
Happy reading 😊
***
"Kamu... enggak lagi dapet kan, sayang?" bisik Rayyan dengan nada menggoda tepat dihadapannya.
Entah mengapa lidah Zahra terasa begitu kelu untuk mengucapkan jawaban dari pertanyaan suaminya itu. Tentu saja apa yang akan terjadi malam ini tergantung dengan jawaban yang Zahra berikan. Malam pertama mereka.
Zahra menggelengkan kepalanya perlahan. Tanpa mau menunggu lagi, Rayyan langsung saja mel*mat habis bibir Zahra. Tangannya meneka tengkuk istrinya untuk memperdalam ciuman mereka. Tangan satunya bahkan begitu erat mendekap Zahra dalam pelukannya.
Pagutan itu berlangsung cukup lama. Rayyan seolah menumpahkan segala kerinduan dan perasaan bahagianya karena sah menjadi suami Zahra. Seakan tidak peduli jika bibir Zahra akan bengkak karena pagutannya, Rayyan masih belum berniat mrngakhiri pagutan panjang itu.
Hingga akhirnya cengkeraman erat dipunggungnya menyadarkannya, membuatnya berhenti dan memberikan waktu bagi dirinya dan Zahra bernafas dengan lega. Dipandanginya bibir Zahra yang nampak basah dan sedikit bengkak akibat ulahnya, justru membuat Rayyan tak kuasa untuk kembali mengecupnya.
Rayyan memang tak ingin menunggu lagi, oleh sebab itulah kini tangannya mulai membuka halter dress yang dikenakan oleh istrinya. Tepat saat gaun itu jatuh ke lantai, Rayyan mengerjapkan matanya yang sedari tadi menatap indahnya tubuh sang istri tanpa berkedip, dan mengucapkan sebuah kalimat yang sukses membuat wajah Zahra semakin merona karenanya.
"You're so beautiful, Zah." bisik Rayyan sebelum akhirnya mengangkat tubuh Zahra, menggendongnya menuju ranjang besar yang akan menjadi tempat mereka memadu kasih.
Zahra memang terkejut dengan qpa yang dilakukan oleh Rayyan, namun ia tak memiliki pilihan lagi selain melingkarkan tangan dan kakinya kakinya pada tubuh Rayyan serta menikmati ciuman lelaki yang kini telah sah menjadi suaminya.
Berhasil mendarat mulus di ranjang, Rayyan seolah masih enggan melepaskan pagutan mereka. Tubuhnya masih mengungkung Zahra dibawahnya tanpa ada niat untuk berganti posisi. Tangannya kini telah bergerilya menjelajah tubuh indah istrinya, menargetkan kait penutup dada agar segera terlepas.
Mengakhiri pagutan dengan berpindah mengecupi rahang dan leher Zahra, Rayyan kini telah menyibukkan dirinya di area dada Zahra. Layaknya anak kecil yang baru saja memiliki mainan baru, Rayyan benar-benar menikmati permainannya. Tidak peduli dengan suara lenguhan yang tak bisa lagi ditahan Zahra saat merasakan sensasi permainan Rayyan.
__ADS_1
Entah mendapat keberanian dari mana, Zahra bahkan berinisiatif untuk membuka kancing kemeja putih yang masih Rayyan kenakan. Pipinya kembali bersemu merah tanpa bisa ditahan saaat Rayyan membuka kemeja itu dihadapannya, memperlihatkan tubuh atletis Rayyan.
Bergerak menuruni ranjang, ternyata Rayyan ingin memulainya sesegera mungkin saat kini ia mulai melepaskan celana yang masih menempel ditubuhnya dan pakaian dalam milik Zahra.
Zahra memalingkan wajahnya, seolah belum siap menatap Rayyan yang meskipun telah sah menjadi suaminya itu tampil polos dihadapannya. Ia bahkan merasa kesulitan untuk menelan ludahnya sendiri dan hawa panas ditubuhnya naik drastis, apalagi saat kini kulit mereka saling bergesekan tanpa penghalang, dengan Rayyan yang kembali mengungkungnya.
"Kamu harus mulai terbiasa ngeliat aku kayak gini, sayang." goda Rayyan sambil mengerlingkan matanya ke arah Zahra.
Belum sempat Zahra merespon perkataannya, Rayyan telah kembali melahap bibirnya. Semuanya kini terasa berbeda. Saat status mereka sudah halal, saat kulit mereka dapat saling bergesekan tanpa penghalang, dan saat mereka telah bisa dengan leluasa melakukan hal yang selama ini harus ditahan.
Melepaskan pagutannya pada bibir Zahra yang nampak bengkak sekarang, Rayyan tengah bersiap untuk segera menyatu dengan Zahra. Diusap lembut pipi Zahra yang memerah itu, berusaha untuk menenangkan Zahra yang masih nampak malu bahkan takut untuk berada dalam kondisi seintim ini dengannya.
"Jika kamu takut itu akan terlalu menyakitkan, aku berjanji akan melakukannya dengan lembut, sayang. Katakan padaku jika kamu merasakan kesakitan, maka aku akan menghentikannya. Oke?" Rayyan berucap dengan pelan dan dijawab anggukan oleh Zahra.
Lelaki itu kini telah berada dalam posisinya, bersiap untuk segera menembus pertahanan terakhir Zahra. Menggerakkan tubuhnya maju dengan perlahan, Rayyan berusaha menembusnya sembari mengamati wajah Zahra yang kini nampak sedang menahan sakit itu.
Zahra menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dengan manisnya, seakan ingin memberitahukan kepada Rayyan jia ia baik-baik saja. Setelah memberikan sebuah kecupan pada istrinya, Rayyan kembali pada posisi dan tujuannya.
Zahra mengerang, saat satu hentakan yang baru saja terjadi membuat pusat intinya merasakan sesuatu yang berbeda. Cengkeramannya pada sprei yang mengerat perlahan mengendur saat Rayyan kembali mengecupi bibirnya. Belum ada pergerakan dari Rayyan, mungkin ia sedang mencoba menenangkan istrinya yang shock akibat hentakan yang diciptakannya barusan.
Membawa kedua tangan istrinya untuk dilakungkan pada lehernya, kini Rayyan telah bergerak dengan perlahan. Menciptakan ritme yang beraraturan, Rayyan belum berniat mempercepat pergerakan. Ia tidak ingin Zahra merasa tidak nyaman, dan ia pun tengah berusaha menikmatinya. Menikmati sensasi yang selama ini membuatnya penasaran bagaimana rasanya dan kenapa orang-orang begitu suka melakukan hal intim ini.
Namun entah kenapa, suara lenguhan Zahra terdengar begitu menggoda baginya. Ia sering mendengarkan suara Zahra, bahkan saat wanita ini mengomel sekalipun. Namun untuk suara yang satu ini, rasanya Rayyan merasa bersyukur karena hanya dirinyalah yang dapat mendengarnya.
__ADS_1
Rayyan menaikkan ritme ppergerakannya suara lenguhan Zahra benar-benar membuatnya gila. Belum lagi pergesekan kulit mereka serta cengkeraman Zahra pada punggungnya. Rayyan tak akan menahan lagi, karena malam ini.ia telah berniat untuk menuntaskan hasratnya pada Zahra. Wanita yang akan selalu menjadi tempatnya berpulang dan berkeluh kesah.
Rayyan dan Zahra bahkan tak tahu sudah berapa lama mereka saling menyatu seintim itu. Keduanya sama-sama menikmati sensasi yang luar biasa pada pengalaman pertama mereka ini. Rayyan bahkan tak mempedulikan ponselnya sempat berdering beberapa kali tadi, sebelum akhirnya si penelpon sadar jika dia menelpon diwaktu yang tidak tepat.
"Sayang... aku-" Zahra berucap dengan kesusahan. Pengalaman pertama ini membuatnya hilang kendali atas segalanya. Ditambah, kini ada sesuatu yang seolah akan meledak dari dalam dirinya dan ia tak bisa lagi menahannya.
"It's OK, Zah. Keluarin aja." potong Rayyan ditengah pergerakan tubuhnya yang belum mengendur sedikit pun.
Mendapati Zahra telah lebih dulu mencapai puncaknya, Rayyan pun berusaha menyusulnya. Ia harus menghentikan permainan mereka sebelum akhirnya Rayyan membuat istrinya menjadi semakin lemah tak berdaya akibat kelelahan.
Erangan panjang yang keluar dari bibir Rayyan menjadi pertanda jika lelaki itu telah mencapai puncaknya. Saling menatap dengan wajah yang berbinar, keduanya tak bisa menyembunyikan perasaan bahagia yang meluap-luap dari dalam diri. Rayyan seolah masih enggan untuk berpindah posisi, saat kini tangannya masih mengusap lembut pipi Zahra yang merona.
Namun akhirnya ia berguling ke samping Zahra juga, merentangkan satu lengannya agar Zahra bisa kembali masuk ke dalam pelukannya.
"Kayaknya aku harus belajar untuk nahan diri waktu deketan sama kamu."
"Kenapa?" tanya Zahra sambil mendongakkan kepalanya.
"Kondisinya sekarang udah beda, Zah. Aku bahkan udah pengen makan kamu lagi gara-gara kamu nempel ke aku kayak gini. Harusnya emang kita nikah dari dulu aja, Zah." jelas Rayyan yang kemudian mendapat cubitan diperutnya oleh Zahra.
Meskipun sekuat tenaga menahan keinginannya untuk tidak memasuki Zahra lagi malam itu. Tapi siapa yang bisa menjamin hal itu dapat terjadi, saat Rayyan mempunyai candu baru yang rasanya ingin terus ia nikmati setiap saat.
***
__ADS_1
*Daaahhh... lunas juga ya adegan boboknya abang. Maapkeun kalo emang kurang ha o te, karena jujur aku agak risih untuk nulis yang terlalu detail. Jadinya bisanya gitu doang hahahaha.... Dan tolong besok-besok jangan nagih adegan bobok abang lagi ya, ga kuat daku buat nulisnya 😂😂😂 Tapi kalo pun nanti ada, ya anggap aja bonus deh ya hehehehe....
Jangan lupa votes-nya. Yang belum baca Cupcake's Love, Lean on Me, sama Back to You bisa mampir dulu ya. Terima kasih* 😘😘