MENIKAH

MENIKAH
Eps 43


__ADS_3

Gaby dan Farrel memang sulit untuk akur jika ada Audy, Farrel merasa jika Gaby selalu saja merebut perhatian Audy, sehingga Audy lebih banyak bermain dan bercerita dengan Gaby, sedangkan Gaby ia sangat usil, mengetahui jika kakaknya tak menyukai ia berdekatan dengan Audy, bukannya berhenti ia mala semakin menjadi-jadi.


Audy yang selalu menjadi rebutan keduanya tampak geleng-geleng kepala, bahkan ia sesekali memijit pelipisnya jika keduanya beradu argumen.


"Sebaiknya kalian memberi selamat untuk tuan Ronald." Ucap Audy pada Gaby dan Farrel.


"Males." Jawab Farrel dengan cepat.


"Ayolah." Ajak Audy yang berusaha merayu sahabatnya agar tidak keras kepala.


"Baiklah." Jawab Farrel yang tak bisa menolak rayuan dari sahabatnya.


Akhirnya ketiganya pun berjalan ke arah tempat kakek Alfa, tuan Ronald dan Reza, Farrel sebenarnya enggan untuk memberikan selamat kepada Reza, tapi bagaimanapun ia harus menghargai orang yang membuat pesta.


"Selamat Tuan Ronald atas kesuksesan perusahaan anda." Ucap Farrel sambil berjabat tangan.


"Terima kasih sudah menyempatkan untuk hadir." Sambil membalas berjabat tangan dan sedikit mengembangkan senyum.


"Ehem." Dheman Audy untuk menetralkan suasana.


Apa yang terjadi selama acara hanya Author dan Tuhan yang tahu :).


Setelah kejadian di pesta ulang tahun perusahaan keluarga Wirawan, Audy memutuskan untuk menyibukan diri dengan perusahaan.


"Permisi nono, dibawah ada yang ingin bertemu ?" Ucap asisten Angel.


"Siapa, dan ada keperluan apa ?" Tanya Audy dingin.


"Namanya Pricil nona, katanya ada yang perlu dibicarakan dan penting." Ucap Angel.


"Baik, suru dia masuk sekarang." Ucap Audy tanpa mengahlikan pandangan dari tumpukan dokumen di atas meja.


"Baik, saya permisi nona." Ucap Angel sebelum meninggalkan ruangan Audy.


Setelah angel dipastikan sudah meninggalkan ruangannya, Audy tampak memijit pelipis karena harus berurusan dengan mantan sahabatnya.


"Ada perlu apa anda kemari ?"Tanya Audy yang melihat Pricil sudah duduk didepannya.


"Saya mau kamu menjauh dari Farrel." Ucap Pricil to the point.


"Kamu bisa meminta Farrel untuk menjauh dari saya, karena saya tidak bisa menjauh dari sahabat saya." Ucap Audy yang terdengar dingin.


"Sekali lagi, saya memperingati anda untuk menjauh dari Farrel, karena Farrel adalah tunangan saya." Ucap Pricil yang mulai emosi.


"Maaf kalian masih calon tunangan, dan lagi saya bisa memastikan kalau Farrel tidak akan mau untuk melanjutkannya." Ucap Audy dengan senyum sinisnya.

__ADS_1


"Kamu tidak usah banyak bicara, karena jika kamu tetap kekeh untuk berdekatan dengan Farrel maka ... " Ancaman Pricil terpotongn karena ada seseorang yang memotong.


"Maka apa ?" Ucap orang tersebut, tatapan tajam dan suara yang terdengar dingin.


"Sayang, kamu ngapain datang kesini." Ucap Pricil yang langsung bergelayut manja dilengan orang tersebut.


"Lepas." Ucap Farrel dingin, yah benar orang yang memotong ancaman Pricil tadi, adalah Farrel.


"Kok kamu kasar banget." Ucap Pricil merajuk.


"Ingat, jangan sekali-sekali kamu menggangu Audy, jika kamu sampai berani, maka jangan kamu salahkan aku yang akan berbuat sesuatu." Ucap Farrel sambil menatap tajam Pricil, semua kata-katanya penuh dengan penekanan.


"Kenapa kamu selalu ngebela dia sih, bagusan aku kemana-mana, cantikan aku dan aku jauh lebih unggul dari dia." Ucap Pricil yang tak terima Farrel lebih membela Audy dari pada dia.


"Kamu tahu, apa kelebihan Audy ?" Ucap Farrel menjeda.


"Dia memiliki hati yang baik dan tulus, jika aku bukan sahabatnya mungkin aku akan segera menikahinya, tapi sayang hubungan persahabatanku dengannya sangat erat." Ucap Farrel berbisik pada Pricil.


"Cukup, kalian pikir kantor saya tempat kalian bermain drama, jika tidak ada yang penting sekarang kalian keluar." Ucap Audy yang sudah muak melihat tingkah tidak tahu malu dari Pricil.


"Dan kamu wanita tidak tahu diri, sekarang lebi baik anda keluar dari sini, sampah seperti anda sungguh tidak layak berada disini." Ucap Audy sambil menatap tajam ke arah Pricil.


"Awas kamu Audy, aku akan memberi perhitungan, dan aku juga yang akan memastikan kamu hidup menderita setelah ini." Ucap Pricil sebelum meninggalkan tempat Audy.


"Ada apa, bukankah kamu sibuk ?" Tanya Audy yang melihat sahabatnya ada dikantornya.


"Yah harusnya sibuk, tapi karena gw mau makan siang bareng lu jadi gw kesini." Jawab Farrel asal.


"Tunggu sebentar." Ucap Audy sambil membereskan tumpukan dokumen yang ada di atas mejanya.


"Yah." Jawab Farrel yang memilih untuk duduk di sofa, Farrel memilih untuk bermain game untuk mengusir rasa gabut menunggu sahabatnya Audy.


"Audy." Ucap Farrel.


"Yah." Jawab Audy yang tetap fokus memeriksan dokumen yang ada ditangannya.


"Lama lagi, ini sudah setengah jam." Ucap Farrel sambil menatap jam dinding yang ada diruangan "Lima menit lagi." Jawab Audy.


"Baik." Ucap Farrel sambil memejamkan mata.


Audy yang melihat Farrel tampak sudah mulai lelah menunggu, Ia segera mempercepat pekerjaannya, tak sampai lima menit ia sudah selesai.


"Farrel." Ucap Audy sambil menepuk-nepuk pipi Farrel yang tampak ketiduran.


"Hmm." Dheman Farrel yang merespon Audy.

__ADS_1


"Ayo makan." Ucap Audy sambil menarik pipi Farrel gemas.


"Iya." Ucap Farrel sambil mengelus pipinya yang tampak memerah karena ulah sahabatnya Audy.


"Kok pipi lu merah gitu sih ?" Goda Audy sambil menahan tawa.


"Awas lu yah." Kesal Farrel.


"Ayo." Tarik Farrel tanpa mempedulikan Audy yang merontah meminta untuk dilepaskan.


"Farrel lepas." Ucap Audy karena merasa diperhatika oleh karyawannya.


"Bodo amat, itu akibat karena lu udah buat pipi gw merah." Ucap Farrel sambil tersenyum manis.


"Farrel." Ucap Audy yang merasa kesal.


"Sayang kamu jangan marah-marah dong." Ucap Farrel sambil mencolek pipi Audy, Farrel tampak sangat puas berhasil menggoda sahabatnya.


"Hei kamu." Ucap Farrel pada resepsionis, Audy menatap bingung pada Farrel.


"Yah tuan, ada yang bisa saya bantu." Ucap Wanita yang diketahui bernama wiwin.


"Menurut kamu apa saya dan nona Audy terlihat cocok." Tanya Farrel sambil menaik turunkan alisnya.


"Menurut saya cocok tuan." Ucap wiwin dengan gugup.


"Baiklah, ini untuk kamu karena sudah memberikan jawaban yang memuaskan." Ucap Farrel sambil memberikan lima lembar uang seratus ribu.


"Tidak tuan, terima kasih." Ucap Wiwin menolak.


"Audy." Ucap Farrel.


"Terima saja tidak apa-apa." Ucap Audy.


"Baik nona." Ucap Wiwin, ia tak mungkin untuk menolak printah langsung dari bosnya.


Dari kejauhan tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap serta mendengar semuanya, wajahnya tampak memerah menahan emosi, sebelum ketahuan ia segera meninggalkan kantor Audy.


"Huft, kenapa punya temen otaknya gak bisa dipake sih, malu-maluin aja." Batin Audy merasa sangat kesal.


"Hahaha, kenakan lu, siapa suru buat ganggu tidur gw." Batin Farrel tersenyum penuh kepuasan.


Kira-kira siapa yang memperhatikan Audy dan Farrel.


Sampai jumpah di next episode, besok up tiga loh :)

__ADS_1


__ADS_2