MENIKAH

MENIKAH
S2 - Meragu


__ADS_3

Happy reading 😊


***


Setelah sekian lama sibuk dengan pekerjaan dan kegiatannya, barulah hari ini Eowyn kembali berkunjung ke rumah Zahra. Berkunjung ke rumah sahabatnya yang tak lama lagi akan berganti status menjadi kakak iparnya.


Bukan hanya Zahra yang merasa ini semua terlalu cepat. Awal semester tahun lalu bahkan Zahra belum pernah bertemu dengan abangnya atau bertatap muka dengannya. Siapa yang menyangka jika pertemuan keduanya beberapa bulan sebelum wisuda justru mengantarkan abang dan temannya itu berakhir di pelaminan.


Hari ini, Eowyn berencana akan menemani Zahra untuk melakukan perawatan pra nikah. Zahra masih sibuk dengan segala pekerjaannya sebelum akhirnya meninggalkan pekerjaannya itu minggu depan. Ya, seminggu sebelum pernikahan, Zahra harus mengundurkan diri dari pekerjaannya. Selain itu, Zahra dan Rayyan juga harus menjalani proses pingitan sesuai dengan permintaan dari bunda Hetty.


"Foto prewed kalian yakin cuma begitu doang? Konsepnya enggak beda jauh sama punya papa mama dulu, pasti abang ya yang minta?"


"Iyalah, siapa lagi? Abang lo bilang enggak mau foto prewed, malu katanya. Tapi terus tante Salma ngomel, ya jadi abang lo terpaksa gitu deh."


"Abang gue itu calon suami lo tau, Zah. Kaku amat lo buat manggil nama abang gue hahahaha...."


"Hahahahaha... enggak bisa gue, Wyn. Dari awal kenal abang lo aja gue manggilnya udah 'pak'. Giliran kenal deket udah langsung 'sayang', mana bisa gue panggil nama dia? Lidah gue nolak, Wyn."


"Dasar! Terus kemarin jadi liat rumah sama abang?" tanya Eowyn sambil membalik majalah yang ia pegang.


"Jadi, sebelum makan siang."


"Gue dong udah liat duluan pas disuruh abang ngecekin orang yang nurunin perabot. Jadi gue sama Rafa nungguin disana hehehehe...."


"Lo bentar lagi mau nikah kayak enggak seneng gitu, Zah? Lo enggak seneng nikah sama abang gue?" sambung Eowyn saat Zahra baru saja selesai merias diri.

__ADS_1


Zahra memutar tubuhnya, menghadap Eowyn yang duduk di ranjang kamarnya. "Bukannya gue enggak seneng, Wyn. Gue cuma... ngerasa kalo ini masih terlalu cepat. Gue ngerasa belum sepenuhnya kenal sama abang lo, begitu juga sebaliknya. Gue takut... kalo keputusan kita ini justru terlalu buru-buru."


Eowyn menghela nafasnya, lalu membaringkan tubuhnya di kasur dan menatap langit-langit kamar.


"Lo mau pacaran sama abang gue bertahun-tahun juga enggak jaminan kalo pernikahan lo bakal langgeng nanti. Bukan itu penentu pernikahan kalian bakal bahagia atau enggak. Gue udah pernah cerita kan kalo mama papa gue dulu dijodohin?"


Zahra menganggukkan kepalanya sesaat setelah pertanyaan Eowyn terlontar.


"Mereka bahkan enggak kenal sama sekali sebelumnya, begitu ketemu orangtua udah siap dengan rencana pernikahan yang dalam sebulan lagi akan terlaksana. Tapi mama papa gue bisa bertahan selama ini. Itu semua tergantung individunya, Zah. Tinggal lo bisa nerima segala sesuatu yang ada pada pasangan lo atau enggak, belajar untuk saling mencintai dan jatuh cinta dalam waktu yang lama dan orang yang sama."


"Kenapa lo bisa lebih terbuka pikirannya daripada gue?" gerutu Zahra merasa kesal terhadap dirinya sendiri.


"Ya karena lo aja yang udah parno duluan. Tapi lo yakin kan sama abang gue?"


"Iyaaaa... percaya! Kalo lo enggak yakin juga mana mau dikekepin di kamar hotel." sindir Eowyn yang langsung mendapat lemparan boneka dari Zahra.


***


Tibalah hari dimana Zahra harus mengakhiri pekerjaannya sebagai personal assistant Rayyan. Bu Meta bilang, Zahra mengalami kenaikan pangkat dengan menjadi nyonya bos. Setelah menjadi asisten pribadi yang mengurusi segala pekerjaan Rayyan, sebentar lagi Zahra akan mengurusi segala kebutuhan Rayyan dari bangun tidur hingga menjelang tidur.


Selesai melakukan pesta perpisahan kecil-kecilan dengan beberapa teman sekantornya, Zahra berlari kecil menuju parkiran mobil dimana Rayyan telah menunggunya.


"Udah kenyang?" tanya Rayyan sambil memasangkan seatbelt calon istrinya itu.


"Kenyanglah. Pantes aja mereka seneng makan disini, ternyata disamping harganya tidak begitu mahal, porsinya juga banyak banget."

__ADS_1


"Seminggu ke depan kamu makan disini tiap hari pasti kebaya nikahanmu udah enggak muat lagi."


"Jadi kamu enggak mau nerima aku apa adanya nih? Kamu enggak suka aku lagi kalo aku gendutan?" Zahra mulai mnegerucutkan bibirnya yang sontak mengundang tawa Rayyan.


"Enggak gitu, sayang. Aku bakal terima kamu apa adanya meskipun kamu berubah bentuk sekalipun. Cuma masalahnya ini deket dengan akad pernikahan kita, tau sendiri kan ibu kita itu sama-sama rempong. Mereka pasti akan heboh banget dibanding kamu saat baju akad kamu enggak muat nantinya."


Zahra mengangguk, mengiyakan bahwa alasan yang dikemukakan oleh Rayyan benar adanya. "Bunda jadi makin cerewet di rumah. Makan ini enggak boleh, makan itu enggak boleh, cuma karena baju yang mau dipakai sehari itu."


"Jadi... kita mau langsung pulang?" tanya Rayyan sambil menyalakan mesin mobilnya.


"Emangnya kamu mau kemana?"


Rayyan mengendikkan bahunya. " Mungkin kau mau pergi ke suatu tempat dulu."


"Kemana? Aku masih pakai baju kerja gini, kamu sih enak udah pulang dan ganti baju."


"Enggak masalah, itung-itung sebelum kita mulai pingitan. Emang kamu bisa nahan kangen seminggu enggak ketemu aku?" kini gantian Rayyan yang mengerucutkan bibirnya sambil memasang wajah sedihnya.


"Jalan!" jawab Zahra sambil menepuk lengan Rayyan yang masih cemberut itu. "Sabar sayang, nanti begitu kita ketemu kan statusnya udah berubah. Setelahnya bahkan kita barengan terus, dari buka mata sampai kita tidur sekalipun." imbuh Zahra mencoba untuk menghibur kekasihnya.


"Yes, bisa kelonan." seru Rayyan sambil mengepalkan tangannya ke atas.


"Dasar mesum!' gumam Zahra dengan tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Rayyan memang berubah sejak mereka menjalin hubungan, bukan lagi menjadi sosok yang serius dan dingin saat awal perjumpaan mereka. Dan kini setelah beberapa bulan berpacaran, Zahra setidaknya yakin jika Rayyan dan Rafa memanglah kakak beradik. Sifat keduanya sebenarnya tidak jauh berbeda, hanya saja Rayyan selalu menyembunyikannya dibalik topeng sifat dingin dan galaknya.

__ADS_1


__ADS_2