MENIKAH

MENIKAH
S2 - Deal


__ADS_3

Happy reading 😊


***


Zach berjalan menuju meja kerja Eowyn saat jam makan siang telah tiba. Zach memperhatikan gadis itu masih sibuk berkutat dengan tuts-tuts laptop di depannya.


Tok... tok...


Zach mengetuk meja kerja Eowyn yang langsung mendapat senyuman manis dari kekasihnya itu.


"Istirahat dulu, ayo kita makan siang di kantin." ajak Zach sambil mengusap rambut Eowyn.


"Tunggu sebentar lagi ya, sayang. Kurang dikit lagi selesai kok." pinta Eowyn yang langsung mendapat anggukan kepala dari Zach.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, kedua berjalan beriringan menuju kantin kantor untuk makan siang. Setelah memesan menu makan siang masing-masing, Zach dan Eowyn mencari meja kosong untuk duduk makan siang bersama.


"Ku dengar, Rayyan berhasil menggaet perusahaan pak Martin di Bandung ya?" tanya Zach disela makan siang mereka.


"Hm." Eowyn menjawab sambil mengunyah makanan dan menganggukkan kepalanya. "Kemarin aku denger dari Papa juga begitu. Kolaborasi abang dengan Zahra memang bener-bener luar biasa."


"Iya. Abangmu memang butuh orang seperti Zahra. Banyak orang disini yang membicarakan kinerja Zahra setelah rapat bulanan beberapa bulan lalu. Padahal saat itu status kalian masih menjadi mahasiswi yang sedang menunggu waktu untuk diwisuda."


"Otak Zahra memang seperti itu. Udah macam bukan manusia aja, enggak kayak aku yang kadang loadingnya suka lama hahahaha...."


"Itu wajar." Zach mengusap rambut Eowyn dengan lembut dan tersenyum. "Justru aku menyukai wajahmu ketika bingung, benar-benar menggemaskan sampai pengen aku cium."


"Ini di kantor, sayang." Eowyn melotot ke arah Zach yang justru cengengesan itu.


"Sabtu malam ini, aku dan keluarga berencana untuk mengadakan pesta barbeque kecil-kecilan di rumah. Kamu mau ikut?"


Eowyn mengangguk dengan semangat. "Mau banget!"


"Tapi ada syaratnya."


"Apaan?" tanya Eowyn dengan curiga saat mendapati Zach yang tersenyum mencurigakan ke arahnya.


"Jumat malam kita makan malam dulu, itung-itung kencan sebagai ganti karena Sabtu malamnya kita enggak bisa mesra-mesraan."


"Iyaaaa... tapi, gantian aku yang traktir ya? Selama ini selalu kamu mulu yang bayar."


"Memangnya kenapa? Aku enggak masalah."


"Bukan begitu, pokoknya aku mau gantian traktir kamu makan."

__ADS_1


"Oke, yang penting bisa kencan aja sama kamu."


Kemesraan keduanya terganggu saat Rafa tiba-tiba muncul ditengah-tengah mereka sambil meledek keduanya.


"Lo ngapain kesini? Bukannya tadi pagi lo bilang ada kelas?" tanya Eowyn dengan nada kesal.


"Ya kan gue bilang ada kelas pagi, siang enggak ada. Gue kesini karena disuruh Papa, besok gue disuruh Papa ikut abang ketemu klien." jelas Rafa sambil menyedot minuman milik Eowyn.


"Emang abang udah balik ke rumah?"


Rafa mengangguk. "Belum. Masih perjalanan kali, biasa dilama-lamain. Namanya juga pergi cuma berdua, sama kakak cantik pula. Pasti abang senenglah hahahaha...."


"Pikiran lo, Fa. Bisa enggak sih sekali-kali lo mikir yang bener gitu?" Eowyn berdetak kesal. Ia merasa kesal karena tidak terima abang tercintanya dan sahabat terbaiknya dijadikan bahan candaan oleh Rafa.


"Gue bener kali, iya enggak Bang?" Rafa bertanya pada Zach sekaligus merangkulnya. "Bang Zach kalo pergi berdua aja sama kak Eowyn, meskipun judulnya dinas kantor, seneng atau enggak?" tanya Rafa pada Zach dengan tangan yang masih merangkul bahu Zach.


"Ya senenglah." jawab Zach tanpa pikir panjang. "Lumayan kan bisa kencan berdua di luar kota, dibayarin kantor pula." imbuh Zach.


"Tuh, lo denger! Pacar lo aja setuju kan sama pernyataan gue tadi. Gue yakin itu abang ada maksud kenapa baliknya pake ditunda segala."


Eowyn menggelengkan kepalanya. "Jadi menurut lo abang suka sam Zahra?"


"Bisa jadi." jawab Rafa dengan cepat. "Lo mau taruhan?"


"Dengerin dulu woi!" Rafa mengusap lengannya yang terasa panas akibat pukulan Eowyn. "Kalo abang beneran suka sama kak Zahra, terus mereka pacaran bahkan sampai nikah, gaji lo sebulan buat gue. Gimana?"


"Enak aja! Sebulan gue kerja enggak dapet apa-apa dong?"


"Tabungan lo kan banyak, kayaknya lebih banyak dari tabungan gue. Lagian ya Kak, ini tuh enggak harus lo bayar bulan ini. Tapi tunggu sampai mereka beneran nikah, yang enggak tau itu bakalan terjadi kapan."


Eowyn nampak berpikir, lalu melirik ke arah Zach yang tersenyum sambil menganggukkan kepalanya meminta Eowyn untuk menyetujui permintaan Rafa.


"Oke, gue setuju. Tapi kalo semua itu enggak terjadi, uang jajan bulanan lo disaat abang nikah, itu buat gue."


"Oke hahahaha... deal!" Rafa dan Eowyn saling berjabat tangan.


***


Sepanjang perjalanan pulang, Rayyan dan Zahra tampaknya memilih untuk diam sambil menddengarkan musik yang diputar oleh Rayyan. Kejadian kemarin malam benar-benar membuat keduanya menjadi canggung sama lain.


"Kita berhenti dulu di rest area depan, aku mau ke kamar mandi." ucap Rayyan memecahkan keheningan yang sudah sejak tadi mengambil alih. Zahra hanya mengangguk, tanpa berkata sepatah kata pun pada Rayyan.


Setelah Rayyan membelokkan mobilnya pada sebuah rest area dan memarkirkannya, Zahra ikut menarik handle pintu mobil untuk turun.

__ADS_1


"Tunggu di depan mini market itu, Zah. Aku akan ke toilet sebentar." kata Rayyan sambil menunjuk ke arah tempat yang ia maksud. Belum juga Zahra sempat menjawabnya, Rayyan telah lebih dulu berlalu meninggalkan Zahra.


Zahra hanya memandangi punggung Rayyan sebelum akhirnya menghilang dibalik dinding toilet. Ia lalu melangkahkan kakinya menuju mini market yang dimaksud oleh Rayyan dan duduk di kursi yang berada di depannya. Zahra tahu, Rayyan pasti kecewa dan marah kepadanya karena kejadian semalam. Zahra menghela nafasnya sambil menunduk, hingga tanpa sadar ia melamun karena terlalu fokus bergulat dengan pemikiran diotaknya.


"Zah?" panggil Rayyan sambil menyentuh bahu Zahra yang membuat Zahra begitu terkejut dan berjingkat dalam posisi duduknya.


"Kamu masih sakit?" Rayyan mengulurkan telapak tangannya dan menempelkannya pada dahi Zahra.


"E-enggak kok, Pak. Saya udah sehat." jawab Zahra sambil menurunkan tangan Rayyan yang menempel pada dahinya.


"Di tempat kayak gini kenapa melamun? Kamu enggak takut kena hipnotis orang?"


"Iiiihhh... Bapak nakut-nakutin!" Zahra berucap dengan kesal sambil memalingkan wajahnya.


"Bukannya nakut-nakutin, Zah. Aku bicara apa adanya. Gimana kalo ternyata tadi yang pegang bahu kamu ternyata orang asing yang menghipnotis kamu, terus kamu jadi korban perdagangan manusia."


"Pak Rayyan!" geram Zahra sambil menatap Rayyan dengan tatapan tajam. Yang ditatap justru memasang wajah santai dengan punggung yang bersandar di kursi.


"Plis deh pak, biasa aja wajahnya. Jangan bikin gue makin galau lagi." Zahra menggerutu dlam hati karena semakin jatuh dalam pesona Rayyan.


"Kenapa?" tanya Rayyan dengan santai.


"E-enggak kenapa-kenapa kok, Pak."


Lalu kemudian hening mengambil alih suasana kembali untuk beberapa saat. Sebelum akhirnya Zahra memberanikan diri untuk membuka suara.


"Pak... soal semalam... saya... bener-bener minta maaf." ucap Zahra dengan ragu-ragu dengan kepala yang tertunduk dan jemari tangan yang saling bertatut.


Rayyan menganggukkan kepalanya. "Iya, aku enggak masalah."


Merasa Rayyan tak lagi marah dengannya, Zahra mendongakkan wajahnya dengan wajah yang berbinar.


"Kita bisa anggap kejadian hari kemarin enggak pernah terjadi. Jadi... kita bisa bersikap seperti biasa lagi, seperti sebelumnya. Aku bosnya, dan kamu personal assistant-nya. Kamu pasti setuju kan?"


Entah kenapa mendengar perkataan Rayyan barusan, justru kini Zahra yang merasa kecewa. Binar diwajahnya yang muncul beberapa saat lalu telah menghilang, berganti dengan raut wajah kekecewaan yang mungkin tak bisa lagi disembunyikan oleh Zahra, sebelum akhirnya ia memilih untuk menunduk sambil menganggukkan kepalanya.


"Melupakan kejadian semalam, dan bersikap seperti dulu. Dia bosnya, dan aku personal assistant-nya. Ingat posisimu, Zah."  Zahra menggumamkan kata-kata itu dalam hati untuk menenangkan dirinya, agar tidak merasa kecewa kepada Rayyan.


***


Maaf banget ini up-nya telat dan scene abang Rayyan-nya cuma seiprit hahahaha.... sengaja sih, biar besok bisa dilanjut lagi 🤣🤣 Pengennya bisa crazy up, tapi enggak tau besok ada waktu nulis berapa episode. Votes, likes dan commets-nya jangan ketinggalan. Biar aku semangat nulisnya, terus juga jangan lupa mampir ke cerita Cupcake's Love sama Lean On Me biar rame hahahaha... ngelunjak ya, maaf 😅🙏


Tapi terima kasih banyak loh ya untuk segala dukungannya, kalian sehat-sehat terus ya 😘

__ADS_1


__ADS_2