
6 Bulan berlalu .
Sekarang sudah enam bulan Audy kuliah di Indonesia . Audy sendiri merasa mulai merasa nyaman dengan kehidupan baru yang dia jalani saat ini , penampilan dengan sepasang kacamata bulat dan di kuncir dua , tapi mau atau tidak Audy harus kembali menjadi dirinya sendiri , tapi pada pagi yang indah ini Audy tampak gelisah , bagaimana caranya untuk menjelaskan kepada sahabatnya Farrel , sehingga pada akhirnya Audy memutuskan untuk menelpon Farrel .
Tut .. tut .. tu..t
“Hallo Farrel , lu dimana .” tanya Audy pada sahabatnya .
“Kenapa emang ?.” tanya balik Farrel pada sahabatnya .
“Ada yang mau gw bicarain sekalian ada sesuaru yang harus lu liat .” ucap Audy sedikit ada keraguan.
“Apaan .” tanya Farrel merasa penasaran dengan apa yang ingin Audy perlihatkan .
“Liat foto yang gw send barusan . “ suru Audy kepada Farrel .
“Terus ?” tanya Farrel yang masih belum mengerti maksud dari sahabatnya .
“Sekarang lu harus ke rumah gw oke .” ucap Audy sambil memutuskan sambungan telepon .
Audy memutuskan untuk tak membicarakan hal tersebut melalui panggilan telepon dan meminta sahabatnya untuk datang ke rumah , tak berselang satu jam akhirnya terdengar suara bel berbunyi , dan sudah bisa di pastikan kalau orang yang menekan bel itu adalah tamu yang dinantikan Audy .
“Ngapain lu suru gw kesini.” Tanya Farrel dengan nada dingin dan muka datar .
“Kalau tiba-tiba penampilan gw berubah , lu masih mau gak jadi sahabat gw . “ ucap Audy ragu dengan jawaban yang akan di ucapkan oleh sahhabatnya .
“Cukup jadi diri sendiri , jangan berubah karena dengerin ucapan dan omongan orang lain yang tidak penting .” jawab Farrel memberikan nasehat kepada sahabatnya yang tampak menyembunyikan sesuatu dari nya .
“Tapi lu harus janji dulu buat gak marah .” ucap Audy memastikan .
“Iya .” jawab Farrel singkat tapi tegas .
“Terus menerus kita bakalan tetap menjadi sahabat kan ? .” tanya Audy sambil menunduk .
“Astaga Audy , iya kita bakalan tetap jadi sahabat , gak akan ada yang berubah .” jawab Farrel yang mulai kesal dengan pertanyaan – pertanyaan yang di ucapkan oleh sahabatnya .
“Oke , tunggu sebentar yah . “ ucap Audy .
“Bi,,, tolong kasih cemilan ke temen Audy yah .” ucap Audy sebelum benar -benar pergi .
__ADS_1
Setelah hampi satu jam menunggu Audy , Farrel tampak mulai kesal karena di tinggal sendiri , dan secara tiba – tiba masuk ibu – ibu yang masih tergolong kategori cantik atau bisa di sebut mama muda .
“Hallo , kamu siapa yah.” ucap wanita tersebut .
“Hallo tante , nama aku Farrel saya temennya Audy .” ucap Farrel sambil tersenyum ramah .
“Ohhh , jadi kamu yang namanya Farrel .” ucap wanita tersebut sambil memperhatikan dari atas sampai bawah , melihat detail pakaian serta penampilan Farrel .
“HEHE iya tan .” ucap Farrel canggung karena di perhatikan dari atas sampai bawah .
“Perkenalkan nama saya Anastasia , saya mamanya Audy , kamu bisa panggil saya tante Anas .” ucap wanita yang bernama Anastasia atau bisa di bilang mamanya Audy .
“Senang bisa bertemu dengan tante .” ucap Farrel sambil tersenyum .
“Iya , saya juga senang bisa kenal sama teman Audy .” ucap Anastasia .
“Lalu dimana Audy nak Farrel .” tanya Anastasia yang tak melihat putrinya .
“Hmmm , tadi dia hanya suru saya nunggu disini , mungkin Audy lagi ke kamarnya .” jawab Farrek .
“Baiklah , kamu tunggu sebentar yah .” ucap Anastasia langsung menuju ke kamar putrinya .
“Astaga bagaimana ini , apa dia akan berhenti menjadi sahabat gw .”
“Hmmm Farrel paling gak suka di bohongin .”
“Bagaimana gw jelasinnya , apa dia bakalan ngamuk setelah tau semua .”
“Jangan – jangan Farrel bakalan jadi gunung es beneran lagi .”
“Ahhh damn seharusnya gw gak sembunyiin ini dari Farrel .”
Di tengah banyak nya pertanyaan tiba-tiba saja pintu kamar Audy terbuka dan tampak sosok wanita yang masuk dan berjalan kearah Audy .
“Sayang kamu kenapa disini , teman kamu lagi di bawah loh.” Ucap Anastasia lembut kepada putrinya .
“Apa menurut momy Audy salah selama ini .” tanya Audy yang mulai tak percaya diri .
“Kenapa salah , bukannya anak momy selalu baik .” jawab Anastasia .
__ADS_1
“Tapi Audy udah bohongin sahabat Audy .” ucap Audy merasa bersalah .
“Tidak apa – apa dia pasti mengerti .” ucap Anastasia kepada putrinya , Anastasia melihat penyesalan dan kesedihan dalam mata putrinya .
“Dia pernah bilang kalau dia tidak suka sama pembohong , Audy udah bohongin Farrel .” ucap Audy yang mulai meneteskan air mata .
“Udah kamu temui dulu .” ucap Anastasia .
Setelah berbicara cukup lama dan Anastasia akhirnya bisa menyakinkan putrinya kalau semua akan baik – baik saja , meskipun Anastasia sendiri merasa sedikit ragu , karena melihat dan mendengar cerita persahabatan antara putrinya dan Farrel bisa di pastikan mereka tidak pernah saling berbohong dan selalu saling percaya .
“Hallo Farrel .” ucap Audy gugup .
“Mohon maaf , kamu siapa .” tanya Farrel yang tak mengenali Audy .
“Audy , kenapa kamu tak mengenali ku .” ucap Audy yang langsung merasa sedih .
Diam – diam dari atas Anastasiaq memperhatikan mereka sambil berharap semoga tidak terjadi masalah .
“Hmmm , kenapa kamu berpenampilan seperti ini ,kan sudah aku katakan tidak usah mendengarkan omongan orang lain , kamu cukup jadi diri kamu sendiri .” ucap Farrel tampak kesal karena sahabatnya tak mau mendengarkan sahabatnya dan mala mendengar ucapan omong kosong dari orang lain .
“Bukan , penampilanku yang sebenarnya emang seperti ini .” ucap Audy sambil menunduk dan menahan air mata yang mulai melewati pertahanannya .
“Apa maksud dari semua ini Audy , apa lu sedang mainin gw .” tanya Farrel yang merasa sudah di bohongi .
“Bukan seperti itu . tapi karna gw nyari sahabat yang nerima gw apa adanya dan gak nilai gw dari penampilan aja , gw juga pengen punya sahabat yang tulus sayang sama gw bukan karena yang lain – lain , maaf .” ucap Audy sambil terbata – bata menahan air matanya .
“Maafin gw Au . “ ucap Farrel merasa bersalah telah memarahi sahabatnya .
“Apa kamu masih mau bersahabat denganku ?.” tanya Audy .
“Tentu saja .” jawab Farrel sambil tersenyum .
“Peluk .” ucap Audy sambil merentangkan tangan dan Farrel pun langsung memeluk sahabatnya .
“Ehmmm , kenapa ? kok ada yang peluk-peluk ?.” tanya Anastasia yang sudah berdiri di dekat dua anak remaja tersebut , sehingga akhirnya Audy melepaskan pelukannya dari Farrel .
“Yah sudah ayo kita makan dulu .” ajak Anastasia kepada putrinya .
Akhirnya mereka bertiga makan bersama sambil bercanda dan bercerita tentang pengalaman dan masalalu yang pernah mereka jalani .
__ADS_1
Terima kasih untuk kalian semua yang udah setia ngedukung novel ini , buat kalian yang baca ini semoga gak ada bosen - bosennya dan semakin penasaraan , Terima kasih atas waktunya .