MENIKAH

MENIKAH
S2 - Bunga


__ADS_3

Happy reading 😊


***


Hari wisuda Eowyn dan Zahra telah tiba. Dihari wisudanya ini, tentu Zahra merasa senang. Bukan hanya karena title pendidikan yang ia raih, melainkan izin dua hari yang diberikan oleh Rayyan. Izin itu tentunya diberikan tidak secara cuma-cuma, karena weekend ini ia harus mendampingi Rayyan bertemu klien penting di Bandung. Semua tugasnya selama dua hari libur ini akan dihandle oleh bu Meta.


Ditemani kedua orangtuanya, kakak beserta kakak iparnya yang sedang hamil tujuh bulan, Zahra tak henti-hentinya menebar senyum cantiknya dari pagi tadi. Dengan gelar sarjana yang telah ia kantongi sekarang, tentu menjadi modal yang sangat penting bagi Zahra melamar pekerjaan jika nantinya Rayyan memberhentikannya. Tapi ia akan sangat bersyukur jika Rayyan mempertahankannya. Jikalau ia harus dipindahkan Rayyan ke bagian lain pun juga tidak masalah baginya, bagi Zahra yang terpenting ia telah mendapatkan pekerjaan.


"Zah!" teriak Eowyn begitu dengan Zahra di depan pintu masuk gedung wisuda mereka.


"Iiihhh... lo jarang dandan tapi sekalinya dandan cantik banget deh! Bikin pangling aja." puji Eowyn yang begitu takjub melihat hasil polesan sang MUA.


"Hmm... sendirinya gimana? Cantiknya bisa bikin pak Zach berasa lagi ijab sama lo." canda Zahra sambil menyenggol lengan Eowyn dengan sikutnya.


"Abang sama Rafa kan baru bisa datang agak siangan nih, Zah. Nanti selesai acara kita foto bareng ya?"


"Ngapain nunggu abang lo sama Rafa? Foto sekarang aja juga bisa kali, Wyn."


Eowyn menggelengkan kepalanya. Pokoknya nanti nunggu mereka berdua dateng."


"Terus pak Zach?"


"Enggak dateng dia, sedih banget kan gue. Baru aja kemarin gue seneng karena wisuda bisa foto sama pacar. ehh taunya dia enggak bisa izin dong." jawab Eowyn dengan wajah yang telah berubah menjadi sedih.


"Udah, jangan sedih. Siapa tau pak Zach cuma bercanda kan?"


"Menurut lo begitu?"


"Mungkin aja. Udah yuk masuk, yang lain udah pada di dalam kan?"


"Iya, bentar gue nyamperin mama papa dulu."


***


Selepas acara wisuda selesai, Eowyn dan Zahra keluar gedung secara beriringan dengan diikuti kedua orangtua mereka dibelakang. Eowyn langsung tersenyum lebar begitu menangkap sosok abangnya dan Rafa yang telah menunggunya diluar. Dirinya segera berlari kecil, menuju ke arah abangnya dan memeluknya. Meninggalkan Zahra dibelakang yang masih begitu santai berjalan.

__ADS_1


"Udah punya pacar masih peluk-peluk abang juga?" goda Rayyan sambil tersenyum.


"Bedalah, Bang. Kalo sama abang sampai kapan pun bisa dipeluk. Meskipun abang udah punya istri, istri abang juga enggak bisa ngelarang aku untuk meluk abang."


"Gue enggak?" cibir Rafa yang berdiri di sebelah Rayyan sambil membawa dua bouquet bunga.


"Hahahaha... iya, lo juga." Eowyn beralih memeluk Rafa. "Tumben lo so sweet pake beliin bunga segala. Kirain lo bersikap manis gitu ke calon pacar lo doang." cibir Eowyn pada Rafa.


"Apaan? Orang ini punya abang kok!" Rafa langsung menyerahkan paksa bouquet bunga tersebut pada sang abang.


Dengan terpaksa, Rayyan menerimanya. Padahal sedari tadi ia memaksa Rafa untuk membawanya karena merasa malu.


"Buat lo, hadiah karena udah diwisuda." ucap Rayyan sambil menyodorkan satu bouquet bunga pada Eowyn.


"Iiiihhh... ternyata abang yang so sweet? Terus satunya lagi buat siapa, Bang?"


"Selamat siang, Pak." sapa Zahra begitu mendekat pada mereka. "Hai, Fa." sambungnya sambil tersenyum ke arah Rafa begitu pula sebaliknya.


"Ini buat Zahra." Rayyan dengan sedikit kaku menyerahkan bunga itu kepada Zahra, membuat Eowyn dan Rafa yang berada disebelahnya terperangah.


"Titipan dari bu Meta." imbuh Rayyan dengan terbata,  begitu mendapati ekspresi kedua adiknya yang sedang terkejut itu.


"Kirain dari abang." Rafa memukul lengan abangnya dengan gemas. "Terus dari abang mana?" lanjutnya.


"Zahra sukanya duit, cuma itu yang bikin dia seneng." kilah Rayyan yang kemudian berjalan meininggalkan kedua adiknya dan Zahra untuk bertemu orangtuanya dan keluarga Zahra.


"Kayaknya kita bakal jadi obat nyamuk deh. Kak Zahra, kita kesana aja yuk!" ajak Rafa sambil menunjuk ke keluarga mereka yang sedang berkumpul.


Zahra mengangguk dengan tersenyum, sambil berlalu meininggalkan Eowyn yang masih terkejut dengan kedatangan Zach yang tiba-tiba itu.


***


Sesampainya di rumah dan membersihkan diri, Zahra bergegas mengurusi bunga yang ia dapatkan dari Rayyan. Bukan Rayyan, tapi dari bu Meta. Bunga tulip berwarna ungu yang sangat cantik itu dimasukkan ke dalam sebuah vas, lalu diletakkan di nakas samping tempat tidurnya. Bersebelahan dengan jam digital yang berwarna hitam itu. Setelahnya, Zahra meraih ponselnya. Ia teringat belum mengucapkan terima kasih pada bu Meta. Bukan kerena telah menggantikan pekerjaannya selama dua hari ini, tetapi juga atas kiriman bouquet bunga yang dititipkan pada Rayyan tadi.


"Ada apa, Zah?" tanya bu Meta begitu sambungan telpon Zahra terhubung padanya.

__ADS_1


"Bu Meta lagi sibuk ya?"


"Enggak, biasalah. Kamu tau sendiri kan kerjaanku, lagipula kerjaan kamu juga udah beres semua kan? Oiya, selamat ya atas wisudanya. Semoga kedepannya kamu makin sukses."


"Aamiin... terima kasih banyak ya, bu. Dan terima kasih juga bunganya, sampai repot-repot nitip bunga ke Pak Rayyan."


"Bunga? Bunga apaan, Zah?" suara bu Meta terdengar kebingungan.


"Eh? Bukan bunga bu Meta ya?"


"Kamu ngomong apaan sih, Zah? Aku enggak paham deh hahaha...."


"Enggak apa-apa kok bu, lupain aja. Mungkin tadi saya yang salah denger."


"Hahahahaha... Oke-oke, Zah. Sekali lagi selamat ya, selamat juga bisa izin dua hari sebelum akhirnya harus berperang sama klien penting di Bandung."


"Iya bu, doakan yang biar lancar dan sukses. Jadi biar aku enggak di-cut sama pak Rayyan."


"Enggak akanlah, Zah. Kerjamu bagus gitu kok."


"Semoga aja bu hehehehe... yaudah bu Meta, aku tutup dulu ya. Bu Meta selamat bekerja lagi, bye...."


"Hm, bye Zah...."


Zahra kembali memandangi bunga lili berwarna ungu yang ada dihadapannya. Ia mencoba mengingat kembali kejadian dimana Rayyan memberikan bunga itu padanya dan mengatakan jika itu adalah titipan dari bu Meta. Tapi barusan, bu Meta bilang bahwa bunga itu bukan miliknya. Zahra menautkan kedua alisnya, mencoba mengumpulkan kepingan memori di depan gedung wisuda tadi. Eowyn juga menerima bunga tulip dari Rayyan, bunga tulip yang berwarna merah muda.


Sesaat, Zahra berpikir jika bunga itu benar-benar dari Rayyan, bukan bu Meta. Karena bunga yang ia dan Eowyn terima adalah jenis bunga yang sama, hanya berbeda warnanya. Saking penasarannya, Zahra segera mencari jawabannya diinternet. Mengetikkan kata kunci yang sesuai dengan rasa ingin tahunya. Begitu mendapatkan sebuah artikel yang membahas mengenai arti warna disetiap bunga tulip, Zahra langsung membungkam mulutnya dengan telapak tangannya. Matanya kembali menatap susunan bunga tulip yang tersusun rapi pada vas kaca bening itu.


"Lo gila, Zah! Ini cuma kebetulan aja, enggak mungkin maksudnya pak Rayyan begitu! Terlebih diartikel ini tertulis untuk wanita Belanda, Zah. Lo orang Indonesia!" Zahra memaki didirnya sendiri dalam hati.


🌷 Tulip merah muda atau pink adalah lambang penghargaan dan harapan yang baik. Di Belanda, di setiap pertandingan olah raga, kalung bunga yang akan dikalungkan para pemenang berisi rangkaian tulip merah muda. Sebagai ungkapan pemberian penghargaan atas kemenangan yang telah diraih.


🌷Warna ungu selalu terkesan high class. Di dalam cerita Hamlet, drama karangan William Shakespeare, warna ungu banyak digunakan sebagai simbol kebangsawanan. Bisa dilihat dari warnanya yang elegan dan terkesan mahal. Tulip ungu melambangkan royalti dan kesempuraan. Dari segi makna, di Belanda, orang-orang mengartikan tulip ungu sebagai ungkapan cinta pada pandangan pertama. Jika Anda memberikan tulip ungu pada wanita Belanda, Ia akan berpikiran bahwa Anda menyukainya.


***

__ADS_1


Ciiiieeee.... abang Rayyan ngasih bunga ke Zahra? Ini para pendukungnya Rayyan sama Zahra pasti pada seneng kan ya? Hahahahaha... enggak apa-apa, biar senyum mulu karena cerita saya yang disebelah lagi sedih banget 😢


Sehat terus ya readers semua, jangan bosen nungguin lanjutan cerita saya ini 😘


__ADS_2