
Bali.
Dua jam perjalanan akhirnya pesawat yang Audy tumpangi mendarat dengan sempurna di bandara Ngurah Rai International Airport.
"Nona, kita langsung ke hotel atau mau makan siang terlebih dahulu ?" Tanya Angel.
"Kita makan siang dulu, untuk barang-barang kita nanti langsung diantarkan ke hotel sama pak matthew." Jawab Audy.
Matthew adalah tangan kanan atau orang kepercayaan Audy, dalam mengurus semua perusahaan keluarga Trisumajaya yang ada di bali, dulu Matthew adalah orang dari kakek Alfa, tapi setelah kakek Alfa pensiun secara otomatis Matthew adalah orang Audy sekarang.
"Baik nona." Ucap Angel.
Di depan bandara sudah ada mobil BMW SERIES 8 COUPE yang menunggu Audy dan asistennya.
"Mari nona, silakan masuk." Ucap Angel sambil membukakan pintu untuk Audy.
"Terima kasih." Ucap Audy sebelum pintu ditutup oleh Angel.
"Sudah menjadi kewajiban saya." Ucap Angel setengah membungkuk.
Setelah mamastikan majikannya masuk, ia langsung berputar untuk masuk ke dalam mobil tepat dibelakang kemudi.
"Habis makan siang kita langsung ke kantor, saya mau semua masalah selesai hari ini juga." Ucap Audy terdengar sangat dingin.
Asisten Angel sudah terbiasa dengan sifat dingin dan ketus Audy, Ia tahu jika sebenarnya bosnya baik, sifat dinginnnya hanya menutupi kebaikan Audy saja, agar tidak ada yang memandang Audy rendah.
"Baik nona, saya akan melakukan yang terbiak." Jawab Angel yang tak mau Audy merasa kecewa dengan pekerjaannya.
"Bagus, tetap semangat bekerja, lakukan yang terbaik." Ucap Audy sambil sedikit tersenyum.
Skip Restaurant tempat Audy dan Angel makan siang.
"Nona, apa ada lagi yang anda inginkan ?" Tanya Angel.
"Tidak ada, saya sudah cukup kenyang." Jawab Audy.
"Baik." Jawab Angel.
"Sebaiknya sekarang kita langsung saja ke kantor, lebih cepat masalah selesai maka akan lebih bagus." Ucap Audy sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Baik, mari." Ucap Angel sambil mengikuti Audy yang sudah terlebih dahulu, Angel langsung berlari dengan cepat untuk membukakan Audy pintu, tapi terlambat Audy sudah lebih dulu membuka pintu sendiri.
"Maaf nona saya terlambat." Ucap Angel meminta maaf.
"Tidak apa, tangan saya masih berfungsi untuk membuka pintu mobil." Jawab Audy dan langsung masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Baik nona." Ucap Angel yang langsung berlari untuk masuk ke balik penyetir.
Skip Kantor.
"Selamat siang nona muda." Ucap Matthew yang sudah standby di kantor sesudah mengantar barang Audy dan Angel ke hotel.
"Selamat siang." Jawab Audy seadanya.
"Mari nona." Ucap Matthew mempersilakan Audy untuk berjalan lebih dahulu.
Semua karyawan tampak sangat penasaran dengan sosok Audy, banyak yang bertanya-tanya siapa Audy, dan kenapa bos mereka Matthew begitu hormat pada gadis tersebut.
"Jadi, apa kalian sudah tahu siapa yang korupsi ?" Tanya Audy setelah memasuki ruangan Matthew.
"Dari bukti yang kami dapat, semua mengara kepada pak Hendru, ia bekerja di devisi kuangan perusahaan disini nona." Ucap Matthew menjelaskan siapa dalang dibalik masalah kali ini.
"Baik kalau begitu siapkan buktinya, kita akan segera membawah dia ke kantor polisi." Ucap Audy yang tak mau bertele-tele.
"Baik nona." Ucap Matthew yang langsung memberikan perintah kepada bawahannya untuk menyiapkan semuanya.
Sepuluh menit kemudian
"Bagaimana, apa semua sudah siap ?" Tanya Audy sambil menatap tajam ke arah Matthew.
"Sudah nona, kita tinggal menungguh arahan selanjutnya." Jawab Matthew.
"Baik nona." Jawab keduanya, melihat Audy yang tak memberikan tanggapan sama sekali, keduanya langsung berinisiatif untuk menjalankan Tugas.
Lima menit kemudian
"Permisi tuan Matthew, apa anda memanggil saya ?" Tanya lelaki yang diketahui bernama Hendru.
"Silakan duduk." Ucap Matthew yang menuntun Hendru duduk di sofa.
"Ehem." Dheman Audy membuat semua yang ada di dalam ruangan tersebut memfokuskan tatapan pada Audy.
"Siapa gadis itu, sangat cantik, sepertinya aku harus mendapatkannya untuk menemaniku malam nanti." Batin Hendru yang menatap Audy penuh arti.
"Sebaiknya kamu tidak memanda saya seperti itu tuan Hendru." Ucap Audy penuh penekanan.
"Maaf nona." Ucap Hendru yang langsung meminta maaf.
"Sial, awas saja kamu." Batin Hendru.
"Baiklah, apa kamu tahu kenapa saya memanggil anda kemari ?" Tanya Matthew tiba-tiba.
__ADS_1
"Tidak tuan." Jawab Hendru dengan tenang.
"Selama kamu bekerja disini, apa kamu pernah melakukan kesalahan ?" Tanya Matthew seperti sedang mengintrogasi.
"Tidak tuan, saya rasa saya bekerja dengan baik dan jujur serta kompeten." Jawab Hendru penuh percaya diri.
"Apa kamu yakin ?" Tanya Audy sambil menatap tajam, Audy menekan tiga kata yang keluar dari mulutnya sendiri.
"Yah saya yakin nona." Jawab Hendru sopan.
"Matthew, segera tunjukan semua bukti." Ucap Audy sambil menatap orang kepercayaannya.
"Baik nona." Ucap Matthew.
Matthew melempar beberapa foto dan memutar video dimana menunjukan semua kesalahan Hendru, Hendru yang melihat itu tampak membulatkan mata sempurna, dan seketika wajahnya berubah menjadi pucat serta badannya sedikit bergetar.
"Jadi bagaimana, apa anda yakin jika anda bekerja dengan jujur selama ini ?" Tanya Audy dengan tatapan dinginnya.
"Itu itu se mua boong, saya tidak pernah melakukan itu." Jawab Hendru terbata-bata.
"Anda sudah tidak bisa untuk mengelak, semua bukti sudah jelas jika kamu terbukti korupsi." Ucap Audy sambil menatap Hendru lekat-lekat.
"Tapi, saya benar-benar tidak melakukan itu nona." Masih kekeh dan tidak ingin mengaku.
"Baiklah, karena kamu tidak mau mengaku dan minta maaf, maka saya akan menyerahkan semua kepada pihak berwajib." Ucap Audy dengan senyum mautnya.
"Angel, bawah mereka masuk." Ucap Audy pada asisten pribadinya.
"Baik nona." Ucap Angel.
sepuluh detik kemudian beberapa orang berseragam polisi memasuki ruangan Matthew, mereka langsung saja memborgol tangan Hendru.
"Maaf tuan Hendru, kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan." Ucap Audy sambil menatap Hendru yang berusaha melepaskam borgolan tangannya.
"Maafkan saya, maafkan saya, tolong kasih saya satu kesempatan lagi, saya tidak akan melakukan hal itu lagi." Ucap Hendru memohon untuk dilepaskan.
"Tidak bisa, kamu tetap harus mempertanggung jawabkannya." Ucap Audy yang tak mempedulikan Hendru yang sedang memohon.
"Bawah dia." Sambung Audy.
Setelah itu Hendru langsung dibawah oleh pihak berwajib untuk menebus kesalahan dibalik jeruji besi, berani berbuat pasti siap bertanggung jawab.
"Seperti biasa, ia tidak akan membiarkan ada masalah yang berlarut-larut, tidak sampai setengah hari semuanya sudah selesai." Batin Angel yang tersenyum dengan tingkah bosnya yang tak suka bertele-tele.
"Ternyata dia sangat cekatan, sama persis seperti tuan Alfa, buah jatuh tak jauh dari pohon, sungguh wanita yang penuh dengan kharisma." Batin Matthew.
__ADS_1
Baiklah guys, sampai jumpa di episode selanjutnya.
Nanti malam jam 10/ 11 baru up lagi yah :)