
Happy reading 😊
...****************...
Rayyan sedang menunggu sang istri yang sedang bersiap. Siang ini mereka akan makan siang diluar sekaligus menghabiskan waktu sambil menunggu matahati terbenam.
Sekeras apapun dirinya menahan Zahra agar berada di kamar dan menuruti perintahnya, sekeras itu juga Zahra merengek memaksakan permintaannya.
Rayyan sadar diri. Dirinya mungkin terlalu berlebihan dengan mengurung Zahra di kamar hotel selama honeymoon ini, tapi Rayyan sungguh menginginkannya. Karena saat dirinya mulai ke kantor lagi, itu artinya waktunya bersama Zahra akan berkurang. Belum lagi jika harus pulang malam dan menangani urusan disaat weekend, Zahra pasti akan melayangkan protes kepada dirinya.
Menyandarkan punggungnya pada headboard ranjang dan mengecek laporan perusahaan di ponselnya, berulang kali Rayyan menatap pintu kamar mandi yang belum juga terbuka. Apakah sebelumnya Zahra membutuhkan waktu bersiap selama ini?
"Sayang? Kamu enggak apa-apa kan?" Rayyan akhirnya bersuara. Ia merasa penasaran karena Zahra tak kunjung keluar dari kamar mandi.
Saat Rayyan berniat untuk turun menyusul Zahra di kamar mandi, saat itu pula pintu kamar mandi terbuka. Menampilkan sosok Zahra yang keluar sambil mengomel pada Rayyan.
"Emangnya kamu pikir aku kenapa di kamar mandi?"
"Yaaa... enggak tahu, habisnya lama banget."
__ADS_1
Zahra mendengus kesal. Ini sudah hari keempat pernikahan mereka dan suaminya itu belum juga mengerti kesalahannya.
"Aku kan harus keramas setiap mandi, ngeringin rambutnya tuh lama, sayang." jawab Zahra sambil mengecek barang bawaan ditasnya.
"Coba kalo kamu enggak minta jatah tiap ada kesempatan, aku enggak perlu keramas tiap kali mandi, dan bahkan mungkin aku udah selesai siap-siapnya dari tadi."
Rayyan tersenyum. Jadi ini alasannya kenapa Zahra lama jika berada di kamar mandi.
"Ya kalo alasannya itu sih aku enggak keberatan nungguin kamu. Lebih lama dari ini juga enggak masalah, asal aku dapat jatah terus aja." kata Rayyan sambil memeluk pinggang Zahra dari belakang yang sedang duduk di tepi ranjang tak jauh darinya.
Yang dipeluk malah berdecak sebal. Semangat dan tenaga Rayyan untuk bercinta dengannya seperti tiada habisnya. Belum lagi sentuhan suaminya yang selalu tak bisa ditolaknya, sehingga ia dengan mudahnya langsung takluk dibawah Rayyan.
Zahra terlihat menahan nafas sejenak. Jangan bilang Rayyan akan kembali menggodanya, lalu mereka akan batal pergi keluar karena harus berakhir dengan pergulatan nan panjang di ranjang.
"Iyaaaa... nanti aku minta tolong ke kamu. Itu konsekuensi setiap kamu selesai minta jatah ke aku."
"Ceh, itu doang sih kecil, Zah. Kenapa kamu enggak minta aku untuk mandiin dan ngeramasin kamu sekalian?"
Rayyan benar-benar sedang menggoda. Lelaki itu sengaja mengucapkannya tepat disamping telinga Zahra, membuat hembusan nafas yang menerpa kulitnya membuat hatinya berdesir tak karuan. Dan Zahra, harus bersabar dengan segala godaan yang diberikan Rayyan saat ini.
__ADS_1
"Enggak mau, nanti jadinya malah lama."
"Ya kita kan belum pernah nyobain di kamar mandi, Zah. Di bath up kayaknya seru, atau mungkin dibawah shower gitu."
Zahra menggigit bibir bawahnya, kini tak hanya suara dan hembusan nafas Rayyan yang menggodanya. Tapi tangan suaminya kini telah menjelajah ke area dadanya, ditempat favoritnya.
Zahra menggeser tubuhnya, lalu sedikit berbalik menghadap Rayyan yang berada dibelakangnya.
"Kita harus keluar sekarang, sayang. Perutku udah laper banget. Kamu sih habis sarapan pake acara minta lagi." Zahra berpura-pura merajuk.
Ia yakin dengan menggunaka alasan ini akan berhasil untuk membujuk Rayyan. Dan benar saja, suaminya itu langsung melepaskan perangkap yang menggodanya beberapa saat tadi.
"Oke-oke, kita keluar sekarang. Aku ambil tas dan dompetku dulu ya." jawab Rayyan lalu bergegas mencari tasnya.
Zahra menghela nafas lega. Selain karena terbebas dari jerat godaan suaminya, setidaknya hari ini ia akan menghabiskan waktu di luar kamar dan pergi ke tempat-tempat yang telah ia catat.
...****************...
Halo gaeessssss, Alhamdulillah bisa up hari ini. Ini ngebut banget ngeditnya dari pagi. Habis anaknya belajar, emaknya ngedit naskahnya si abang. Ya meskipun dikit tapi semoga bisa ngobatin kangennya sama abang, Eowyn atau Rafa deh ya. Atau malah ada yang kangen sama papa Adit atau mama Salma? Hehehehe....
__ADS_1
Hari ini ngerasa luar biasa banget karena bisa up 3 judul. Sok atuh langsung meluncur ke Back To You dan Lean On Me juga. Selamat membaca dan jangan lupa votesnya ya, terima kasih 😘