
Mari kita bergeser sedikir ke tempat Farrel.
Farrel sedang serius di kantor, Farrel tampak memperlajari berkas-berkas yang diberika oleh daddnya, Ketika hampir selesai ada sedikit lalat penggangu yang mendatangi Farrel.
Tok, tok, tok..
"Masuk." Jawab Farrel, ketika mendengar suara ketukan pintu.
"Hai." Sapa seorang wanita yang baru saja memasuki ruangan kerja Farrel, menggunakan baju yang memperlihatkan bentuk badannya.
"Ada apa, kenapa kamu kesini ?" Tanya Farrel dingin.
"Aku kesini buat ketemu sama calon tunanganku lah, buat apa lagi selain itu." Jawab wanita tersebut dengan kesal.
"Saya sibuk, karena tidak ada yang penting, anda bisa keluar sekarang, dan anda jelas masih ingat letak pintu untuk keluar bukan." Ucap Farrel, tanpa memperdulikan wajah kesal dari wanita tersebut, yang tak lain adalah calon tunangannya Pricil.
"Aku datang karena aku merindukanmu, kenapa kamu menghusirku seperti ini." Protes Prisil, Prisil bertambah kesal karena Farrel dengan berterus terang mengusirnya.
"Tapi sayang, aku bahkan tidak merindukanmu sama sekali, dan aku tidak mau untuk melihat wajahmu barang sedetik saja, jadi anda bisa keluar dari ruangan saja sekarang juga." Ucap Farrel dengan sinisnya.
"Kenapa kamu bersikap seperti ini, kamu harus ingat aku adalah tunanganmu." Bentak Pricil dengan wajah memerah karena kesal.
"No, bukan tunangan nona, tapi calon mantan tunangan." Ucap Farrel memperbaiki ucapan dari Pricil.
"Cih, apa maksudmu." Jawab Pricil sambil berdecih.
"Kita tidak akan pernah bertunangan Pricil, jadi kita adalah mantan calon tunangan, ingat itu baik-baik." Jawab Farrel penuh penekanan.
"Hei, kamu tidak bisa berkata seperti itu, kita akan segera bertunangan dan menjadi sepasang suami istri nanti." Jawab Pricil berteriak.
"Hahaha, kamu terlalu berharap, kamu bukan tipe wanita yang aku cari, jadi berhentilah berharap aku menjadi milikmu." Jawab Farrel dengan santainya.
"Kamu akan bertekuk lutut dihadapanku Farrel, dan kamu juga akan menyesal telah memperlakukanku seperti ini." Ucap Pricil, sebelum meninggalkan ruangan Farrel.
Farrel sudah jelas tidak perduli dengan omongan Pricil, Yah karena memang benar, Farrel tidak ingin memiliki kekasih seperti Pricil, Pricil hanyalah gadis manja, cerewet dan tidak bisa di andalkan.
Sudah satu minggu, Audy dan Farrel bekerja di perusahaan masing-masing, Audy dan Farrel tampak sibuk dengan urusan masing-masing, banyak peningkatan dalam kinerja mereka, Weekend adalah hari libur, waktu untuk bersantai dengan keluarga, sahabat dan juga kekasih, ada juga yang memanfaatkan weekend untuk metime.
__ADS_1
Audy dan Farrel memutuskan untuk jalan berdua, karena dari hari senin sampai hari jumat, keduanya tidam memiliki waktu untuk bertemu karena kesibukan masing-masing, untuk akhir pekan keduanya menghabiskan waktu bersama dengan keluarga masing-masing.
"Hallo, Au lu dimana sih ?" Tanya Farrel dari seberang telepon.
"Hallo, gw lagi di depan toko Zara." Jawab Audy.
"Yaudah, kalau gitu lu tunggu disana yah, jangan kemana-mana nanti gw yang samperin." Jawab Farrel.
"Iya,iya, janga lama yah." Jawab Audy.
Farrel pun dengan segera berjalan cepat, dan langsung menuju ke depan toko Zara, Farrel dapat melihat Audy di depan toko Zara.
Audy terlihat cantik, Audy tentu saja terlihat cantik, apa pun yang digunakan Audy terlihat cocok dan menarik perhatian banyak orang.
"Hai." Sapa Farrel.
"Hmm." Dheman singkat dari Audy.
"Temenin gw beli sepatu yuk." Ajak Farrel.
"Gak sih, lagian sepatu gw cuma beberapa doang, niat gw nambah satu lagi, biar yang lain pada awet terus bisa dipake lebi lama lagi." Jawab Farrel.
Farrel memang hanya memiliki beberapa pasang sepatu, Farrel adalah tipe orang yang tak suka membeli atau menghabiskan uang untuk hal yang tidak penting, Farrel lebih memilih menabung uang jajan yang ia terima dari kedua orangtuanya.
"Yaudah yuk." Jawab Audy, Audypun langsung mengiyakan setelah mendengar alasan Farrel untuk membeli sepatu baru.
"Menurut lu, mending gw beli sneakers atau fantofel ?" Tanya Farrel.
"Kalau menurut gw, mending lu beli sepatu fantofel aja, sekarang juga lu lebi banyak menghabiskan waktu di kantorkan." Jawab Audy memberikan saran dan pendapatnya.
"Oke thanks, buat sarannya." Jawab Farrel, sedikit mengembangkan senyum.
"Ohiya, gimana kerjaan lu?" Tanya Audy berbasa-basi.
"Yah gitu-gitu aja sih, tapi ada peningkatan kok." Jawab Farrel.
__ADS_1
Mereka berdua berjalan beriringan untuk mencari toko sepatu, keduanya tampak seperti sepasang kekasih, Audy yang memiliki paras cantik dan ditambahkan dengan Farrel yang memiliki wajah tampan, aura dingin keduanya membuat mereka benar-benar terlihat cocok.
"Au, tunggu sebentar yah, gw mau liat-liat dulu." Ucap Farrel, Audy hanya mengangguk dan duduk dikursi yang di sediakan.
Audy yang duduk menunggu Farrelpun, mulai merasa bosan, Audy berdiri dan ingin menyusul Farrel yang sedang memilih sepatu yang cocok, tapi belum sempat dia melangkah, ada orang yang memanggil dirinya.
"Hai Audy." Sapa seorang lelaki.
"Eh, hai." Jawab Audy dengan nada dingin.
"Apa kabar ?" Tanya lelaki tersebut berbasa-basi.
"Yah, seperti yang lu liat sekarang, gw baik-baik saja." Jawab Audy.
"Apa lu lagi sibuk ?" Tanya lelaki itu lagi.
"Langsung saja, apa yang mau lu bicarakan ?" Tanya Audy yang malas berbasa-basi.
"Gw mau minta maaf, mungkin kita gak bisa kembali kayak dulu lagi, tapi gw mau kita jadi teman." Ucap lelaki tersebut, yah lelaki itu adalah Reza, Reza mencoba untuk memperbaiki hubungan yang sudah rusak dengan Audy.
"Yah, gw juga udah maafin lu, dan untuk berteman, mungkin gw butuh waktu." Jawab Audy.
"Apa gara-gara masalah itu, sampe lu berubah jadi dingin kayak gini." Tanya Reza penuh penyesalan.
"Yah." Jawab Audy singkat.
"Maafin gw, seharusnya gw gak buat hidup lu jadi kayak gini, kalau gw gak bikin kesalahan kayak gitu mungkin lu tetap menjadi Audy yang dulu." Ucap Reza dengan penuh penyesalan, Audy dapat melihat Reza mengucapkan itu benar-benar tulus dan tak ada maksud lain.
"Udahlah, yang udah berlalu jangan dipikirkan lagi." Jawab Audy.
"Sekali lagi gw minta maaf, dan semoga lu bisa jodoh lelaki yang baik, dan semoga hidup lu selalu bahagia." Ucap Reza tulus.
"Terima kasih, dan bagaimana hubungan lu sama Pricil ?" Tanya Audy.
"Tepat dihari itu, gw memutuskan untuk selesai sama dia, pindah ke Ausi buat ngikutin bisnis keluarga gw, terakhir yang gw denger dia balik ke Indonesia." Jawab Reza berterus terang.
"Oh jadi gitu, yaudah semoga lu bisa dapet pengganti yang lebi baik lagi kedepan." Ucap Audy.
__ADS_1
"Terima kasih, sekarang gw udah tenang, karena kesalahan gw dimasa lalu, udah selesai." Jawab Reza
Baik, sebelum skip keepisode berikut, jangan lupa buat Vote, Like dan Komen.