
"Audy sayang, bangun." Ucap Anastasia berteriak.
"Audyyy." Teriak Anastasia kembali.
"Yah mom." Jawab Audy masih dengan memejamkan mata.
"Bagun sayang, kan kamu harus ke kantor." Ucap Anastasia melembut.
"Ia, ini juga udah bangunkan." Ucap Audy, dengan suara khas baru bangun tidur.
"Yaudah, sekarang mending kamu mandi dulu, bersihkan badan dan abis itu langsung gabung di meja makan." Ucap Anastasia, sebelum meninggalkan kamar Audy.
"Ia mom." Jawab Anastasia yang sudah sadar sepenuhnya.
Anastasia pun meninggalkan kamar putrinya, Audy langsung turun dari tempat tidur setelah melihat mommynya sudah mengghilang dari balik pintu, Audy langsung saja masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri agar terlihat lebih segar.
Setelah hampir satu jam Audy bersiap-siap, mulai dari mandi, ganti baju sampai dengan make up, akhirnya Audy turun dan langsung bergabung dengan kakek dan kedua orang tuanya.
"Good morning semua." Ucap Audy sambil tersenyum.
"Morning sayang, ayo sini duduk." Ucap Anastasia menyambut putrinya.
"Morning sayang." Sapa Alex kepada putrinya.
"Morning, cucu kakek yang paling cantik." Ucap kakek sambil tertawa kecil.
"Ih, kakek kan cucu kakek cuma Audy, yah jelas saja Audy yang paling cantik." Protes Audy cemberut.
"Hahaha iya sayang, mungkin kalau kakek punya cucu lain, kamu tidak jadi cucu kakek yang paling disini." Canda kakek, di sambut kekehan kecil dari kedua orang tuanya.
"Oh jadi, kalau kakek punya cucu lain Audy jadi yang jelek gitu." Tuduh Audy sambil menatap tajam ke arah kakeknya.
"Yah mungkin saja." Jawab kakek Alfa sambil tertawa.
"Nyeselin deh, selalu aja gangguin aku, Audy tahu kok kalau emang Audy adalah wanita paling cantik sesudah mama dan nenek, tapikan gak usah digodain terus." Ucap Audy Asal.
"Hahahaha, sayang kenapa sekarang tingkat kepedeanmu meningkat begini, apa ada yang tidak beres?" Tanya Anastasia sambil tertawa.
"Ih, emang bener tau mom, Audy emang cantik kok, kalau emang mommy gak percaya yah, mommy bisa tanya daddy kok, ia kan daddy." Ucap Audy, centil sambil menatap ke arah daddynya, untuk meminta pendapat.
__ADS_1
"Iya sayang, kamu emang yang paling cantik deh." Ucap Alex masih dengan tawanya.
"Tapi boong, hiya." Sambung kakek sambil terbahak-bahak.
"Tau ah, gak lucu, Audy gak mau ngomong sama kakek sama daddy selama satu bulan titik." Ucap Audy cemberut.
"Eh sayang, daddykan cuma bercanda kamu kok jadi anggep serius sih, jangan ngambek dong nanti tambah jelek." Ucap Alex, masih belum bisa mengontrol tawanya.
"Yah sayang, kan kamu udah jelek, kalau kamu cemberut kayak gitu yah tambah jelek loh, jadi kamu gak boleh yah cemberut." Sambung kakek Alfa, menimpali ucapan Alex.
"Mom, Audy berangkat dulu yah." Ucap Audy, sambil berdiri dan mencium pipi mommynya Anastasia.
"Yauda sayang, kamu hati-hati yah." Ucap Anastasia sambil mencium pipi kanan dan kening Audy.
Audy pun meninggalkan meja makan dan langsung menuju ke depan rumah, dengan perasaan yang kesal tentunya, sedangkan di meja makan daddynya Alex dan kakek Alfa belum menyadari kalau Audy sudah berangkat.
"Sayang, habisin makanannya dulu." Ucap Anastasia pada suaminya.
"Hemm, iya." Jawab Alex.
"Loh, nastasia dimana Audy?" Tanya kakek Alfa yang tak melihat cucunya.
"Astaga, Alex semua ini salah kamu, liat cucuku jadi marah, coba saja kamu tak menggodanya." Ucap kakek Alfa menyalahkan Alex.
"Loh, enak saja orang yang godain Audy deluan kan papa, kenapa jadi salahin aku, pokoknya ini salah papa aku gak salah titik." Jawab Alex yang tak mau untuk disalahkan.
"Udah-udah, kenapa pada berantem sih, sekarang lebih baik kalian abisin dulu makannya, biar bisa langsung berangkat kantor." Ucap Anastasia menengahi.
"Baiklah." Jawab kedua pria dewasa tersebut.
"Aku tak akan membujuk dia jika sampai dia mendiamkan kalian, jadi maafkan aku." Ucap Anastasia lembut.
Kedua pria dewasa itu tampak kaget, dan mengingat kembali kejadian beberapa tahun silam, dimana Audy kecil benar-benar tidak bicara dan mengganggap keduanya, dan hanya Anastasia yang bisa meluluhkannya, tampak keduanya pucat pasih, karena mereka tahu cucu mereka sangat berpegang tegu pada pendiriannya dan susah dibujuk.
Flasback.
Ketika Audy kecil berumur lima tahun, kakek Alfa dan Alex bersama dengan Anastasia dan juga Audy, mereka memutuskan untuk pergi ke kebun binatang.
"Audy sayang, sini nak." Ucap Anastasia pada Audy kecil.
__ADS_1
"Yes mom." Jawab Anastasia.
"Sayang, coba deh kamu lihat gadis kecil itu?" Ucap Alex sambil menunjuk ke arah anak kecil yang terlihat lucu.
"Yang mana?" Tanya Anastasia, karena memang banyak sekali anak kecil pada waktu itu.
"Itu loh sayang, cantik yah." Ucap Alex sambil menunjuk ke arah Anastasia.
"Apa sih, disini kan ada cucuku yang paling cantik." Ucap kakek Alfa sambil menggendong Audy kecil.
"Iya, Audy cantik tapi yang itu juga gak kalah cantik." Ucap Alex.
"Yang mana sih?" Tanya kakek ikut penasaran.
"Yang itu loh pa, cantik kan?" Ucap Alex sambil menunjuk anak kecil yang kira-kira berumur tujuh atau delapan tahun.
"Ohiya, cantik yah." Ucap kakek Alfa.
Audy kecil yang seolah mengerti dengan perbincangan antara kakek dan daddnya merasa cemburu, Audy kecil pun diam dan tidak ceria seperti sebelumnya, padahal Audy kecil sangat bahagia ketika datang ke kebun binatang.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Anastasia pada Audy kecil.
"Audy kesel sama daddy sama kakek." Ucap Audy kecil sambil cemberut.
"Loh kenapa sayang, emang daddy sama kakek buat salah sama Audy." Tanya Anastasia, pasalnya ini untuk pertama kali Audy tampak cemberut.
"Kakek sama daddy lebih suka anak itu dari pada Audy, yah sudah Audy kesel sama kakek dan daddy." Ucap Audy kecil dengan mata yang tampak berkaca-kaca.
"No sayang, bagaimanapun kamu tetap menjadi favorite mommy, daddy dan kakek, kamu tetap terbaik disini." Ucap Anastasia lembut, berusaha menjelaskan kepada putrinya yang sedang cemburu.
"Pokoknya Audy gak mau ngomong sama kakek sama daddy." Ucap Audy kecil sambil menangis di pelukan Anastasia.
Anastasia sendiri merasa heran, bagaimana bisa putri kecilnya sudah pencemburu, bagaimana nanti kalau Audy sampai punya adik, bisa jadi Audy akan menangis sepanjang hari, Anastasia pun geleng-geleng kepala.
Sampai di kediaman Trisumajaya, Audy benar - benar mendiamkan kakek dan daddynya, keduanya tampak bingung karena biasanya Audy kecil sangat manja kepada mereka berdua, sampai akhirnya Anastasia menjelaskan semua, keduanya tampak kebingungan dengan Audy kecil yang memiliki rasa cemburu berlebihan.
Alex dan Alfa sudah berusaha membujuk dengan segala macam cara, membeli mainanan sampai cokelatpun tapi tidak berhasil, Audy kecil tetap pada pendiriannya. Audy tidak menyapa keduanya bahkan Audy hanya menghabiskan waktu dengan para bodyguard dan maid.
Selama satu bulan lebi, Anastasia berusaha menjeleskan semua dan akhirnya Audy kecil luluh juga, membuat satu rumah bernafas lega, bagaimana bisa Audy kecil mendiamkan Alex dan Alfa.
__ADS_1
Flashback of ...