
Kini pandangan Albert berahli pada gadis incarannya, tampaknya Audy sibuk dengan ipadnya, dan tak terlalu memperdulikan kedua pria tampan di samping dan depannya.
"Simpan ipadmu itu, kita sedang berada di tempat makan." Ucap Farrel tanpa memandang sahabatnya.
Audy yang mendengar itu langsung menyimpan ipadnya, ia tak mau jika masalah semakin besar jika ia mempertahankan sikap keras kepala dan tak terbantahkan.
Albert yang melihat cara Farrel menegur Audy menyipitkan mata, hmm ada apa dengan kedua serangkai di depannya, tadi mereka terlihat sangat kompak dan dekat, kenapa seperti habis terjadi perang dunia II, itulah yang dipikirkan Albert.
- - -
Albert tetap saja memperhatikan kedua manusia yang berada di depannya, ada sesuatu yang tak beres.
"Ehm, kalau bole saya tahu kenapa pak Albert bisa berada di Bali dan juga bisa pulang bersama dengan sahabat saya ?" Tanya Farrel supaya Albert tak curiga, yah padahal Albert sudah terlebih dahulu curiga.
"Emm, saya ada urusan pekerjaan, dan kebetulan saya baru habis membuka hotel baru, saya sudah memberi undangan untuk tuan Farrel dan keluarga." Ucap Albert yang menjelaskan kenapa ia berada di Bali.
"Dan secara kebetulan saya bertemu dengan nona Audy, dia sedikit memaksa saya untuk pulang bersama, karena saya merasa tak enak hati jika harus menolak nona muda Trisumajaya maka dengan hati yang ikhlas saya menerima ajakan nona Audy untuk pulang bersama." Lanjut Albert tanpa rasa bersalah sama sekali, bagaimana bisa ia yang memaksa dan ngotot ingin bersama Audy.
Audy yang mendengar itu matanya melotot sempura, sungguh ia merasa tak percaya dengan alasan gila dari mantan bosnya tersebut, saat ini rasanya Audy ingin mencakar wajah tampan Albert.
Sementara Farrel yang mendengar itu melongo tak percaya, Bagaimana bisa sahabatnya menjadi sangat agresif seperti itu, Apa benar sahabatnya memaksa mantan bos mereka untuk pulang bersama.
Ini adalah sesuatu yang sangat di luar dugaan, sama sekali tidak menyangka sama sekali tidak menyangka jika sahabatnya bisa bertindak diluar Nalar seperti itu, apa yang terjadi pada sahabatnya sehingga sahabatnya terlihat seperti wanita agresif.
Sedangkan albert yang melihat itu hanya tersenyum senang, tanpa memperdulikan ekspresi dari Audy yang seperti ingin memakan orang, tidak apa-apa juga sekali-sekali dia menggoda audy.
"Apa-apaan aku sama sekali tidak memaksa, dia dengan sendirinya datang dan memaksa untuk pulang bersama dengan aku." Ucap Audy yang merasa tidak terima dengan penuturan dari Albert, apa-apaan ini pasti ia terlihat sangat agresif di depan sahabatnya, sepertinya sahabatnya berpikir yang tidak-tidak tentang dia saat ini dan itu semua gara-gara Albert.
__ADS_1
" Hei kenapa matamu ingin melompat dari tempatnya, lagi pula aku tadi hanya bercanda saja kenapa kamu sampai membawa perasaan seperti tadi, ternyata kamu wanita yang mudah membawa perasaan." Jawab Albert dengan senyum pepsodent, sungguh Albert terlihat sangat menjengkelkan saat ini.
" itu hanya bohongan saja aku pikir itu tadi adalah sesuatu yang sangat benar, Aku bahkan sampai syok ketika mendengar penuturan dari Albert." Ucap Farrel dengan mengelus-elus dadanya, sungguh ternyata itu hanya candaan saja.
"Hehehe, aku hanya ingin sedikit menggoda sahabat ini, Maafkan aku jika aku membuat kamu syok, aku tidak bermaksud demikian." Jawab Albert memasang wajah yang tampak bersalah, dalam hatinya ia merasa bodo amat.
"Tidak apa-apa, tidak perlu merasa tidak enak hati." Ucap Farrel yang langsung memaafkan tingkah usil dari mantan bosnya.
Mereka tidak tahu seseorang saat ini wajahnya menahan amarah dan juga malu, Bagaimana bisa seorang Albert mempermainkan ia seperti tadi.
Kalau tidak mengingat Tetap ramah dan sopan santun mungkin saat ini juga wajah tampan Albert sudah babak belur dan tak berbentuk lagi.
Audy yang melihat itu merasa tidak tahan, Ingin rasanya dia mencakar wajah tampan obat yang begitu menyebalkan, sebelum ia melakukan hal tersebut, dia memutuskan untuk segera pulang saja, dari pada ia lepas kontrol.
" Saya rasa jamuan makan tiangnya sampai disini saja, saya harus pamit undur diri sekarang juga, " Coba Audy berpamitan pada kedua orang yang berada di depan dan juga di sampingnya.
" Dan untuk anda tuan Albert yang terhormat, saya sangat mengharapkan ini adalah pertemuan kita yang terakhir kali." Ucap Audy sebelum dia beranjak dari tempat duduknya.
Yang melihat itu bingung harus berbuat apa, ia tampak sangat bingung apakah ia harus mengajar sahabatnya atau ia harus tetap berada di restoran bersama dengan Albert.
Sedangkan Albert terdiam ditempat, apa candaan dia terlalu berlebihan atau Audy yang terlalu sensitif, dia terlalu berlebihan ia sangat menyesal.
" Mas tuan Albert sepertinya saya harus pamit undur diri juga." ucapan yang sebenarnya merasa tidak enak hati, tapi mau bagaimana lagi, tetapi ia rasa sahabat lebih penting saat ini.
"Yah silakan, saya minta maaf kalau lagi candaan saya membuat mana Audy marah, sampaikan maaf saya kepada non Audy." Jawab Albert, yang merasa canggung.
Setelah itu Farel meninggalkan Albert atau menjawab sama sekali, ia dengan segera mengejar sahabat, Albert yang merasa Itu semua karena kesalahannya, untuk apa juga ia ber tingkah bodoh.
__ADS_1
Fareel berusaha untuk mengejar Audy, tapi sayang hasilnya nihil, sudah lebih dulu pergi bersama dengan berapa bodyguard-nya.
"Dimana Audy ?" Tanya Farrel kepada sopirnya.
"Nona Audy beberapa kamu meninggalkan restoran, ia diantar berapa Bodyguard yang sudah Tuhan sediakan." Jawab sang sopir.
" Baiklah sekarang kita kembali ke kantor." Ucap Farrel pada sopirnya.
" Baik Tuan." Supir tersebut.
Gerabah rela meninggalkan restoran tempat ia dan Audi beserta Albert makan, ya langsung menuju ke kantornya atau ke perusahaannya sendiri, Iya rasa Audy yang saat ini sedang emosi, membutuhkan waktu untuk sendiri.
Iya juga tidak ingin menjadi tempat pelampiasan, dari kekesalan sahabatnya Audy.
Dia tahu jika sahabatnya sedang kesal, Maka sangat dianjurkan untuk tidak orang mengganggunya, karena yang bisa menenangkan Audy hanyalah kakek dari Audy sendirinya.
Untuk saat ini Farel dibuat bingung, ada apa sebenarnya dengan sahabatnya, sahabatnya sampai semarah itu apa Kak ada sesuatu yang terjadi selamamereka berada di Bali, Iya maksud Farel adalah Albert dan juga Audy.
Terima kasih buat kalian semua yang selalu mendukung dan juga men-support novel ini sampai sekarang, Aku juga mau ngucapin orang-orang yang masih baru bergabung dengan Noval kita baru membaca novel ini, semoga kalian semua selalu bertahan untuk membaca dan menunggu karya ini.
Karya ini ditulis sesuai dengan isi hati author, jika Mungkin kalian merasa ini terbelit-belit, maka auto minta maaf, dan apabila kalian yang masih merasa nyaman dengan karya yang author tulis, Author mengucapkan banyak-banyak terima kasih.
Jangan lupa untuk like comment jumlah vote,
Like sebagai tanda untuk menjadi semangat lagi, dan dengan begitu author tahu, jika banyak yang menyukai karya ini.
Comment bentuk atau dukungan, memberikan masukan secara positif dan membangun, bukan Memberikan komentar yang membuat mental penulis menjadi Down.
__ADS_1
Vote vote adalah membantu, karya author supaya lebih dikenal lagi, dan jika mendapatkan voto yang cukup banyak, kemungkinan besar Author akan berada di rank 100 besar.
Jadi mohon dukungannya, Terima kasih sekali lagi jumlah episode berikut.