
"Baiklah jika kau tak bisa menemani ku ." jawab Audy dengan nada yang di buat kecewa .
"Maaf mengecewakan anda nona ." jawab asisten El merasa tak enak , tapi kalau menerima juga bakalan panjang urusannya .
"Hmmm ." balas Audy dengan dheman .
"Mungkin pak Albert bisa untuk menemani anda sabtu nanti nona ." usul asisten El .
"Bagus gw bakalan kasi lu bonus buat kali ini ." batin Albert .
"Maaf tapi mana mungkin saya berjalan dengan CEO perusahaan , itu sungguh tidak pantas bukan Farrel ." jawab Audy sambil menatap Farrel tajam .
"Hmm , iya mungkin akan jadi masalah jika Audy berjalan bersama anda tuan dan lagi apa anda tidak ingin berjalan dengan kekasih anda ." jawab Farrel cepat agar Audy bisa memberhentikan tatapannya .
"Saya tidak keberatan ." jawab Albert cepat dengan senyum mengembang .
"Saya juga tidak pernah memandang status orang lain , karena sama saja dan juga kita sama - sama manusia bumi bukan ." sambung Albert tetap dengan senyumnya
"Ohh tidak apa - apa saya tidak terlalu suka dengan orang baru ." jawab Audy dingin seolah menolak secara halus
"Sepertinya tidak apa - apa jika memang tuan Albert tidak keberatan , jadi Audy kau seharusnya tidak menolak ." ucap Farrel dengan santainya .
"Mungkin nona Audy malu berjalan dengan saya ." ucap Albert dengan senyum kecut .
"Bukan begitu , baiklah jika tidak membuatmu malu dan tak merepotkanmu kita bisa jalan bersama nanti ." jawab Audy merasa bersalah dan kesal sekaligus .
"Baiklah , bisa aku meminta nomor telponmu ." tanya Albert dengan santai tanpa malu , Farrel tampak tersenyum melihat bosnya yang seperti tertarik dengan sahabatnya & asisten El hanya mengembangkan senyum melihat bosnya yang tak menyia-nyiakan kesempatan .
"Semoga ini awal yang bagus , Albert tampan dan juga mapan tinggal melihat kesetiaannya saja ."batin Farrel .
"Semoga saja kau bisa bahagia dengan calonmu ini tuan ." batin asisten El .
"Hmmm , apa dia sedang mencari kesempatan dalam kesempitan , sungguh patut di curigai ." batin Audy menyipitkan mata .
"Maaf , kalau kau tak mau memberikan aku tak akan memaksa ." ucap Albert menyadari lamunan Audy .
"08×× ×××× ×××× ." jawab Audy cepat .
"Terima kasih ." ucap Albert dengan senyum kecil .
"Farrel ayo kita kembali , kita bisa kena omelan kalau telat ." ucap Audy setelah sadar akan jam yang tetap berjalan .
"Astaga ayo , maaf tuan kami permisi dulu ." ucap Farrel , Farrel dan Audy langsung berjalan ke mobil untuk kembali ke kantor . tanpa menunggu jawaban dari Albert .
"Apa mereka berdua tidak tahu aku bos besarnya , kenapa mereka harus buru - buru balik ." ucap Albert merasa kesal .
__ADS_1
"Mereka profesional dalam bekerja tuan , mereka tidak memanfaatkan keadaan dengan adanya tuan bersama mereka ." ucap asisten El menerangkan .
"Yahsudah ayo kita susul gadisku ." ucap Albert sambil berdiri .
"Maaf tuan dia bukan gadismu ." koreksi dari Asisten El tanpa sadar .
"Dia gadisku , apa kau mau mati ha!" bentak Albert merasa tak terima dengan ucapan asistennya tersebut .
"Maaf tuan saya tidak bermaksud ." ucap El sambil membukakan pintu untuk bosnya .
"Kali ini kau dimaafkan tapi tidak lain waktu ." ucap Albert tetap dengan nada yang terdengar menahan kekesalan .
"Baik tuan , terima kasih atas kebaikan anda ." jawab asisten El dengan sedikit memaksakan senyum dan segera menutup pintu dan masuk ke dalam mobil .
Mereka langsung menuju ke kantor , untuk menyelesaikan urusan - urasan yang sempat mereka tinggalkan .
Mari bergeser ke Audy dan Farrel .
"Hmmm , bagaimana bisa aku pergi dengan bosku sendiri ." gerrutu Audy masih merasa frustasi .
"Sudahlah Audy , kau kenapa tampak sangat frustasi , kau tinggal berjalan dengannya sama seperti kau berjalan denganku ." ucap Farrel menenangkan .
"Apa katamu , sama ? bahkan itu tidak ada samanya dalam kamusku ." ucap Audy stengah berteriak .
"Yahsudah ." jawab Audy langsung turun bersama Farrel .
"Baiklah , kalau begitu lu harus ikut sama gw nanti ." ucap Audy setelah mendapat ide bagus .
"Maaf , sepertinya gak bisa ." jawab Farrel lirih dan wajah yang tampak di tekuk .
"Lu kenapa , kok gabisa sih ." jawab Audy cemberut .
"Yah gw harus jemput cewe itu buat ngajak jalan , gw di paksa juga buat jalan ama dia kalau di suru mili mending gw ikut lu ." ucap Farrel dengan suara yang terdengar menahan kekesalan .
"Hmmm , yah sudah kalau gitu lu harus ajak Gaby jangan berduaan aja sama dia ." ucap Audy memberi saran .
"Ide bagus , thanks ." jawab Farrel sambil tersenyum dan mengacak - acak rambut Audy , Audy ikut tersenyum melihat sahabatnya bisa tersenyum kembali .
Mereka akhirnya memasuki kantor dan melanjutkan pekerjaan yang tertunda karena makan siang .
Jam berlalu begitu cepat , sekarang sudah jam pulang , Audy meminta Farrel untuk buru - buru karena harus menemi kakeknya untuk menghadiri jamuan .
"Farr , cepetan dikit bole gak ." ucap Audy sambil melirik arloji miliknya .
"Iya ." singkat Farrel .
__ADS_1
Yah setelah perjalanan melelahkan akhirnya Audy dan Farrel sudah tiba di mension keluarga Audy .
"Thanks yah rell , maaf ngerepotin ." ucap Audy sambil tersenyum .
"Gak ngerepotin kok tenang aja ." jawab Farrel sambil membalas senyuman sahabatnya .
"Yaudah gw balik dulu yah Au ." pamit Farrel pada sahabatnya .
"Hati - hati di jalan yah , jangan ngebut di jalan ." jawab Audy , setelah itu Audy tampak masuk kedalam setelah memastikan mobil Farrel sudah tidak kelihatan lagi .
Hari ini Audy di antarkan oleh Farrel karena supirnya ada urusan mendadak dan bersangkut dengan keluarga , makanya Audy di antarkan langsung oleh sahabatnya , pada awalnya Audy menolak tapi bukan Farrel jika membiarkan Audy pulang sendiri menggunakan taksi .
"Audy pulang ." teriak Audy setelah memasuki pintu utama .
"Selamat malam non ." sapa pembantu menyambut kepulangan Audy seperti biasa .
"Malam bi , apa ada kakek ?" tanya Audy pada maid yang menyambutnya .
"Tuan besar sedang berada di ruang kerjanya nona ." jawab maid sambil menundukan kepala .
"Oke terima kasih , kau bisa melanjutkan pekerjaan mu ." ucap Audy sambil tersenyum .
"Baik non ." ucap maid tersebut sambil berlalu pergi dari hadapan Audy .
Audy langsung berjalan menuju ruang kerja sang kakek untuk menanyakan apa jadi untuk pergi atau tidak .
"Kakek ." ucap Audy dari depan .
"Masuk nak ." terdengar suara jawaban kakek dari dalam ruang kerja .
"Kakek apa kita jadi pergi ?" tanya Audy memastikan kembali .
"Jelas saja jadi , sekarang kamu segera siap - siap karena sebentar lagi kita sudah harus berangkat ." jawab kakek menjelaskan .
"Baiklah , tunggu sebentar yah kek ." jawab Audy dan kemudian berlalu pergi meninggalkan ruang kerja kakeknya .
Audy berlalu menuju langsung ke kamarnya di lantai dua untuk segera mandi dan berganti pakaian serta melapisi makeup tipis , karena sudah pasti disana akan ada banyak rekan bisnis kakeknya , Audy tidak ingin terliat gembel untuk malam ini demi sang kakek .
Thanks banget buat kalian semua yang udah setia membaca dan menunggu , sorry juga buat kemarin gak upp karena lagi gak enak badan , jangan lupa buat VOTE , LIKE KOMEN , thanks guys .
Mampir juga langsung cek di profile .
"Menikah ."
"Kebahagian & Kehancuran."
__ADS_1