MENIKAH

MENIKAH
Episode 54


__ADS_3

Albert dan Audy sudah sedang dalam perjalanan menuju jakarta, tentu saja bersama dengan Albert.


Sesampainya di bandara soekarno hatta, Audy sudah mendapat jemputan, tentu saja yang menjemput bukan kedua orang tuanya, dan juga bukan kakeknya, yang menjemput adalah Farrel sang sahabat.


"Hai." Ucap Audy yang berjalan mendekati Farrel, di ikuti Albert dari belakang, sesampainya di depan Farrel tanpa babibubebo Audy langsung memeluk sahabatnya, tentu saja Farrel membalas pelukannya.


Albert yang melihat itu sangat mengepal kedua tangannya, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, untuk mendekati Audy ia juga harus mendapatkan perhatian dari Farrel selaku sahabat dari wanita yang ia inginkan.


Ditambah persahabatan Farrel dan Audy sangat erat, membuat Albert menciut ingin memaki Farrel, lebi baik ia mengalah dari pada harus mendapat lampu merah dari Farrel.


"Ehem." Akhirnya Albert berdehem karena ia merasa terlupakan, dari pada ia kelepasan mending ia berdehem.


"Selamat pagi tuan Albert, senang bisa bertemu dengan anda kembali." Ucap Farrel yang baru menyadari kehadiran Albert, ia tersenyum canggung dan tangannya memeluk pinggang Audy secara posesif.


Lagi-lagi tindakan Farrel tidak mendapat penolakan sama sekali dari Audy, hal tersebut berhasil membuat Albert melotot tak percaya, ia bahkan tidak menjawab sapaan Farrel karena matanya yang terfokus pada tangan Farrel yang melingkar di pinggang Audy.


"Ehem." Dheman Farrel membuat Albert langsung mengahlikan pandangan dan menetralkan diri sendiri.


"Eh, senang juga bisa bertemu dengan anda tuan Farrel, tapi saya rasa tidak perlu memanggil formal seperti itu, anda bisa memanggil saja dengan sebutan nama tanpa embel-embel tuan." Jawab Albert sambil sedikit tersenyum.


"Rasanya tidak sopan jika beg... " Ucapan Farrel langsung di potong oleh Albert.

__ADS_1


"Tidak masalah, lagi pula saya sendiri yang meminta memanggil tanpa embel-embel tuan, jika anda merasa keberatan anda bisa memanggil saya dengan embel-embel tuan disaat ada acara bisnis dan acara formal lain." Potong Albert yang benar-benar tidak mau dipanggil tuan.


"Baiklah, sekarang kita mau cari tempat sarapan, tuan Albert ingin ikut atau langsung pulang ?" Tawar Farrel dengan tangan yang tetap setia melingkar di pinggang Audy.


"Kalau tidak keberatan, saya bersedia untuk ikut." Jawab Albert sambil menatap Audy, tentu saja ia tidak akan membiarkan Audy untuk pergi berdua dengan Farrel, cih dasar posesif padahal ia dan Audy belum memiliki hubungan resmi.


"Tentu saja kami tidak keberatan, kami merasa terhormat jika mantan bos tidak keberatan ikut dalam sarapan kali ini." Tungkas Farrel dengan sedikit menggembangkan senyum manis.


"Baik, kalau begitu saya akan berangkat bersama asisten saya saja, kebetulan asisten saya sudah menyemput, nanti saya tinggal mengikuti kalian dari belakang." Ucap Albert yang berniat untuk pisah kendaraan dari Farrel dan Audy, ia tahu sepasang sahabat membutuhkan waktu untuk melepas rindu, ia tidak masalah karena itu salah cara untuk mendapatkan hati Audy.


"Baik, kalau begitu mari." Ucap Farrel.


"Jadi gimana liburan lu kali ini, apa ada sesuatu yang perlu untuk diceritakan ?" Tanya Farrel pada Audy.


"Hmmm, kau harus tahu jika semua pekerjaanku berjalan dengan lancar, tidak ada kendala sama sekali dengan tujuan awalku, dan di kantor aku menemukan lalat lalat yang tidak sopan, serta bermain-main denganku, jadi aku sedikit menambah pekerjaan ketika berada disana, tidak terlalu berat, tapi itu cukup menyenangkan, aku cukup puas ketika berhasil mengusir lalat dari dalam kantorku, mereka seperti kuman saja yang menempel pada perusahaan." Ucap Audy menjelaskan secara menggebu-gebu, ia sangat puas jika menceritakan sesuatu yang ia alami kepada orang terdekatnya, bahkan ia seperti anak tk yang mengaduhkan nasibnya pada orang tuanya.


"Benarkah, tapi lalat itu tidak membuat kamu terluka sama sekali bukan, jika sampai ia maka aku juga akan memberikan pelajaran sedikit pada mereka." Tanya Farrel yang terlihat khawatir dengan kondisi Audy, ia tak mau sahabatnya kenapa-kenapa hanya karena mengusir lalat pengganggu.


"Tidak, aku sama sekali tidak terluka, bahkan aku baik-baik saja tanpa lecet sama sekali, jadi kamu tidak perlu khawatir dengan kondisiku, tidak akan ada yang berani melawan CEO Audy hahaha." Canda Audy di akhirnya dengan tertawa renyah, ia merasa sangat lucu jika harus menyebutnya sebagai CEO, cukup aneh terdengar di telingannya.


"Hahaha apa kamu benar-benar tidak terluka, jangan jangan kamu menutupi sesuatu dari aku, dan kamu tidak mau menceritakannya padaku." Tuduh Farrel mendramatis dengan tatapan penuh curiga dan juga menuntut.

__ADS_1


Audy yang mendapat tatapan seperti itu dari sahabatnya merasa sangat kesal, apa-apaan dengan sahabatnya Farrel, kenapa tatapan Farrel seolah menuntut ia berkata yang lain, sungguh aneh dan juga menyebalkan.


"Hei, kenapa kamu menatapku seperti itu hah, kamu pikir aku tidak bisa untuk menjaga diriku sendiri, tidak akan ada yang berani mengganggu aku." Kesal Audy dengan tatapan tajamnya.


Farrel yang mendapat tatapan tajam dari Audy berusaha menahan tawa, saking kebalnya dengan sifat Audy, Farrel malahan merasa lucu, Audy terlihat garang di hadapan orang lain, tapi tidak dengannya, ia merasa Audy seperti kucing kecil tang lucu dan sedang marah.


"Baha ha ha ha." Tawa Farrel akhirnya pecah, ia tak bisa membayangkan jika nanti suami dari sahabatnya pasti akan kewalahan menghadapi tatapan tajam bak silet dari seorang Audy.


"Kenapa kamu tertawa seperti itu, apa ada yang salah ?" Tanya Audy tampak bingung, sahabatnya yang satu ini kadang suka berubah-ubah, dan sekarang sahabatnya menjadi aneh, yah Farrel cukup aneh sekarang dimata Audy.


"Tidak apa-apa, lalu bagaimana dengan pesta pembukaan A'Double Hotel, apa semua berjalan dengan lancar." Tanya Farrel penasaran, pasalnya ia belum menerima informasi mengenai kejadian di A'Double Hotel, sungguh Farrel sangat sibuk dan ketinggalan berita.


"Huft, apa kamu tidak pernah melihat berita, atau majalah bisnis ?" Bukan menjawab Audy mala bertanya balik, tampak Audy cemberut ketika Farrel menyinggung acara di peresmian hotel.


"Tidak, selama tiga hari ini aku sangat sibuk, jadi tidak bisa untuk membuka hp, emangnya ada apa, dan tunggu dulu, kenapa dengan mukamu ?" Tanya Farrel, ada perubahan dari raut wajah Audy, tentu saja Farrel menyadari hal tersebut.


"Huft, emang muka aku seperti apa, aku tetap terlihat cantik dalam keadaan apapun." Ucap Audy dengan penuh percaya diri.


"Muka kamu seperti orang yang sedang ada masalah, apa ada yang aku lewatkan ?" Jawab Farrel.


Hai, maaf yah baru up, author lupa hehe, jangan lupa Like, Komen dan Vote yah buat semangatin Author :)

__ADS_1


__ADS_2