
Waktu berjalan dengan cepat, hari ini adalah hari pertama Audy masuk ke kantor dan bukan sebagai anak magang, tap menjadi penerus perusahaan milik keluarganya.
"Audy, sayang bangun." Ucap seseorang dari balik pintu.
"Sayang." Merasa tak ada jawaban, wanita paruh baya itupun masuk kedalam kamar Audy.
"Nak, ayo bangun, hari inikan hari pertama kamu ngantor, gak boleh telat loh." Ucap wanita paruh baya tersebut sambil menggoyang-goyangkan bahu Audy.
"Hayem." Respon Audy dengan suara khas bangun tidur.
"Bentar mom." Ucap Audy sambil berusaha mengumpulkan kesadaran.
"Ayo sayang, nanti kamu telat loh." Ucap wanita paruh baya, Anastasia.
"Oke." Setelah menjawab Audy langsung duduk dari tidurnya dan langsung saja bangun menuju kamar mandi, sementara Anastasia keluar dari kamar anaknya dan menuju dapur untuk mempersiapkan sarapan.
Setelah kurang lebih tiga puluh menit, akhirnya Audy sudah siap dengan pakai formal selaknya wanita kantoran, Audy terlihat cantik dan berkharisma, aura sebagai pemimpin terlihat jelas pada raut wajah Audy.
"Mom, kakek sama daddy kemana?" Tanya Audy di sela-sela sarapan.
"Mereka, sudah berangkat lebih dulu." Jawab Mommy Anastasia.
"Huft, baiklah, Audy berangkat dulu yah mom, hati - hati dirumah, byee Audy sayang mommy." Ucap Audy sambil mencium pipi Anastasia, dan langsung berlalu pergi begitu saja.
"Hati-hati sayang, semoga menyenangkan." Ucap Anastasia stengah berteriak.
Audy pun pergi meninggalkan rumah di antar oleh supir, menggunakan mobil BMW, ketika memasuki pekarangan kantor, mobil milik Audy pun sampai tepat di depan lobby, supir yang mengantar Audy seperti biasa pun turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu, Audy turun dan tak lupa mengucapkan kata "Terima kasih."
Ketika Audy memasuki lobby, banyak yang menatap Audy, kedatangan Audy menyita perhatian sebagian orang kantor, Audy kali ini berjalan anggun dengan penuh wibawa serta tatapan tajam, Audy menunjukan kalau seorang wanita pemimpin dengan aura yang dingin serta tatapan yang mengintimidasi, Audy berjalan lurus menuju resepsionis.
"Maaf, ruang bapak Alfa trisumajaya dimana yah?" Tanya Audy berusaha sopan, tapi tetap saja tatapan yang tajam dan aura dingin yang Audy miliki sangatlah kuat.
"Apa sudah lebih dahulu membuat janji?" Tanya resepsionis tersebut dengan sopan.
"Sudah, hubungin saja beliau dan bilang cucu kesayangannya ada di bawah." Ucap Audy dengan sedikit tersenyum.
__ADS_1
"Cih, tidak usah ngaku-ngaku nona." Ucap resepsionis yang satu dengan nada sinis.
"Baiklah, terserah anda jadi saya bole bertemu dengan beliau atau tidak ?" Tanya Audy mencoba mengalah.
"Tidak bisa, beliau sedang sibuk." Ucap resepsionis yang berbicara dengan sinis sebelumnya.
"Baiklah, kalau begitu saya akan tidur disana, dan ia besok kamu tidak usah datang untuk bekerja." Ucap Audy dingin dan langsung menuju sofa tunggal yang ada di lobby dan tidur.
Audy sebenarnya malas untuk datang ke kantor kakeknya, jadi ketika tidak di ijinkan Audy pun merasa cukup senang, tapi sayang resepsionis tersebut tidak bisa memiliki sopan santu jadi Audy memutuskan untuk memecat orang tersebut.
Audy pun tidur dengan senang hati di lobby kantor, tanpa memperdulikan tatapan orang sekitar, Audy tidur cukup lama di lobby kantor sehingga menunjukan pukul satu artinya jam makan siang.
Siang ini Farrel berencana untuk mengajak Audy makan siang bersama, Farrel dan Audy rasanya tak bisa berpisah lama, tanpa pikir panjang Farrel langsung menuju perusahaan kakek Alfa, banyak pasang mata wanita yang memperhatikan Farrel karena merasa terbuai dalam pesona Farrel.
Farrel yang baru saja tiba di kantor kakek Alfa pun kaget bukan main melihat sahabatnya tidur di lobby. Farrel memutuskan untuk menelpon kakek Alfa. tak lama setelah itu.
"Audy bangun." Teriak Farrel, membuat orang sekitar menatap ke arahnya.
"Hmmm." Dheman Audy berusaha mengumpulkan kesadaran.
"Lu ngapain disini?" Tanya Farre tetap berteriak.
"Gw nanya, kenapa jadi lu nanya balik?" Ucap Farrel merasa jengkel.
"Huft, gw gak di bolehin masuk sama tu." Ucap Audy sambil menunjuk resepsionis.
"Kenapa bisa?" Tanya Farrel kemudian melirik resepsionis tersebut dengan tatapan penuh tanya.
"Entah, ayo kita pergi, hari ini gw bebas gak jadi kerja." Ucap Audy dengan bahagia.
"Gak Au, sekarang lu ikut gw ke atas." Ucap Farrel yang hendak meraih tangan Audy tapi di tepis.
"Ayolah, kapan - kapan saja." Ucap Audy memelas.
"Gak, sekali gak yah tetap gak." Ucap Farrel tegas.
"Audy." Teriak seseorang yang baru turun dari lift, semua orang tampak kaget dan menoleh ke arah suara tersebut, termasuk Audy dan Farrel.
__ADS_1
"Hallo." Ucap Audy cengengesan.
"Kamu dari mana saja ha!" Ucap kakek Alfa stengah berteriak.
"Audy tidur disini, karena gak di ijinin masuk jadi dengan senang hati deh tidur disini, upss." Ucap Audy yang keceplosan.
"Apa, siapa yang tak mengijinkan kamu masuk, dan kamu tetap bersalah." Ucap Kakek Alfa sambil menatap semua staf kantor yang ada di lobby.
"Resepsionis yang tidak sopan itu, tapi aku sudah memecatnya dan dia tidak perlu masuk lagi besok." Ucap Audy datar.
"Baiklah, karena kamu sudah membereskannya, sekarang kamu tetap kakek hukum jadi kemarikan semua kartumu." Ucap kakek membuat Audy kaget.
"Loh kok jadi Audy, kan Audy udah dateng ke kantor kenapa di hukum." Tanya Audy dengan aura dinginnya yang sempat menghilang beberapa menit lalu.
"Tetap saja, kamu juga pasti menikmati jadi kemarikan kartu mu." Ucap kakek tak kalah dingin.
"Baiklah." Ucap Audy pasrah dan mengeluarkan dompet serta semua kartu yang ia punya.
"Nih." Ucap Audy memberikan sekita delapan belas kartu, membuat staf kantor yang ada tercengang dengan kartu yang dimiliki Audy, dua di antaranya adalag blackcard.
"Eh sebentar, itu kelebihan jadi Audy mau ambil satunya." Ucap Audy mengambil semua kartu dan mencari kartu yang ia maksud.
"Kenapa kamu ambil itu, sudah kakek bilang kemarikan semua." Ucap kakek Alfa dengan nada dingin.
"Maaf kakek, ini hasil kerja keras sama tambunganku jadi ini tidak bisa disita." Ucap Audy sambil melengkungkan senyuman.
"Ohiya, Audy juga bekerja dan punya perusahaan sendiri." Ucap Audy dengan bangga.
"Farrel ayo makan siang." Ucap Audy lagi, karena tak mendengar respon kakeknya.
"Kakek ayo kita makan siang bersama." Ucap Farrel.
"Baiklah, kita makan siang bersama." Ucap kakek sambil memijat pelipisnya.
"Yahsudah ayo." Ucap Audy sambil berjalan terlebih dahulu.
"Dia belum terbiasa, nanti juga lama kelamaan dia akan terbiasa." Ucap Farrel kepada kakek Alfa.
__ADS_1
"Yah memang harus, karena bagaimana pun hanya dia pewaris kerjaan bisnis keluarga trisumajaya." Ucap kakek Alfa.
Okay semua, sampai disini dulu, Jangan lupa buat like dan komen serta vote juga, jadi see u next time.