MENIKAH

MENIKAH
S2 - Sok!


__ADS_3

Happy reading 😊


***


Rayyan dan papa Adit sedang berada di ruang kerja untuk membicarakan beberapa hal mengenai pekerjaan. Terlebih setelah menikah nanti, Rayyan berencana untuk mengambil cuti selama dua minggu untuk menikmati masa honeymoon-nya. Oleh sebab itu, papa Adit memanggil Rayyan untuk mengetahui pekerjaan apa saja yang akan diambil alih untuk sementara nanti.


Pintu ruangan itu terbuka, menampilkan sosok wanita paling cantik yang dipuja-puja seluruh anggota keluarga di rumah. Siapa lagi kalo bukan mama Salma. Meskipun usianya yang tak lagi muda, namun kecantikannya tak kalah dari Eowyn bahkan Zahra. Kata papa Adit sih begitu hehehehe....


"Istirahat dulu, mama bawain buah potong." ucap mama Salma sambil meletakkan nampan berisi buah dan dua gelas air putih di meja sofa.


Seolah mendapat perintah yang tak terbantahkan, papa Adit dan Rayyan segera beranjak dari duduknya menuju sofa. Ayah dan anak ini memang benar-benar copy paste, bahkan sering kali tanpa sengaja mereka berdua melakukan sesuatu yang sama secara bersamaan.


Langsung mengambil sendok garpu dan menusuk buah untuk kemudian disuap kedalam mulut mereka, papa Adit dan Rayyan kembali mengundang sebuah senyuman terbit dibibir mama Salma.


"Kenapa?" tanya papa Adit yang kebingungan melihat istrinya tersenyum sambil menatapnya.


"Enggak. Aku cuma geli aja kalian udah kayak anak kembar."


"Enggaklah, ma. Mana ada kembar yang selisih usianya tiga puluh dua tahun?" jawaban Rayyan barusan tentu saja mengundang pelototan dari papanya. Berbeda dengan mama Salma yang justru tertawa geli disebelah papa Adit.


"Kamu jadi mau cuti dua minggu? Mau honeymoon kemana?" tanya mama Salma mencairkan suasana.

__ADS_1


"Belum tahu, ma. Zahra bilang ini terlalu mendadak persiapannya, jadi dia sampai belum kepikiran soal honeymoon."


"Tentu saja, cuma tinggal beberapa minggu lagi. Kalo mau ke luar negeri, paling juga yang deket dan izinnya enggak terlalu ribet aja." mama Salma memberi ide dan langsung diangguki oleh Rayyan.


"Dulu, mama sama papa honeymoon kemana?"


"Fiji." jawab mama Salma dan papa Adit secara bersamaan. Keduanya lalu saling menatap dan tersenyum satu sama lain.


"Jauhnyaaaa...." gumam Rayyan sebelum menyuap buah potong itu ke dalam mulutnya.


"Itu honeymoon yang tertunda, kami pergi setelah merayakan ulang tahun pertama pernikahan. Bahkan saat itu mama enggak tahu kalo kamu udah mulai bertumbuh diperut mama." mama Salma tersenyum saat bercerita sambil mengenang moment honeymoon-nya dulu.


"Enggak usah komentar kalo kamu enggak tahu alasannya." jawab papa Adit dengan berdecak kesal. "Dulu papa dan mama menikah bukan atas keinginan sendiri kayak kamu sama Zahra, terus juga pekerjaan papa lagi banyak-banyaknya, mama juga lagi seneng dengan pekerjaan barunya."


Rayyan ber-oh ria setelah mendengar penjelasan papanya. Ia dan kedua adiknya tahu bagaimana kisah cinta kedua orangtuanya dulu, kedua kakek dan nenek sering bercerita tentang perjodohan papa mamanya dulu.


"Besok Rayyan mau ngajak Zahra liat tempat tinggal, pa... ma...."


"Bukannya waktu itu udah?" sela mama Salma dengan cepat.


Rayyan langsung menggelengkan kepalanya dan meletakkan sendok garpunya untuk mulai menjelaskan maksudnya pada kedua orangtuanya.

__ADS_1


"Rayyan berencana beli rumah aja, biar kalo mau pada nginep legaan. Zahra juga belum Rayyan kasih tahu, karena... dari kemarin Rayyan mau mikirin mana tempat yang cocok."


"Kenapa enggak di apartment papa dulu untuk sementara waktu?" mama Salma kembali bertanya dan langsung dijawab gelengan kepala oleh Rayyan.


"Apartement papa kan banyak kamera tersembunyi, ma. Tahu sendiri kan kalo pengantin baru itu gimana? Rayyan enggak mau ntar jadi bahan tontonan papa sama mama terus dikoreksi. Atau mungkin curi-curi gaya baru hehehehe...."


"Kamu pikir kalian lagi praktikum biologi materi sistem reproduksi?" mama Salma berdecak kesal setelah mendengar alasan Rayyan yang tidak masuk akal itu. Sementara itu papa Adit memutar bola matanya dengan malas dan memijat pangkal hidungnya.


"Kamu kira kita enggak ada kerjaan sampai harus nontonin kalian lagi kayak gitu? Lagian kalo kalian disana papa juga enggak akan liatin cctv-nya, Rayyan. Dan lagi, kalian kan masih amatir. Jam terbang kita untuk urusan ranjang lebih tinggi dari kalian berdua, enggak sebanding, Rayyan. Jadi jangan sok kamu!" sungut papa Adit yang justru malah mengundang tawa dari Rayyan.


"Anak kamu tuh, mas. Ini aja baru Rayyan yang kalem, gimana kalo Rafa? Bisa parah lagi bahasan dia."


"Ya anak kamu jugalah, Sal. Kita kan bikinnya bareng, kamu lupa? Mau diingetin lagi cara bikinnya gimana waktu itu?"


"Rayyan permisi dulu deh pa... ma..., barang kali papa sama mama mau nostalgia jaman honeymoon dulu hehehehehe...." Rayyan beranjak dari duduknya, lalu berjalan menghampiri meja papanya untuk mengambil berkasnya sebelum akhirnya keluar meninggalkan ruang kerja papanya.


Beruntung sekali dirinya mendapatkan orangtua yang bisa diajak bercanda yang vulgar sekali pun. Meskipun terlihat marah, tapi Rayyan tahu jika mama papanya hanya marah untuk sesaat. Seperti biasanya.


***


Vote poinnya jangan lupa ya, sebentar lagi kan mau kondangan ke abang hehehehe... 😆😆😆

__ADS_1


__ADS_2