MENIKAH

MENIKAH
Gagal


__ADS_3

Malam ini, Adit dan Salma datang memenuhi undangan makan malam di apartemen Ryan dan Michelle. Ya, sejak keduanya menjalin hubungan, Michelle memutuskan untuk tinggal bersama Ryan.


"Gue minta kan makan di luar yang mahal, kenapa malah ngundang kita kesini?" dengus Adit yang baru saja memasuki apartemen temannya itu.


"Kalo makan diluar dan mahal, kalian udah biasa. Kalo disini kan jarang banget, kita juga udah siapin makanan yang enak" balas Ryan.


"Kak Michelle masak?" tanya Salma.


"Hahahahaha... enggak, Sal. Kita pesen catering" jawab Michelle sambil menahan malunya. "Aku ga kayak kamu yang jago masak" imbuhnya.


"Udah ngobrolnya sekalian makan aja. Selain karena gue udah laper, nanti makanannya juga keburu dingin. Gue sama Michelle ga mau sibuk ngangetin makanan lagi"


"Cih, tuan rumah macam apa ini?" canda Adit sambil melingkarkan tangannya dipinggang Salma dan berjalan menuju ruang makan.


Mereka mulai mengambil makanan yang tersaji dimeja makan. Menunya tidak banyak, tapi makanan berat semua. Chicken carbonara, beef enchiladas, beef stew, crab cakes dan beberapa jenis buah.


"Kak Michelle ga lagi diet? Hehehehe" goda Salma.


"Demi kalian, aku akan makan berat malam ini"


"Harus dihabisin ya, kita udah bayar mahal untuk pesen makanan ini" sambung Ryan.


Adit menggelengkan kepalanya. "Salma yang sanggup, gue enggak"


"Oiya? Tapi kayaknya badan Salma segitu aja, enggak ada perubahannya sama yang pas awal aku ketemu di studio"


"Itulah kelebihanku, mas. Makan banyak tapi susah gemuk. Entah itu larinya kemana"


"Ooohhh... kamu ga usah bingung mikir kalori dalam jumlah besar itu larinya kemana, Sal. Pasti karena kamu kewalahan ngeladenin Adit tempur di kasur, jadinya langsung jadi nol kalori" canda Ryan yang diiringi tawa oleh Michelle.


Salma yang terlihat malu hanya menundukkan kepala sambil menggelengkan kepalanya. Berbeda dengan Adit yang terlihat santai dalam menikmati makannya, lalu mengusak rambut Salma.


"Ga usah malu gitu sih, Sal. Kita disini kan udah pada dewasa semua" ucap Michelle.


"Tapi itu vulgar banget, kak. Mas Ryan ya mulutnya bener-bener"


"Hei... ayolah, Sal. Aku tau kamu udah ga sepolos dulu saat kita pertama ketemu di studio. Yang cuma disuruh megang tangan Adit aja malu-malu. Ehhh, sekarang pasti jadi seneng megang adiknya Adit kan?"


"Ryan!" geram Adit.


"Hah, adik?" Salma nampak kebingungan.


Michelle dan Ryan mulai menahan tawanya sembari menyembunyikan wajah mereka.

__ADS_1


"Iya, adik kecil yang bikin kamu teriak" ucap Ryan tanpa malu.


Tangan Adit yang telah menutupi kedua telinga Salma dari perkataan Ryan barusan nyatanya tetap terdengar oleh Salma.


"Iiihhhh... mas Ryan jorok!"


Adit melepaskan tangannya dan mengelus punggung Salma. "Ga usah didengerin, mereka gila Sal"


"Udah... udah... lanjut aja makannya, ga usah bahas-bahas itu lagi. Nanti bisa dijelasin sama Adit di rumah" kata Michelle sembari meletakkan beef stew pada piring Salma.


"Kau mau wine, Sal?" tanya Ryan sembari mengangkat botol wine di depannya.


"No! Jangan beri Salma minuman itu" sela Adit dengan cepat.


"What?" Ryan memasang wajah terkejutnya, begitu pula dengan Michelle. "Salma belum pernah sama sekali minum wine?"


Salma menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?" tanya Michelle sembari menyentuh tangan Ryan untuk menurunkan botol wine yang dipegangnya.


"Aku payah dengan alkohol"


"Berarti udah pernah mabuk karena ini dong?" celetuk Ryan.


"Belum sampai mabuk sih mas, baru seteguk udah pusing"


"Adit yang ngasih kamu minum ini?" tanya Ryan.


"Bukan, itu... dulu pas ikut papa gala dinner di perusahaan"


"Hahahahaha... ya Tuhan Salma... Adit beneran beruntung dapet istri kayak kamu" ucap Michelle.


"Tapi hati-hati Sal, Adit bisa jadiin itu sebagai senjatanya" bisik Ryan sambil melirik tajam ke arah Adit.


"Iya, aku akan memaksanya minum itu kalo ada yang dia rahasiain dariku" jawab Adit dengan santai sambil melahap beef enchiladas-nya.


Perkataan Adit mungkin hanya sebuah kata-kata asal yang dia lontarkan. Namun, itu cukup membuat Salma bergidik ngeri. Membayangkan dirinya harus meminum minuman dengan rasa dan aroma yang pekat itu, belum lagi efek lainnya yang akan dia rasakan setelah meneguknya.


🎎


Seminggu berlalu, Sabtu ini adalah hari ulang tahun Salma. Adit berencana mengajak Salma untuk makan malam diluar. Segala persiapan telah Adit lakukan demi memberikan kejutan kepada istri tercintanya dihari ulang tahunnya ini. Tentu harus spesial, karena Salma menolak kado setelah Adit memberitahunya akan mengajak pergi honeymoon ke Fiji.


Rencana tetaplah rencana, Tuhan yang mengaturnya. Disaat segala sesuatunya telah siap, namun nampaknya Adit harus membatalkan rencana makan malam romantisnya. Sejak menjelang sore tadi, Salma meringkuk di kasur dengan terus mengeluh nyeri pinggang. Tamu bulanannya datang, dan entah kenapa 'tamu' itu begitu menyiksa Salma dikedatangannya kali ini.

__ADS_1


"Masih sakit ya, Sal?" tanya Adit yang duduk dipinggiran kasur sembari mengelus punggung istrinya itu.


Salma hanya mengangguk, lalu membalikkan badannya menghadap Adit. Wajahnya cukup sembab, hasil dari menangis akibat nyeri yang dirasakannya.


"Kalo kita ga jadi pergi gapapa kan mas? Nyeri banget rasanya" ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Enggak masalah, kondisimu juga ga menungkinkan kayak gini" Adit mengusap sudut mata Salma yang mulai berair. "Periksa ke dokter ya?" Adit kembali merayu Salma untuk periksa ke dokter, sembari mencium kening Salma.


Salma lagi-lagi menolak. "Gapapa mas, ntar juga ilang sendiri. Tapi emang ga biasanya ini sakit banget kayak gini"


"Mau dibeliin sesuatu?" tanya Adit, tangannya masih belum berhenti mengelus pinggang Salma. Ia dibuat pusing dengan situasi seperti ini, terlebih ini pertama kalinya ia menghadapi seorang wanita yang mengalami disminore.


"Martabak bangka mau? Nanti aku minta tolong Yohan untuk beliin dan nganterin kesini" sambung Adit.


"Mau, yang cokelat keju" jawab Salma lirih. "Sama beliin pembalut di mini market bawah dong, mas. Kemarin kelupaan beli" imbuhnya.


"Kamu gapapa aku tinggal sebentar ke bawah kan?"


Salma mengangguknya kepalanya.


"Yaudah, aku fotoin bungkus pembalutnya dulu, habis itu aku turun kebawah ya" ucap Adit lalu mengecup kilas bibir Salma.


Saat keluar dari apartemennya, Adit menghubungi Yohan untuk meminta tolong membelikan martabak bangka pesanan Salma. Setelah menyimpan ponselnya disaku celana, ia teringat untuk menelpon seseorang.


"Halo Dit, ada apa? Tumben telpon mama" ucap mama Tari sesaat setelah mengangkat panggilan telepon dari Adit.


"Eeee... Adit mau nanya, ma. Jadi... sejak sore tadi Salma nyeri pinggang karena mens. Katanya sakit banget sampai nangis ma, biasanya dikasih minum obat apa ya ma? Adit bingung ma, dia juga ga mau ke dokter"


"Laahhh, tumbenan dia nyeri pinggang. Hmmm... mama sih ga pernah kasih obat-obatan gitu Dit, coba aja nanti kamu masukin air anget ke botol gitu terus dikompres dibagian yang dia nyeri. Sama bikinin teh jahe aja"


"Teh jahe ya ma, itu gimana bikinnya?" ucap Adit sembari keluar lift dan menggaruk kepalanya.


"Hahahaha... gampang kok, di rumah ada jahe ga?"


"Kayaknya ga punya deh ma, tapi ini Adit lagi jalan ke mini market buat beliin Salma pembalut. Disana ada bumbu gitu kayaknya"


"Yaudah, beli aja jahe. Nanti dicuci dulu, trus diiris-iris, masukin ke air mendidih trus diemin bentar. Ya 5 menitan lah, habis itu tuang airnya gelas, kasih aja teh celup. Mama sih biasanya gitu"


"Yaudah, nanti Adit coba bikinin. Makasih banyak ya ma"


Oke, kali ini Adit bukan hanya berhadapan dengan wanita yang sedang nyeri haid. Tapi juga harus membuka matanya dengan lebar untuk membaca tulisan mana jahe atau rempah lainnya di rak mini market yang sedang dia datangi.


***

__ADS_1


***Ada yang sering nyeri haid? Treatment diatas itu berdasarkan pengalaman pribadi saya ya hehehehe.... dan sejauh ini cukup ampuh. Dulu saya pernah juga minum obat untuk nyeri gitu, ampuh banget. Cuma karena takut ketergantungan jadinya distop. Alhamdulillah sekarang udah ga pernah nyeri haid lagi setelah lahiran beberapa tahun yang lalu 😅


Jangan lupa like dan comment-nya ya. Yang belum pernah baca karya pertama saya boleh mampir dulu, judulnya Cupcake's Love. Thank you 😘***


__ADS_2