MENIKAH

MENIKAH
Wishes


__ADS_3

Happy reading 😊


***


Adit masuk ke kamar dengan membawa botol berisi air hangat dan secangkir teh jahe. Dilihatnya Salma yang kini sepertinya tengah tertidur, namun dengan kondisi yang masih menahan nyeri. Dahinya yang berkerut, bahkan terlihat tidak nyaman dengan selalu bergerak mencari posisi yang nyaman.


Setelah meletakkan cangkir teh jahe dimeja sebelah kasur, Adit duduk ditepi ranjang sebelah Salma. Tangannya terulur untuk menyingkap kaos yang Salma gunakan dan menempelkan botol air hangat yang dia bawa.


"Kaget ya?" tanya Adit lalu memajukan wajahnya untuk mengecup Salma ketika istrinya itu tiba-tiba membuka matanya.


Salma hanya menganggukkan kepalanya perlahan.


"Maaf ya sayang tadi kelamaan, soalnya aku sekalian nungguin Yohan. Mau makan martabaknya sekarang?"


"Nanti aja mas" jawab Salma lirih.


"Tadi aku telpon mama kamu, tanya nanganin nyeri kayak gini itu gimana. Aku udah bikinin teh jahe sesuai arahan dari mama" ucap Adit sambil menunjuk arah teh jahe buatannya dengan dagunya.


"Makasih, mas. Pembalutnya udah beli kan?"


"Udah, udah aku taruh di rak kamar mandi. Masih berasa nyerinya?"


"Sedikit, udah ga sesakit tadi kok"


"Dimana lagi yang nyeri?"


"Pinggang doang mas, yang dibelakang lutut cuma ngilu"


"Pegangin dulu botolnya" pinta Adit.


Adit segera mengambil bantal miliknya dan bantal sofa untuk menyangga kaki Salma agar posisinya lebih tinggi.


"Harusnya ini bisa cukup membantu ngurangin ngilunya" Adit kembali mengambil alih botol yang dipegang Salma. "Biasanya... berapa lama sakitnya?" sambungnya.


"Bentar lagi juga paling ilang, mas. Ini udah mendingan kok" jawab Salma sembari beranjak dari posisi tidurnya.


"Mau kemana?"


"Ganti pembalut, mas"

__ADS_1


"Bisa sendiri?"


"Bisa sayaaaaang, ini udah enggak sesakit tadi"


"Yaudah, aku ambilin dulu martabaknya di meja dapur"


🎎


Salma tersenyum lebar melihat Adit yang tengah berdiri di depan pintu kamar mandi, menunggunya keluar sambil memegang sekardus martabak bangka pesanannya dengan lilin ulang tahun yang menancap diatasnya.


"Karena kita gagal makan malam diluar, jadi perayaannya pake martabak aja ya" ucap Adit kemudian menarik tangan Salma untuk berjalan ke tempat tidur dan mendudukkan Salma.


"Happy birthday to the one who still makes my heart beat so fast and my stomach do somersaults when you enters a room"


"Halah, gombal" seru Salma sembari melayangkan cubitan kecil pada pinggang Adit.


"Hahahaha... dengerin dulu, let me finish my words" Adit menegakkan tubuhnya kembali menghadap Salma. "Emm... there's nothing I want more than to spend the next one hundred birthday of yours by my side. You're the best thing that has ever happened to me" sambung Adit lalu mengecup kening Salma sekilas.


"I think... thank you doesn't seem enough"


"So stay with me and love me for the rest of your life"


"Hahahahaha... ayo tiup lilinnya, Sal. Keburu habis, ntar martabakmu ikut kebakar"


Salma memejamkan matanya sejenak, lalu meniup lilin yang berada dihadapannya.


"Minta apaan tadi?" tanya Adit sambil memangku kardus martabak dan mencabut lilin yang tertancap disana.


"Pregnant"


Adit mendongak menatap Salma.


"Seriusan mas, aku berdoa pengen segera hamil" jawab Salma sembari meraih lilin yang dipegang Adit dan beranjak dari duduknya untuk berjalan menuju dapur.


Adit mengikuti Salma, meletakkan martabak dimeja dapur dan mendekati Salma yang sedang menyiapkan buah potong.


"Doamu pasti akan segera terkabul, sayang" bisik Adit sembari memeluk Salma dari belakang.


"I hope so" jawab Salma dengan menoleh ke wajah Adit yang bersandar dibahunya. "Minggu depan kita udah harus fokus untuk belanja perabotan rumah, mas. Waktu kita udah mepet, sebelum aku mulai sibuk sama kerjaan akhir semester dan persiapan honeymoon kita"

__ADS_1


Adit mengangguk. "Kita akan selesaikan dengan cepat, dan pindah kesana setelah kita berangkat honeymoon"


"Pasti akan ada saat-saat kita kangen tinggal disini"


"Kita bisa kesini sewaktu-waktu jika kamu mau, aku pikir quality time kita akan lebih menyenangkan disini. Karena begitu pindah ke rumah baru, akan ada beberapa asisten rumah yang ikut kita tinggal disana. Aku ga akan bisa mesra-mesraan denganmu dimana pun aku mau"


Salma terkekeh. "Tolong ambilin tehnya, mas. Kita makan martabaknya di balkon aja ya"


"Oke" jawab Adit dengan mengecup bahu Salma dan kemudian berjalan menuju kamar.


🎎


Adit dan Salma duduk di ayunan gantung sambil menikmati martabak dan pemandangan kota di malam hari. Salma menyandarkan kepalanya pada dada Adit dan tangannya melingkar dipinggang sangat posesif.


Semilir angin malam dan kelap-kelip lampu menemani obrolan sepasang suami istri itu. Membicarakan tentang rumah baru yang akan mereka tempati serta tempat yang akan mereka kunjungi saat honeymoon nanti.


"Trus kalo pas ke Fiji nanti aku lagi mens, ga bisa main air dong mas" ucap Sarah dengan mencebikkan bibirnya.


"Ya gimana? Kalo kamu maksa snorkeling dan sebagainya, bisa dikejar hiu kamu hahahahaha"


"Yaaahhhh... jauh-jauh, mahal pula, masa kesana cuma nungguin mas Adit main air. Itu bukan honeymoon namanya"


"Hahahaha... nanti kita bisa cari kegiatan lain disana, sayang. Enggak harus main air, kalo kamu maunya di kamar aja juga ga masalah"


"Kalo cuma mau di kamar, ngapain harus sampai Fiji mas"


"Ya habisnya gimana dong, masa iya mau dibatalin dadakan gara-gara kamu mens?" jelas Adit lalu mengecup puncak kepala Sarah. "Mau kamu mens atau enggak, aku jamin honeymoon kita akan menyenangkan meskipun ga main air"


"Beneran?"


Adit mengangguk. "Kita bisa keliling Turtle Island dengan bersepeda, hmm... berkuda juga ada kayaknya"


"Aku ngikut mas Adit aja deh, aku ga tau apa-apa tentang tempat itu. Aku cuma mau kita bener-bener honeymoon disana, baik aku atau mas Adit enggak ada yang mikirin kerjaan sama sekali"


"Yep! Semoga kita pulang dengan membawa hasil" jawab Adit sembari mengelus perut rata Salma.


***


**Jika kalian baca sampai paragraf ini, tolong banget untuk berkomentar karena saya akan meminta pendapat kalian ehehehehe.... Dicerita ini, sengaja saya lambatin. Enggak kayak di Cupcake's Love yang tiba-tiba langsung beberapa bulan kemudian dan sebagainya. Karena disana eps 70 ceritanya udah selesai, meskipun pengen saya lanjutin tapi akhirnya saya kelarin aja 😅

__ADS_1


Nah, sementara disini masih slow aja ceritanya. Untuk part selanjutnya, niatnya mau saya skip langsung ke honeymoon aja. Baru masuk ke tahap cerita yang agak naik turun gitu. Menurut kalian baiknya gimana? Monggo kalo berkenan memberi saran silahkan menuliskannya dikolom komentar, saya sangat menantikannya. Terimakasih** 😘


__ADS_2