MENIKAH

MENIKAH
S2 - Liburan


__ADS_3

Happy reading 😊


......................


"Sal, tadi aku pesen tiket pesawat untuk kita berdua. Tiba-tiba aja aku pengen liburan ke Lombok, kita kesana weekend ini."


Gerakan tangan mama Salma yang tengah memoles krim malam ke wajahnya pun langsung terhenti. Mama Salma lalu menoleh ke arah Papa Adit yang sedang duduk di pinggiran ranjang, tak jauh dari tempatnya duduk.


"Dalam rangka apa? Kenapa mas Adit enggak ngomong sama aku dulu sebelum pesan tiket?"


"Memangnya kenapa? Kamu juga pasti mau kan?" jawab papa Adit dengan santai.


"Enggak bisa gitu dong, mas. Nanti taneman aku yang ngurusin siapa?"


"Ya kan ada bibi di rumah. Tinggal nyiramin doang mah bibi juga bisa, Sal."


Ya, nampaknya peedebatan kecil tengah terjadi. Padahal diajak liburan, tapi bisa-bisanya mama Salma menolak hanya karena tanaman di halaman belakang.


"Enak aja tinggal siram doang. Itu taneman mahal semua ya, mas. Nanti kalo taneman aku pada mati semua gimana?"


"Ya tinggal beli lagilah, Sal. Cuma taneman aja kok, perasaan dulu kamu kalo diajak liburan langsung mau."


"Itu kan dulu, sebelum aku suka ngoleksi tanaman. Di rescedhule aja deh, mas. Nanti cari waktu yang pas, seenggaknya aku ngajari bibi dulu untuk ngerawat tanamannya." ujar mama Salma sambil melanjutkan kegiatan perawatan kulit wajahnya.


"Enggak ah, repot. Pokoknya kita berangkat weekend ini."

__ADS_1


Nampaknya keputusan papa Adit tidak bisa diganggu gugat. Setelah mengatakan hal tersebut, papa Adit langsung merebahkan tubuhnya ke kasur, bersiap diri untuk tidur.


"Lagian kenapa sih mas bisa tiba-tiba pengen liburan gitu?"


"Kita kan udah lama enggak liburan, Sal. Terakhir pas ke LA nengokin Rayyan, itu udah lama banget. Perginya juga sama anak-anak. Ini kan aku maunya cuma berdua doang sama kamu."


"Oooohhhh... kamu pengen Rayyan sama Eowyn ya? Mereka kan habis ke pantai sama pasangan. Eh, malam ini Rafa juga dinner sama Alita di restoran pinggir pantai itu." Mama Salma semakin tergelak. Meskipun belum tahu apa alasan sebenarnya papa Adit mengajaknya liburan ke Lombok, tapi jika memang alasannya karena iri, itu benar-benar memalukan.


"Enggak ya, aku cuma pengen aja kesana." kilah papa Adit.


Mama Salma segera mengakhiri ritual malammya, lalu beranjak naik ke ranjang untuk menggoda suaminya yang iri kepada anak-anaknya.


"Udahlah, ngaku aja. Mas Adit tuh paling enggak bisa kalo mau bohongin aku. Daripada ntar ketahuan anak-anak, malah lebih malu loh, mas."


"Bukan ngiri, tapi biar kita punya waktu berduaan. Anak-anak kan udah pada gede, kamu bukannya fokus ke aku malah ngurusin tanaman mulu."


"Hahahahaha... bukan gitu, mas. Aku ngurusin jadi suka tanaman kan biar ada kegiatan lagi di rumah. Rayyan udah tinggal sendiri sama istrinya, Eowyn udah mulai kerja, Rafa juga sibuk sama Alita, mas Adit pun juga masih sibuk aja ngurusin perusahaan."


"Trus sekarang aku ajak liburan, kamunya malah nolak. Ditolaknya karena tanaman pula, pasti karena tanaman mahal yang beliin Rafa itu kan?"


Mama Salam semakin tergelak. Entah kenapa rasa iri suaminya pada Rafa ini tidak memudar sejak dulu kala.


"Iya, salah satunya karena taneman yang Rafa beliin. Itu ngerawatnya enggak segampang jenggot musa itu, mas."


Papa Adit kembali berdecak kesal. "Nanti aku cariin orang khusus yang ngerti tanaman kamu semua itu, biar dia yang ngerawat tanaman selama kita pergi ke lombok. Kalo kangen sama tanamanmu, video call aja tuh orangnya biar dikasih liat tanemanmu dari pot ujung ke ujung."

__ADS_1


"Dih, gitu aja ngambek." Mama Salma mencolek bahu papa Adit yang baru saja memunggunginya. "Mau punya cucu juga, masih ngambekan kayak anak kecil."


Seketika itu pula, papa Adit langsung membalikkan badannya ke arah istrinya. "Emang... Zahra hamil, Sal?" tanyanya.


"Hmm... iya kali. Mereka kan udah nikah hampir tiga minggu, bisa jadi Zahra udah ngisi. Aku cuma bercanda tadi hehehehehe...."


"Makanya aku ajakin ke Lombok. Rayyan bikin, kita juga bikin, Sal. Jadi ntar adeknya Rafa seumuran sama anaknya Rayyan. Punya cucu punya anak juga gitu."


"Udah dibilang pabriknya udah tutup kok!" kini giliran mama Salma yang memunggungi papa Adit.


Mama Salma memijit pangkal hidungnya, bisa-bisanya suaminya berpikiran demikian, padahal anak mereka sudah besar-besar. Ia pun tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi anak-anaknya jika ia hamil diusia yang sudah tidak muda lagi ini. Apalagi Rafa, anak bungsunya itu pasti akan gencar menggodanya dan papa Adit. Mungkin besok jika Rafa memiliki istri mesumnya akan sama seperti suaminya sekarang ini. Atau mungkin Rayyan juga demikian ya? Hehehehehe...


"Bercanda, sayang. Aku cuma pengen kita berdua liburan aja, aku pusing banget sama kerjaan." ucap papa Adit yang kini tengah memeluk mama Salma dari belakang.


"Bentar lagi kan Rafa juga lulus, kasih aja ke Rafa tapi dibawah pengawasan Rayyan. Kamu udah waktunya pensiun, mas."


"Hm, nanti. Tunggu waktu yang tepat baru aku kasih ke Rafa. Biarkan dia belajar bertanggung jawab dulu."


......................


Ada yang kangen papa Adit sama mama Salma? Hahahaha... tiba-tiba aja pengen nulis tentang mereka berdua, enggak tau kenapa. Btw, season 2-nya mungkin enggak lama lagi aku udahin ya. Kemungkinan ending ceritanya ada di Eowyn. Kalo yang penasaran sama kisahnya Rafa bisa langsung cuss baca 'Back To You' ya. Masih on going kok, dan kemungkinan bakal panjang juga kayak disini hehehehehe....



Oiya, Selamat tahun baru 2021 ya. Semoga ditahun ini kita bisa lebih baik lagi, pandemi juga segera berlalu biar ga was2 lagi tiap aktifitas ke luar rumah. Sehat-sehat selalu ya kalian 😘😘

__ADS_1


__ADS_2