MENIKAH

MENIKAH
episode 47


__ADS_3

Day two Bali.


Pagi ini Audy tampak sudah bangun dari tidurnya, matanya belum terbuka, seolah menolak untuk menyelesaikan tidur panjangnya, tapi sayang mau tidak mau Audy harus keluar dari tidur zona nyamannya.


Tok tok tok


"Masuk." Jawab Audy dengan suara serak.


"Permisi nona, sekarang sudah saatnya sarapan." Ucap asisten Angel.


"Baiklah, sebentar lagi." Jawab Audy masi dengan mata terpejam.


"Baik nona, kalau begitu saya permisi keluar." Ucap asisten Angel berpamitan.


"Yah." Jawaban singkat Audy.


Setelah memastikan asisten Angel sudah benar-benar keluar dari kamarnya, secara perlahan Audy membuka mata, dan langsung beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Audy, sepertinya kamu harus lebi semangat lagi." Ucap Audy sambil menatap pantulannya di cermin.


"Huft, ternyata melelahkan juga jadi pengusaha seperti ini." Ucap Audy lagi.


"Tidak apa, Audy adalah wanita tanggu jadi tidak boleh mengeluh sama sekali, ingat tidak boleh." Ucap Audy sambil memasang tampang semangat.


Setelah puas berbicara dengan cermin, dengan segera Audy keluar dari kamar hotel, ternyata di depan kamar sudah ada asisten Angel yang selalu siap sedia mendampingi Audy.


"Ayo." Ucap Audy pada asistennya.


"Mari nona." Ucap Angel sambil sedikit membungkuk, sebagai tanda hormat.


"Hmm." Hanya dibalas dheman oleh Audy.


Sesampainya ditempat breakfast Audy langsung duduk dimeja pojok beserta asistennya, keduanya memanggil pelayan untuk memesan makanan yang mereka inginkan.


"Angel, kamu dampingi saya untuk hadir di acara pembukaan hotel nanti malam." Ucap Audy disela-sela menunggu makanan.


"Baik nona." Jawab asisten Angel sopan.


"Satu lagi, berhenti memanggil saya nona jika berada diluar kantor." Ucap Audy yang merasa tidak nyaman dengan sebutan nona, menurutnya itu hanya sebuah formalitas antara atasan dan bawahan.


"Tapi nona, anda adalah bos saya, saya tidak mungkin memanggil anda dengan sebutan nona, itu terdengar sangat tidak sopan." Ucap Angel menolak secara halus.

__ADS_1


"Saya tidak perduli, yang jelas ini perintah, dan kamu sebagai bawahan saya mau atau tidak tetap harus mengikuti perintah saya." Jawab Audy seolah tak terbantahkan, yah bagaimanapun Audy adalah bos dan Angel adalah bawahan jadi angel tetap harus mengikuti perintah Audy.


"Baik nona." Jawab Angel sopan.


"A U D Y." Ucap Audy penuh penekanan serta tatapan tajam, karena Angel tetap memanggilnya dengan embel-embel nona.


"Ba baik Audy." Jawab Angel terbata setelah menyadari kesalahannya.


"Jangan bersikap kaku seperti itu, aku tidak akan menggigitmu." Ucap Audy dengan tatapan tajam, bukan membuat Angel lebi santai tapi mala membuat angel semakin takut.


"Iya Audy." Jawab Angel memberanikan diri, ia tidak mau Audy menatap tajam ke arahnya karena sikap kakunya.


"Bagus, pertahankan seperti itu." Ucap Audy sedikit menurunkan nada suaranya karena Angel sudah bisa mengatasi rasa gugupnya.


"Angel, apa kamu sudah memiliki pacar ?" Tanya Audy dengan tatapan penuh tanya, ia benar-benar ingin menjodohkan Angel dengan sahabatnya Farrel.


"Belum nona." Jawab Angel cepat, meski ia masi sedikit bingung, untuk apa Angel menanyakan masalah pribadi, tidak seperti biasanya.


"A U D Y " Penuh penekanan dan bola mata yang hampir meloncat.


"Maaf Audy, saya belum terbiasa." Sesegera mungkin Angel meminta maaf atas kesalahannya, dalam hati Angel terus saja menyebut nama Audy agar ia terbiasa.


"Ohiya, apa kamu tahu kalau saya punya sahabat." Tanya Audy sambil menatap Angel.


Belum sempat Angel menjawab, pelayan sudah lebi dulu menyela untuk memberikan pesanan.


"Mohon maaf nona, pesanan kalian sudah selesai." Ucap pelayan sambil meletakan makanan ke atas meja.


"Terima kasih." Ucap keduanya pelayan sudah ketika selesai.


"Selamat makan." Ucap Audy sambil sedikit tersenyum.


"Selamat makan." Jawab Angel, Angel merasa senang memiliki bos yang tidak sombong serta memperlakukannya dengan baik.


Akhirnya keduanya makan dengan tenang tanpa ada yang berbicara, Audy dan Angel makan dengan lahap, banyak yang memperhatikan keduanya, apalagi Audy, Audy makan dengan sangat lahap dan penuh syukur, berbeda dengan kebanyakan cewe lainnya yang selalu menjaga image didepan orang, apa lagi didepan umum.


"Udah cantik, baik, apa adanya, emang wanita idaman." Batin Angel yang merasa kagum dengan kecantikan serta kebaikan Audy, belum lagi Audy yang selalu bersikap apa adanya tanpa memperdulikan omongan orang lain.


"Gila cantik banget, kok gw jadi gemes gini yah." Batin sepasang mata yang sejak awal memperhatikan Audy.


Setelah hampir dua puluh menit, keduanya sudah selesai menghabiskan makanan masing-masing, meski makanan yang mereka pesan cukup banyak untuk porsi wanita, tapi semua piring dan mangkok benar-benar habis dan bersih.

__ADS_1


"Ehem, Angel." Dheman Audy untuk memulai percakapan.


"Yah." Jawab Angel singkat sambil menatap bosnya.


"Apa kamu benar-benar tidak memiliki kekasih ?" Tanya Audy sambil menatap Angel, tatapan yang tidak bisa diartikan.


"Tidak Audy, emang ada apa ?" Tanya balik Angel, sambil menatap Audy penuh tanya.


"Tidak apa." Jawab Audy sambil tersenyum cerah.


"Baiklah." Jawab Angel, mana mungkin ia berani untuk ngotot bertanya pada Audy.


"Angel, kamu tahu bukan kalau saya punya sahabat ?" Tanya Audy sambil terus menatap Angel, ia ingin melihat reaksi dari angel.


"Yah saya tahu." Jawab Angel.


"Menurut kamu, sahabat saya seperti apa ?" Tanya Audy yang terus memperhatikan ekspresi Angel.


"Tuan muda Farrel, adalah cowo yang baik dan juga dia cukup mandiri seperti kamu, bisa dibilang dia seperti cowo idaman." Jawab Angel sambil tersenyum mengingat wajah Farrel yang tampan.


"Ohyah, selain itu ?" Tanya Audy yang mulai antusias.


"Dia tinggi, dan juga terlihat gagah, sikap dinginnya membuat dia tambah tampan dan mempesona Audy, setiap wanita yang melihatnya pasti akan merasa tertarik, jadi beruntunglah wanita yang bisa menjadi pilihan tuan Farrel." Ucap Angel yang sedikit sedih, karena yang ia tahu pria seperti Farrel pasti sudah memiliki wanita yang berantri, ia tidak bisa berharap lebih karena ia cukup tahu diri.


"Apa kamu menyukai pria seperti Farrel, bukannya kamu sudah sering melihat tingkah menyebalkannya." Ucap Audy ia ingin terus berbicara sampai ia puas dengan jawaban yang ia terima.


"Sepertinya tingkah usil dari tuan Farrel sebagai ucakapan sayang." Jawab Angel.


"Hmm, tapi dia benar-benar menyebalkan." Ucap Audy seperti sedang berkeluh kesah.


Angel hanya tersenyum, ia bingung juga harus menjawab seperti apa dari setiap ucapan Angel.


"Angel, apa kamu mau jadi pacarnya ?" Tanya Audy sambil menaik turunkan kedua alisnya.


"Saya, tidak saya tidak mau." Jawab Angel cepat, ia tak mau kedekatannya dengan Audy akan menjadi bahan perbincangan orang lain.


"Kenapa ?" Tanya Audy mengerit heran.


"Karena saya tidak pantas untuk tuan Farrel, dan juga saya cukup tahu diri." Jawab Angel tulus sambil tersenyum.


Baiklah sampai disini dulu yah, byee :)

__ADS_1


__ADS_2