
Hari berlalu , Weekend sudah usai , sekarang tiba dimana hari terasa panjang hari ini adalah hari senin .
"Aummmn ." suara Audy ketika baru bangun tidur dengan suara yang serak .
"Huft , gw pikir telat tapi tenyata tepat waktu , baguslah kalau begitu ." ucap Audy setelah melihat jam pukul tujuh pagi .
Audy bergegas untuk turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum berangkat ke sekolah , Audy berjalan dengan wajah yang tampak kusut khas orang baru bangun tidur seperti biasa.
Setelah stengah jam lebih sedikit akhir Audy sudah selesai dengan urusan dalam kamar mandi dan segera bergegas untuk keluar .
Audy segera mencari pakaian ganti yang sesuai dengan gaya orang kantor .
"Selamat pagi ." sapa Audy ketika berada di ruang makan .
"Pagi ." jawab ketiga orang yang sangat penting buat hidupnya .
"Sayang ada yang mau kakek bicarakan dengan kamu ." ucap kakek dengan nada yang di buat serius , membuat aku menoleh ke arah kakek seolah bertanya apa yang mau di katakan kakek .
"Tiba - tiba firasat ku tak enak ." jawab Audy dengan polosnya .
"Apa kamu sudah memiliki kekasih ?" tanya kakeknya tersebut .
"Hmmm belum kek , ada apa ?" tanya balik Audy dengan alis yang hampir menyatu .
"Apa kamu bisa ikut kakek ke acara jamuan nanti malam ?" tanya kakek dengan suara tenang .
"Acara apa ?" tanya ku dengan tatapan penuh selidik .
"Acara penyambutan salah satu rekan bisnis kakek , dia seumuran dengan kamu dan dia juga memegang kendali atas perusahaan orang tua nya , bukan hanya itu dia juga mendirikan perusahaannya sendiri , perusahaan dia yang baru bahkan cepat untuk maju tak kurang dari dari satu bulan ." jelas kakek pada Audy .
"Terus , sekarang apa hubungannya denganku ?" tanya Audy yang terlihat bingung .
"Setelah kakek pikir , mungkin kamu akan cocok jika berteman dengannya , siapa tahu kamu bisa belajar lebi banyak lagi dari dirinya , tidak ada salahnya bukan ?" ucap kakek pada cucu satu - satunya yang tampak memikirkan sehingga mencerna setiap apa yang kakek ucapkan .
"Baiklah , mungkin aku akan bisa belajar dan untuk tawaran menemani kakek untuk pergi ke jamuan itu aku juga setuju , aku takut nanti kakek di culik sama tante - tante genit kan serem ." jawab Audy sedikit bercanda .
"Hmmm , oke kamu hati - hati yah sayang ke kantornya , ingat jangan sampe telat ." ucap kakek pada cucu tercinta .
"Hehehe iya kek , tenang saja ." jawab Audy sambil tersenyum lebar .
"Baiklah , mommy daddy , kakek Audy berangkat dulu yah , byeee ." ucap Audy sambil berdiri dan berjalan ke arah pintu .
__ADS_1
Kakek , dan kedua orang tua Audy melanjutkan sarapan pagi dengen tenang setelah Audy berangkat .
Dalam perjalanan , Audy sangat bingung kenapa tiba - tiba kakeknya ingin mengenalkan dia dengan seseorang , Audy berharap orang yang ingin di kenalkan kepadanya bukan orang yang nyebelin dan tidak tahu diri .
Kantor
"Terima kasih pak ." ucap Audy pada supir yang sudah mengantarnya .
"Sama - sama non , semangat yah non kerjanya ." ucap sopir dengan sopan .
"Siap ." ucap Audy kemudian turun dari mobil .
Audy turun dari mobil dengan santai dengan outfite yang membuat banyak orang terpana , Audy memang sengaja membuka kancing dari blazer yang ia pakai dan saat sampai di ruangannya Audy hanya akan menyisakan dua kancing di paling atas saja yang tak terkunci
"Wah liat dia cantik yah." karyawan A.
"Cantik banget , dan juga gak sombong loh ." Karyawan R.
"Tapi sayang yah dingin ." karyawan F.
"Hmm cocok banget sama bos ." ucap Karyawan A kembali .
"Hehe iya tapi cewe itu deket banget sama anak magang yang namanya Farrel , kadang juga gw bisa ngelihat cewe itu senyum kalau sama cowo yang namanya Farrel ." karyawan R mengomentari .
Begitulah desas desus omongan orang yang sempat terekam dalam pendengaran Audy , Audy sendiri tampak biasa saja dan tak menanggapi omongan orang karena menurutnya itu hanya angin lalu yang tak perlu untuk dimasukan kedalam hati .
Brukkk ,,
Shit , tiba - tiba saja Audy menabrak seseorang yang sedang membawa minuman soda di tangannya .
"Damn ." maki Audy yang bisa di dengar oleh orang di lobby .
"Sorry ." ucap seseorang tersebut .
"Pake mata kalau jalan ." ucap Audy dengan muka yang tampak kesal .
"Saya sudah minta maaf ." ucap pria tersebut dengan tatapan yang tak lepas dari sosok Audy .
"Hm , baiklah gw maafin dan satu lagi lu buat gw jadi telat kerja pagi ini ." ucap Audy dengan tatapan tak suka .
"Baik ." jawab pria tersebut .
__ADS_1
Semua orang yang ada di lobby berbisik - bisik , bagaimana bisa seorang CEO dingin tiba - tiba melembut kepada anak magang , banyak sekali pertanyaan dalam benak para karyawan yang ada di tempat kejadian tapi tak satu pun yang berani berkomentar .
"Wow bos kau membuat kesan pertama dengan gadis manis itu terlihat sangat buruk ." ucap El yang berada di belakang Albert lelaki yang tak sengaja saling bertabrakan dengan Audy .
"Sial ." umpat Albert dengan suara lirih tapi masih bisa di dengar oleh El .
"Bos , sebaiknya kita cari solusi di ruangan anda , semua karyawan memperhatikan mu sekarang ." terang El setelah sadar bosnya menjadi tontonan .
"Baiklah ." jawab Albert dan mereka langsung berjalan menuju ke dalam lift.
Albert dan asistennya El , langsung menuju ke ruangan Albert untuk menyusun rencana .
"Jadi bagaimana sekarang , gadis manisku bahkan terlihat sangat kesal tadi ." tanya Albert meminta pendapat asisten pribadinya .
"Hmmm , begini saja bos , bagaimana kalau kau ajak dia makan siang , dan kalau dia menolak bos tinggal katakan maaf saya tak menerima penolakan ." jelas asisten dengan ide yang lewat di benak kepalanya .
"Hmmn , bagaimana cara untuk mengatakan pada nya , apa kau mau aku dibentak seperti tadi ha!" ucap Albert dengan suara yang tampak emosi .
"Bilang saja sebagai tanda damai ." jawab asisten El dengan cepat .
"Baiklah ." jawab Albert sambil memejamkan mata .
"Bos , ada yang ingin aku sampaikan ." ucap asisten El .
"Gadis itu memang cantik dan galak tapi aku mendengar kalau dia juga sangat dingin tapi tetap bersikap sopan dan saya juga mendengar kalau gadis tersebut memiliki teman dekat lelaki mereka sangat lengket seperti lem bos , mungkin itu akan menjadi saingan anda atau kunci anda untuk bisa mendekati gadis manis itu bos ." sambung Asisten El .
"Menurut mu , apa dia akan memilih lelaki itu atau akan memilih aku , sudah jelas aku ini mapan dan tampan tak ada wanita yang bisa menolak pesona ku ." jawab Albert dengan membanggakan diri .
"Maaf bos , sepertinya gadis manis itu akan memilih teman dekatnya di bandingkan dengan orang yang menumpahkan minuman bersoda di baju mahalnya ." terang asistennya dengan berhati - hati serta menggunakan kalimat sindiran tanpa tersengeja .
"Hmmm dia milikku dan hanya akan menjadi milik ku ." jawab Albert tak perduli dengan omongan sahabatnya .
"Gadis galak itu berhasil membuat bosku menjadi orang bodoh seperti ini , tapi kalau di liat gadis itu dan teman dekatnya bukan dari keluarga biasa saja bos , saya pernah melihat mereka di mall dengan lelaki yang dekat dengannya menggunakan mobil sport , yang arti nya mereka tetap berpenampilan apa ada nya di kantor dan tetap menyembunyikan identitas mereka ."batin asisten El yang banyak sekali pertanyaan tentang gadi tersebut.
*Hai semua , thanks banget udah mau ngedukung aku dengan cara ngelike , tapi sekarang please banget guys buat bantu VOTE aku , dan please setiap baca setidaknya berikan like .
Jangan lupa juga buat kalian yang suka membaca bisa langsung saja setelah dari sini bisa langsung ke .
"Anak orang kaya "
"Menikah "
Kalian bisa langsung cek di profile > karya , dan ingat yah abis baca jangan lupa buat tinggalkan jejak VOTE dan LIKE serta KOMENTAR* .
__ADS_1