MENIKAH

MENIKAH
S2 - EowynZach


__ADS_3

Happy reading 😊


***


Sama seperti Rafa yang sedang merasa kaya dengan uang bonus pemberian abangny, Eowyn pun merasakan hal yang sama. Bedanya, ia tidak jadi kehilangan uang satu bulan gajinya untuk membayar taruhannya dengan Rafa karean sang abang yang telah menyanggupi untuk membayarnya. Rayyan memang seperti itu, jauh sebelum bekerja dan punya banyak uang, ia memang selalu memanjakan adik-adiknya. Meskipun tidak melulu memberikan sesuatu dalam bentuk uang, setidaknya Rayyan tidak lupa untuk memberikan kado untuk adik-adiknya dari uang tabungannya.


Setelah jam kerja selesai, Eowyn dan Zach menuju sebuah restoran tempat mereka akan makan malam. Kondisi jalanan yang cukup padat sore ini membuat perjalanan mereka memakan waktu sedikit lebih lama. Namun tentu saja keduanya tidak merasa bosan, karena banyak hal yang dibicarakan oleh sepasang kekasih ini.


"Kayaknya weekend ini kita harus pergi deh. Kita harus mulai cari kado untuk pernikahan abang dan Zahra."


"Hm, aku setuju." jawab Zach dengan menganggukkan kepalanya.


"Aku belum kepikiran pula kado apa yang akan aku kasih ke mereka. Tapi pastinya... harus yang spesial, karena dua orang yang akan menikah itu adalah orang spesial juga buatku."


"Lalu aku?"


Eowyn tertawa dengan respon yang ditunjukkan oleh Zach. "Hahahaha... tentu saja kau juga spesial bagiku, sayang. Maksudku... mama papa, abang dan Rafa, kakek nenek, Zahra dan kamu adalah orang-orang yang spesial bagiku."


"Banyak banget. Aku pikir ungkapan orang spesial biasanya ditujukan untuk kekasihnya."


"Ungkapan itu tidak berlaku bagi kekasihmu ini hehehehe...."

__ADS_1


***


Perjalanan yang  cukup lama itu akhirnya terhenti juga saat Zach membelokkan mobilnya ke sebuah restoran. Restoran yang menyajikan berbagai masakan Western dan Asia ini menjadi pilihannya. Zach dan Eowyn adalah pasangan penggemar kuliner. Setiap usai gajian bahkan keduanya selalu menjadwalkan untuk pergi kuliner bersama, meskipun masih dalam kota yang sama.


Menarik sebuah bangku untuk diduduki Eowyn, perlakuan Zach itu selalu membuat Eowyn tersipu. Mereka bukanlah pasangan yang baru beberapa hari jadian, namun baik Eowyn dan Zach masih suka malu-malu satu sama lain.


"Sepertinya aku ingin makan Pad Thai." gumam Zach saat melihat buku menu ditangannya.


"Yakin? Bukannya tadi pengen makan olahan daging? Kenapa enggak pesen beef bulgogi aja?"


Zach menggelengkan kepalanya. "Difoto ini Pad Thai-nya lebih menggoda dibandingkan dengan beef bulgogi. Kita simpan dulu beef bulgoginya untuk list menu makan malam kita lain kali."


"Hahahaha... baiklah, kalo begitu aku pesan... sun dried tomato basil pasta."


"Hai, Wyn... Zach... senang bertemu kembai dengan kalian disini." Andrew menyapa Eowyn dan Zach.


Mendapati adanya orang asing diantara mereka, Eowyn melemparkan senyum manisnya kepada wanita yang digandeng oleh Andrew.


"Ahh, dia Laura. Teman kuliahku saat di Inggris, kebetulan dia sedang ada pekerjaan disini jadi sekalian saja aku membawanya jalan-jalan."


Perkenalan itu terasa canggung, apalagi bagi Zach yang pernah memergoki Andrew tengah memeluk kekasihnya. Zach sedikit bernafas lega saat Andrew terlihat menggandeng seorang wanita. Ia merasa aman karena itu berarti Andrew tak akan menggoda kekasihnya. Tapi saat Andrew mengatakan jika mereka berdua hanya berteman, Zach kembali memasang status waspada pada dirinya.

__ADS_1


"Teman? Mana teman yang bergandengan tangan dengan begitu mesranya?" cibir Zach dalam hati.


Setelah kepergian Andrew dan teman wanita ke meja yang berada di luar ruangan, makanan yang dipesan Eowyn dan Zach datang. Wajah mereka berbinar saat tampilan makanan pesanan mereka begitu menggoda dengan aroma yang mengundang liur mereka.


"Seharusnya aku tadi memesan makanan yang lebih pedas." ucap Zach sambil menggeser piring Pad Thai-nya.


"Kenapa? Enggak biasanya kamu makan makanan pedes."


Zach mengangguk, membenarkan pernyataan kekasihnya. "Ada yang bilang makanan pedas bisa meredakan cemburu."


"Siapa yang bilang?" tanya Eowyn sambil menahan tawanya.


"Entahlah, tapi aku ingin membuktikannya."


Eowyn mengerutkan dahinya, lalu melirik.ke arah keluar sebentar sebelum akhirnya kembali menatap Zach.


"Kau cemburu dengan Andrew? Aku udah bilang kan kalo aku enggak punya perasaan apapun padanya."


"Aku tahu. Aku hanya cemburu karena masih mengingat malam dimana dia memelukmu."


Eowyn tersenyum, lalu mengusap punggung tangan Zach dengan lembut. "Mau aku bilang mama dan papa agar saat acara pernikahan abang nanti kita ikut naik ke pelaminan juga dengan status yang sah?" goda Eowyn yang sukses membuat Zach tersenyum lebar.

__ADS_1


"Nanti, kita tunggu giliran ya."


__ADS_2