MENIKAH

MENIKAH
Episode 49


__ADS_3

"Mendekatlah, saya akan memberi tahu kamu, siapa wanita yang membuat saya berjuang sekeras ini." Ucap Albert sambil tersenyum, Audy yang dilanda penasaranpun langsung mendekatkan diri.


"Wanita itu adalah kamu Audy Trisumajaya." Ucap Albert sambil berbisik tepat disamping telinga Audy.


Audy rasanya berhenti bernafas ketika mengetahui wanita yang selama ini diperjuangkan Albert adalah dirinya.


"Apa maksud anda tuan Albert." Tanya Audy penuh penekanan.


"Maksud saya, wanita yang saya inginkan adalah kamu nona muda keluarga Trisumajaya." Ucap Albert penuh penekanan.


Mendadak acara menjadi sedikit riuh dengan bisik-bisik orang-orang, akhirnya wanita yang Albert inginkan bisa diketahui publik, pasalnya banyak orang tahu jika Albert menjadi pengusaha sukses karena menginginkan satu wanita, wanita yang memiliki drajat tinggi, sehingga Albert harus berjuang keras untuk mendapatkannya.


-----


"Saya tidak percaya tuan Albert, mungkin anda sedang bercanda dan ingin melihat reaksi wanita yang kamu inginkan sehingga mengatakan saya adalah wanita itu." Ucap Audy yang tetap tidak percaya jika wanita yang Albert maksud adalah dirinya.


"Tentu saja saya tidak bercanda nona, jadi maukah kamu menikah dengan saya, menjadi bunda dari anak-anakku kelak." Ucap Albert yang secara tidak langsung sedang melamar Audy didepan umum.


"Maaf sepertinya tidak bisa, lagi pula kita juga baru saling mengenal satu sama lain." Jawab Audy yang tampak menolak secara halus.


"Kita sudah lama kenal Audy, jadi bagaimana bisa kamu menjadikan itu sebagai alasan." Ucap Albert yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan.


"Tapi tuan Albert, saya tidak mencintai anda, saya tidak siap untuk menikah dengan anda." Ucap Audy yang tetap menolak.


"Baiklah, saya akan menunggu sampai kamu mau menerima saja, dan sampai kamu mau mencintai saya dengan segenap hatimu." Jawab Albert yang tampak terima, mungkin dia harus lebih berusaha untuk mendapatkan apa yang ia mau.


"Baik, terima kasih atas pengertiannya tuan Albert." Ucap Audy sambil tersenyum.


"Jadi selama ini kalian berdua sudah saling kenal, eh maksud saya selama ini wanita yang pak Albert maksud adalah Audy yang tak lain adalah bos saya." Ucap Angel yang tampak merasa tidak percaya.

__ADS_1


"Yah kamu benar, wanita yang selama ini saya inginkan adalah Audy, wanita yang akan menjadi pendamping saya di masa depan." Jawab Albert penuh keyakinan.


Semua orang yang ikut serta dalam peresmian A Double'Hotel merasa kaget, Mereka juga mengenal Audy sebagai pewaris tunggal kekayaan keluarga Trisumajaya, Audy sangatlah cantik dan berkarisma.


Ia mewarisi semua kekayaan keluarganya, bahkan ia juga mewarisi sifat dingin yang ia tampilkan, ketegasan seperti daddynya, dan jiwa pemimpin yang mengalir kenal dalam darah Audy.


"Wah, ternyata nona muda Audy yang menjadi motivasi dibalik suksesnnya tuan Albert." Ucap X yang merasa sangat kagum bercampur kaget.


"Pantas saja Tuan Albert memiliki ambisi yang besar, ternyata targetnya bukan suatu yang muda." Ikut kagum dengan perjuangan Albert.


"Sebelumnya tuan Albert memang sudah menjadi pengusaha sukses, keluarganya juga adalah pebisnis, tapi sepertinya untuk meminang nona Audy, tuan Albert harus berusaha lebih keras." Salah satu yang hadir Y.


"Benar, apa lagi Nona Audy adalah pewaris tunggal keluarga Trisumajaya, tidak mungkin nona Audy akan bersanding dengan sebarang orang." Sahut teman Y.


"Benar, mereka akan menjadi pasangan paling serasi, dan juga mungkin mereka akan menjadi penguasa binis jika digabungkan." Sahut Y.


"Sepertinya ini terlalu cepat, lagi pula aku tidak bisa dibeli dengan uang." Jawab Audy yang tidak ingin memberi jawaban.


"Baiklah, kalau mungkin ini terlalu cepat, saya akan dengan senang hati menunggu kamu." Jawab Albert yang tidak terlihat kecewa sama sekali.


"Audy, sebaiknya makan dulu, sejak tadi kamu belum makan." Ucap Angel menyela, ia juga turut memperhatikan kesehatan dari bosnya.


"Terima kasih sudah mengingatkan." Jawab Audy sambil menatap asistennya.


"Ohyah tuan Albert, apa kau tidak keberatan jika aku mencicipi makan yang ada disini." Sambung Audy sambil mengahlikan tatapan pada Albert.


"Tentu saya tidak, kamu bisa memakan apa saja yang ada disini, tidak akan ada yang berani untuk melarang atau memarahimu cantik." Jawab Albert dengan nada menggoda serta mengedipkan stengah mata.


"Baiklah, kalau begitu saya tinggal dulu." Jawab Audy sambil menarik tangan asistennya, tanpa menunggu jawaban dari pemilik acara.

__ADS_1


Keduanya akhirnya meninggalkan Albert dan para tamu yang sedang memperhatikan mereka sejak awal, Audy tidak perduli sama sekali dengan tatapan orang-orang, ia lebih memilih untuk mengisi perutnya sampai kenyang.


Makanan adalah sesuatu yang penting menurut Audy, ia akan sangat senang jika banyak yang tersaji di atas meja, tidak tanggung-tanggung dia akan mencicipi semua, dan yang menurutnya enak mungkin saja ia akan menambah, bukan hanya mungkin tapi kenyataan jika ia memang benar-benar menambah makanan.


"Audy, apa kamu makan tidak terlalu banyak ?" Tanya Angel yang merasa kenyang melihat bosnya makan sangat banyak dan juga lahap.


"Tidak sama sekali, kamu harus menghargai makanan, lagi pula disini kebanyakan orang bersikap munafik, banyak yang mengatakan sudah kenyang, eh nyatanya malu buat nambah doang." Ucap Audy yang dapat didengar oleh sekitar, ia tidak peduli dengan berbagai macam tatapan, yang penting ia kenyang.


"Sejak tadi kamu terus saja diperhatikan oleh mereka, apa tidak apa-apa, bahkan tadi aku mendengar ada yang sempat membicarakan mu." Ucap Angel yang malahan merasa tidak nyaman dengan berbagai tatapan.


"Sudahlah, tidak usah pedulikan mereka, aku yakin mereka juga ingin menambah makanan tapi karena malu, yah mereka menahan lapar, dan mungkin mereka akan makan di rumah setelah ini." Ceteluk Audy yang tetap fokus pada makanannya.


"Wah, udah cantik gak nanggung-nanggung lagi kalau mau makan, bener-bener cewe unik." Salah satu tamu.


"Cantik makannya banyak banget, apa dia gak takut buat gemuk, atau dia tidak pernah diberikan makanan enak." Ucap salah satu wanita yang berdiri dekat Audy.


"Makanan saya adalah makanan enak semua, bahkan saya tidak kesusahan makanan, jadi jaga tata bahasa mu." Ucap Audy terdengar dingin, wanita yang tadi mengomentari Audy hanya diam saja.


"Angel, sebaiknya kita segera pulang, aku sudah tidak mood disini." Ucap Audy sambil menyilang kedua tangan di depan dada.


"Tapi acaranya belum selesai." Ucap Angel mengingat acara puncak belum dimulai.


"Yahsudah, kamu tunggu saja sampe acara selesai,sekarang aku mau pulang sekarang." Ucap Audy sambil beranjak dari kursi tempat ia duduk.


"Baiklah sekarang kita pulang, tapi apa tidak sebaiknya kamu pamit sama tuan Albert." Ucap Angel mengalah.


"Tidak penting." Ketus Audy.


Baiklah, sampai disini dulu yah, byee :)

__ADS_1


__ADS_2