
Setelah perjalanan sekitar empat puluh menit, akhirnya Audy tiba di perusahaan, Audy memasuki lobby kantor dengan penuh wibawa, mengeluarkan aura dingin serta mengintimidasi, membuat siapa pun yang berlewatan dengannya menyempatkan diri untuk membungkukkan badan, Audy pun merespon dengan anggukan kecil.
Audy yang sedang kesal membuat sekitar merasa sulit bernafas, Audy bakan mengeluarkan tatapan membunuh, membuat siapa saja menciut ketika beradu tatap dengan Audy.
"Huft, kakek sama daddy masih aja nguji gw." Ucap Audy dengan wajah yang di tekuk.
"Hmm, sepertinya aku harus sedikit memberi mereka pelajaran." sambung Audy kembali.
Setelah sampai, tak lama kemudian tepatnya sekitar dua puluh menit setelah Audy sampai, kakeknya pun sudah tiba di kantor.
"Apa kalian melihat cucu saya tadi?" Tanya kakek Alfa pada resepsionis tersebut.
"Nona Audy, sudah datang sekitar dua puluh menit yang lalu tuan." Ucap resepsionis menunduk hormat.
"Baik, terima kasih." Ucap kakek Alfa, dan langsung memasuki lift khusus, untuk presdir.
Sesampainya di lantai atas, kakek Alfa dapat melihat Audy yang sudah bergulat dengan berkas-berkas, bahkan kakek Alfa sedikit tersenyum melihat itu.
"Kamu sudah dewasa sekarang, kakek bangga sama kamu, semoga kamu bisa meneruskan semua yang sudah kakek bangun." Ucap kakek Alfa sambil menatap Audy.
Sesampainya di ruangan kakek Alfa, Alfa langsung duduk dan memejamkan mata.
"Sepertinya waktuku tinggal sedikit lagi, aku akan menghabiskan waktuku dengan Audy, Alex dan Anastasia, setelah itu aku bisa bertemu dengan Alexa." Ucap kakek sambil menitikan airmata.
Tok, tok,, tok,,,
"Masuk." Ucap Alfa.
"Permisi, sepuluh menit lagi ada rapat pemegang saham." Ucap Audy menjelaskan maksud tujuannya datang ke ruangan Alfa.
"Baik, segera bersiap kita akan ke ruang metting lima menit lagi." Ucap kakek Alfa.
"Baik." Ucap Audy.
"Kakek, apa kakek ada masalah?, kenapa kakek menangis?" Tanya Audy yang menatap wajah kakeknya seperti baru habis menangis.
"Tidak, kakek tidak ada masalah, sekarang bersiaplah kita akan segera metting bukan." Ucap kakek Alfa sambil tersenyum.
"Baiklah kek, tapi kalau ada apa-apa, langsung kasih tahu Audy yah." Ucap Audy sambil tersenyum, setelah mengatakan itu Audy langsung beranjak pergi dari ruangan kakek Alfa.
"Bahkan senyumnya sama sepertimu alexa, aku sangat merindukanmu." Ucap kakek Alfa, yang merasa sedih.
Buat nyonya besar trisumajaya, atau nyonya Alexa, beliau telah meninggal setelah menlahirkan Alex trisumajaya, senyum beliau memang sama dengan senyum Alexa dan Alex, itu sebabnya kakek Alfa sangat menyayangi Audy.
lima menit berlalu.
__ADS_1
"Permisi." Ucap Audy sopan.
"Masuk." Ucap kakek Alfa.
"Kita akan segera menuju ruang metting tuan." Ucap Audy sopan dan stengah menunduk.
ketika memasuki ruangan metting, semua orang yang ada menunduk hormat ketika melihat kedatangan tuan Alfa Trisumajaya, dan mereka juga penasaran dengan gadis yang dibawah oleh tuan besar mereka.
"Selamat pagi." Ucap kakek Alfa lantang dan tegas.
"Selamat pagi tuan." Ucap mereka bersamaan.
"Silakan duduk kembali." Ucap kakek Alfa.
"Baiklah, karena semua sudah ada disini, kita langsung saja mulai." Ucap kakek Alfa sambil menatap orang-orang yang ada di ruangan tersebut.
"Baik tuan." Ucap mereka bersamaan.
"Baiklah, yang pertama kita akan membahas mengenai keuangan, mulai dari pemasukan dan pengeluaran." Ucap kakek Alfa sambil menatap tajam ke arah bendahara atau direktur keuangan.
"Bla,,,blaa,,blaa." Sekian tuan dan terima kasih, ucap wanita tersebut.
"Baik, karena tidak ada masalah kita lanjut untuk bagian pemasaran dan promosi." Ucap kakek Alfa.
Setelah semua sudah selesai mempresentasikan hasil kerja mereka selama tiga bulan, Akhirnya Alfapun menjelaskan mengenai wanita asing yang ada di depan mereka.
"Baiklah, karena semua sudah selesai, saya ingin memperkenalkan kalian dengan wanita yang berdiri di samping kanan saya." Ucap kakek Alfa sambil menatap Audy, begitupun yang lain ikut menatap Audy.
"Ehem, ini adalah cucu satu-satunya saya, namanya Audy Trisumajaya, dia adalah pewaris kerajaan bisnis keluarga Trisumajaya." Ucap Kakek Alfa.
"Audy, apa ada yang ingin kamu sampaikan?" Tanya kakek Alfa.
"Ehemm, baiklah terima kasih sebelumnya atas kesempatan yang diberikan, pertama-tama seperti yang kalian ketahui, saya adalah pewaris atau penerus kejayaan keluarga Trisumajaya, Saya disini ingin belajar dari yang sudah berpengalaman dan juga saya harap kalian bisa menghormati saya, seperti kalian menghormati tuan besar Alfa Trisumajaya, Mohon kerja samanya." Ucap Audy dengan tegas dan dingin.
"Baik, selamat bergabung dengan perusahaan nona muda."
"Senang bisa bertemu dengan anda nona muda, dan selamat bergabung bersama kami."
"Kalau anda membutuhkan bantuan, anda bisa menghubungi kami."
"Kami percaya perusahaan akan semakin maju dengan penerus keluarga trisumajaya."
"Terima kasih, atau dukungannya." Ucap Audy sambil menunduk hormat.
"Baiklah, metting kali ini selesai, saya harus pamit undur diri karena ada metting jam makan siang, permisi." Ucap kakek Alfa.
__ADS_1
Kakek Alfa dan Audy pun meninggalkan ruangan metting, mereka langsung bersiap untuk berangkat ke salah satu restaurant untuk bertemu dengan perusahaan wirawan.
Sesampainya di restaurant tempat untuk makan siang, sekaligus metting, banyak pasang mata yang menatap Audy dan Kakek Alfa, Karena Aura yang mengintimidasi serta dingin yang mereka keluarkan.
"Kek, ayo kita langsung saja masuk." Ucap Audy.
"Yahsudah ayo, kita tunggu didalam saja." Ucap kakek Alfa.
Audy dan kakek Alfa, langsung menuju ruang vvip yang sudah dipesan untuk makan siang sekaligus metting tertutup.
"Tuan, mungkin mereka sudah ada di depan." Ucap Audy sopan.
"Yahsudah, kalau begitu kita tunggu saja." Jawab kakek Alfa.
Tokk, tokk, tokkk....
"Masuk." Ucap kakek Alfa.
"Selamat siang tuan, maafkan saya terlembat beberapa menit." Ucap Ronald wirawan.
"Tidak apa-apa, apa mettingnya sudah bisa di mulai tuan Ronald ?" Tanya kakek Alfa, langsung pada pointnya.
"Bisa tuan, mari." Jawab tuan Ronald.
Metting berjalan selama hampir dua jam, ketiga orang tersebut tampak serius membahas projek yang akan dikerjakan.
Tok, tok,, tok,,,
"Masuk." Jawab Audy.
"Mohon maaf saya terlambat." Ucap orang tersebut sambil menunduk.
Deg,,deg,,deg
Sekita Audy seperti berhenti bernafas, Audy menahan emosinya agar tidak meluap, dia akan bersikap profesional didepan kakek dan tuan Ronald wirawan.
"Dari mana saja kamu." Hardik tuan Wirawan.
"Maafkan saya, saya tadi kebetulan ada urusan yang tidak bisa untuk ditinggal." Ucap lelaki tersebut dengan tetap menunduk.
"Ehem, maaf tuan trisumajaya, ini adalah putra saya, sebenarnya anak ini adalah penanggung jawab dari projek ini tapi karena dia tadi tiba-tiba menghilang saya jadinya yang menggantikan." Ucap tuan Ronald sopan.
"Tidak apa, tapi apa dia mampu bertanggung jawab, projek ini cukup penting, saya tidak mau projek ini dipegang oleh orang yang belum bisa bertanggung jawab." Ucap Kakek Alfa, menatap pria yang baru masuk dengan tatapan tajam.
Sampai disini dulu yah, sampai jumpah di episode selanjutnya :)
__ADS_1