
**Maafkan kesalahan teknis yang terjadi kemarin, jadinya part 2 yang keupload duluan deh. Tapi sekarang urutannya udah bener koj hehehehe...
Happy reading ya* 😊*
***
Matahari belum juga menampakkan dirinya, cuaca juga tidak begitu dingin, tapi Salma mengeluh kedinginan dan beberapa keluhan lainnya. Mual yang kembali menyerang, pusing dan juga sedikit demam, padahal ia merasa kedinginan.
"Sorry Yvone, I woke you up so early. Can you boil some gingers for me? With a lilttle bit sugar? (Maaf Yvone, aku membangunkanmu sepagi ini. Bisakah kamu merebus beberapa jahe untukku? Dengan sedikit gula?" ucap Adit yang membukakan pintu untuk Yvone.
"Of course, sir. Did something happen? (Baik, Tuan. Apa terjadi sesuatu?)" jawab Yvone sembari menyerahkan selimut tambahan yang diminta Adit.
"Salma is sick. Maybe because of yesterday's activity (Salma sakit. Mungkin karena kegiatan kemarin)"
"Ah, colds! I'll make it in the resort's kitchen, please wait a moment sir (Ah, pilek. Aku akan membuatkannya di dapur resort, tolong tunggu sebentar)"
"Okay. Do you have a medicine? For fever? (Oke. Apakah kamu punya obat? Untuk demam?)"
"Yes, we have it. But it's a local product, I'll bring it later sir (Ya, kita punya. Tapi itu produk lokal. Saya akan membawakannya, Tuan)"
"Okay, thanks a lot Yvone (Oke, terima kasih banyak Yvone)"
"Never mind, sir (Sama-sama, Tuan)"
Adit kembali ke kamarnya dengan membopong selimut tambahan, lalu menyelimutkannya pada tubuh Salma yang telah terbungkus selimut.
"Masih menggigil?" tanya Adit sembari berbaring dan memeluk Salma yang meringkuk didalam selimutnya.
Salma hanya mengangguk.
"Aku udah minta Yvone untuk bikin jahe anget sama minta obat demam. Sabar ya, nanti habis minum air jahenya pasti udah ga dingin lagi" Adit mengecup kepala belakang Salma.
"Kayaknya kemarin kita kelamaan main air, kamu juga ga banyak makan, jadinya masuk angin. Hari ini kita disini aja ya, biar enakan dulu badannya"
"Pergi siangan aja gapapa, mas. Paling juga udah sehat" jawab Salma dengan suara seraknya.
"Enggak ada bantahan, kamu harus sehat dulu Sal. Baru kita bisa lanjut jalan-jalannya. Perjalanan balik dari sini ke rumah itu lama Sal, aku ga mau kamu kenapa-napa selama perjalanan"
"Tapi kalo besok udah enakan, beneran jalan-jalan ya"
"Hahahaha... iya, sayaaaaang... masih mau selimut lagi ga?"
__ADS_1
"Enggak mas, ini udah ga begitu kerasa lagi kok dinginnya"
"Oke, kita tunggu Yvone dulu"
🍀
Seharian itu, Adit dan Salma menghabiskan waktu di pondoknya. Kondisi Salma berangsur membaik, meskipun hanya bisa beraktifitas di dalam pondok ssaja Sesekali Yvone mencuri-curi kesempatan untuk memotret kebersamaan Adit dan Salma. Dengan diserahkannya kamera Adit padanya, berarti ia mempunyai kewajiban untuk mengabadikan setiap moment yang terjadi pada majikannya di pondok itu. Meskipun hanya memotret ketika Adit sedang menyuapi Salma, membantu Salma mengucir rambutnya, juga moment saat keduanya bercerita sambil tertawa.
Hari selanjutnya Adit dan Salma memutuskan untuk memulai hari dengan berjogging bersama. Setelahnya mereka melakukan spa dan bersepeda santai sambil menunggu waktu matahari terbenam.
"Yvone, have you prepare our dinner? (Yvone, apakah kamu telah menyiapkan makan malam?)" ucap Adit pada walkie talkie-nya.
Disini, setiap pengunjung dibekali dengan walkie talkie untuk memudahkan berkomunikasi dengan para bure mama jika membutuhkan sesuatu.
"Almost done, sir (Hampir selesai, Tuan.)"
"What are the menus, Yvone? (Menunya apa, Yvone?)" seru Salma sambil berusaha merebut walkie talkie yang Adit pegang.
"As your request, ma'am. I cooked rib eye steak with blackpepper sauce, mashed potatoes, asparagus soup (Sesuai permintaanmu, Nyonya. Saya memasak steak rib eye dengan saus blackpepper, kentang tumbuk dan sup asparagus)"
"Whoaaaa... thanks a lot, Yvone. You made me drool (Whoaaaa... terima kasih banyak, Yvone. Kamu membuatku mengeluarkan air liur)"
"Hahahaha... the food is waiting for you, ma'am (Hahahaha... makanannya menanti Anda, Nyonya)"
"My pleasure, ma'am (Dengan senang hati, Nyonya)" Salma menyerahkan walkie talkie-nya pada Adit.
"Kita ga boleh ngelewatin sunset disini, mas. Nanti kao kita udah balik, pasti akan susah banget kita punya waktu untuk ini" ucap Salma sembari menggandeng Adit menyusuri pinggir pantai.
Adit mengangguk. "Sisa besok pagi kita disini, rasanya kurang banget waktu kita untuk honeymoon disini"
"Gapapa, kita bisa jalan-jalan lagi nanti. Enggak harus kesini" Salma melepaskan genggaman tangan Adit dan berlari kecil menuju gulungan ombak yang akan mendekat. Namun dengan cepat Adit meraih pergelangan tangan Salma dan menariknya ke pinggir.
"Jangan main air lagi, kamu baru aja sembuh"
"Hehehehe ... iya mas, maaf"
🍀
Salma menggeliat, mencoba membebaskan diri dari kungkungan lengan Adit yang terus saja melingkar ditubuhnya. Saat lengan kekar itu berhasil disingkirkan, Salma berusaha untuk bangun dari tidurnya. Melihat ke sekeliling untuk mencari letak bajunya yang berserakan di lantai.
"Tidur lagi, Sal. Ini masih terlalu pagi" gumam Adit.
__ADS_1
"Aku mau pipis, mas"
"Yaudah, tapi abis itu balik tiduran lagi disini" jawab Adit sembari menyibakkan selimut.
Salma menggelengkan kepalanya, lalu turun dan bergegas menuju kamar mandi dengan melewati baju-baju yang berserakan di lantai. Setelah selesai dengan hajatnya, Salma keluar dengan mengenakan bathrobe dan kembali lagi ke ranjang sesuai dengan permintaan Adit.
"Dingin?" tanya Adit yang baru saja melingkarkan tangannya pada perut Salma.
"Enggak, cuma risih aja berkeliaran di kamar sambil ga pake baju" Salma terkekeh dengan perkataannya.
"Memangnya kenapa? Kan cuma ada aku disini, kita udah saling lihat" jawab Adit dengan menarik tali bathrobe yang terikat itu.
"Salah deh ngomongnya, tau gitu aku iyain aja pas mas Adit bilang dingin"
"Telat!" tangan Adit menelusup ke dalam bathrobe dan kembali menarik Salma dalam pelukannya. "Tidur lagi, hari ini kita keluar agak siang aja. Aku mau ngajakin kamu kayak sama naik kuda" sambung Adit.
"Kuda... beneran kan mas?"
Adit membuka matanya dan tergelak. "Kamu maunya kuda beneran atau kuda yang kayak semalem?"
"Mulai deh!" seru Salma dengan mendorong dada Adit.
🍀
Setelah selesai dengan kegiatan terakhir mereka di Turtle Island dan makan malam, Salma dan Adit mulai membereskan barang-barang mereka ke dalam koper. Barangnya belum beranak pinak, masih sama dengan barang yang mereka bawa saat tiba disini. Mereka berencana membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang di Fiji sembari menunggu waktu penerbangan tiba.
Perjalanan pulang diawali dengan menumpangi pesawat amfibi yang akan membawa mereka menuju Fiji. Lalu kemudian menaiki mobil yang telah dipesan Adit untuk mengantar ke Jack's of Fiji, sebuah toko yang menjual berbagai macam souvenir khas Fiji. Dan perburuan oleh-oleh pun, dimulai!
"Sehat kan, Sal?" tanya Adit sesaat setelah memasuki mobil yang akan mengantar mereka ke bandara.
Salma mengangguk. "Cuma perut agak kembung gitu, mas. Mungkin karena kemarin terlalu asik main kayak"
"Mau beli obat dulu?"
"Enggak usah, aman kok. Ini kan cuma kembung"
"Nanti kalo kenapa-napa bilang ya, jangan cuma diem aja kayak pas berangkat kemarin"
"Iyaaaa... oiya mas, nanti baliknya ke rumah mama Mei aja ya. Kan lebih deket sama bandara, biar lebih cepet sampai rumahnya"
"Oyaudah, nanti pas transit di Aussie aku kabarin mama. Biar mbak Tini bisa bersihin kamarnya dulu"
__ADS_1
Salma mengangguk. "Thank you for all the special things you do to me" Salma memeluk tubuh Adit dari samping.
"No need to say that, sayang. I'll do anything for you" jawab Adit dengan membalas pelukan Salma dan mengecup puncak kepalanya.