .
"Hmm , gimana yah ." jawab Audy tampak berpikir .
"Apa kau sudah lama menyukainya Gaby ?" tanya Audy penuh selidik .
"Sudah lama , tapi dia kan dingin banget ." jawab Gaby dengan nada yang sedikit sedih .
__ADS_1
"Hmmm , okay aku punya ide nih ." jawab Audy stelah mendapatkan ide tidak masuk akal .
"Hmm , apa ?" tanya Gaby mulai antusias .
"Gimana kalau kamu jadi cuek sama dingin dan jangan ngelirik dia , kalau kamu mau memperhatikannya , jangan sampai ketahuan ." jawab Audy stelah memikirkan dengan baik .
"Hmmm , apa itu akan berhasil ?" tanya Gaby sedikit ragu .
"Harusnya dia akan tertarik dengan sendirinya , karena disaat banyak wanita yang mengejar - ngejarnya , kamu malah bersikap tidak perduli otomatis dia akan tertarik pada mu , tapi aku tak tahu cara ini akan berhasil atau tidak tapi tak apa kan kamu bisa mencobanya , tak ada salahnya untuk mecoba bukan ?" jawab Audy memberi saran dan semangat untuk Gaby yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri .
"Baiklah kak ,semoga saja rencana kali ini berhasil dan dia mau buat sedikit melirik aku ." ucap Gaby dengan semangat .
"Tapi ingat yah , kamu harus siap apa pun yang terjadi nanti , kamu harus jadi wanita yang kuat dan jangan menangis hanya karena masalah kecil , jangan sampai dia mengendalikan kamu yah , kamu yang harus memegang kendali , satu lagi ingat kamu harus berhati - hati dengan orang terdekatmu , kamu masih ingat bukan kejadian yang menimpah kakak perempuanmu ini ?" ucap Audy memperingati .
"Siap kakak , terima kasih dan selamat beristirahat , lovee you , byeee ." ucap Audy sambil mematikan sambungan telepon .
"Semoga kamu gak ngerasain yang namanya terhianati Gaby , dan semoga pilihanmu juga adalah yang terbaik ." ucap Audy sambil memejamkan mata , mengingat kembali apa yang ia alami beberapa waktu lalu .
Tiba - tiba saja ingatan Audy tentang masa lalu buyar karena telpon masuk .
"Hmm , ternyata anak ini ." ucap Audy sambil mengeleng - gelengkan kepala .
"Hallo ." ketus Audy ketika mengangkat telpon .
"Hee , lu abis telponan sama siapa ha! lu tau gak gw nelpon ampe berapa kali tadi ." teriak seseorang dari sebrang telpon .
"Apaan sih , berisik banget jadi orang ." jawab Audy dengan nada kesal .
Audy dan Farrel akhirnya melanjutkan telpon , pada awalnya Farrel emang sangat kesal karena sebelumnya sahabatnya tak mengangkat telponya tapi lebi kesal ketika tahu yang menelpon sahabatnya adalah Gaby adiknya sendiri .
***Baik guys , thanks banget buat kalian semua yang masi setia buat baca novel ini , sekarang gw mohon banget nih sama kalian buat kasih jejak yang pertama yaitu Vote abis itu kalian bisa tinggalkan like dan biar aku tahu siapa kalian , kalian bisa komen dengan komentar mendukung .
Jangan lupa juga buat baca novelku yang judulnya .
"Anak orang kaya ." cerita tentang persahabatan enam anak remaja , dan akan ada kisah percintaan mereka serta kesuksesan mereka di masa depan .
"Kebahagiaan & Kehancuran ." kisah tentang masa lalu yang kelam , seorang gadis cantik yang baik dan ceria berubah menjadi gadis cantik yang dingin dan tidak banyak berbicara dan siapa sangka karena masalalu nya , membawa dia menjadi seorang mafia nomor dua di asia , please guys ini gak bakalan langsung ke cerita dia jadi cewe mafia tapi akan di mulai dari sekolah dan akan ada sedikit cerita masalalunya .
__ADS_1
Maaf bila mungkin ada salah kata , atau typo pada penulisannya , harap di maklumi yah teman - teman terima kasih atas waktunya , please tinggalkan VOTE , LIKE & KOMENTAR*** :)