MENIKAH

MENIKAH
Iri (2)


__ADS_3

Happy reading 😊


****


Usia Rayyan sudah hampir setahun sekarang. Bayi laki-laki yang montok itu bergerak makin aktif dan cukup merepotkan Salma. Rayyan yang telah mulai masuk ke tahap belajar berjalan sering 'memaksa' mamanya itu untuk menuntunnya berjalan kesana dan kemarin.


"Udah ya, nak. Pinggang mama pegel banget dari tadi ngebungkuk mulu" keluh Salma pada Rayyan.


Namun bayi itu tetap tidak mau berhenti. Rayyan berganti berdiri dengan memegangi sofa dan berjalan menyamping seperti kepiting.


"Bu Sari..." panggil Salma dan tak lama setelahnya bu Sari muncul dari arah dapur.


"Ada apa mbak?"


"Tolong bantuin jaga Rayyan ya bu, pinggang saya pegel dia minta tetah mulu. Biarin aja dia rambatan gitu, yang penting diawas-awasin. Saya pengen rebahan disini bentar buat ngelurusin pinggang"


"Hehehehehe... beres mbak"


"Rayyan sama bu Sari bentar ya, mama istirahatin pinggang dulu" ujar Salma sambil membaringkan tubuhnya di sofa.


Tak berapa lama, ponselnya berdering. Adit melakukan panggilan video call. Sejak kelahiran Rayyan, Adit selalu melakukannya disaat ia sedang senggang. Tak cukup sekali, tapi berkali-kali dalam sehari dengan durasi waktu yang tidak begitu lama.


"Kenapa yang muncul duluan malah mamanya?" canda Adit saat melihat Salma pada layar ponselnya.


"Jadi ga mau nih liat biangnya Rayyan?" jawab Salma dengan mencebikkan bibirnya.


"Hahahahaha... bercanda, sayaaaaang. Rayyan lagi ngapain?"


"Itu, lagi rambatan disofa sama bu Sari" Salma mengganti kameranya untuk menunjukkan posisi Rayyan. "Anakmu tuh mas, makin hari makin aktif aja. Pinggangku rasa mau copot nurutin dia minta jalan mulu. Untungnya ada bu Sari yang bisa gantiin"


"Namanya juga anak laki ya, boy. Rayyan..."


Panggilan Adit langsung membuat Rayyan yang sebelumnya sibuk merambat disofa memalingkan wajahnya ke arah sumber suara. Mengetahui wajah sang ayah yang terpampang jelas pada layar ponsel, anak laki-laki langsung kegirangan. Bukan hanya senyum lebar dan kedua telapak tangannya yang saling bertemu, namun juga ocehan-ocehan kata yang lucu keluar dari bibirnya.


"Nanti papa pulang malem ya, Rayyan yang good boy sama mama di rumah"


Salma segera mengganti sorotan kamera ke arahnya. "Mas Adit lembur lagi?"


"Isshhh... gangguin aja deh, aku kan lagi ngobrol sama Rayyan"


"Mas!" pekik Salma dengan geram.


Terdengar suara kekehan dari Adit yang membuat Salma menjadi bertambah kesal.


"Iya sayang, pengerjaan proyek yang ada di Lombok akan segera dimulai. Jadi papa sama timnya lagi sibuk-sibuknya, aku ga bisa untuk ga bantuin papa gitu aja"


"Terus, jam berapa baliknya?"

__ADS_1


"Yaaa.. pokoknya malem, tapi enggak akan sampai larut malam"


Salma mengangguk dengan pelan. "Tapi weekend ini jadi jalan-jalan kan? Dari minggu lalu batal mulu loh, mas"


"Iya, tenang aja. Demi Rayyan apa sih yang enggak"


"Jadi Rayyan doang nih?"


"Hahahaha... kamu sama anak sendiri aja ngiri. Kamu kan udah dapet perhatianku jauh sebelum Rayyan lahir" goda Adit.


"Oohhh gitu? Yakin nih ga mau narik lagi kata-katanya?"


"Iya... iya... bercanda sayaaaaang... demi kalian apa sih yang enggak hehehehe... yaudah, Rayyan mana? Bentar lagi aku mau meeting, mau say goodbye dulu sama dia"


Salma beranjak mendekati Rayyan dan mengarahkan ponselnya pada Rayyan


"Rayyan.. bye-bye dulu sama papa" ucap Salma sambil memangku Rayyan.


"Apapapapapa" gumam Rayyan sambil tertawa ke arah Adit.


"Iya sayang, papa meeting dulu ya. Rayyan harus good boy oke? Hari Sabtu nanti kita pergi jalan-jalan"


"Apapapapapa" gumamnya lagi.


"Iyaaaa... Rayyan makan yang banyak ya. Bye-bye..." ucap Adit sambil melambaikan tangannya diikuti oleh Salma dan juga Rayyan.


"Rayyan... yaa Allah nak, baru juga mama tinggal pipis bentar" seru Salma saat melihat Rayyan yang tengah asik mengeluarkan seluruh tisu dari tempatnya.


"Emang bener ya, jangan percaya kalo anak yang aktif tiba-tiba jadi anteng pas ditinggal bentar" gumam Salma sambil menyingkirkan kotak tisu dan memunguti lembaran tisu yang telah berserakan di lantai.


Setelah selesai, Salma menggendong Rayyan ke bawah, menyusul bu Sari yang tengah menyiapkan makan malam. Salma segera mendudukkan Rayyan pada baby chairnya dan membuka biskuit kesukaan Rayyan.


"Butuh bantuan, bu?" tanya Salma.


"Enggak mbak, ini udah selesai kok"


"Asep langsung ke kantor mas Adit ya?"


"Iya mbak, tadi pulang sebentar untuk mandi. Terus ke kantor mas Adit katanya disuruh bantuin"


Salma mengangguk, ia memperhatikan Rayyan yang begitu asiknya menikmati biskuit itu.


"Rayyan mau disuapin lagi ga, mbak? Biar saya siapin makanannya"


"Enggak usah, bu. Sore tadi makannya udah banyak, biar dia makan biskuit aja. Ntar kalo laper lagi juga paling nenennya yang ga mau lepas"


"Gapapa ya den, kan biar sehat" jawab bu Sari sambil meletakkan botol minum Rayyan dibaby chairnya.

__ADS_1


"Momong anak ternyata ga gampang ya bu. Dulu pas bayi sering begadang, sering ga ngerti sama dia yang tiba-tiba nangis tapi kita ga tau maunya apa. Sekarang giliran dia udah bisa ngutarain maunya apa, akunya yang sering ngerasa males untuk nurutin karena udah capek duluan"


"Hehehehehe... ya gitu, mbak. Apalagi seusia Rayyan ini kan masih aktif-aktifnya, harus pengawasan ekstra. Lengah dikit bisa benjol kepalanya karena kejedot"


"Iya, tadi aja ngacak-ngacak tisu di kamar. Padahal cuma aku tinggal pipis doang"


Tak berapa lama, terdengar suara pintu terbuka disusul dengan derap langkah kaki orang yang berlari.


"Assalamualaikum..." seru Adit sambil berlari ke arah Rayyan.


"Waalaikumsalam... iihhh, mas Adit kebiasaan deh. Udah dibilangin ribuan kali kalo habis kerja cuci tangan sama ganti baju dulu baru pegang Rayyan, tetep aja ga pernah didengerin" protes Salma pada Adit yang langsung menggendong Rayyan yang masih asik dengan biskuitnya.


"Kelamaan, aku udah kangen Rayyan tau" jawab Adit santai sambil menciumi pipi Rayyan.


"Mas!"


"Aduuuhhh... galaknya mama keluar lagi tuh, nak. Padahal mama cuma ngiri tuh sama kamu"


"Jangan mulai deh!"


"Apaan sih sayang?" ucap Adit sambil mendudukkan Rayyan kembali pada baby chairnya. "Aku kan enggak kotor-kotor banget, masih wangi juga nih" sambungnya sambil mendekat ke arah Salma dan mencium keningnya.


"Tapi tetep aja mas Adit udah seharian di kantor, banyak bakteri. Udah sana mandi dulu, aku siapin makan malam. Lagian bukannya tadi siang bilangnya mau pulang malem?"


"Kamu ga seneng kalo aku balik awal?"


"Ya ga gitu, mas. Aku pikir bakal makan malam diluar sama papa"


"Takut aja sih kalo suaminya balik malem" Adit mencubit gemas pipi Salma. "Takut ga bisa manja-manjaan sama aku ya?" goda Adit dengan berbisik ditelinga Salma.


"Mulai deh!" Salma memukul lengan Adit. "Udah buruan mandi, baru deh bisa main sama Rayyan sampai dia tidur"


"Siap, mama!" jawab Adit dengan mengecup pipi Salma dan Rayyan lalu melangkah menuju kamarnya.


Setelah selesai makan malam, Adit membawa Rayyan ke kamar untuk bermain dengannya. Sementara Salma menyiapkan bahan makanan untuk Rayyan besok pagi. Adit memang terbiasa bermain dengan Rayyan. Itu memberikan Salma waktu sejenak untuk beristirahat atau untuk menikmati me time-nya.


Sejak Rayyan lahir, sebagian besar waktu istrinya tersita untuk mengurusi Rayyan. Jangankan untuk jalan-jalan bersama temannya, Salma bahkan memangkas waktu mandinya karena takut meninggalkan Rayyan terlalu lama meskipun ada bu Sari yang selalu membantunya.


Salma pergi ke kamarnya setelah menyelesaikan aktifitasnya. Dahinya mengernyit saat sampai diujung tangga, sama sekali tak terdengar suara dari duo kesayangannya itu. Pemandangan yang begitu luar biasa tersaji sesaat setelah Salma membuka pintu kamarnya. Rayyan telah tertidur nyenyak didada Adit, begitu pula Adit yang ikut terlelap bersamanya.


Salma tersenyum sambil berjalan mendekati mereka. Dikecupnya bibir Adit sekilas sambil mengusap rambut Adit perlahan. Adit terbangun, membuka matanya dan tersenyum ke arah Salma.


"Dia kecapekan kayaknya, Sal. Tadi main-main didadaku trus enggak lama dia diem dan merem" lapor Adit.


"Jelaslah, seharian ini ngajakin jalan mulu dia" jawab Salma sambil mengangkat badan Rayyan dan memindahkannya diboks bayi yang berada didekat Salma tidur.


Adit memiringkan tubuhnya menatap Salma yang sedang menidurkan Rayyan. Lalu tangannya menepuk kasur sambil tersenyum ke arah Salma.

__ADS_1


"Mamanya mau ditidurin juga ga? Biar ga ngiri sama Rayyan" goda Adit.


__ADS_2