
Happy reading 😊
......................
"Rayyan pulang sore ini?" tanya Zach saat mobil yang ia kendarai baru saja meninggalkan gedung perkantorannya.
"Iya. Om Asep yang jemput mereka di bandara. Enak banget mereka, liburan lama banget." jawab Eowyn sambil terfokus pada ponselnya.
"Kamu mau liburan? Gimana kalo weekend ini kita liburan?"
Eowyn langsung mengalihkan pandangannya, menatap Zach dengan mata yang berbinar. Rasanya sudah lama sekali dirinya tidak pergi liburan. Sejak menyelesaikan skripsi dan wisuda, dirinya sudah dibuat sibuk dengan pekerjaan di kantor papanya.
Dan kini Zach menawarkan sebuah penawaran yang menggiurkan. Pergi liburan, bersama Zach pula. Aahhh, rasanya menyenangkan sekali meskipun liburan itu belum dia jalani. Namun, secepat itu pula Eowyn menyingkirkan perasaan senangnya itu.
"Emang orangtua kita bakal ngasih ijin? Aku enggak mau kalo kita bohong demi bisa liburan berdua. Aku takut itu malah bikin kita berada disituasi yang enggak ngenakin." Eowyn kembali menyandarkan punggungnya dan menghela nafas.
"Siapa bilang kita harus berbohong demi bisa liburan berdua?" Zach terkekeh.
"Weekend ini keluargaku akan pergi liburan dan menyewa sebuah vila di dekat pantai. Awalnya... aku ragu untuk ikut, karena aku pengen jalan-jalan sama kamu. Tapi sekarang, aku pikir enggak ada salahnya kalo aku ajak kamu liburan bareng keluargaku. Mama Papa kamu pasti juga enggak akan khawatir karena ada keluargaku disana." sambung Zach yang langsung menerbitkan kembali senyuman dibibir Eowyn.
"Sayaaaaaang... aku mau banget!" seru Eowyn sambil melingkarkan tangannya dilengan kiri Zach yang sedang memegang kemudi. "Tapi... beneran enggak apa-apa kalo aku ikutan? Itu kan liburan keluarga kamu." imbuhnya.
"Enggak apa-apa. Keluargaku pasti seneng banget kamu bisa ikutan. Kan tahun depan kamu juga jadi anggota keluarga kami." Zach meraih tangan Eowyn dan mengecup punggung tangannya.
Duh, pipi Eowyn langsung memanas. Bahkan mungkin sekarang wajahnya telah memerah, hanya karena Zach berkata dirinya akan masuk menjadi anggota keluarganya ditahun depan.
__ADS_1
Ya, kata mamanya, dia dan Zach boleh menikah ditahun depan. Papanya juga tidak melarangnya untuk menikah dengan Zach. Kedua keluarga juga sudah bertemu saat pernikahan abangnya minggu lalu. Meskipun belum mengadakan pertemuan keluarga secara resmi, namun kedua keluarga mereka sudah memberikan lampu hijau bagi keduanya untuk segera menikah.
"Nanti aku akan minta ijin ke Om Adit dan Tante Salma, waktu kita mepet. Karena Jumat sore kita akan langsung menuju tempat liburan keluargaku sepulang kerja. Mereka akan berangkat lebih dulu, jadi kita nyusul kesana."
"Aahhh, aku jadi enggak sabar nunggu weekend ini." Eowyn kembali berseru sambil merentangkan kedua tangannya dimobil dan membuat Zach tertawa karena tingkahnya.
......................
"Kamu kenapa?" tanya Rafa sambil menyelipkan rambut Alita yang tertiup angin ke belakang telinga.
Rafa sungguh penasaran kenapa Alita menjadi pendiam seharian ini. Bahkan senyum manisnya tak nampak lagi seperti biasanya. Padahal biasanya Alita akan sangat bersemangat saat ia mengajaknya ke pantai.
"Enggak apa-apa. Aku cuma capek aja."
"Kenapa enggak bilang? Kalo gitu kan tadi kita di rumah kamu aja, jadi kamu bisa istirahat."
Rafa menghela nafasnya, sebisa mungkin menahan emosinya agar tidak meledak. Ia paling tidak suka didiamkan seperti ini, apalagi jika ditambah dengan ketidaktahuan dirinya kenapa ia harus didiamkan.
Dulu, memang ia sering mendiamkan kekasihnya. Tapi itu ia lakukan karena ia telah mulai bosan dengannya. Dan hal itu bertujuan untuk membuat kekasihnya tidak betah dengannya dan meminta putus. Tentu Rafa dengan senang hati menyetujuinya karena memang itu yang ia harapkan. Dan mungkin inilah karma baginya, didiamkan Alita padahal ia merasa tidak melakukan kesalahan.
"Kalo memang aku ada salah, kamu harusnya ngomong langsung ke aku. Jangan diem aja, jadi aku bisa segera minta maaf ke kamu dan memperbaiki kesalahan aku." ucap Rafa sambil menatap lurus ke depan. Menatap ombak yang bergulung saling berkejaran.
Alita memang terkejut dengan apa yang baru saja diucapkan Rafa. Tapi Alita memilih untuk kembali diam. Dirinya merasa bingung, penyebab keterdiamannya sekarang memang ulah Rafa dimasa lalu. Seharusnya ia menyadari hal itu sedari awal, resiko berpacaran dengan lelaki yang gemar berganti-ganti pacar.
Rasa cintanya pada Rafa yang begitu besar membuatnya cemburu. Merasa tidak terima jika ada perempuan lain yang lebih dulu menikmati tubuh kekasihnya. Membayangkannya saj membuat hatinya teremas hebat, apalagi jika memang itu benar-benar terjadi.
__ADS_1
"Kamu bosan sama aku?" tanya Rafa kembali dan membuyarkan lamunan Alita.
Rafa menatapnya dengan tajam. Lelaki itu seolah mencari jawaban lewat tatapan matanya. Dengan cepat Alita mengalihkan pandangannya dan mencoba untuk tersenyum.
"Kok kamu ngomongnya gitu?"
"Aku cuma ngerasa kamu mulai berbeda sekarang. Kalo kamu cuma diam gini aja, masalah dalam hubungan kita enggak akan selesai. Aku bahkan enggak tau kesalahan apa yang udah aku lakuin ke kamu."
Alita menggelengkan kepalanya. "Enggak ada. Kamu enggak melakukan kesalahan apapun padaku."
"Pasti ada alasan dibalik diamnya kamu, Lit."
Alita menoleh, menatap Rafa yang kini sudah tidak lagi menatapnya. Ia tahu Rafa marah kepadanya, tapi dia tidak bisa mengungkapkan kepada Rafa apa yag membuatnya diam.
"Maaf. Suasana hatiku sedang enggak enak, makanya kamu jadi ikut kena." ucap Alita dengan lirih sambil menundukkan kepalanya.
Rafa kembali menoleh menatap Alita yang kini tengah menundukkan kepalanya. Entah mengapa ia merasa sangat bersalah. Tidak seharusnya ia langsung menyalahkan Alita, seharusnya ia mencari tahu terlebih dulu apa penyebabnya.
Rafa melebarkan tangannya dan langsung membawa Alita dalam pelukannya. "Maaf sayang, aku enggak tau." ucap Rafa sambil mengecup puncak kepala Alita.
Dan seketika itu pula Alita menangis hingga terisak. Ini bukan kesalahan Rafa, tapi justru kekasihnya itu yang merasa bersalah dan meminta maaf padanya.
......................
Maaf kalo baru muncul lagi ya, karena dari minggu lalu bener-bener buntu banget tiap mau nulis. Sementara 1 eps dulu ya, nanti kalo pas longgar ditambah lagi deh hehehehehe....
__ADS_1
Ramaiin juga novelku yang lain ya gaeessssss. Yang belum baca Cupcake's Love sama Lean On Me, cuss deh meluncur kesana. Ada juga yg terbaru, novel spesialnya Rafa 'Back To You'. Thank you ❤️