MENIKAH

MENIKAH
Peringatan


__ADS_3

Salma mengerjapkan matanya mendengar bunyi alarm ponselnya yang berdering. Ia berusaha bergerak, melepaskan diri dari dekapan Adit.


"Udah diem aja" ucap Adit dengan suara khas bangun tidurnya. Lalu meraih ponsel Salma yang ada dimeja samping kasur dan mematikannya. Tangannya kembali menarik tubuh Salma dalam pelukannya.


"Tidur lagi, hari ini enggak usah masak. Aku masih pengen kayak gini" ucap Adit sambil memejamkan matanya kembali dan mengecup puncak kepala Salma.


"Kalo tidur lagi, nanti kita bisa telat mas"


"Enggak masalah"


"Mas Adit yang enggak masalah, aku yang masalah. Bisa kena marah pak Fathur karena berangkat kerja seenaknya"


"Biar aku beli sekolahnya pak Fathur" jawab Adit asal.


"Hahahaha... ayolah mas, kita juga belum mandi dan subuhan"


Adit merubah posisinya dengan menindih Salma. "Kita olahraga pagi dulu sebentar, oke?" ucapnya lalu mencium bahu telanjang Salma.


"Hahahaha... sebentarnya mas Adit itu berapa lama? Semalem juga bilangnya sebentar tapi nambah mulu"


"Kali ini 1 ronde aja, aku seriusan"


Tanpa menunggu jawaban dari Salma, Adit segera memulai paginya dengan olahraga favoritnya. Dan sesuai janji, hanya 1 ronde. Meskipun setelahnya berlanjut dengan kebersamaan yang intim di kamar mandi, sebelum akhirnya mereka beribadah dan aktifitas masing-masing.


Ting....


Sebuah notifikasi pesan muncul pada layar ponsel Salma yang diletakkan dimeja makan, Adit yang sedang sarapan roti melirik ke arah ponsel istrinya. Keningnya berkerut saat membaca sebuah nama yang muncul.


"Rama?" batin Adit.


Adit meraih ponsel Salma dan membaca sekilas pesan masuk tersebut. Hanya pesan undangan reuni, Adit lalu meletakkan ponsel Salma dan kembali menikmati rotinya.


"Ada undangan reuni tuh, Sal" ucap Adit saat Salma baru saja keluar kamar mandi.


"Oiya?" Salma segera meraih ponselnya dan membaca pesan masuk. "Iya, reuni SMA" sambungnya.


"Kamu mau datang?"


"Hmm... nanti tanya Arga dulu, mas"


"Kenapa harus tanya Arga?"


"Biar kalo datang ada temennya"


"Kan aku bisa nemenin" Adit menjeda perkataannya untuk minum jus. "Kamu punya suami, ngapain harus minta ditemenin cowok lain?"

__ADS_1


"Enggak gitu maksudku mas, aku takut kalo nanti ganggu kerjaannya mas Adit"


"Tapi aku ga ikhlas kalo kamu pergi reuni dengan cowok lain. Kamu udah jadi makin cantik dibanding saat SMA dulu, aku ga mau cowok-cowok ganjen yang ga tau kamu udah nikah pada deketin kamu"


Salma tersenyum simpul. "Maaf, mas. Tapi... aku juga ga mau temen-temen cewek yang lain pada heboh karena liat suamiku yang super tampan ini" jawab Salma dengan tangan terulur menangkup pipi Adit.


"Yaudah, kalo gitu ga usah pergi reuni. Kita kencan lagi aja kayak kemarin"


"Boleh. Staycation aja gimana mas?"


"Oke, nanti kita atur" ucap Adit yang kemudian mengecup bibir Salma. "Rabu malam besok Ryan sama Michelle ngundang kita ke apartemen mereka untuk makan malam, kamu bisa kan?"


"Aku sih selalu bisa, mas Adit tuh yang bisa atau enggak"


"Hahahaha... bisalah, aku cuma lembur hari ini doang. Oke?"


🎎🎎🎎🎎🎎


"Nisa mana, Ga?" tanya Salma ketika Arga baru saja masuk common room untuk makan siang.


"Makan siang sama department math, ngebahas soal ujian semester"


"Oohhh..."


"Sal..."


"Minggu lalu lo ketemuan sama Rama?"


Salma menganggukkan kepalanya. "Kenapa?"


"Lo mending jauhin dia deh, ga usah ketemuan lagi sama dia"


Salma mengernyitkan dahinya. "Ada apaan sih, Ga?"


"Ga usah pura-pura, lo tau arah omongan gue bakal kemana" ucap Arga sedikit menaikkan nada bicaranya.


Salma menghela nafasnya, lalu meraih tisu untuk mengelap mulutnya. "Gue tau. Soal pertemuan minggu lalu, gue terpaksa mau karena dia bilang mau ngomongin sesuatu yang penting"


"Dia nembak lo?"


"Bukan nembak, Arga. Gue kan udah bersuami"


"Dia nyatain perasaannya ke elo kan? Itu namanya ditembak, Sal"


"Ya kan nyatain doang, Ga. Gue juga enggak ngerespon. Sama...."

__ADS_1


"Sama apaan?" Arga menyela perkataan Salma dengan cepat.


"Dia ngasih sesuatu, itu barang yang mau dikasih dia ke gue dari SMA dulu"


"Suami lo tau?"


Salma menganggukkan kepalanya. "Gue sebenernya juga males ketemu dia, Ga. Tapi ga enak juga kalo mau nyuekin, dia juga ga ada salah apa-apa sama gue"


Arga meletakkan sendoknya dan tersenyum kecut. "Gue bilangin sekali lagi ya Sal, lo mending jauhin dia. Jangan sekalipun ada kontak sama dia"


"Gue tau Ga, gue bisa jaga diri"


"Kemarin dia ikutan nongkrong sama anak-anak, ketemu gue cuma buat ngorek informasi tentang lo. Gue ga mau nanti denger cerita dari lo atau Nisa kalo lo sama suami berantem karena Rama"


"Hahahaha... apaan sih, Ga? Gue kan udah bilang gue enggak ngerespon dia, dia juga tau kalo gue udah nikah. Gue yakin Rama enggak akan senekat itu"


"Ga usah ngomongin seseorang yang cuma lo tau sekilasnya doang, Sal"


Salma menghela nafasnya, lalu menyenderkan punggungnya disandaran kursi. "Lo ngomong kayak gini seolah-olah gue bakal selingkuh sama Rama, Ga"


"Gue cuma ngasih tau lo, Sal. Biar lo hati-hati"


"Pada ngobrolin apaan sih? Serius amat" ucap Nisa yang baru saja masuk ke common room.


"Lo ademin Arga tuh Nis, bawaannya emosi mulu" ucap Salma sembari merapikan alat makannya dan beranjak meninggalkan Arga dan Nisa.


Arga mendengus kesal, selera makannya hilang begitu saja.


"Ada apa sih Ga?"


"Enggak ada apa-apa" jawabnya dengan gelengan kepala. "Udah selesai rapatnya?"


"Udah. Habisin gih makannya, bentar lagi mau jam masuk kelas. Mau disuapin? Hahahaha"


"Kamu ga liat ada Malik disana, ntar dia cemburu loh" goda Arga.


"Mulai deh, ntar aku beneran sama Malik gimana?"


"Berani? Mau aku cium disini?" bisik Arga sambil mengerlingkan matanya ke arah Nisa.


"Yaa Allah mesumnyaaaa... bisa-bisanya di sekolah kepikiran kayak gitu. Beneran ga waras kamu, Ga" kata Nisa lalu keluar common room meninggalkan Arga.


***


Jangan lupa like dan comment-nya ya 😘

__ADS_1


Yang belum baca Cupcake's Love, boleh mampir dulu untuk baca ceritanya. Terimakasih 😊


__ADS_2