MENIKAH

MENIKAH
Eps 29


__ADS_3

Audy dan kakek Alfa langsung pulang menuju ke rumah mereka, pestapun telah usai, sedangkan Albert sedang kalut karena memikirkan Audy.


"El, lu dimana cepet ke ruangan gw." Ucap Albert melalu sambungan telepon, tanpa menunggu jawaban asisten El, Albert sudah menutup panggilan telepon.


Tak perlu menunggu lama, tidak sampai lima menit asisten El sudah berada di ruanganan Albert yang tampak berantakan.


"Permisi tuan, ada yang bisa saya bantu?" Tanya El berhati-hati.


"Aku hanya ingin bertanya." Jawab Albert dengan tatapan dingin dan mengintimidasi, membuat El dengan susah payah menelan saliva.


"Baik tuan, saya akan menjawab pertanyaan anda." Jawab El, berusaha untuk menetralkan keadaan yang tampak mencengkram.


"Audy ternyata adalah cucu kakek Alfa." Ujar Albert tampak frustasi.


"Maaf tuan, apa maksud anda tuan besar Trisumajaya?" Tanya El yang tampak syok.


"Astaga, ternyata gadis itu berasal dari keluarga yang berpengaruh, aku sungguh tidak menyangka." Batin asisten El yang merasa kaget.


"Iya, lalu bagaimana caranya untuk aku bisa mendapatkannya, ini akan sangat sulit." Ucap Albert yang tampak frustasi.


"Maaf tuan, kalau memang benar gadis itu adalah cucu dari tuan besar Alfa trisumajaya, maka anda harus lebih bekerja keras untuk melebarkan kerajaan bisnis anda." Ucap asisten El.


"Maksudmu?" Tanya Albert yang tampak tidak mengerti dengan maksud asisten El.


"Anda perlu lebih bekerja keras, karena yang saya dengar keluarga trisumajaya hanya memiliki satu penerus dan menurut saya kemungkinan besar mereka akan menyeleksi ketat orang yang akan bersanding dengan nona Audy." Jelas asisten El.


"Nona Audy sangat cantik dan mempesona, bahkan dia juga sangat pintar dan berasal dari keluarga yang terpandang jadi tidak menutup kemungkinan untuk semua orang berlomba-lomba untuk memilikinya." Ucap El tanpa sadar.


"Baiklah, kalau begitu aku akan membuktikan jika aku layak untuk bersanding dengan Audy." Ucap Albert penuh semangat.


"Sepertinya, tuan bisa mulai pendekatan dengan nona Audy sabtu nanti." Ucap asisten El, setelah tersadar jika tuannya mempunyai janji dengan Audy.


"Ah, benar sekali." Ucap Albert dengan tatapan penuh kebahagiaan.


"Sekarang coba kamu cari tahu tentang gadis itu." Ucap Albert kembali serius kepada asistennya El.


"Baik tuan." Jawab El.


"Sekarang kamu boleh pergi." Titah Albert.

__ADS_1


"Baik, kalau begitu saya permisi tuan." Ucap asisten El sebelum keluar dari ruangan Albert, Albert hanya menganggukan kepala sebagai respon.


Kembali ke rumah Audy.


"Audy sayang." Ucap kakek mengetok pintu kamar Audy.


"Yah kek, sebentar yah." Jawab Audy dari balik kamar.


"Ada apa kek?" Tanya Audy, setelah membuka pintu.


"Kakek ingin bicara, bisa ikut kakek ke ruang kerja." Tanya balik kakek Alfa dengan wajah serius.


"Bisa kek, ayo." Ucap Audy yang langsung menutup pintu kamar, dan langsung saja mengikuti kakek Alfa ke ruang kerja.


Sesampainya di ruang kerja kakek Alfa.


"Huft, kalau udah disini pasti mau bicarain yang serius, tapi kakek mau bicara apa yah? tumben ajak kesini." Batin Audy.


"Jadi, sebenarnya apa yang ingin kakek bicarakan ?" Tanya Audy setelah duduk di depan kakeknya.


"Begini, kakek ingin kamu pindah ke perusahaan milik kakek." Ucap kakek to the point.


"Begini, kakek mau secepatnya kamu gantiin kakek di perusahaan, dan lagi kakek sudah tidak muda lagi jadi sudah waktunya kakek memberikan perusahaan kakek ke kamu." Ucap kakek, menjelaskan maksud dari meminta Audy untuk pindah ke perusahaan miliknya.


"Kan masih ada daddy kek, Audy juga masih belum siap." Ucap Audy, menolak secara halus.


"Tidak bisa, daddy kamu punya perusahaan sendiri dan tidak mungkin juga kakek menimpahkan perusahaan kakek ke daddy kamu, jadi kamulah pewaris satu-satunya." Ucap kakek Alfa menerangkan.


"Huft, baiklah besok Audy bakalan serahin surat pengunduran diri." Ucap Audy yang memang sudah tidak bisa membantah.


"Kemungkinan besar Farrel akan ikut, jadi kakek tidak keberatankan?" Tanya Audy dengan menaikan satu alis.


"Kalau memang dia bersedia kakek tidak keberatan." Jawab kakek Alfa, kakek Alfa sudah menduga pasti sahabat dari cucunya kemungkinan besar akan ikut pindah dan ternyata memang benar.


Audy pun keluar dari ruang kerja kakeknya dan langsung menuju ke kamarnya lagi.


Waktu tetap berjalan sekarang matahari sudah mulai terlihat, pertanda kehidupan hari ini sudah dimulai.


"hayemm. udah pagi ternyata." Ucap Audy dengan suara serak. Audy langsung turun dari tempat tidur dan langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap- siap ke kantor, setelah kurang lebih hampir satu jam, akhirnya audy selesai.

__ADS_1


Skip kita langsung kek kantor.


Audy memasuki kantor dengan wajah yang terlihat tidak bersemangat, tanpa disadari ada dua pasang mata yang menatap Audy, yang satu menatap penuh cinta dan yang satu menatap karena kagum.


"Farrel." Ucap Audy setelah selesai mengerjakan tugasnya.


"Yes." Jawab Farrel.


"Gw bakalan pindah ke kantor kakek gw, lu ikut yah." Ucap Audy penuh harap.


"Apa." Jawab Farrel sambil berteriak tanpa sadar.


"Gw baru aja mau nyampein sesuatu." Ucap Farrel sambil memijak pelipis.


"Hmm, maksud lu mau nyampein sesuatu apa?" Tanya Audy.


"Gw di minta buat ngurus perusahaan bokap, lebi tepatnya gw di minta buat pindah ke perusahaan bokap gw, dan gw mau ngajak lu buat pindah kesana." Ucap Farrel yang terlihat frustasi, karena belum siap untuk memimpin perusahaan.


"Astaga, kenapa harus kebutulan gini sih." Ucap Audy yang tak kalah frustasi.


"Gw mau antar surat pengunduran diri ke hrd." Ucap Farrel.


"Yaudah, yuk sekalian aja, gw juga mau kasih surat pengunduran diri." Ucap Audy dengan pasrahnya.


Akhirnya keduanya pun berjalan bersama untuk ke ruang hrd, untuk menyerahkan surat pengunduran diri serta menjelaskan alasan keduanya, hrdpun dengan berat hati harus melepas orang berbakat seperti Audy dan Farrel, setelah semuanya selesai keduanya pun langsung kembali ke ruang kerja dan membereskan barang mereka masing - masing.


ke ruang Ceo. Albert.


Albert tampak sedang gelisah dan uring - uringan setelah mendapat kabar dari asisten El, kalau gadis cantiknya mengundurkan diri itu artinya Albert akan semakin sulit untuk mendekati Audy.


"Huft, jadi kenapa sebenarnya mereka mengundurkan diri?" Tanya Albert tampak Frustasi.


"Nona Audy akan menjadi CEO baru di perusahaan tuan besar trisumajaya dan untuk Farrel dia akan menjadi wakil presdir di perusahaan milik keluarganya." Jawab asisten El dengan tenang, sebenarnya El yang mendengar kabar dari bagian hrd merasa takut karena pasti bosnya akan marah dan benar saja.


"Baiklah, kita juga tidak bisa menghalangi." Ucap Albert merasa pasrah.


"Tapi kalau dia didekatin sama cowo lain gimana, kalau ada yang godain gimana?" Tanya Albert merasa panik.


"Berarti tuan memang kurang cepat." Celetuk asisten El, yang langsung menadapat pelototan gratis dari Albert.

__ADS_1


Yah, kurang lebi sampai disini dulu, sampai ketemu di next episode, dan jangan lupa yah buat Vote, Like dan Komen.


__ADS_2