MENIKAH

MENIKAH
Kekesalan Audy .


__ADS_3

Stelah masalah di lobby Audy tampak uring - uringan karena masalah tersebut , berkali - kali Audy mengumpat karena di permalukan di depan umum , Audy hanya ingin hidup tenang tapi entah kenapa banyak sekali ulat bulu yang bertebaran dimana - mana hingga membuat Audy naik pitam .


Audy memutuskan untuk menelpon sang kakek , untuk mengadu sebenarnya Audy tak mau melakukan ini tapi karena sudah membuat dia malu dan jengkel akhirnya Audy mumutuskan menelpon sang kakek tercinta .


"Hallo ." ucap Audy dengan suara yang terdengar jelas sedang kesal .


"Yahh , ada apa ." ucap pria tua dari sebrang telpon yang tak lain adalah kakek Audy sendiri .


"Kakek aku membutuhkan bantuan ." ucap Audy dengan suara yang tiba - tiba di buat manja .


"Bantuan apa nak.?" tanya kakek dari sebrang .


"Berikan sedikit jentikan jari kakek pada perusahaan keluarga wirawan ." jawab Audy dengan nada datar tapi terselip kekesalan .


"Ada apa , kenapa kamu ingin menjentikan jari pada mereka ?" tanya kakek kebingunan dengan sifat cucunya .


"Hmmm , putri keluarga wirawan berani mempermalukan ku ." ucap Audy dengan nada yang kembali terlihat kesal .


"Hahaha baiklah ." jawab kakek .


Stelah beberapa percakapan singkap akhirnya Audy dan kakeknya mengakhiri sambungan telepon .


Audy kembali ke tempat duduknya dengan wajah kesal yang tak bisa di tutupin lagi .


"Audy , lu dari mana aja ?" tanya Farrel ketika melihat sahabatnya sudah kembali .


"Gak dari mana - mana ." jawab Audy ketus .


"Ishhh ." jawab Farrel sambil mengelus - elus dadanya , butu sabar yang ekstra memang kalau menghadapi Audy .


Tempat kakek Audy


"Kamu tolong selediki tentang perusahaan keluarga wirawan dalam waktu satu jam dari sekarang ." ucap kakek Alfa pada asistennya .


"Baik tuan ." jawab asisten yang bernama Alvin .


"Langsung berikan sedikit goncangan pada perusahaan mereka ." sambung kakek Alfa sambil sedikit mengembangkan senyum .


"Sepertinya Audy harus di ajarkan sedikit kekejaman dunia bisnis agar dia tak di anggap remeh oleh orang lain ." batin kakek Alfa sam bil sedikit mengembangkan senyum misterius .


"Hmmm , sepertinya ada yang memprovokasi nona Audy sehingga membuat tuan besar ikut turun tangan , hmmm keluarga wirawan sepertinya kalian salah mencari lewan ." batin asisten kakek Alfa .


Wirawan company .


Beberapa jam pun berlalu , terjadi sedikit ketegangan di Wirawan company .

__ADS_1


Tokk ... tokk .. tokkkk


"Masuk ." ucap seseorang dari balik pintu .


"Maaf nona menggangu ." jawab asisten dengan wajah yah sedikit tegang .


"Ada perlu apa ." tanya seorang wanita paruh baya yang ada di ruangan tersebut .


"Maaf nyonya , terjadi penyerangan dadakan dan mengakibatkan saham perusahaan turun ." ucap asisten tersebut dengan terbata - bata .


"Apa , siapa yang melakukan ini ." bentak wanita tersebut sambil berdiri .


"Masih kami selidiki nyonya , maaf apa sebelumnya nyonya memiliki muruh ?" tanya asisten tersebut dengan memberanikan diri , belum sempat wanita tersebut menjawab tiba - tiba saja .


Brukkk suara pintu yang di buka dengan kasar , membuat asisten dan nyonya wirawan kaget .


"Lisa apa - apaan kamu ." bentak nyonya wirawan pada putri nya .


"Hmmm , maaf mom aku terburu - buru ." ucap Lisa sambil menundukan kepala tak berani menatap mata nyonya wirawan yang tak lain adalah ibunya sendiri .


"Asisten Liu , adakan rapat darurat dengan pemegang saham , kumpulkan semua di ruang meeting ." ucap nyonya wirawan mengahlikan fokusnya ke masalah perusahaan .


"Mom , ada apa kenapa sampai di adakan meeting darurat ." tanya Lisa penasaran .


"Ada sedikit masalah , kenapa kamu tiba - tiba datang ke kantor , apa ada masalah ?" selidik nyonya wirawan dengan tatapan tajam , tak biasanya putrinya mau datang ke kantor kalau tidak ada tujuan tertentu .


"Baiklah , kalau tidak ada masalah kamu bole pulang , mommy sedang sibuk ." tegas nyonya wirawan sambil berjalan keluar ruangan di ikuti oleh asisten Liu .


"Hmmm , tidak mungkin kan ini semua karena gadis tadi , mungkin mommy dan daddy memiliki masalah dengan orang lain ." ucap Lisa lirih ada sedikit ketakutan dalam dirinya .


Berbalik ke tempat Audy


"Au , lu apain mereka ?." tanya Farrel sedikit berbisik .


"Gak gw apa - apain , gw ajak main dikit doang ." jawab Audy santai dengan tetap fokus pada berkas - berkas yang ada di atas meja tanpa memperdulikan tatapan penuh selidik dari sahabatnya Farrel .


"Hmmm , lu yakin ?" tanya Farrel memastikan kembali , kalau sahabarnya tak bertindak di luar batas .


"Hmmm , lu bisa liat sendiri kan gw aja dari tadi disini gimana gw mau buat yang aneh - aneh ." jawab Audy santai diikuti oleh sedikit senyum misterius yang mengembang .


"Hmmm , baiklah terserah kau saja dan satu jangan terlalu berlebihan kasian orang tua nya yang susah payah membangun perusahaan tersebut , cukup beri pelajaraan sama anaknya tidak perlu melibatkan orang yang tidak bersalah ." ucap Farrel sedikit pelan dan berharap sahabatnya mengerti apa maksud dari perkataannya .


"Orang tua nya juga harus di berikan sedikit pelajaran agar bisa lebih baik lagi dalam mendidik anaknya , dan bisa menjadikan contoh untuk orang lain agar tidak seperti putri keluarga wirawan ." jawab Audy tanpa rasa bersalah dengan nada datar .


"Baiklah , terserah lu aja deh mau kayak gimana ." jawab Farrel pasrah , menurut Farrel kalau wanita asing tersebut tidak cari gara - gara atau tak menghina sahabatnya pasti hidupnya akan terus aman dan damai , tapi tentu saja tak berlaku stelah hinaan wanita yang bernama Lisa itu lontarkan untuk sahabatnya Audy .

__ADS_1


"Hmmm ." jawab Audy singkat dan tetap fokus pada dokumen yang ada di atas meja tanpa memikirkan tatapan sahabatnya .


Di tempat lain


"Bagaimana apa sudah kamu lakukan ?" tanya kakek Alfa pada asistennya .


"Sudah tuan besar , sudah ada sedikit gertakan pada perusahaan mereka ." jawab asisten dengan sopan .


"Bagus , kita liat nanti perkembangannya ." ucap kakek sambil sedikit membentuk lengkungan pada bagian bibir dan pipihnya .


Balik ke kantor Audy


"Au , udah mau jam pulang nih ." ucap Farrel sambil melirik jam tangan miliknya .


"Hmmm gw sih bentaran lagi ." jawab Audy singkat .


"Yaudah kita barengan aja yah , kan supir lu juga gak jemput ." ucap Farrel sambil melirik sekilas ke arah Audy .


"Oke , gw setuju ." jawab Audy sambil mengembangkan sedikit senyum .


Jam menunjukan pukul 17 . 45 atau jam 18 kurang , Audy dan Farrel segera membereskan barang - barang dan bersiap untuk turun .


Lobby kantor


Plakkk , satu tamparan mendarat pada pipi mulus Audy untuk kedua kalinya dari orang yang sama , sontak saja menyita perhatian orang kantor karena lobby memang sedang banyak orang karena jam kantor menunjukan waktu untuk pulang .


"Hei apa maksud lu ." bentak Farrel emosi yang tak terima sahabatnya tiba - tiba di tampar , karena kali ini sahabatnya tidak ada salah .


"Semua pasti gara - gara lu kan ." ucap wanita yang bernama Lisa sambil menunjuk ke arah Audy , Audy hanya diam dengan ekspresi dingin .


"Maaf , apa maksud anda nona muda wirawan ." ucap Audy dengan menekan kata


nona muda wirawan .


"Cihh , tidak usah pura - pura tidak tahu , apa yang anda lakukan ha ! " bentak Lisa dengan emosi yang menggebu - gebu .


"Oh yang salah lakukan adalah bekerja sepanjang hari , apa ada yang salah nona ." jawab Audy datar .


"Sudah Audy , ayo kita pergi tidak ada gunanya berbicara dengan orang asing ." ucap Farrel sambil menarik tangan Audy .


"Berhenti Farrel ." ucap Audy stelah berpaspasan dengan Lisa .


"Itu adalah akibat anda berani dengan saya nona , itu hanya sedikit goresan tapi karena anda berani menampar saya untuk kedua kali nya , maka jangan salahkan saya kalau Wirawan company akan tersisa nama mulai hari ini atau besok ." ucap Audy berbisik di telingan Lisa dengan aura yang mengintimidasi dan terdengar dingin , sesudah itu Audy langsung saja berjalan meninggalkan lobby , sementara Lisa masih mencerna setiap kata yang di ucapkan Audy .


***Okay semua , pleasee thanks buat kalian yang masih sampe sekarang setia buat baca novel gw , maaf kalau mungkin ada yang buat kalian bosan tapi please banget bantu buat vote novel ini , serta tinggalkan jejak berupa like dan komentar yang membangun juga , terima kasih atas waktu anda sekali lagi please berikan Vote kalian , vote kalian adalah semangat buat saya .

__ADS_1


Ohiya semua jangan lupa juga buat mampir di novelku yang berjudul "Anak orang kaya" dan "Menikah" kalian bisa cek di profile saya , serta jangan lupa untuk berikan jejak yang pertama adalah VOTE , yang kedua adalah LIKE dan yang terakhir adalah KOMENTAR yang membangun dan membuat lebih semangat lagi .


Love u all , terima kasih atas waktu nya*** .


__ADS_2