MENIKAH

MENIKAH
Epilog


__ADS_3

"Arga... dimana sih? Aku sama ayah bunda udah di butik nih. Jadi fitting baju ga sih?" dengus Nisa kesal saat panggilan teleponnya diangkat Arga.


Ia dan orangtuanya telah menunggu di butik hampir satu jam dan Arga beserta orangtuanya belum juga muncul.


"Ya harusnya kamu bisa prediksi waktunya dong, udah tau bakal macet kenapa jalannya mepet?" jawabnya ketika mendengar alasan yang dilontarkan Arga.


"......."


"Yaudah, hati-hati ya. Ga usah ngebut, aku sama ayah bunda fitting baju duluan deh. Bye..."


Nisa menutup sambungan teleponnya. Ia segera mengaja orangtuanya untuk fitting baju. Baju yang nantinya akan mereka kenakan dihari bahagianya bersama Arga.


Penantian panjangnya akhirnya berbuah manis. Selama enam tahun ia bersabar menunggu Arga, akhirnya lelaki pujaan hatinya itu meminangnya.


Menikah memang bukan perkara mudah. Butuh kesiapan dalam segala aspeknya. Karena dengan menikahlah, engkau akan menghabiskan sisa hidup dan waktumu bersamanya.


Tak lama berselang, Arga dan keluarganya memasuki butik. Nampak Nisa tengah dibantu oleh pegawai butik tengah merapikan gaun yang ia kenakan. Arga terpana, ia begitu mengagumi gadis yang akan segera menjadi miliknya itu.


"Aku cantik ga?" adalah pertanyaan yang terlontar dari Nisa begitu ia tahu Arga berjalan mendekat ke arahnya.


Arga mengangguk, dan dengan cepat meraih tubuh Nisa untuk dipeluknya. Menghujani puncak kepala Nisa dengan ciuman bertubi-tubi, menyalurkan perasaan cintanya akan gadis itu.


"Arga! Malu ih, tahan bentar lagi lah. Ntar kalo udah sah juga bisa lebih bebas!" ucap bunda Hety, yang merupakan ibu Arga.


Pukulan keras dari tangan ibunya terpaksa membuat tangannya melepaskan pelukannya pada Nisa. Jika tidak ada orangtua atau berada di tempat umum, mungkin ia sudah ******* habis bibir Nisa. Dirinya, benar-benar merasa bahagia.


🎎


"Eowyn... hati-hati, sini biar abang yang ambilin" ucap Rayyan.


Balita yang sekarang berumur empat tahunan itu sudah terlihat begitu menyayangi adik perempuannya yang baru berumur dua tahun.

__ADS_1


Eowyn Namira Widjaja. Nama Eowyn yang selama ini begitu diidamkan oleh Salma itu akhirnya berhasil digunakan sebagai nama anak kedua mereka yang berjenis kelamin perempuan itu. Paras cantiknya sudah terlihat meskipun usianya baru saja genap dua tahun.


Rayyan berlari, mengambil bola karet berwarna pink yang tadi lepas dari genggaman Eowyn. Sesaat setelah mengambil bola itu, Rayyan kembali menghampiri Eowyn dan menyerahkan bola itu pada adiknya.


"Jangan dibuang lagi, kalo masuk ke kolam abang ga bisa ambilin" celoteh Rayyan seakan menasihati adiknya.


Setelahnya, Rayyan kembali bermain mobil remote-nya. Meninggalkan Eowyn untuk bermain bersama mbak Ida, pengasuhnya. Tak lama berselang, empat orang paruh baya mendekat pada mereka. Sambil mengumbar senyuman dan membawa beberapa hadiah, para kakek neneknya itu terlihat begitu bahagia bertemu cucunya. Padahal, itu sudah jadi rutinitas mereka setiap minggunya.


"Mama... aku dapet mainan baru lagi!" seru Rayyan sambil menunjukkan mainan baru pemberian kakek neneknya itu.


Begitu pula dengan Eowyn, dia mengikuti Rayyan yang juga menunjukkan boneka barbie yang baru saja ia terima dari kakek neneknya.


Salma tersenyum lebar, ia memandangi kedua anaknya yang sedang bercengkerama bersama orangtua dan mertuanya, serta dua orang pengasuh anaknya. Kehadiran Rayyan dan Eowyn sangat meramaikan keluarganya.


Ia dan Adit yang merupakan anak tunggal, merasakan betul bagaimana sepinya jika keluarga mereka berkumpul. Tidak ada sosok kakak atau adik yang menemani kehidupan mereka selama ini. Hanya sosok orangtualah yang selalu mereka andalkan, tak ada orang lain.


Salma kembali tersenyum, sembari mengusap perutnya yang kembali membuncit. Ya, Salma sedang mengandung anak ketiganya. Adit pernah mengatakan jika ia ingin memiliki tiga orang anak sebelum usianya genap 35 tahun. Dan kini, ia akan mendapatkan anak ketiganya diusianya yang baru saja genap 36 tahun. Tidak apalah telat setahun, yang terpenting keinginan itu terwujud.


Adit segera mendaratkan kecupan diperut Salma, sesaat setelah Salma meraih susu yang ia berikan. Mengelus perut Salma dengan lembut, dan senyaman yang merekah sambil memandangi interaksi anak-anaknya dengan kakek neneknya.


"Rayyan tadi nasihatin Eowyn pas buang mainannya, ga nyangka aja anak sekecil itu bisa perhatian banget sama adiknya" ucap Salma sambil meletakkan gelas susu yang telah kosong itu dimeja samping kursi tempat ia duduk.


"Eowyn akan tumbuh dengan perlindungan para pria tampan" Adit terkekeh dengan ucapannya barusan.


"Dia juga pasti bakal ngelindungin Eowyn kayak Rayyan" sambung Adit sambil mengusap kembali perut Salma.


Menurut hasil USG, anak ketiga yang tengah dikandung Salma ini berjenis kelamin laki-laki. Salma telah membayangkan bagaimana nantinya kedua anak laki-lakinya itu akan menjaga Eowyn. Apakah akan segarang dan seprotektif papanya?


Gadis kecil itu manja, Salma mengakui Eowyn adalah seperti copy paste-nya. Sama seperti Rayyan dan Adit. Sifat manja Eowyn, tentulah menurun dari Salma. Belum lagi paras cantiknya, matanya yang lebar, serta rambutnya yang tipis, benar-benar mirip dengan Salma ketika kecil.


"Dua orang itu nanti yang akan maju lebih dulu kalo dia digodain anak cowok, mas Adit pasti akan kalah pamor sama Rayyan dan adiknya ini"

__ADS_1


"Tapi aku kan tetep jadi cinta pertamanya Eowyn. Pria tampan yang pertama kali dia liat pas lahir ke dunia ya aku. Bukan Rayyan, atau pun pasangannya kelak" Adit menyombongkan diri.


Salma mengangguk, sembari menahan senyuman dibibirnya.


"Aku masih ga nyangka bakal jadi ibu dari tiga orang anak. Padahal dulu aku ngotot banget sama mas Adit mau punya dua anak aja"


"Rejeki, Sal. Banyak orang yang udah menikah begitu menginginkannya. Sama kayak usaha kita dulu buat dapetin Rayyan"


Salma kembali mengangguk. Ia membenarkan pernyataan suaminya. Ia ingat betul bagaimana usaha mereka dulu untuk mendapatkan Rayyan, berbagai drama pertengkaran juga dilalui karena keegoisan masing-masing. Namun semuanya berubah, kehadiran Rayyan mengajarkan mereka untuk dapat lebih bersabar.


Good thing comes to those who wait. Semua yang datang dari Tuhan tidak akan pernah terlambat atau datang lebih cepat. Semuanya, terjadi tepat pada waktunya. Tuhan mungkin tahu apa saja yang kita inginkan, tapi Tuhan akan selalu memberikan apa yang kita butuhkan. Begitulah cara kerjanya.


Salma begitu mensyukuri nikmat hidup yang luar biasa ini. Lahir ditengah keluarga yang begitu menyayanginya, memiliki teman yang begitu menerima keadaannya, juga dengan kehadiran suami yang begitu sempurna baginya. Ditambah dengan kehadiran anak-anaknya yang begitu melengkapi berkah hidupnya. Maka, nikmat Tuhan mana lagi yang bisa Salma dustakan? Semua begitu indah baginya, tanpa Salma meminta bagaimana detailnya. Tapi Tuhan begitu baik kepadanya dalam merancang kehidupannya. Sangat baik!


Ia dan Adit mungkin terlahir sebagai anak tunggal, namun hal itu tidak membuat mereka juga menginginkan anak semata wayang hadir dalam kehidupan rumah tangga mereka.


"Jika Allah berkehendak dan memberiku kesempatan untuk melahirkan banyak anakmu, tentu dengan sangat senang hati aku menerimanya. Karena anak-anaklah pusat kebahagian kita, dan karena merekalah yang akan menuntun kita ke surga" gumam Salma dalam hati, sambil memandangi Adit yang masih menatap anak-anaknya bermain dengan senyuman dibibirnya.


Salma menyandarkan kepalanya pada dada bidang Adit, memeluknya dengan erat. Sejurus kemudian, Adit menatapnya dengan tatapan yang dalam. Hingga kemudian menautkan bibirnya dengan begitu mesranya.


"I'm so lucky to have you in my life, Sal"


🎎 The End 🎎


****


*Akhirnyaaaaa... selesai sudah ceritanya 😆😆😆 Terimakasih banyak untuk dukungannya selama ini, sekali lagi saya mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dengan alur ceritanya 😅 Terimakasih untuk kalian semua yg udah mau baca, ngasih likes, comments, dan poinnya juga. Saya cuma bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian semua dan terimakasih banyak 😘😘


Next project pasti bakal ada ya, sementara yang masih on going ad Lean On Me. Silahkan bisa pindah lapak ke sebelah ehehehehe... Oiya, Cupcake's Love juga udah ada versi audio book-nya sekarang. Sampai sekarang masih jalan 4 part sih, kalian bisa tungguin update-annya sembari menunggu dubber kesayangan saya take suara dan up 😆😆


Yang mau kasih saran dan kritik juga silahkan. Monggo, dengan senang hati saya menerimanya hehehehe.... Sekali lagi terimakasih banyak, stay health and safe ya semuanya 😇😘*

__ADS_1


__ADS_2