
Mungkin karena ketulusan hati Reza yang ingin benar-benar meminta maaf, dan juga memperbaiki sesuatu yang sudah ia rusak, maka Audypun mau memaafkan kesalahan Reza, bahkan mereka menjadi cukup dekat, tapi sesuai yang Reza katakan dia tidak berharap bisa kembali seperti dulu lagi, Reza hanya ingin menjalani hubungan pertemanan yang baik dengan Audy.
"Ohiya, kenalin gw ke sahabat lu dong." Pintah Reza, Reza sebenarnya sedikit ragu tapi ia mencoba untuk memberanikan diri.
"Boleh kok, tunggu sebentar lagi yah." Jawab Audy, Audy mengijinkan untuk Reza berkenalan dengan Farrel, tapi dia juga takut melihat reaksi Farrel, Karena Audy sudah menceritakan masa lalu kepada Farrel.
Audy dan Reza akhirnya menunggu hingga beberapa saat, sampai akhirnya Farrel selesai dan menghampiri Audy.
"Ehem." Dheman Farrel, sebagai sapaan untuk Audy.
"Udah ?" Tanya Audy singkat.
"Yah." Jawab Farrel tak kalah singkat.
"Kenalin ini Reza." Ucap Audy pada Farrel.
"Nah, Reza ini Farrel." Ucap Audy lagi.
Akhirnya keduanya berjabat tangan sebagai tanda perkenalan atau pertemuan pertama.
"Dia siapa lu Au ?" Tanyaa Farrel sedikit berbisik.
"Dia orang yang waktu itu gw ceritain." Jawab Audy, Audy sebenarnya takut untuk memberi tahu Farrel, tapi Audy menutupi rasa takut dengan memasang wajah datarnya.
Sedetik, dua detik, sepuluh detik, tiga puluh detik, Farrel masih diam dan mencerna jawaban yang Audy berikan, tepat semenit tatapan santai berubah menjadi tajam, Aura yang yang Farrel keluarga menjadi sangat mencengkram, muka Farrel merah padam, tangannya mengepal.
Semua perubahan ekspresi dari Farrel tak luput dari penglihatan Reza, Audy menggenggam erat tangan Farrel, ia tak mau terjadi keributan di tempat ramai, apa lagi menjadi penyebab dari terjadinya keributan.
"Apa mau lu ?" Tanya Farrel, Farrel menekan setiap kata yang keluar dari mulutnya, tatapan tajam dan aura dingin yang dikeluaran Farrel sangat kental.
"Gw cuma mau minta maaf sama Audy." Jawab Reza, Reza berusaha menutupi rasa takutnya dengan memasang wajah datar.
"Jauh-jauh dari Audy, jangan pikir setelah apa yang udah lu lakuin, lu bisa kembali lagi sama Audy." Ucap Farrel, nada bicara yang terdengar sinis, serta tatapan tajam.
"Udah Farrel, dia cuma minta maaf doang kok." Ucap Audy, Audy menggengam erat tangan Farrel, Audy takut jika emosi Farrel akan meledak.
__ADS_1
"Diam Audy." Ucap Farrel sedikit menurunkan intonasi suaranya.
"Iya, gw cukup tahu diri kok." Ucap Reza.
"Baguslah kalau gitu, mending sekarang lu pergi dari sini." Jawab Farrel.
"Yaudah, gw cabut dulu." Ucap Reza berpamitan.
"Hmm." Singkat dari Farrel, Farrel tetap tak bisa untuk luluh, Tatapan Farrel tak berubah sama sekali.
Setelah itu Reza langsung meninggalkan Audy dan Farrel, Reza tidak ingin memperkeruh suasana, ia memilih untuk menghindar, Reza sadar bahwa emosi dari Farrel, bukan menurun malah meningkat.
"Huft, bagaimana bisa jadi seperti ini, apa yang akan terjadi jika harimau itu tahu, kalau aku dan Audy akan sering bertemu karena urusan pekerjaan, apa dia akan membunuhku, dan kenapa juga Audy bisa berteman dengan harimau kutup es itu." Batin Reza.
"Baiklah, Farrel bahkan bertingkat jiwa posesifnya, dan bagaimana kalau sampe dia tahu, kalau gw sama Reza bakalan sering buat ketemu karena urusan pekerjaan, mungkin akan cukup bahaya jika Farrel sampe tahu, huft Farrel, entah haruz bersyukur dan terharu atau harus tersiksa punya sahabat yang overprotetif kayak lu." Batin Audy.
"Cih, berani banget cowo itu buat nampakin diri di depan Audy, apa dia belum cukup udah mainin Audy, liat aja, kalau sampe Audy nangis gara-gara anak itu, gw gak bakalan pernah buat lepasin dia, mungkin hari ini dia beruntung karena ketemu gw di dalam mall, kalau gak di mall, udah gw hajar dia." Batin Farrel.
"Farrel udah dong." Ucap Audy, Audy tahu sahabatnya masih marah ketika bertemu dengan Reza.
"Udahlah, gak boleh jadi orang pendendam, lagian dia gak niat jahat juga sama kita." Ucap Audy.
"Tapi, dia yang udah buat lu menderita selama ini." Jawab Farrel tetap kekeh pada pendirian.
"Gak ada salahnya buat maafin dia." Ucap Audy.
"Yah, yah menurut lu emang gak ada salah, tapi menurut gw, itu adalah masalah." Jawab Farrel.
"Ayolah, gak usah di inget, sekarang kita seneng-seneng aja dulu." Ucap Audy, Audy berusaha mengahlikan kekesalan dari Audy.
"Huft." Terlihat Farrel membuang nafas secara kasar.
"Ayo sekarang kita lanjutin jalan." Ucap Audy.
"Iya, iya, sekarang lu mau kemana ?" Tanya Farrel.
__ADS_1
"Gimana kalau kita main di timezone ?" Usul Audy.
"Yaudah, yuk langsung aja kita ketempatnya." Jawab Farrel menyetujui usulan dari Audy.
Audy dan Farrel memang sering menghabiskan waktu di Timezone atau tempat sejenisnya, untuk sekedar menghabiskan waktu, mengisi waktu luang, menghilangkan penat, melampiaskan masalah, atau menyenangkan diri.
"Farrel." Ucap Audy.
"Yah." Jawab Farrel, Farrel sama sekali tak menatap Audy karena fokus bermain, tapi Farrel mendengarkan dengan baik.
"Ada yang perlu kita omongin." Ucap Audy terdengar serius, Farrel yang menyadari Audy berkata dengan serius, ia segera berhenti bermain dan langsung menatap Audy penuh tanya.
"Apa ?" Tanya Farrel singkat.
"Tadi gw udah ketemu sama Reza, dan Reza bilang .." Ucapan Audy menggantung.
"Apa yang dia katakan ?" Tanya Farrel merasa penasaran.
"Dia dapat info kalau Pricil udah balik ke Indonesia, tapi dia gak tahu kapan tepatnya." Ucap Audy menjelaskan, ia berharap Farrel mengerti kemana arah pembicaraannya.
"Apa maksud lu, Pricil yang mau jadi tunangan gw, dan Pricil yang mantan sahabatnya mereka adalah orang yang sama ?" Tanya Farrel, Farrel seolah tahu apa isi dari pemikiran Audy.
"Yah gw rasa begitu, tapi semoga aja enggak." Ucap Audy sambil menaikan kedua bahunya.
Audy merasa sangat penasaran dengan sosok calon tunangan sahabatnya, ia jelas tidak mau sahabatnya berdampingan dengan manusia ular bermuka dua, Audy bukan dendam kepala Pricil, tapi hati Audy yang tidak ingin sahabatnya bersama dengan penghianat.
Farrel juga tampak memikirkan sesuatu, Farrel sendiri tidak mau jika harus berdampingan dengan wanita yang bermuka dua.
"Oke, apa sebaiknya gw ketemu sama tunangan lu ?" Tanya Audy memecah keheningan.
"Dia bukan tunangan gw." Protes Farrel ketus, Farrel sangat tidam menyukai wanita yang bernama Pricil,
"Iya deh iya, tapikan emang benar, sebentar lagi lu bakalan tunangan, abis tunangan lu bakalan nikah, abis nikah bakalan punya debay deh." Ucap Audy asal.
"Audy." Ucap Farrel penuh penekanan, wajahnya merah padam mendengar penuturan dari Audy.
__ADS_1
Baik-baik, terima kasih udah baca, sampai jumpa di episode berikut :)