MENIKAH

MENIKAH
Eps 40


__ADS_3

"Yah, lu benar-benar harus bantuin gw, cewe ini bener-bener manja dan gak bisa berbuat apa-apa, sifatnya juga angkuh, dia benar-benar bukan tipe gw, yang ada gw bisa despresi karena tunangan sama cewe kayak dia." Ucap Farrel yang memelas meminta bantuan dari Audy, karena saat ini menurut Farrel hanya Audy dan keluarganya yang bisa membatalkan perjodohannya.


"Iya bawel." Jawab Audy yang males mendengar ocehan dari sahabatnya.


"Ohiya, gimana hubungan lu sama Reza ?" Tanya Farrel.


"Baik-baik aja, kita cuma ketemu dan bicara disaat ada masalah pekerjaan doang." Jawab Audy sambil menatap Farrel yang menetapnya penuh curiga.


"Baguslah." Singkat Farrel setelah melihat mata Audy tampak tidak ada kebohongan.


"Ohiya, sabtu minggu depan lu free gak ?" Tanya Audy.


"Kurang tahu, tapi kayaknya free sih." Jawab Farrel sambil mengingat-ingat jadwalnya.


"Yaudah, minggu depan perusahaan keluarga Wirawan bakalan adain pesta ulang tahun perusahaan, lu bisa temenin gw gak ?" Tanya Audy penuh harap, ia tak mau datang sendiri ke pesta perusahaan keluarga Wirawan, karena dari berbagai macam pengalaman ada saja pria hidung belang yang mencoba menggoda dan ada juga yang terang-terang untuk melamar Audy demi bisnis.


"Emang kakek lu gak ikut ?" Tanya Farrel penasaran, karena biasanya untuk acara seperti itu biasa sahabatnya Audy akan berdampingan dengan kakek Alfa.


"Kakek ikut, tapi gw males aja disana, kebanyakan rekan bisnis kakek gak punya malu, masa mereka minta kakek buat gw di jodohin sama anak mereka." Jawab Audy dengan wajag yang tampak kesal.


"Yah lu tahukan pernikahan bisnis udah sering terjadi, jadi lu harus memaklumi yang kayak begitu." Ucap Farrel.


"Yah, dan gw gak bakalan pernah terlibat dalam pernikahan bisnis, gak akan pernah." Jawab Audy dengan sikap tegas.


"Iya, iya Au, lu jangan emosi gitu dong." Ucap Farrel menenangkan Audy.


"Jadi sekarang lu mau temenin gw apa enggak ?" Tanya Audy to the point.


"Iya, sabtu depan nanti gw jemput." Jawab Farrel menyetujui.


"Okay, awas saja kalau sampe lu boong." Tunjuk Audy dengan jari telunjuk, sambil menatap Farrel dengan tatapan tajam dan mengancam.


"Iya." Singkat Farrel yang tak merasa takut sedikitpun.


Setelah makan siang dan percakapan yang cukup panjang, keduanya mau tak mau harus kembali berpisah di depan restaurant menuju ke kantor masing-masing, meski pertemuan kali ini cukup singkat keduanya sudah tampak bahagia.


Sesampainya Audy di kantor dia langsung menuju ke ruangan kakeknya.

__ADS_1


"Permisi." Ucap Audy sopan.


"Yah ada apa ?" Tanya kakek Alfa.


"Ada yang ingin saya katakan." Jawab Audy dengan wajah tanpa ekspresi.


"Silakan katakan." Ucap kakek Alfa yang tak ingin bertele-tele.


"Minggu depan saya mengajak Farrel untuk ikut ke acara ulang tahun perusahaan keluarga wirawan, saya harap tuan tidak keberatan dengan keputusan yang saya ambil." Ucap Audy menjelaskan secara rinci.


"Baik saya mengerti, saya tidak mempermasalah jika dia ingin ikut." Jawab kakek Alfa dengan senyum kecil, ia tahu cucunya ingin menghindari rekan bisnis yang selalu menawarkan perjodohan.


"Baik, kalau begitu saya permisi dulu." Jawab Audy sambil stengah membungkuk.


Audy langsung meninggalkan ruangan kakek Alfa setelah menyampaikan jika ia mengajak Farrel ke ulang tahun keluarga wirawan.


Sebenarnya keluarga Farrel juga mendapat undangan langsung dari perusahaan keluarga wirawan, tapi Farrel menyetujui ajakan Audy untuk menemaninya selama acara, Sedangkan orang tuanya akan didampingi Gaby sebagai adiknya.


Berseger ketempat kerja Farrel.


Farrel tampak pusing dengan tumpukan dokumen yang ada di atas mejanya, bagaimana bisa kerjaannya bukan semakin sedikit tapi semakin banyak, itu membuat ia semakin pusing.


"Lei, segera ke ruangan saya sekarang." Ucap Farrel melalui sambungan telepon, ia terpaksa menelpon asisten pribadinya.


Belum sempat Lei menjawab, telepon sudah dimatikan secara sepihak oleh bosnya.


"Astaga ada apa ini, sepertinya sekarang bos sedang kesal." Ucap Lei dalam hati.


Ia merasa penasaran bagaimana jika calon bos besarnya marah, karena selama Farrel memegang perusahaan tidak ada masalah sama sekali yang memancing kemarahannya.


Tok tok ..


Suara ketukan pintu dari depan ruangan Farrel.


"Masuk." Titah Farrel dari dalam ruangan.


"Permisi tuan, apa ada yang bisa saya bantu ?" Tanya asisten Lei.

__ADS_1


"Bagaimana bisa semua dokumen ini ada di atas meja, apa kamu ingin membunuhku ?" Bentak Farrel yang merasa sangat kesal.


"Maaf tuan, semua dokumen yang ada di atas meja adalah tugas langsung dari tuan besar untuk anda." Ucap Lei dengan tenang.


"Kenapa semua jadi saya yang mengerjakan, untuk apa karyawan yang bekerja jika saya harus menyelesaikan semua ini." Tanya Farrel yang berusaha menahan emosi, karena ternyata dokumen yang ada di atas mejanya adalah perintah langsung dari daddynya.


"Maaf tuan, semua dokumen yang ada di atas meja anda, adalah dokumen penting, itu tidak bisa dikerjakan oleh orang lain selain tuan dan tuan besar." Jawab Lei seraya menjelaskan jika dokumen yang ada di atas meja adalah dokumen penting.


"Baik silakan kamu keluar." Ucap Farrel merasa kesal.


Asisten Lei langsung pergi meninggalkan ruangan Farrel, ia tidak mau dijadikan tempat perlampiasan dari bosnya Farrel.


Setelah asistennya pergi, Farrel langsung beranjak dari kursi meninggalkan ruangannya, ia berniat untuk menemui daddynya.


Tok tok tok ...


"Permisi." Ucap Farrel berusaha sopan.


"Masuk." Ucap seseorang dari dalam ruangan.


"Permisi." Ucap Farrel setelah memasuki ruangan daddynya.


Yah meski presdir perusahaan adalah daddynya, tapi ia harus bersikap profesional.


"Ada yang perlu anda bicarakan ?" Tanya daddynya.


Sebenarnya ia sudah mendapat laporan dari asisten Lei, jika Farrel melakukan protes karena diberikan tugas yang sangat bayak.


"Ehem, saya kesini sebagai anak anda, bukan sebagai bawahan anda." Jawab Farrel, terlihat jelas raut wajahnya yang menahan kekesalan.


"Yah, kalau begitu apa yang ingin dibicarakan ?" Tanya daddnya.


"Bagaimana bisa daddy memberikan pekerjaan kantor yang sangat banyak, apa daddy berniat untuk membunuhku secara perlahan." Omel Farrel dengan tatapan menuduh.


"Itu tidak banyak, kamu akan memegang perusahaan dalam waktu dekat ini, jadi kamu harus menyelesaikan semua dokumen yang ada di meja kamu." Ucap daddynya dengan enteng tanpa rasa bersalah karena membuat Farrel kalang kabut.


"Tapi tidak harus seperti itu ?" Jawab Farrel yang tetap merasa kesal.

__ADS_1


"Mau tidak mau, suka tidak suka memang harus begini Farrel, tugas kamu sebagai CEO akan lebih berat dari ini, jadi cepat atau lambat pekerjaan kamu akan sebanyak itu, bahkan bisa dipastikan lebih banyak, jadi sebaiknya kamu mempersiapkan diri untuk hal itu." Ucap daddynya tegas.


Sampai jumpah di episode berikut :)


__ADS_2